Terakhir diperbarui: 18 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 18 December). Penyakit Degeneratif pada Lansia. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/penyakit-degeneratif-pada-lansia  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Penyakit Degeneratif pada Lansia - SumberAjar.com

Penyakit Degeneratif pada Lansia

Pendahuluan

Lansia merupakan kelompok usia yang mengalami perubahan biologis signifikan seiring bertambahnya usia, termasuk penurunan fungsi organ dan jaringan tubuh. Perubahan ini sering memicu munculnya berbagai penyakit kronis yang progresif dan berkaitan erat dengan proses penuaan, yang dikenal sebagai penyakit degeneratif. Di Indonesia sendiri, peningkatan jumlah penduduk lansia diperkirakan mencapai jutaan jiwa dalam beberapa tahun ke depan, yang pada gilirannya meningkatkan beban penyakit degeneratif dalam masyarakat. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik lansia tetapi juga pada kualitas hidup, keterlibatan sosial, serta kapasitas mereka melakukan aktivitas sehari-hari. [Lihat sumber Disini - jurnal.fk.umi.ac.id]


Definisi Penyakit Degeneratif pada Lansia

Definisi Penyakit Degeneratif Secara Umum

Penyakit degeneratif secara umum didefinisikan sebagai kelompok penyakit yang ditandai oleh penurunan fungsi organ, jaringan, atau sistem tubuh secara bertahap seiring waktu, terutama karena proses penuaan biologis. Kondisi ini bersifat kronis, tidak menular, dan sering berkembang secara perlahan, sehingga fungsi organ yang sebelumnya normal menjadi terganggu sehingga berdampak pada kesejahteraan individu. [Lihat sumber Disini - jurnal.poltekkespalembang.ac.id]

Definisi Penyakit Degeneratif dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata degeneratif merujuk pada perubahan keadaan menuju kondisi yang lebih buruk atau menurun kualitasnya. Dalam konteks medis, istilah ini mengacu pada kondisi penyakit yang timbul akibat proses degenerasi atau penurunan fungsi sel dan jaringan tubuh yang progresif dan tak dapat pulih sepenuhnya. (Sumber: definisi KBBI online)

Definisi Penyakit Degeneratif Menurut Para Ahli

Para ahli di bidang kesehatan dan gerontologi memberikan penekanan pada aspek mekanisme patologis dan karakteristik kronis dari penyakit ini:

  1. Fatihaturahmi et al. (2023) memaparkan bahwa penyakit degeneratif merupakan kondisi yang berkembang akibat penurunan fungsi organ tubuh yang kronis, sering terjadi pada usia tua, dan berkaitan erat dengan proses penuaan serta gaya hidup tidak sehat. [Lihat sumber Disini - jurnal.poltekkespalembang.ac.id]

  2. Karlina et al. (2024) menjelaskan bahwa penyakit neurodegeneratif, salah satu subkelompok penyakit degeneratif, melibatkan gangguan progresif pada sistem saraf, yang menyebabkan gangguan fungsi motorik dan kognitif seperti pada penyakit Alzheimer dan Parkinson. [Lihat sumber Disini - jbiomedkes.org]

  3. Sadikin et al. (2025) menyebutkan bahwa penyakit degeneratif meliputi kondisi kronis seperti hipertensi, diabetes mellitus, hiperkolesterolemia, dan asam urat yang berkembang karena penurunan fungsi organ tubuh seiring dengan penuaan dan faktor gaya hidup. [Lihat sumber Disini - jurnal.unigal.ac.id]

  4. Batmomolin (2018) menambahkan bahwa penyakit degeneratif pada lansia sering mencakup gangguan muskuloskeletal, metabolik, dan neurodegeneratif yang saling berinteraksi dalam mempengaruhi kualitas hidup lansia. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]


Jenis Penyakit Degeneratif pada Lansia

Penyakit degeneratif mencakup berbagai kondisi kronis yang mempengaruhi banyak sistem organ tubuh pada lansia. Berikut adalah beberapa kelompok penyakit degeneratif yang umum terjadi:

