Terakhir diperbarui: 11 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 11 December). Penggunaan Obat Non-Resmi. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/penggunaan-obat-nonresmi  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Penggunaan Obat Non-Resmi - SumberAjar.com

Penggunaan Obat Non-Resmi

Pendahuluan

Di era modern ini, peredaran obat non-resmi semakin menjadi sorotan dalam bidang kesehatan masyarakat karena semakin mudahnya akses terhadap obat-obatan melalui berbagai kanal informal, termasuk perdagangan daring dan toko tanpa izin resmi. Fenomena ini tidak hanya terjadi di satu negara saja, tetapi menjadi masalah global yang berdampak pada kesehatan, keamanan pasien, serta sistem pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Perhatian terhadap masalah ini penting mengingat obat merupakan salah satu komponen utama dalam upaya pencegahan, pengobatan, dan pemulihan penyakit. Obat yang tidak terdaftar atau tidak resmi seringkali tidak melalui evaluasi mutu, keamanan, dan efikasi sebagaimana mestinya, sehingga berisiko menimbulkan efek samping, resistensi terhadap terapi, atau bahkan kematian. Situasi ini diperparah oleh ketidaktahuan konsumen serta lemahnya pengawasan distribusi obat di beberapa wilayah tertentu. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Definisi Penggunaan Obat Non-Resmi

Definisi Penggunaan Obat Non-Resmi Secara Umum

Penggunaan obat non-resmi umumnya merujuk pada tindakan mengonsumsi atau memanfaatkan obat-obatan yang tidak memiliki izin edar resmi dari otoritas kesehatan yang berwenang, tidak terdaftar, atau dijual di luar jalur distribusi yang sah. Obat yang termasuk kategori ini dapat berupa obat palsu, obat tanpa izin edar, serta obat yang diracik atau diperoleh tanpa resep dokter yang sesuai. Keberadaan obat jenis ini dapat menunjukkan adanya celah dalam sistem regulasi, distribusi, dan pengawasan di pasar farmasi. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Definisi Penggunaan Obat Non-Resmi dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), meskipun tidak ada istilah spesifik “obat non-resmi”, definisi obat dalam KBBI adalah “suatu zat atau kombinasi zat yang digunakan untuk mencegah, menyembuhkan, atau meringankan gejala penyakit”. Dalam konteks ini, obat non-resmi dapat diartikan sebagai zat yang digunakan oleh masyarakat padahal tidak memenuhi ketentuan perundang-undangan dalam hal izin edar dan mutu sebagaimana disyaratkan oleh otoritas terkait seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). [Lihat sumber Disini - pom.go.id]

Definisi Penggunaan Obat Non-Resmi Menurut Para Ahli

  1. Mekonnen et al. (2024) menyatakan bahwa obat yang tidak terdaftar adalah produk obat yang belum melalui evaluasi, pengujian, dan persetujuan berdasarkan regulasi nasional atau regional untuk dipasarkan atau digunakan oleh konsumen. Obat semacam ini sering kali masuk ke pasaran melalui jalur yang tidak sah dan tidak terjamin kualitasnya. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Ismail (2017) dalam konteks evaluasi obat menyebutkan bahwa obat yang telah dievaluasi dan terbukti aman, efektif, serta berkualitas, kemudian diberikan izin edar oleh otoritas kesehatan, baru dapat dipasarkan. Kelompok obat yang tidak melalui proses ini dianggap sebagai obat tidak terdaftar atau ilegal. [Lihat sumber Disini - distantreader.org]

  3. Peraturan BPOM Nomor 24 Tahun 2017 menjelaskan bahwa obat legal yang beredar di pasar harus memiliki nomor izin edar (NIE), dan tanpa NIE tersebut produk dianggap tidak sah menurut hukum. [Lihat sumber Disini - golaw.id]

  4. Afianto (penelitian 2025) menyatakan bahwa obat yang beredar tanpa izin edar dan tidak memenuhi standar yang ditetapkan termasuk dalam kategori obat illegal karena tidak melalui mekanisme registrasi dan pengawasan yang benar. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]


