
Faktor Risiko Penyakit Berbasis Lingkungan
Pendahuluan
Penyakit berbasis lingkungan merupakan salah satu isu kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia dan dunia. Penyakit-penyakit ini tidak hanya menimbulkan beban morbiditas dan mortalitas yang tinggi, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat. Keberadaan faktor-faktor lingkungan seperti kualitas udara, sanitasi yang buruk, dan perilaku masyarakat berkontribusi besar terhadap terjadinya penyakit berbasis lingkungan seperti diare, infeksi saluran pernapasan akut, demam berdarah dengue, maupun malaria. Kondisi iklim yang berubah dan keterbatasan akses terhadap fasilitas dasar seperti air bersih memperburuk situasi ini. Upaya memahami hubungan antara lingkungan dan kesehatan menjadi sangat penting untuk mendorong strategi pencegahan yang efektif serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
Definisi Faktor Risiko Penyakit Berbasis Lingkungan
Definisi Faktor Risiko Penyakit Berbasis Lingkungan Secara Umum
Faktor risiko penyakit berbasis lingkungan adalah kondisi atau karakteristik yang meningkatkan kemungkinan individu atau populasi mengalami suatu penyakit atau gangguan kesehatan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan di sekitarnya. Faktor-faktor ini meliputi elemen fisik, biologis, maupun perilaku sosial yang berkaitan dengan lingkungan tempat hidup dan beraktivitas manusia. Interaksi antara faktor risiko ini dan organisme manusia dapat memicu atau mempercepat terjadinya berbagai gangguan kesehatan. [Lihat sumber Disini - jurnalsandihusada.polsaka.ac.id]
Definisi Faktor Risiko Penyakit Berbasis Lingkungan dalam KBBI
Di dalam KBBI, istilah risiko secara umum merujuk pada “kemungkinan terjadinya bahaya atau kerugian”; sedangkan lingkungan didefinisikan sebagai “segala sesuatu yang berada di sekitar makhluk hidup dan dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan kehidupan”. Dengan demikian, faktor risiko penyakit berbasis lingkungan merupakan unsur-unsur lingkungan yang memiliki kemungkinan menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia bila terpapar dalam kondisi tertentu. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Definisi Faktor Risiko Penyakit Berbasis Lingkungan Menurut Para Ahli
-
Menurut Achmadi (2011), penyakit berbasis lingkungan adalah fenomena penyakit yang berkaitan erat dengan interaksi manusia dan komponen lingkungan dalam waktu tertentu, sehingga kejadian penyakit tersebut dipengaruhi oleh kualitas lingkungan fisik maupun biologis tempat manusia tinggal. [Lihat sumber Disini - library.binahusada.ac.id]
-
Purnama (2016) mendefinisikan penyakit berbasis lingkungan sebagai kondisi patologis yang terjadi akibat interaksi manusia dengan unsur-unsur di sekitarnya yang memiliki potensi penyakit. [Lihat sumber Disini - library.binahusada.ac.id]
-
Blum (1974) menyatakan bahwa lingkungan merupakan salah satu dari empat faktor utama yang menentukan derajat kesehatan manusia, sehingga kualitas lingkungan yang buruk secara langsung dapat meningkatkan risiko penyakit pada populasi tertentu. [Lihat sumber Disini - ejurnal.ung.ac.id]
-
Menurut WHO, kesehatan lingkungan mencakup semua faktor fisik, kimia, dan biologis eksternal terhadap manusia, termasuk cara pengendalian faktor-faktor tersebut sebagai upaya pencegahan penyakit dan menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Jenis Penyakit Berbasis Lingkungan
Penyakit berbasis lingkungan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan cara penularan maupun sumber penyebabnya. Secara umum ada dua kategori besar:
-
Penyakit menular berbasis lingkungan, yaitu penyakit yang ditularkan melalui media lingkungan seperti air, udara, vektor (nyamuk), atau permukaan terkontaminasi. Contoh penyakit ini meliputi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, demam berdarah dengue, malaria, tuberkulosis paru, dan kecacingan. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
-
Penyakit tidak menular berbasis lingkungan, yaitu penyakit yang tidak ditularkan dari individu ke individu, tetapi dipicu oleh paparan lingkungan tertentu seperti polusi udara, paparan bahan kimia, atau kondisi tempat tinggal. Contoh jenis ini meliputi asma akibat polusi udara, keracunan logam berat, hingga gangguan kardiovaskular yang dipicu oleh kontaminan lingkungan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Kedua kategori ini menunjukkan betapa luasnya dampak faktor lingkungan terhadap kesehatan manusia, tidak hanya terbatas pada infeksi, tetapi juga sejumlah penyakit kronis yang dialami pada jangka panjang.
