Terakhir diperbarui: 01 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 1 December). Analisis Bibliometrik: Pengertian dan Contohnya. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/analisis-bibliometrik-pengertian-dan-contohnya  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Analisis Bibliometrik: Pengertian dan Contohnya - SumberAjar.com

Analisis Bibliometrik: Pengertian dan Contohnya

Pendahuluan

Dalam beberapa dekade terakhir, jumlah publikasi ilmiah di seluruh dunia meningkat pesat, diiringi dengan pertumbuhan jumlah jurnal, artikel, prosiding, tesis, dan dokumen ilmiah lainnya. Kondisi ini sekaligus membawa tantangan bagi peneliti, pustakawan, dan pembuat kebijakan akademik dalam mengevaluasi dan memahami lanskap penelitian: topik mana yang paling banyak diteliti, siapa peneliti utama, bagaimana pola kolaborasi, serta tren sitasi dan pengaruh karya ilmiah. Untuk menghadapi tantangan tersebut, dibutuhkan metode sistematis untuk menganalisis literatur secara kuantitatif. Salah satu metode yang kian populer digunakan adalah analisis bibliometrik.

Analisis bibliometrik memungkinkan peneliti mendapatkan gambaran menyeluruh tentang perkembangan sebuah bidang ilmu, mengidentifikasi gap penelitian, tren riset, kolaborasi antar penulis atau institusi, serta dampak publikasi dalam komunitas akademik. Oleh karena itu, memahami pengertian, metode, dan contoh penerapan analisis bibliometrik menjadi penting, terutama bagi peneliti maupun akademisi yang ingin menggunakan pendekatan ini untuk kajian literatur. Artikel ini akan membahas definisi analisis bibliometrik secara umum, menurut kamus dan para ahli, kemudian menggambarkan metodologi dasar, serta memberikan beberapa contoh penerapannya berdasarkan penelitian terkini di Indonesia.


Definisi Analisis Bibliometrik

Definisi Secara Umum

Analisis bibliometrik, dalam bahasa Inggris dikenal sebagai bibliometrics, secara umum adalah penerapan metode statistik terhadap literatur tertulis seperti buku, artikel, prosiding, dan publikasi ilmiah lainnya, dengan tujuan mempelajari pola publikasi, kutipan, kolaborasi penulis, dan hubungan konseptual dalam literatur. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Sebagai metode kuantitatif, bibliometrik memungkinkan peneliti untuk “mengukur” aspek-aspek literatur seperti jumlah publikasi, frekuensi sitasi, hubungan antar penulis (co-authorship), kemunculan kata kunci (keyword co-occurrence), serta jaringan kutipan (citation network), sehingga dapat memberikan gambaran empiris terhadap perkembangan dan dinamika sebuah bidang keilmuan. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Definisi dalam KBBI

Menurut pengertian yang lebih luas dalam bahasa Indonesia, Bibliometrik adalah analisis statistik terhadap buku, artikel, atau publikasi lainnya. [Lihat sumber Disini - id.wikipedia.org]

Istilah ini mencerminkan upaya untuk mengkuantifikasi aspek literatur, tidak hanya sebagai kumpulan teks, tetapi sebagai objek yang dapat dianalisis secara numerik untuk melihat tren, keterkaitan, dan dampak. [Lihat sumber Disini - guidelines.kaowarsom.be]

Definisi Menurut Para Ahli

Beberapa definisi dari para ahli mengenai bibliometrik:

  • Menurut Alan Pritchard (1969), bibliometrik didefinisikan sebagai penerapan metode matematis dan statistik terhadap buku–buku dan media komunikasi lainnya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
  • Hawkins (1977) menyatakan bahwa bibliometrik adalah analisis kuantitatif terhadap fitur bibliografis dari kumpulan literatur. [Lihat sumber Disini - s2pendidikanbahasainggris.fbs.unesa.ac.id]
  • Beberapa akademisi atau institusi mendefinisikan bibliometrik sebagai metode kuantitatif untuk mengevaluasi volume publikasi, sitasi, jaringan kolaborasi, dan faktor dampak publikasi dalam bidang penelitian tertentu. [Lihat sumber Disini - jonedu.org]
  • Dalam literatur terbaru, bibliometrik dipandang sebagai alat analisis ilmiah yang memungkinkan pemetaan perkembangan penelitian, identifikasi tren ilmiah, serta evaluasi performa penulis/jurnal/institusi dari perspektif kuantitatif. [Lihat sumber Disini - ojs.unm.ac.id]

Dengan demikian, meskipun definisinya bervariasi tergantung konteks, esensi bibliometrik selalu berakar pada pendekatan statistik dan kuantitatif terhadap literatur dan publikasi.