Motif dan Faktor Pendorong Penggunaan Obat Non-Resmi

Perilaku penggunaan obat non-resmi sangat dipengaruhi oleh sejumlah motivasi dan faktor pendorong yang kompleks. Salah satu alasan utama adalah persepsi masyarakat akan manfaat yang cepat atau harga yang lebih murah dibandingkan obat resmi. Sebagai contoh, studi menunjukkan bahwa persepsi keuntungan atau manfaat dari obat yang tidak terdaftar berkorelasi signifikan dengan tingkat penggunaan obat tersebut oleh pasien, meskipun obat itu sendiri tidak memenuhi standar kualitas atau keselamatan. [Lihat sumber Disini - distantreader.org]

Faktor ekonomi juga menjadi pendorong kuat; di banyak negara berkembang, akses terhadap layanan kesehatan formal masih terbatas, sehingga masyarakat cenderung mencari alternatif obat murah yang mereka temui di pasar informal. Dengan harga yang lebih rendah serta mudahnya akses, terutama lewat penjual daring atau pasar tradisional, obat non-resmi menjadi pilihan populer, meskipun berisiko tinggi. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Selain itu, tingkat pendidikan dan pengetahuan konsumen tentang obat juga mempengaruhi pola pembelian. Individu dengan pengetahuan rendah cenderung kurang mampu membedakan antara obat resmi dan tidak resmi, sehingga mereka lebih rentan terhadap informasi yang menyesatkan dan pemasaran tidak etis yang sering mengklaim manfaat obat yang belum teruji. Faktor sosial seperti tekanan dari lingkungan atau rekomendasi dari teman/keluarga juga dapat mendorong seseorang mencoba obat non-resmi. [Lihat sumber Disini - distantreader.org]


Risiko Kesehatan akibat Obat Tidak Terdaftar

Penggunaan obat yang tidak memiliki izin edar atau tidak terdaftar membawa risiko kesehatan yang signifikan. Obat-obatan tersebut sering kali tidak memenuhi standar mutu dan keamanan yang ditetapkan, sehingga dapat menyebabkan efek samping yang tidak terduga atau bahkan berbahaya. Dalam banyak kasus, obat yang tidak terdaftar tidak melalui uji klinis yang ketat atau pengawasan kualitas sehingga konsentrasi bahan aktif, kemurnian, atau komponen lainnya tidak dapat dipastikan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Risiko kesehatan yang sering muncul termasuk resistensi terhadap terapi, reaksi alergi serius, kegagalan pengobatan, dan komplikasi kesehatan lainnya. Misalnya, konsumsi antibiotik yang tidak memenuhi standar dapat berkontribusi pada berkembangnya resistensi antimikroba, yang merupakan ancaman kesehatan global. Selain itu, obat tiruan atau substandar bisa mengandung bahan berbahaya yang memicu toksisitas akut atau kronis pada organ tubuh. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Studi-studi juga menunjukkan bahwa prevalensi obat yang tidak terdaftar cukup tinggi di beberapa wilayah, yang memperbesar insiden masalah kesehatan terkait penggunaan obat yang beredar tidak sesuai regulasi. Hal ini menandakan bahwa risiko terhadap pasien tidak hanya bersifat individual, tetapi juga berdampak pada sistem kesehatan masyarakat secara luas. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Pengaruh Lingkungan dan Sosial terhadap Pola Pembelian

Lingkungan sosial dan budaya memiliki pengaruh besar terhadap keputusan seseorang dalam memilih obat. Di komunitas dengan tradisi pengobatan alternatif kuat atau memiliki kebiasaan melakukan swamedikasi, penggunaan obat non-resmi lebih mungkin terjadi. Perilaku ini juga sering diperkuat oleh akses terbatas kepada fasilitas kesehatan formal, baik karena jarak, biaya, maupun keterbatasan sumber daya medis di daerah tertentu. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Faktor sosial lainnya termasuk kepercayaan terhadap praktik tradisional, rekomendasi dari jaringan sosial, dan minimnya edukasi kesehatan yang efektif. Kelompok masyarakat yang percaya bahwa obat sehat lebih mudah diperoleh di pasar informal sering kali mengabaikan risiko kesehatan yang menyertai obat yang tidak terdaftar. Interaksi sosial juga memainkan peran penting karena informasi yang salah atau mitos mengenai keampuhan obat tertentu bisa menyebar cepat antaranggota komunitas. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Selain itu, akses internet dan meningkatnya tawaran produk obat melalui kanal daring telah memperluas jangkauan penjualan obat non-resmi. Situs dan akun media sosial yang menjual obat tanpa resep atau izin resmi sering memanfaatkan strategi pemasaran yang menarik, yang secara tidak langsung mendorong konsumen untuk membeli produk yang berpotensi berbahaya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Peran Edukasi dan Regulasi dalam Mencegah Penyalahgunaan

