
Penyakit Degeneratif pada Lansia
Pendahuluan
Lansia merupakan kelompok usia yang mengalami perubahan biologis signifikan seiring bertambahnya usia, termasuk penurunan fungsi organ dan jaringan tubuh. Perubahan ini sering memicu munculnya berbagai penyakit kronis yang progresif dan berkaitan erat dengan proses penuaan, yang dikenal sebagai penyakit degeneratif. Di Indonesia sendiri, peningkatan jumlah penduduk lansia diperkirakan mencapai jutaan jiwa dalam beberapa tahun ke depan, yang pada gilirannya meningkatkan beban penyakit degeneratif dalam masyarakat. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik lansia tetapi juga pada kualitas hidup, keterlibatan sosial, serta kapasitas mereka melakukan aktivitas sehari-hari. [Lihat sumber Disini - jurnal.fk.umi.ac.id]
Definisi Penyakit Degeneratif pada Lansia
Definisi Penyakit Degeneratif Secara Umum
Penyakit degeneratif secara umum didefinisikan sebagai kelompok penyakit yang ditandai oleh penurunan fungsi organ, jaringan, atau sistem tubuh secara bertahap seiring waktu, terutama karena proses penuaan biologis. Kondisi ini bersifat kronis, tidak menular, dan sering berkembang secara perlahan, sehingga fungsi organ yang sebelumnya normal menjadi terganggu sehingga berdampak pada kesejahteraan individu. [Lihat sumber Disini - jurnal.poltekkespalembang.ac.id]
Definisi Penyakit Degeneratif dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata degeneratif merujuk pada perubahan keadaan menuju kondisi yang lebih buruk atau menurun kualitasnya. Dalam konteks medis, istilah ini mengacu pada kondisi penyakit yang timbul akibat proses degenerasi atau penurunan fungsi sel dan jaringan tubuh yang progresif dan tak dapat pulih sepenuhnya. (Sumber: definisi KBBI online)
Definisi Penyakit Degeneratif Menurut Para Ahli
Para ahli di bidang kesehatan dan gerontologi memberikan penekanan pada aspek mekanisme patologis dan karakteristik kronis dari penyakit ini:
-
Fatihaturahmi et al. (2023) memaparkan bahwa penyakit degeneratif merupakan kondisi yang berkembang akibat penurunan fungsi organ tubuh yang kronis, sering terjadi pada usia tua, dan berkaitan erat dengan proses penuaan serta gaya hidup tidak sehat. [Lihat sumber Disini - jurnal.poltekkespalembang.ac.id]
-
Karlina et al. (2024) menjelaskan bahwa penyakit neurodegeneratif, salah satu subkelompok penyakit degeneratif, melibatkan gangguan progresif pada sistem saraf, yang menyebabkan gangguan fungsi motorik dan kognitif seperti pada penyakit Alzheimer dan Parkinson. [Lihat sumber Disini - jbiomedkes.org]
-
Sadikin et al. (2025) menyebutkan bahwa penyakit degeneratif meliputi kondisi kronis seperti hipertensi, diabetes mellitus, hiperkolesterolemia, dan asam urat yang berkembang karena penurunan fungsi organ tubuh seiring dengan penuaan dan faktor gaya hidup. [Lihat sumber Disini - jurnal.unigal.ac.id]
-
Batmomolin (2018) menambahkan bahwa penyakit degeneratif pada lansia sering mencakup gangguan muskuloskeletal, metabolik, dan neurodegeneratif yang saling berinteraksi dalam mempengaruhi kualitas hidup lansia. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
Jenis Penyakit Degeneratif pada Lansia
Penyakit degeneratif mencakup berbagai kondisi kronis yang mempengaruhi banyak sistem organ tubuh pada lansia. Berikut adalah beberapa kelompok penyakit degeneratif yang umum terjadi:
1. Penyakit Kardiovaskuler
Penyakit kardiovaskuler meliputi gangguan jantung dan pembuluh darah seperti penyakit jantung koroner, hipertensi, dan gagal jantung. Kondisi ini sering berkembang secara progresif dan berkaitan erat dengan penuaan pembuluh darah serta akumulasi faktor risiko seperti dislipidemia dan gaya hidup tidak sehat. Penyakit jantung degeneratif dapat menyebabkan penurunan mobilitas, kelelahan, serta peningkatan risiko komplikasi seperti serangan jantung dan stroke. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