Metodologi Dasar dalam Analisis Bibliometrik

Untuk melakukan analisis bibliometrik, umumnya peneliti mengikuti langkah-langkah berikut:

  • Pemilihan topik penelitian dan kata kunci yang relevan, misalnya “literasi informasi”, “pemberdayaan masyarakat”, “Lean Manufacturing”, dsb.
  • Identifikasi database literatur: bisa menggunakan database global seperti Scopus, Web of Science, Google Scholar, atau repositori nasional. [Lihat sumber Disini - library.uns.ac.id]
  • Ekstraksi metadata publikasi: judul, penulis, tahun terbit, kata kunci, jumlah sitasi, institusi, negara, dsb, biasanya menggunakan alat bantu seperti VOSviewer, CiteSpace, atau software bibliometrik lain. [Lihat sumber Disini - jurnal.unpad.ac.id]
  • Analisis kuantitatif: menghitung jumlah publikasi per tahun, jumlah sitasi, indikator seperti indeks sitasi, co-authorship, co-occurrence kata kunci, serta membuat jaringan kutipan atau konsep melalui teknik network analysis. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
  • Visualisasi hasil: peta jaringan kolaborasi penulis, peta kata kunci, grafik tren publikasi per tahun, dan analisis distribusi institusi atau negara. [Lihat sumber Disini - jurnal.unpad.ac.id]

Pendekatan ini memungkinkan untuk melihat gambaran besar (big picture) atas perkembangan sebuah bidang keilmuan, tanpa harus membaca semua teks secara manual satu per satu, sehingga sangat efisien ketika literaturnya sangat banyak.


Manfaat dan Kelebihan Analisis Bibliometrik

Analisis bibliometrik memiliki sejumlah kelebihan dan manfaat utama, terutama untuk penelitian literatur dan evaluasi akademik:

  • Mendeteksi Tren dan Evolusi Ilmiah: Dengan melihat jumlah publikasi dan sitasi dari waktu ke waktu, analisis bibliometrik dapat menunjukkan fase pertumbuhan, puncak, atau penurunan minat terhadap topik tertentu. Sebagai contoh, sebuah studi memetakan tren penelitian literasi informasi di Indonesia dari 2018–2022. [Lihat sumber Disini - jurnal.uinsyahada.ac.id]
  • Mengidentifikasi Jurnal, Penulis, dan Institusi Produktif: Analisis bibliometrik memungkinkan peneliti mengetahui siapa saja penulis paling produktif, jurnal terpopuler, serta institusi atau negara yang paling dominan dalam sebuah bidang. [Lihat sumber Disini - jurnal.unpad.ac.id]
  • Memetakan Kolaborasi dan Jejaring Akademik: Dengan data co-authorship atau network citasi, kita bisa melihat pola kolaborasi antar peneliti dan institusi, serta mengetahui jaringan ilmiah mana yang paling aktif atau berpengaruh. [Lihat sumber Disini - jurnal.unpad.ac.id]
  • Menunjukkan Dampak (Impact) dan Visibilitas Penelitian: Sitasi adalah salah satu indikator paling umum untuk mengukur dampak sebuah artikel. Dengan bibliometrik, peneliti bisa menilai pengaruh suatu karya terhadap komunitas ilmiah. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]
  • Membantu Identifikasi Gap Penelitian dan Peluang Baru: Dari pemetaan kata kunci atau tema, bibliometrik bisa menunjukkan area yang paling banyak diteliti, sekaligus area yang masih jarang disentuh, memberikan peluang bagi peneliti baru untuk mengisi gap tersebut. [Lihat sumber Disini - rjfahuinib.org]
  • Efisiensi Waktu dan Skala Luas: Ketimbang melakukan kajian pustaka manual terhadap ratusan atau ribuan artikel, bibliometrik memungkinkan analisis besar dalam hitungan data, cocok untuk meta-analisis dan kajian literatur sistematis. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Contoh Penerapan Analisis Bibliometrik (Penelitian di Indonesia)

Berikut beberapa contoh penelitian yang menerapkan analisis bibliometrik, menunjukkan ragam topik dan hasilnya:

  • Analisis Bibliometrik terhadap Perkembangan Topik Penelitian Standarisasi Kualitas Perpustakaan di Indonesia pada Database Scopus Tahun 2018-2023 (2023), menggunakan VOSviewer dan CiNetExplorer untuk memetakan tren penelitian dalam kualitas perpustakaan di Indonesia. [Lihat sumber Disini - ejournal.perpusnas.go.id]
  • Pemetaan Bibliometrik Terhadap Perkembangan Penelitian Arsitektur Informasi 2011‑2021, analisis perkembangan publikasi dalam bidang arsitektur informasi, memetakan jaringan penulis (co-authorship) dan konsep (co-occurrence kata kunci), serta tren topik dalam satu dekade. [Lihat sumber Disini - jurnal.unpad.ac.id]
  • Analisis Bibliometrik: Tren Penelitian Literasi Informasi pada Jurnal Ilmu Perpustakaan 2018–2022, menunjukkan evolusi tema penelitian literasi informasi, perubahan fokus topik dari waktu ke waktu, serta dinamika volume publikasi. [Lihat sumber Disini - jurnal.uinsyahada.ac.id]
  • Analisis Bibliometrik (2014‑2023): Tren Lean Manufacturing di ScienceDirect dengan VOSviewer, salah satu contoh penerapan dalam bidang teknik/industri, menunjukkan bagaimana bibliometrik tidak terbatas pada ilmu sosial atau humaniora saja. [Lihat sumber Disini - journal.unrika.ac.id]

Contoh-contoh di atas menunjukkan bahwa analisis bibliometrik bisa diterapkan di berbagai disiplin ilmu, dari perpustakaan, informasi, arsitektur informasi, literasi informasi, sampai teknik, tergantung bagaimana peneliti merancang query, memilih database, dan menentukan fokus analisis.


Keterbatasan dan Tantangan dalam Analisis Bibliometrik

Meskipun bermanfaat, analisis bibliometrik juga memiliki sejumlah keterbatasan dan risiko yang perlu diperhatikan agar interpretasi tidak keliru:

  • Data bibliografis bisa tidak lengkap atau bias, misalnya database yang digunakan tidak mencakup semua jurnal, atau hanya jurnal berbahasa tertentu, sehingga hasil analisis bisa kurang representatif. [Lihat sumber Disini - guidelines.kaowarsom.be]
  • Sitasi dan jumlah publikasi tidak selalu mencerminkan kualitas ilmiah: artikel bisa dipublikasikan dan disitasi karena tren atau popularitas, bukan karena kontribusi ilmiah yang signifikan. [Lihat sumber Disini - guidelines.kaowarsom.be]
  • Analisis kuantitatif kadang mengabaikan aspek kualitatif: metodologi, konteks sosial, relevansi penelitian, atau kualitas penulisan, padahal aspek ini penting dalam menilai kontribusi ilmiah. [Lihat sumber Disini - researchguides.uic.edu]
  • Interpretasi data bibliometrik harus hati-hati: misalnya, kolaborasi penulis (co-authorship) tidak selalu berarti kolaborasi yang bermakna; keyword co-occurrence tidak selalu mencerminkan hubungan konseptual yang dalam. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Relevansi Analisis Bibliometrik untuk Peneliti dan Akademisi

Analisis bibliometrik relevan bagi sejumlah kelompok dan tujuan:

  • Peneliti yang ingin memetakan state-of-the-art dalam bidang tertentu sebelum merancang penelitian, untuk mengetahui topik populer, gap penelitian, dan tren terkini.
  • Akademisi atau pengelola institusi pendidikan/jurnal yang ingin mengevaluasi performa publikasi, kolaborasi institusi, atau visibilitas jurnal.
  • Pembuat kebijakan riset atau lembaga pendanaan yang membutuhkan data empiris untuk menentukan prioritas penelitian, memetakan kolaborasi nasional/internasional, atau mengevaluasi dampak penelitian.
  • Mahasiswa atau calon peneliti (misalnya skripsi, tesis, disertasi) yang butuh dasar literatur kuat dan ingin mengetahui orientasi riset global atau nasional dalam topik mereka.

Kesimpulan

Analisis bibliometrik merupakan metode kuantitatif dan statistik yang sangat berguna untuk memetakan, mengevaluasi, dan memahami dinamika literatur ilmiah. Dengan menganalisis publikasi, sitasi, kolaborasi penulis, dan kata kunci secara komprehensif, bibliometrik membantu peneliti mendapatkan gambaran besar atas evolusi suatu bidang keilmuan, tren penelitian, serta dampak dan visibilitas karya ilmiah.