Edukasi memiliki peran krusial dalam mengurangi penggunaan obat yang tidak terdaftar. Pendidikan kesehatan masyarakat yang efektif dapat meningkatkan pengetahuan konsumen mengenai pentingnya membeli obat yang terdaftar dan memahami risiko terkait obat ilegal. Kampanye penyuluhan yang melibatkan tenaga kesehatan, media, dan komunitas lokal dapat membantu membentuk perilaku konsumen yang lebih bijak dan sadar risiko. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Selain edukasi, regulasi yang kuat dan penegakan hukum terhadap peredaran obat ilegal juga sangat penting. Otoritas kesehatan di berbagai negara, seperti BPOM di Indonesia, terus mengembangkan kebijakan dan mekanisme pengawasan untuk memastikan bahwa obat yang beredar di masyarakat memenuhi standar kualitas, keamanan, dan efektivitas. Penindakan terhadap penjual atau distributor obat yang melanggar aturan menjadi bagian dari strategi penanggulangan penggunaan obat non-resmi. [Lihat sumber Disini - peraturan.bpk.go.id]

Penerapan sistem registrasi yang transparan dan mudah diakses dapat membantu produsen obat untuk mematuhi persyaratan yang berlaku, sementara masyarakat didorong untuk selalu memverifikasi status izin edar sebelum membeli. Edukasi berkelanjutan mengenai bahaya obat ilegal juga dapat menekan permintaan pasar terhadap produk yang tidak sah. [Lihat sumber Disini - golaw.id]


Dampak Penggunaan Obat Non-Resmi pada Keamanan Pasien

Dampak penggunaan obat non-resmi terhadap keamanan pasien sangat luas. Ketika obat yang tidak terdaftar digunakan sebagai pengobatan, pasien bisa mengalami treatment failure atau kegagalan terapi karena obat tersebut tidak mengandung bahan aktif yang diperlukan atau tidak dalam dosis yang benar. Hal ini tidak hanya memperburuk kondisi kesehatan, tetapi juga memperpanjang masa pengobatan dan meningkatkan biaya perawatan kesehatan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Selain itu, dampak jangka panjang dapat mencakup meningkatnya tingkat resistensi terhadap obat, terutama dalam kasus antibiotik atau obat antimalaria. Obat yang berkualitas buruk atau tidak lengkap sering kali gagal membasmi patogen secara efektif, memicu patogen tersebut berkembang menjadi lebih tahan terhadap pengobatan yang tersedia. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Dampak lain adalah menurunnya kepercayaan terhadap sistem kesehatan dan tenaga medis. Ketika masyarakat memiliki pengalaman buruk akibat penggunaan obat ilegal, mereka cenderung kehilangan kepercayaan terhadap obat secara umum serta layanan kesehatan profesional, yang justru dapat menghambat upaya pengendalian penyakit di tingkat populasi. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Kesimpulan