Faktor Lingkungan Fisik dan Biologis
Faktor lingkungan fisik mencakup elemen-elemen seperti kualitas udara, kualitas air, kondisi hunian, serta paparan terhadap bahan-bahan kimia berbahaya. Kualitas udara yang buruk akibat polusi dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan kronis dan akut termasuk pneumonia, bronkitis, serta memperburuk kondisi asma. Partikel halus dalam udara dapat menembus sistem pernapasan dan memicu peradangan serta stres oksidatif dalam tubuh. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Kualitas air yang buruk merupakan sumber risiko utama untuk penyakit berbasis lingkungan, terutama penyakit yang ditularkan melalui air seperti diare, kolera, dan berbagai infeksi gastrointestinal. Kontaminasi air minum sering terjadi karena kurangnya sanitasi dan sistem pengolahan air limbah yang efektif, yang memperburuk penyebaran patogen air borne. [Lihat sumber Disini - jptcp.com]
Selain itu, kondisi fisik hunian yang tidak memadai juga menjadi faktor risiko, misalnya rumah yang lembap atau kurang ventilasi dapat menjadi media berkembang biaknya jamur dan bakteri, meningkatkan kejadian gangguan pernapasan. Sementara itu, faktor biologis meliputi keberadaan vektor seperti nyamuk Aedes aegypti yang menyebarkan demam berdarah dengue dan malaria, atau hewan pengerat yang menjadi reservoir leptospirosis. Perubahan iklim seperti peningkatan suhu dan curah hujan yang tinggi mendorong penyebaran vektor dan meningkatkan insidensi penyakit vektor-borne tersebut. [Lihat sumber Disini - ejurnal.ung.ac.id]
Perilaku Masyarakat yang Berisiko
Perilaku masyarakat memainkan peranan penting dalam risiko terjadinya penyakit berbasis lingkungan. Kebiasaan hidup tidak bersih seperti tidak mencuci tangan dengan benar, membuang sampah sembarangan, serta penggunaan jamban yang tidak higienis memfasilitasi penyebaran patogen yang menyebabkan diare, infeksi cacingan, dan penyakit gastrointestinal lainnya. Kondisi sanitasi rumah yang buruk, termasuk akses air bersih yang terbatas, secara signifikan dikaitkan dengan tingginya kejadian penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut dan diare. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
Selain itu, kurangnya kesadaran terhadap pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan praktik kebersihan pribadi turut memperparah risiko penularan penyakit. Tindakan-tindakan ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan mikroba patogen serta mempermudah jalur transmisi penyakit antar individu dalam komunitas. [Lihat sumber Disini - ejournal.seaninstitute.or.id]
Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Penyakit
Sanitasi lingkungan adalah kondisi yang mencakup sistem pembuangan limbah, ketersediaan fasilitas sanitasi yang layak, dan pengelolaan air bersih yang memadai. Hubungan antara sanitasi yang buruk dan penyakit berbasis lingkungan sangat jelas terbukti dalam banyak studi kesehatan masyarakat. Sanitasi rumah yang tidak memenuhi standar kesehatan meningkatkan risiko penyakit seperti diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara komponen fisik rumah yang tidak sehat dan perilaku masyarakat terhadap kejadian ISPA serta sarana sanitasi yang buruk dengan kejadian diare. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikes-bhm.ac.id]
Kurangnya fasilitas sanitasi seperti jamban yang layak serta ketersediaan air bersih dapat menyebabkan kontaminasi air dan makanan, yang pada gilirannya memicu wabah penyakit seperti kolera dan gastritis akut. Oleh karena itu, sanitasi yang baik menjadi aspek penting dalam pencegahan penyakit berbasis lingkungan melalui pengurangan jalur transmisi patogen. [Lihat sumber Disini - jptcp.com]
Upaya Pencegahan Penyakit Berbasis Lingkungan
Upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan mencakup tindakan-tindakan yang bertujuan mengurangi paparan terhadap faktor risiko lingkungan dan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap kondisi lingkungan yang buruk. Pendekatan terbaik termasuk:
-
Peningkatan Sanitasi dan Akses Air Bersih: Program penyediaan fasilitas sanitasi yang memadai serta akses terhadap sumber air bersih yang aman dapat menurunkan tingkat penyakit berbasis air dan fecal-oral. [Lihat sumber Disini - jptcp.com]
-
Promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Edukasi masyarakat untuk menerapkan praktik kebersihan pribadi, pembuangan limbah yang benar, serta kebiasaan mencuci tangan yang efektif dapat memutus siklus penularan penyakit. [Lihat sumber Disini - ejournal.seaninstitute.or.id]
-
Pengendalian Vektor Penyakit: Pemberantasan tempat berkembang biaknya vektor seperti nyamuk melalui pengelolaan lingkungan dan penggunaan insektisida yang tepat dapat membantu menurunkan kejadian penyakit vektor-borne seperti demam berdarah dengue. [Lihat sumber Disini - ejurnal.ung.ac.id]
-
Pengendalian Polusi: Pengurangan emisi polutan udara dan pengawasan terhadap paparan bahan kimia berbahaya di lingkungan dapat membantu menurunkan risiko penyakit kronis terkait polusi seperti gangguan pernapasan dan kardiovaskular. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Intervensi Kebijakan Kesehatan dan Lingkungan: Kolaborasi antara sektor kesehatan dan lingkungan untuk membuat kebijakan yang berorientasi pada pengendalian faktor risiko, termasuk program kesehatan lingkungan dan adaptasi perubahan iklim. [Lihat sumber Disini - europarl.europa.eu]
Kesimpulan
Penyakit berbasis lingkungan merupakan konsekuensi dari interaksi kompleks antara manusia dengan lingkungan fisik, biologis, dan sosial di sekitarnya. Jenis penyakit ini termasuk infeksi menular seperti diare, ISPA, dan demam berdarah dengue, serta penyakit tidak menular yang dipicu oleh paparan polusi dan kontaminan. Faktor risiko lingkungan seperti kualitas udara yang buruk, sanitasi yang tidak layak, serta perilaku masyarakat yang kurang sehat memainkan peranan penting dalam kejadian penyakit. Hubungan sanitasi dan penyakit sangat kuat, di mana sanitasi yang buruk meningkatkan peluang terjadinya transmisi penyakit. Untuk mengurangi beban penyakit berbasis lingkungan, diperlukan upaya terpadu antara penyediaan fasilitas sanitasi, edukasi perilaku hidup sehat, pengendalian vektor, pengurangan polusi, dan kebijakan yang mendukung kesehatan lingkungan. Strategi pencegahan yang efektif akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menurunkan angka kejadian penyakit berbasis lingkungan secara berkelanjutan.