Meskipun demikian, hasil bibliometrik harus ditafsirkan dengan hati-hati, tidak semata-mata bergantung pada angka publikasi atau sitasi, penting juga mempertimbangkan aspek kualitatif seperti relevansi, kualitas metodologi, dan kontribusi ilmiah.

Dengan memahami definisi, metodologi, manfaat, dan keterbatasan analisis bibliometrik, serta melihat contoh penerapannya, peneliti atau akademisi bisa lebih bijak dalam menggunakan pendekatan ini sebagai bagian dari kajian literatur, evaluasi riset, atau perencanaan penelitian ke depan.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Analisis bibliometrik adalah metode kuantitatif yang digunakan untuk mengukur, memetakan, dan mengevaluasi publikasi ilmiah melalui indikator seperti jumlah publikasi, sitasi, kata kunci, serta jaringan kolaborasi penulis.

Tujuan utama analisis bibliometrik adalah memahami perkembangan suatu bidang keilmuan, mengidentifikasi tren penelitian, mengevaluasi produktivitas penulis atau institusi, serta menemukan peluang atau gap penelitian.

Contoh penerapan analisis bibliometrik meliputi pemetaan kata kunci penelitian, analisis jaringan kolaborasi penulis, identifikasi jurnal atau penulis paling produktif, serta analisis tren publikasi dari waktu ke waktu menggunakan alat seperti VOSviewer.

Alat yang paling umum digunakan termasuk VOSviewer, CiteSpace, Publish or Perish, dan software analisis sitasi lainnya yang dapat mengolah metadata publikasi dari database Scopus, Web of Science, atau Google Scholar.

Analisis bibliometrik membantu peneliti memahami tren ilmiah, mengevaluasi visibilitas karya ilmiah, menemukan kolaborasi potensial, serta mengidentifikasi area penelitian yang masih jarang dieksplorasi.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Riset Bibliometrik: Definisi dan Contoh Riset Bibliometrik: Definisi dan Contoh Analisis Tren Ilmiah Menggunakan Scopus Analisis Tren Ilmiah Menggunakan Scopus Tren Penelitian: Pengertian, Jenis, dan Contoh Analisis Tren Penelitian: Pengertian, Jenis, dan Contoh Analisis Tren Penelitian Ilmiah Tahun 2025 Tren Penelitian Ilmiah Tahun 2025 Analisis: Definisi, Jenis, dan Metodenya Analisis: Definisi, Jenis, dan Metodenya Analisis Statistik: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Analisis Statistik: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Unit Analisis: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Unit Analisis: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Analisis Data: Pengertian, Jenis, dan Langkah-langkahnya Analisis Data: Pengertian, Jenis, dan Langkah-langkahnya Analisis Isi Digital: Teknik dan Contohnya Analisis Isi Digital: Teknik dan Contohnya Analisis Jalur (Path Analysis): Pengertian dan Contohnya Analisis Jalur (Path Analysis): Pengertian dan Contohnya Analisis Tren Data: Pengertian dan Langkah Analisis Tren Data: Pengertian dan Langkah Aplikasi SPSS, R, dan Python dalam Analisis Statistik Aplikasi SPSS, R, dan Python dalam Analisis Statistik Analisis Klaster (Cluster Analysis): Fungsi dan Penerapan Analisis Klaster (Cluster Analysis): Fungsi dan Penerapan Langkah Analisis Data: Tahapan, Tujuan, dan Contoh Ilmiah Langkah Analisis Data: Tahapan, Tujuan, dan Contoh Ilmiah Analisis Naratif: Ciri dan Contoh Penggunaan Analisis Naratif: Ciri dan Contoh Penggunaan Machine Learning untuk Analisis Data Akademik Machine Learning untuk Analisis Data Akademik Indeksasi Scopus dan Sinta: Pengertian dan Tips Indeksasi Scopus dan Sinta: Pengertian dan Tips Teknik Analisis Data: Pengertian, Langkah, Jenis, dan Contoh Teknik Analisis Data: Pengertian, Langkah, Jenis, dan Contoh Penerapan Python dalam Analisis Statistik Pendidikan Penerapan Python dalam Analisis Statistik Pendidikan Analisis Kualitatif: Pengertian, Langkah, dan Contohnya Analisis Kualitatif: Pengertian, Langkah, dan Contohnya
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…