2. Diabetes Mellitus Tipe 2
Diabetes mellitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang ditandai oleh gangguan metabolisme glukosa akibat resistensi insulin atau penurunan produksi insulin. Lansia dengan diabetes sering mengalami komplikasi serius seperti neuropati, gangguan penglihatan, gangguan fungsi ginjal, dan penurunan kemampuan fisik bila tidak dikelola dengan baik. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
3. Penyakit Neurodegeneratif
Kelompok ini mencakup penyakit seperti Alzheimer, Parkinson, Huntington, dan demensia vaskular yang merupakan gangguan progresif pada sistem saraf pusat. Alzheimer ditandai dengan penurunan fungsi kognitif dan memori, sedangkan Parkinson menyebabkan gangguan motorik seperti tremor dan kekakuan otot. Penyakit-penyakit ini secara signifikan mempengaruhi kemampuan lansia untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. [Lihat sumber Disini - jbiomedkes.org]
4. Penyakit Muskuloskeletal
Osteoartritis dan osteoporosis adalah penyakit degeneratif yang mempengaruhi tulang dan sendi. Osteoartritis menyebabkan kerusakan sendi dan nyeri kronis, sedangkan osteoporosis ditandai oleh penurunan massa tulang yang meningkatkan risiko patah tulang. Kedua kondisi ini berdampak besar pada mobilitas dan kemandirian lansia. [Lihat sumber Disini - primayahospital.com]
5. Gangguan Metabolik Lainnya
Penyakit seperti hiperkolesterolemia dan obesitas juga tergolong degeneratif karena berkaitan dengan perubahan metabolik kronis dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler. Faktor-faktor ini kerap memperburuk kondisi kesehatan umum lansia jika tidak ditangani secara efektif. [Lihat sumber Disini - jurnal-pharmaconmw.com]
Faktor Risiko Penyakit Degeneratif
Berbagai faktor risiko dapat mempercepat munculnya penyakit degeneratif pada lansia, baik yang berkaitan langsung dengan proses penuaan maupun yang dipengaruhi oleh pola hidup:
1. Proses Penuaan
Usia adalah faktor risiko utama penyakit degeneratif karena kemampuan tubuh dalam memperbaiki kerusakan sel menurun seiring bertambahnya usia, sehingga organ menjadi rentan terhadap kerusakan kronis. [Lihat sumber Disini - jurnal.fk.umi.ac.id]
2. Gaya Hidup Tidak Sehat
Pola makan tinggi lemak jenuh, rendah serat, kurangnya aktivitas fisik, serta kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol dapat mempercepat proses degeneratif. Gaya hidup sedentari berkaitan dengan penurunan fungsi otot dan kardiovaskular, yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler dan metabolik. [Lihat sumber Disini - primayahospital.com]
3. Faktor Genetik
Riwayat keluarga dengan penyakit degeneratif seperti Alzheimer dan diabetes meningkatkan kerentanan individu terhadap kondisi serupa. [Lihat sumber Disini - synlab-sd.com]
4. Komorbiditas dan Profil Kesehatan Lainnya
Kondisi seperti hipertensi, obesitas, dan dislipidemia dapat bekerja bersamaan untuk meningkatkan risiko penyakit degeneratif lebih lanjut. [Lihat sumber Disini - jurnal.htp.ac.id]
5. Lingkungan dan Paparan Toksin
Paparan lingkungan yang buruk seperti polusi, racun industri, serta stres oksidatif dapat memperburuk kerusakan jaringan tubuh dan mempercepat degenerasi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Dampak Penyakit Degeneratif terhadap Aktivitas Lansia
Penyakit degeneratif berdampak luas pada fisik, mental, dan sosial lansia:
Penurunan Mobilitas dan Kemandirian
