Terakhir diperbarui: 18 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 18 December). Surveilans Penyakit Menular. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/surveilans-penyakit-menular  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Surveilans Penyakit Menular - SumberAjar.com

Surveilans Penyakit Menular

Pendahuluan

Surveilans penyakit menular merupakan komponen esensial dari sistem kesehatan masyarakat global yang berfungsi sebagai alat utama untuk mendeteksi, memantau, dan merespon kejadian penyakit infeksi yang dapat berdampak serius terhadap populasi. Dengan meningkatnya mobilitas penduduk, perubahan lingkungan hidup, serta timbulnya penyakit baru dan varian baru dari patogen yang sudah dikenal, kebutuhan akan sistem yang mampu memberikan informasi cepat dan akurat menjadi semakin krusial dalam upaya pencegahan wabah. Surveilans tidak hanya penting untuk merespon kejadian luar biasa (outbreak) tetapi juga untuk memberikan data empiris sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan kesehatan publik yang tepat dan terukur. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Definisi Surveilans Penyakit Menular

Definisi Surveilans Penyakit Menular Secara Umum

Surveilans penyakit menular adalah proses pemantauan yang sistematis, berkesinambungan, dan terorganisir terhadap kejadian penyakit infeksi dalam suatu populasi guna mengumpulkan data, menganalisis, serta menginterpretasikan informasi sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk tindakan pencegahan, pengendalian, dan evaluasi program kesehatan masyarakat. Kegiatan ini mencakup pengumpulan data kasus, analisis tren, pelaporan informasi, dan umpan balik kepada pihak berwenang untuk respon cepat terhadap peningkatan penyakit yang tidak biasa. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Definisi Surveilans Penyakit Menular dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), surveilans diartikan sebagai pengamatan atau pemantauan secara terus menerus terhadap kejadian tertentu, terutama kejadian yang menjadi perhatian umum, seperti penyakit yang menular. Definisi ini menekankan karakter berkelanjutan dan sistematis dari kegiatan pemantauan agar informasi yang diperoleh dapat digunakan dalam pengambilan keputusan kesehatan yang efektif. (Catatan: KBBI daring dapat diakses di [Lihat sumber Disini - kbbi.kemdikbud.go.id])

Definisi Surveilans Penyakit Menular Menurut Para Ahli

  1. J. Murray (2016)

    Surveilans penyakit menular merupakan alat epidemiologi yang penting untuk memantau beban penyakit dalam masyarakat, mengevaluasi pola epidemiologi, serta mengidentifikasi kejadian luar biasa termasuk wabah dan penyakit baru yang muncul. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

    WHO mendefinisikan surveilans kesehatan sebagai pengumpulan, analisis, dan interpretasi data kesehatan secara sistematis, serta penerapan hasilnya untuk perencanaan, implementasi, dan evaluasi praktik kesehatan masyarakat. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  3. Ikhtiyaruddin et al. (2022)

    Surveilans epidemiologi adalah analisis secara sistematis dan terus menerus terhadap penyakit atau masalah kesehatan yang mempengaruhi peningkatan penularan penyakit serta pemanfaatannya untuk pengendalian secara efektif melalui proses pengolahan dan penyebaran informasi epidemiologi kepada penyelenggara program kesehatan masyarakat. [Lihat sumber Disini - repo.htp.ac.id]

  4. Teori Epidemiologi Kesehatan (Akbar, 2023)

    Surveilans dalam konteks epidemiologi dijelaskan sebagai alat utama pencatatan dan pelaporan penyakit menular yang menjadi perhatian pemerintah dan petugas kesehatan untuk intervensi medis dan kebijakan. [Lihat sumber Disini - repository.unimus.ac.id]


Sistem Surveilans Penyakit Menular

Sistem surveilans penyakit menular merupakan kerangka kerja yang terstruktur untuk pengumpulan, pengolahan, analisis, interpretasi, dan penyebaran data penyakit. Dalam praktiknya, sistem ini melibatkan berbagai jenis surveilans yang dapat diklasifikasikan berdasarkan metode pengumpulan data dan tujuan pemantauannya:

  1. Surveilans Pasif

    Mengandalkan laporan rutin dari fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, klinik, dan puskesmas. Ini merupakan bentuk paling umum di mana data kasus dikirimkan ke otoritas kesehatan tanpa intervensi aktif. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Surveilans Aktif

    Tim surveilans secara proaktif mengumpulkan data melalui kunjungan lapangan, pemeriksaan laboratorium, atau wawancara dengan tenaga kesehatan untuk memastikan data yang lebih lengkap dan akurat. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  3. Surveilans Sindromik