Penggunaan obat non-resmi merupakan fenomena yang kompleks dengan berbagai faktor pendorong, termasuk harga yang lebih murah, rendahnya pengetahuan konsumen, serta mudahnya akses melalui kanal informal. Obat yang tidak terdaftar memiliki risiko kesehatan yang tinggi karena tidak melalui uji mutu dan keamanan yang benar, sehingga berpotensi menyebabkan efek samping serius, resistensi obat, dan kegagalan pengobatan. Lingkungan sosial serta budaya dan pola pembelian masyarakat turut memperkuat terjadinya penggunaan obat tidak resmi. Untuk menangani isu ini dibutuhkan sinergi antara edukasi kesehatan masyarakat dan regulasi yang kuat serta penegakan hukum terhadap peredaran obat ilegal. Investasi dalam mekanisme pengawasan yang lebih efektif dan kampanye edukatif dapat membantu mengurangi permintaan dan penggunaan obat yang tidak terdaftar, sehingga melindungi keselamatan pasien dan memperbaiki mutu pelayanan kesehatan secara keseluruhan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Obat non-resmi adalah obat yang tidak memiliki izin edar dari otoritas kesehatan, tidak terdaftar secara legal, atau dijual melalui jalur distribusi yang tidak sah. Obat ini tidak melalui proses evaluasi mutu, keamanan, dan efektivitas sebagaimana obat resmi.

Motivasi utamanya meliputi harga yang lebih murah, kemudahan akses, kurangnya edukasi mengenai bahaya obat ilegal, serta pengaruh lingkungan sosial seperti rekomendasi teman atau keluarga.

Risikonya mencakup efek samping yang tidak terduga, kegagalan terapi, resistensi obat, kerusakan organ, hingga kematian karena kandungan obat tidak terjamin dari segi keamanan maupun kualitas.

Edukasi membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya membeli obat yang terdaftar, memahami risiko obat ilegal, dan cara memverifikasi izin edar sehingga perilaku konsumsi obat menjadi lebih aman.

Dampaknya antara lain kegagalan pengobatan, meningkatnya risiko resistensi obat, komplikasi kesehatan, serta menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pelayanan kesehatan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Manajemen Nyeri Non-Farmakologis: Pendekatan dan Peran Perawat Manajemen Nyeri Non-Farmakologis: Pendekatan dan Peran Perawat Manajemen Nyeri Non-Farmakologis Manajemen Nyeri Non-Farmakologis Teknik Sampling Non-Random: Jenis dan Contohnya Teknik Sampling Non-Random: Jenis dan Contohnya Nyeri Persalinan: Jenis dan Penanganan Nyeri Persalinan: Jenis dan Penanganan Software Requirement Specification (SRS) Software Requirement Specification (SRS) Statistik Nonparametrik: Definisi dan Contoh Penggunaan Statistik Nonparametrik: Definisi dan Contoh Penggunaan Evaluasi Penggunaan Obat Antiinflamasi Non-Steroid Evaluasi Penggunaan Obat Antiinflamasi Non-Steroid Statistik Parametrik vs Nonparametrik: Perbedaan dan Contoh Statistik Parametrik vs Nonparametrik: Perbedaan dan Contoh Analisis Kebutuhan Sistem: Langkah dan Contoh Analisis Kebutuhan Sistem: Langkah dan Contoh Persepsi Ibu terhadap Penggunaan Birth Ball saat Persalinan Persepsi Ibu terhadap Penggunaan Birth Ball saat Persalinan Korelasi Spearman Rank: Pengertian dan Contoh Korelasi Spearman Rank: Pengertian dan Contoh Peer Review: Pengertian dan Prosesnya Peer Review: Pengertian dan Prosesnya Gamifikasi dalam Pendidikan: Konsep dan Manfaatnya Gamifikasi dalam Pendidikan: Konsep dan Manfaatnya Manajemen Risiko Fasilitas Kesehatan Manajemen Risiko Fasilitas Kesehatan Sistem Web Portofolio Mahasiswa Sistem Web Portofolio Mahasiswa Pola Penggunaan Obat Antasida pada Mahasiswa Pola Penggunaan Obat Antasida pada Mahasiswa Nyeri Akut: Definisi, Penyebab, dan Penatalaksanaannya Nyeri Akut: Definisi, Penyebab, dan Penatalaksanaannya Sistem Web Manajemen Ekstrakurikuler Sistem Web Manajemen Ekstrakurikuler Model ARIMA: Definisi dan Implementasi Model ARIMA: Definisi dan Implementasi Data Sekunder: Definisi, Sumber, dan Contohnya [PDF] Data Sekunder: Definisi, Sumber, dan Contohnya [PDF]
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…