1. Penyakit Kardiovaskuler

Penyakit kardiovaskuler meliputi gangguan jantung dan pembuluh darah seperti penyakit jantung koroner, hipertensi, dan gagal jantung. Kondisi ini sering berkembang secara progresif dan berkaitan erat dengan penuaan pembuluh darah serta akumulasi faktor risiko seperti dislipidemia dan gaya hidup tidak sehat. Penyakit jantung degeneratif dapat menyebabkan penurunan mobilitas, kelelahan, serta peningkatan risiko komplikasi seperti serangan jantung dan stroke. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

2. Diabetes Mellitus Tipe 2

Diabetes mellitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang ditandai oleh gangguan metabolisme glukosa akibat resistensi insulin atau penurunan produksi insulin. Lansia dengan diabetes sering mengalami komplikasi serius seperti neuropati, gangguan penglihatan, gangguan fungsi ginjal, dan penurunan kemampuan fisik bila tidak dikelola dengan baik. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

3. Penyakit Neurodegeneratif

Kelompok ini mencakup penyakit seperti Alzheimer, Parkinson, Huntington, dan demensia vaskular yang merupakan gangguan progresif pada sistem saraf pusat. Alzheimer ditandai dengan penurunan fungsi kognitif dan memori, sedangkan Parkinson menyebabkan gangguan motorik seperti tremor dan kekakuan otot. Penyakit-penyakit ini secara signifikan mempengaruhi kemampuan lansia untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. [Lihat sumber Disini - jbiomedkes.org]

4. Penyakit Muskuloskeletal

Osteoartritis dan osteoporosis adalah penyakit degeneratif yang mempengaruhi tulang dan sendi. Osteoartritis menyebabkan kerusakan sendi dan nyeri kronis, sedangkan osteoporosis ditandai oleh penurunan massa tulang yang meningkatkan risiko patah tulang. Kedua kondisi ini berdampak besar pada mobilitas dan kemandirian lansia. [Lihat sumber Disini - primayahospital.com]

5. Gangguan Metabolik Lainnya

Penyakit seperti hiperkolesterolemia dan obesitas juga tergolong degeneratif karena berkaitan dengan perubahan metabolik kronis dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler. Faktor-faktor ini kerap memperburuk kondisi kesehatan umum lansia jika tidak ditangani secara efektif. [Lihat sumber Disini - jurnal-pharmaconmw.com]


Faktor Risiko Penyakit Degeneratif

Berbagai faktor risiko dapat mempercepat munculnya penyakit degeneratif pada lansia, baik yang berkaitan langsung dengan proses penuaan maupun yang dipengaruhi oleh pola hidup:

1. Proses Penuaan

Usia adalah faktor risiko utama penyakit degeneratif karena kemampuan tubuh dalam memperbaiki kerusakan sel menurun seiring bertambahnya usia, sehingga organ menjadi rentan terhadap kerusakan kronis. [Lihat sumber Disini - jurnal.fk.umi.ac.id]

2. Gaya Hidup Tidak Sehat

Pola makan tinggi lemak jenuh, rendah serat, kurangnya aktivitas fisik, serta kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol dapat mempercepat proses degeneratif. Gaya hidup sedentari berkaitan dengan penurunan fungsi otot dan kardiovaskular, yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler dan metabolik. [Lihat sumber Disini - primayahospital.com]

3. Faktor Genetik

Riwayat keluarga dengan penyakit degeneratif seperti Alzheimer dan diabetes meningkatkan kerentanan individu terhadap kondisi serupa. [Lihat sumber Disini - synlab-sd.com]

4. Komorbiditas dan Profil Kesehatan Lainnya

Kondisi seperti hipertensi, obesitas, dan dislipidemia dapat bekerja bersamaan untuk meningkatkan risiko penyakit degeneratif lebih lanjut. [Lihat sumber Disini - jurnal.htp.ac.id]