    Memanfaatkan indikator klinis atau data gejala yang belum terkonfirmasi secara laboratorium untuk mendeteksi tren sebelum diagnosis definitif tersedia. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  4. Surveilans Berbasis Laboratorium

    Fokus pada hasil laboratorium yang memberikan konfirmasi terhadap kejadian penyakit tertentu sehingga membantu meningkatkan validitas data. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  5. Surveilans Terpadu

    Menggabungkan berbagai sumber data, baik dari fasilitas kesehatan, laboratorium, maupun masyarakat luas, untuk memberikan gambaran epidemiologi yang lebih komprehensif. [Lihat sumber Disini - pdf2.sumselgo.id]

Sistem ini bergantung pada aliran data yang efisien dari level lokal hingga nasional, serta mekanisme pelaporan yang cepat untuk memastikan tanggapan yang tepat waktu terhadap ancaman kesehatan masyarakat. Integrasi teknologi informasi dalam sistem surveilans modern juga semakin umum untuk mempercepat pengumpulan dan analisis data secara real-time. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]


Sumber dan Pengolahan Data Surveilans

Sumber Data Surveilans

Data surveilans penyakit menular berasal dari berbagai sumber yang saling melengkapi, antara lain:

Pengolahan Data Surveilans

Proses pengolahan data surveilans meliputi:

  1. Perekaman Data, Setiap kejadian penyakit dicatat dengan format standar.

  2. Validasi & Pembersihan Data, Menyaring data yang tidak lengkap atau tidak akurat.

  3. Analisis, Melakukan pemodelan tren, pola spasial, dan tren temporal penyakit.

  4. Interpretasi, Menilai makna data dalam konteks epidemiologi dan kebijakan.

  5. Diseminasi, Menyampaikan hasil kepada otoritas kesehatan, pengambil kebijakan, dan publik untuk tindakan lebih lanjut. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Efisiensi pengolahan data sangat bergantung pada infrastruktur teknologi, pelatihan tenaga surveilans, serta kerangka kerja sistem informasi yang memadai agar data dapat disajikan secara cepat dan akurat untuk mendukung pengambilan keputusan kesehatan. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]


Peran Surveilans dalam Pencegahan Wabah

Surveilans penyakit menular memiliki peran yang sangat penting dalam pencegahan dan pengendalian wabah, termasuk:

  • Deteksi Dini Wabah: Surveilans dapat mengidentifikasi tren abnormal dalam kejadian penyakit sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan lebih awal sebelum penyebaran luas terjadi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  • Dasar Perencanaan Program: Data surveilans menjadi landasan untuk merancang strategi pencegahan, vaksinasi, kampanye kesehatan, dan alokasi sumber daya yang lebih efektif. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Evaluasi Intervensi Kesehatan: Sistem surveilans yang baik memungkinkan evaluasi efektivitas program pengendalian penyakit dari waktu ke waktu. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  • Respons Kebijakan Cepat: Informasi yang cepat dan akurat memicu respon kebijakan segera termasuk karantina, penutupan fasilitas umum, atau kampanye kesadaran masyarakat. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Dengan demikian, surveilans bukan sekadar sistem pemantauan, tetapi juga fondasi strategis yang menghubungkan data akademik dengan tindakan lapangan dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Tantangan Pelaksanaan Surveilans

Meskipun penting, implementasi surveilans penyakit menular menghadapi sejumlah tantangan yang perlu diatasi:

  1. Keterlambatan Pelaporan

    Pengiriman data yang lambat dari fasilitas kesehatan menghambat keputusan cepat dalam merespon wabah. [Lihat sumber Disini - ejurnal.ung.ac.id]

  2. Keterbatasan Infrastruktur

    Tidak semua wilayah memiliki fasilitas teknologi informasi yang memadai, mengurangi kemampuan untuk memproses data secara real-time. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]

  3. Keterbatasan SDM Terlatih

    Ketersediaan tenaga surveilans yang terlatih masih menjadi kendala utama di banyak daerah, khususnya di daerah terpencil. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  4. Integrasi Sistem Data

    Berbagai sumber data sering kali tidak terintegrasi dengan baik, menyebabkan kesulitan dalam analisis komprehensif dan respons cepat. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]

  5. Kualitas Data Tidak Konsisten

    Isi data yang tidak lengkap atau tidak konsisten dapat menurunkan validitas analisis epidemiologi sehingga kebijakan yang dihasilkan kurang akurat. [Lihat sumber Disini - ejurnal.ung.ac.id]

Mengatasi tantangan-tantangan ini membutuhkan peningkatan investasi dalam teknologi, pelatihan tenaga kesehatan, serta pembangunan kerangka kolaborasi lintas sektor agar sistem surveilans lebih responsif dan adaptif terhadap dinamika penyakit menular. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]