Penyakit seperti osteoartritis, Parkinson, dan penyakit kardiovaskuler sering menurunkan kemampuan lansia untuk berjalan, bergerak, dan melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
Gangguan Kognitif dan Fungsi Mental
Penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer menyebabkan gangguan memori, orientasi, dan kemampuan berpikir yang signifikan, yang berdampak pada keterlibatan sosial dan emosional lansia. [Lihat sumber Disini - jbiomedkes.org]
Penurunan Kualitas Hidup dan Ketergantungan Sosial
Keterbatasan fisik dan kognitif sering kali membuat lansia bergantung pada bantuan orang lain, yang dapat mempengaruhi harga diri, kesejahteraan emosional, dan keterlibatan dalam aktivitas sosial. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
Beban Ekonomi dan Perawatan
Manajemen penyakit degeneratif membutuhkan biaya jangka panjang untuk perawatan medis, obat-obatan, dan dukungan rehabilitasi, yang dapat menjadi beban bagi keluarga dan sistem kesehatan. [Lihat sumber Disini - jurnal-pharmaconmw.com]
Upaya Pencegahan dan Pengendalian
Deteksi Dini dan Pemeriksaan Rutin
Deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, profil lipid, dan fungsi kognitif secara berkala membantu mengidentifikasi perubahan awal sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat. [Lihat sumber Disini - primayahospital.com]
Penerapan Gaya Hidup Sehat
Aktivitas fisik teratur seperti berjalan kaki atau senam lansia serta pola makan seimbang kaya antioksidan dan rendah lemak trans dapat membantu mengurangi risiko degenerasi organ tubuh. [Lihat sumber Disini - primayahospital.com]
Pengendalian Faktor Risiko
Mengelola tekanan darah, gula darah, dan kolesterol melalui diet, aktivitas fisik, dan rujukan medis dapat memperlambat perkembangan penyakit degeneratif. [Lihat sumber Disini - jurnal.poltekkespalembang.ac.id]
Edukasi dan Penyuluhan Kesehatan
Program pendidikan kesehatan untuk lansia dan keluarga tentang penyakit degeneratif, risiko, serta strategi pencegahan dapat meningkatkan pemahaman dan keterlibatan mereka dalam perawatan diri. [Lihat sumber Disini - jurnal-pharmaconmw.com]
Peran Pelayanan Kesehatan dalam Penanganan
Pelayanan kesehatan memainkan peran penting dalam penanganan penyakit degeneratif pada lansia:
Manajemen Komprehensif Klinis
Pelayanan medis yang terintegrasi melibatkan diagnosis tepat, pengobatan, rehabilitasi fisik, serta dukungan nutrisi untuk memaksimalkan fungsi tubuh dan memperlambat progresi penyakit. [Lihat sumber Disini - jurnal-pharmaconmw.com]
Rehabilitasi dan Terapi Fisik
Program rehabilitasi dan aktivitas fisik bertarget membantu lansia mempertahankan kekuatan otot, keseimbangan, dan mobilitas, sehingga mengurangi risiko jatuh dan kecacatan. [Lihat sumber Disini - primayahospital.com]
Pemberdayaan Masyarakat dan Dukungan Sosial
Pelayanan kesehatan juga mencakup dukungan psikososial, kelompok dukungan lansia, serta advokasi layanan kesehatan berbasis komunitas untuk meningkatkan keterlibatan sosial lansia. [Lihat sumber Disini - jurnal.fk.umi.ac.id]
Kesimpulan
Penyakit degeneratif pada lansia merupakan kelompok penyakit kronis yang berkembang akibat proses penuaan dan dipicu oleh berbagai faktor risiko termasuk gaya hidup tidak sehat dan kondisi medis yang menyertai. Beragam jenis penyakit seperti kardiovaskuler, metabolik, neurodegeneratif, dan muskuloskeletal secara signifikan memengaruhi kualitas hidup serta kemampuan lansia melakukan aktivitas harian. Deteksi dini, pengelolaan risiko, serta pelayanan kesehatan komprehensif merupakan fondasi utama dalam pencegahan dan penanganan kondisi ini, sehingga lansia dapat mempertahankan fungsi optimal dan kualitas hidup yang lebih baik di masa lanjut usia