5. Lingkungan dan Paparan Toksin

Paparan lingkungan yang buruk seperti polusi, racun industri, serta stres oksidatif dapat memperburuk kerusakan jaringan tubuh dan mempercepat degenerasi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Dampak Penyakit Degeneratif terhadap Aktivitas Lansia

Penyakit degeneratif berdampak luas pada fisik, mental, dan sosial lansia:

Penurunan Mobilitas dan Kemandirian

Penyakit seperti osteoartritis, Parkinson, dan penyakit kardiovaskuler sering menurunkan kemampuan lansia untuk berjalan, bergerak, dan melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

Gangguan Kognitif dan Fungsi Mental

Penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer menyebabkan gangguan memori, orientasi, dan kemampuan berpikir yang signifikan, yang berdampak pada keterlibatan sosial dan emosional lansia. [Lihat sumber Disini - jbiomedkes.org]

Penurunan Kualitas Hidup dan Ketergantungan Sosial

Keterbatasan fisik dan kognitif sering kali membuat lansia bergantung pada bantuan orang lain, yang dapat mempengaruhi harga diri, kesejahteraan emosional, dan keterlibatan dalam aktivitas sosial. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

Beban Ekonomi dan Perawatan

Manajemen penyakit degeneratif membutuhkan biaya jangka panjang untuk perawatan medis, obat-obatan, dan dukungan rehabilitasi, yang dapat menjadi beban bagi keluarga dan sistem kesehatan. [Lihat sumber Disini - jurnal-pharmaconmw.com]


Upaya Pencegahan dan Pengendalian

Deteksi Dini dan Pemeriksaan Rutin

Deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, profil lipid, dan fungsi kognitif secara berkala membantu mengidentifikasi perubahan awal sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat. [Lihat sumber Disini - primayahospital.com]

Penerapan Gaya Hidup Sehat

Aktivitas fisik teratur seperti berjalan kaki atau senam lansia serta pola makan seimbang kaya antioksidan dan rendah lemak trans dapat membantu mengurangi risiko degenerasi organ tubuh. [Lihat sumber Disini - primayahospital.com]

Pengendalian Faktor Risiko

Mengelola tekanan darah, gula darah, dan kolesterol melalui diet, aktivitas fisik, dan rujukan medis dapat memperlambat perkembangan penyakit degeneratif. [Lihat sumber Disini - jurnal.poltekkespalembang.ac.id]

Edukasi dan Penyuluhan Kesehatan

Program pendidikan kesehatan untuk lansia dan keluarga tentang penyakit degeneratif, risiko, serta strategi pencegahan dapat meningkatkan pemahaman dan keterlibatan mereka dalam perawatan diri. [Lihat sumber Disini - jurnal-pharmaconmw.com]


Peran Pelayanan Kesehatan dalam Penanganan

Pelayanan kesehatan memainkan peran penting dalam penanganan penyakit degeneratif pada lansia:

Manajemen Komprehensif Klinis

Pelayanan medis yang terintegrasi melibatkan diagnosis tepat, pengobatan, rehabilitasi fisik, serta dukungan nutrisi untuk memaksimalkan fungsi tubuh dan memperlambat progresi penyakit. [Lihat sumber Disini - jurnal-pharmaconmw.com]

Rehabilitasi dan Terapi Fisik

Program rehabilitasi dan aktivitas fisik bertarget membantu lansia mempertahankan kekuatan otot, keseimbangan, dan mobilitas, sehingga mengurangi risiko jatuh dan kecacatan. [Lihat sumber Disini - primayahospital.com]

Pemberdayaan Masyarakat dan Dukungan Sosial

Pelayanan kesehatan juga mencakup dukungan psikososial, kelompok dukungan lansia, serta advokasi layanan kesehatan berbasis komunitas untuk meningkatkan keterlibatan sosial lansia. [Lihat sumber Disini - jurnal.fk.umi.ac.id]