Kesimpulan

Surveilans penyakit menular adalah kegiatan krusial dan berkelanjutan yang menjadi tulang punggung sistem kesehatan masyarakat dalam mendeteksi, memantau, serta merespon ancaman penyakit infeksi secara efektif. Dengan pengertian yang telah diuraikan menurut definisi umum, KBBI, dan para ahli, serta sistem yang mencakup alat, metode, dan sumber data yang beragam, surveilans menyediakan dasar ilmiah yang kuat bagi strategi pencegahan wabah dan kebijakan kesehatan publik. Namun untuk benar-benar efektif, tantangan seperti keterlambatan pelaporan, keterbatasan infrastruktur, dan integrasi data harus diatasi melalui pendekatan inovatif dan kolaboratif di level lokal, nasional, dan internasional. Data surveilans yang berkualitas tinggi tidak hanya memungkinkan deteksi dini wabah tetapi juga memberikan wawasan yang dibutuhkan guna meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap ancaman penyakit menular di masa depan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Surveilans penyakit menular adalah proses pengumpulan, pengolahan, analisis, dan interpretasi data kejadian penyakit infeksi secara sistematis dan berkelanjutan untuk mendeteksi dini, mencegah penyebaran, serta mengendalikan wabah penyakit di masyarakat.

Tujuan utama surveilans penyakit menular adalah mendeteksi dini peningkatan kasus penyakit, memantau tren dan distribusi penyakit, menyediakan data untuk pengambilan kebijakan kesehatan, serta mendukung upaya pencegahan dan pengendalian wabah.

Jenis sistem surveilans penyakit menular meliputi surveilans pasif, surveilans aktif, surveilans sindromik, surveilans berbasis laboratorium, dan surveilans terpadu yang menggabungkan berbagai sumber data kesehatan.

Sumber data surveilans penyakit menular berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan, laporan laboratorium, sistem informasi kesehatan elektronik, surveilans berbasis komunitas, serta pelaporan kejadian luar biasa dari masyarakat.

Surveilans penyakit menular penting karena memungkinkan deteksi dini wabah, mempercepat respons kesehatan masyarakat, menjadi dasar perencanaan intervensi, serta membantu evaluasi efektivitas program pengendalian penyakit.

Tantangan utama surveilans penyakit menular meliputi keterlambatan pelaporan kasus, keterbatasan infrastruktur teknologi, kurangnya tenaga surveilans terlatih, kualitas data yang tidak konsisten, serta belum optimalnya integrasi sistem data kesehatan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Deteksi Dini Penyakit Menular Deteksi Dini Penyakit Menular Pelaporan Penyakit Wajib Lapor Pelaporan Penyakit Wajib Lapor Pencegahan Penyakit Menular: Konsep, adaptasi sosial, dan perilaku Pencegahan Penyakit Menular: Konsep, adaptasi sosial, dan perilaku Pengetahuan Masyarakat tentang Penyakit Menular Pengetahuan Masyarakat tentang Penyakit Menular Pola Penyakit Tidak Menular Pola Penyakit Tidak Menular Pencegahan Penyakit Tidak Menular: Konsep, gaya hidup, dan risiko Pencegahan Penyakit Tidak Menular: Konsep, gaya hidup, dan risiko Perilaku Pencegahan Penyakit Tidak Menular Perilaku Pencegahan Penyakit Tidak Menular Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit Faktor Risiko Penyakit Berbasis Lingkungan Faktor Risiko Penyakit Berbasis Lingkungan Penyakit Berbasis Lingkungan Penyakit Berbasis Lingkungan Risiko Infeksi: Faktor Risiko dan Strategi Pencegahan Risiko Infeksi: Faktor Risiko dan Strategi Pencegahan Pencegahan Penyakit Akibat Kerja Pencegahan Penyakit Akibat Kerja Manajemen Risiko Infeksi Manajemen Risiko Infeksi Sanitasi Lingkungan: Konsep, risiko kesehatan, dan pencegahan Sanitasi Lingkungan: Konsep, risiko kesehatan, dan pencegahan Penyakit Degeneratif pada Lansia Penyakit Degeneratif pada Lansia Persepsi Penyakit: Konsep dan Respons Individu Persepsi Penyakit: Konsep dan Respons Individu Kepatuhan Penggunaan Masker di Ruang Publik Kepatuhan Penggunaan Masker di Ruang Publik Beban Penyakit: Konsep, Pengukuran DALY, dan Implikasi Kebijakan Beban Penyakit: Konsep, Pengukuran DALY, dan Implikasi Kebijakan Peran Kader Kesehatan Peran Kader Kesehatan Faktor Perilaku dalam Penyakit Kronis Faktor Perilaku dalam Penyakit Kronis
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…