Kesimpulan

Penyakit degeneratif pada lansia merupakan kelompok penyakit kronis yang berkembang akibat proses penuaan dan dipicu oleh berbagai faktor risiko termasuk gaya hidup tidak sehat dan kondisi medis yang menyertai. Beragam jenis penyakit seperti kardiovaskuler, metabolik, neurodegeneratif, dan muskuloskeletal secara signifikan memengaruhi kualitas hidup serta kemampuan lansia melakukan aktivitas harian. Deteksi dini, pengelolaan risiko, serta pelayanan kesehatan komprehensif merupakan fondasi utama dalam pencegahan dan penanganan kondisi ini, sehingga lansia dapat mempertahankan fungsi optimal dan kualitas hidup yang lebih baik di masa lanjut usia

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Penyakit degeneratif pada lansia adalah penyakit kronis yang terjadi akibat penurunan fungsi organ dan jaringan tubuh secara bertahap seiring proses penuaan. Penyakit ini berkembang perlahan dan umumnya bersifat tidak menular.

Contoh penyakit degeneratif yang sering dialami lansia antara lain penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes mellitus tipe 2, osteoartritis, osteoporosis, penyakit Alzheimer, dan Parkinson.

Faktor risiko utama meliputi proses penuaan, gaya hidup tidak sehat, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, faktor genetik, serta adanya penyakit penyerta seperti hipertensi dan obesitas.

Penyakit degeneratif dapat menurunkan mobilitas, kemandirian, dan fungsi kognitif lansia, sehingga berdampak pada aktivitas sehari-hari, kualitas hidup, serta meningkatkan ketergantungan terhadap keluarga atau caregiver.

Upaya pencegahan meliputi penerapan gaya hidup sehat, aktivitas fisik teratur, pola makan seimbang, pemeriksaan kesehatan rutin, pengendalian faktor risiko, serta edukasi kesehatan bagi lansia dan keluarga.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pelayanan Kesehatan Ramah Lansia Pelayanan Kesehatan Ramah Lansia Kesehatan Lansia Kesehatan Lansia Status Gizi Lansia dan Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Lansia dan Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Menggunakan Produk Herbal pada Lansia Motivasi Menggunakan Produk Herbal pada Lansia Risiko Jatuh pada Lansia Risiko Jatuh pada Lansia Aktivitas Fisik Lansia Aktivitas Fisik Lansia Status Gizi Lansia: Konsep, Perubahan Fisiologis, dan Kebutuhan Status Gizi Lansia: Konsep, Perubahan Fisiologis, dan Kebutuhan Kualitas Hidup Lansia Kualitas Hidup Lansia Risiko Jatuh pada Lansia: Faktor Risiko dan Pencegahan Risiko Jatuh pada Lansia: Faktor Risiko dan Pencegahan Gangguan Mobilitas Fisik Pasien Lansia Gangguan Mobilitas Fisik Pasien Lansia Keamanan Obat Lansia: Konsep, Tantangan, dan Pencegahan Risiko Keamanan Obat Lansia: Konsep, Tantangan, dan Pencegahan Risiko Hydration Level pada Lansia Hydration Level pada Lansia Evaluasi Penggunaan Obat Sedatif pada Lansia Evaluasi Penggunaan Obat Sedatif pada Lansia Manajemen Terapi Polifarmasi pada Lansia Manajemen Terapi Polifarmasi pada Lansia Risiko Interaksi Obat pada Lansia Risiko Interaksi Obat pada Lansia Gangguan Mobilitas Fisik Lansia: Konsep, Determinan, dan Dampak Gangguan Mobilitas Fisik Lansia: Konsep, Determinan, dan Dampak Keterbatasan Aktivitas: Pengertian dan Faktor Keterbatasan Aktivitas: Pengertian dan Faktor  Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Definisi dan Implementasi Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Definisi dan Implementasi Kerusakan Integritas Kulit: Indikator dan Pencegahannya Kerusakan Integritas Kulit: Indikator dan Pencegahannya Persepsi Penyakit: Konsep dan Respons Individu Persepsi Penyakit: Konsep dan Respons Individu
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…