
Tren Penelitian Ilmiah Tahun 2025
Pendahuluan
Penelitian ilmiah merupakan salah satu pilar utama dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Melalui penelitian, manusia mampu memperluas wawasan, mengeksplorasi fenomena baru, serta menciptakan solusi terhadap tantangan global di berbagai bidang, dari kesehatan, pendidikan, inovasi teknologi, hingga pembangunan sosial dan ekonomi. Di tahun 2025, lanskap penelitian menunjukkan dinamika yang semakin kompleks dan beragam, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti perkembangan teknologi, kebutuhan interdisipliner, kebijakan riset, dan perubahan sosial-ekonomi global. Oleh karena itu, penting untuk melihat tren penelitian ilmiah pada 2025: tema-tema populer, metode dan paradigma penelitian, serta arah masa depan ilmu pengetahuan. Artikel ini akan memaparkan definisi penelitian ilmiah, lalu meninjau tren riset terkini berdasarkan literatur tahun terbaru, dan mengevaluasi implikasi tren tersebut untuk masa depan penelitian.
Definisi “Penelitian Ilmiah”
Definisi Penelitian Ilmiah Secara Umum
Penelitian ilmiah dapat diartikan sebagai proses sistematis dan terorganisir untuk memperoleh pengetahuan baru, melalui observasi, eksperimen, analisis, dan evaluasi data serta argumen yang valid. Tujuan utamanya adalah untuk menjawab pertanyaan atau hipotesis, mengembangkan teori, serta menghasilkan pemahaman atau solusi terhadap masalah tertentu. Dalam konteks akademik maupun profesional, penelitian ilmiah menjadi fondasi untuk inovasi, kebijakan, dan pengembangan praktik berdasarkan bukti. Hal ini tercermin dari literatur-ilmiah yang mendefinisikan penelitian ilmiah sebagai upaya sistematis untuk memperluas batas pengetahuan manusia, serta mengkaji fenomena secara kritis dan objektif. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Definisi Penelitian Ilmiah dalam KBBI
Menurut definisi resmi dari lembaga pemberi definisi bahasa di Indonesia, meskipun “penelitian ilmiah” secara istilah gabungan mungkin tidak tercantum secara spesifik, tetapi “penelitian” diartikan sebagai kegiatan mencari, menelaah, meninjau secara seksama, serta membuat kesimpulan berdasarkan analisis terhadap data atau fakta. Sedangkan “ilmiah” menunjukkan sifat sistematis, rasional, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Sehingga “penelitian ilmiah” bisa dipahami sebagai penelitian yang dilakukan dengan metode sistematis dan standar akademik.
Definisi Penelitian Ilmiah Menurut Para Ahli
Berikut definisi dari beberapa tokoh/peneliti atau literatur yang sering dijadikan rujukan dalam metodologi penelitian:
- Menurut Saaida & Magash (2024), penelitian ilmiah adalah “suatu pendekatan yang sistematis dan terorganisir untuk memahami dunia melalui observasi, eksperimen, dan analisis fenomena guna menghasilkan pengetahuan baru dan solusi terhadap masalah” [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
- Dalam konteks kebijakan dan inovasi teknologi di perguruan tinggi, penelitian ilmiah didefinisikan sebagai upaya penelitian yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga interdisipliner, menggabungkan aspek sosial, teknologi, kebijakan untuk menghasilkan wawasan yang relevan dengan tantangan masa kini. [Lihat sumber Disini - nature.com]
- Menurut kerangka kajian global di laporan OECD (2025), penelitian ilmiah harus mampu mendukung transformasi ekonomi dan sosial melalui inovasi, serta adaptif terhadap perubahan kontekstual, sehingga mencakup aspek metodologis, kolaboratif, dan kebijakan riset. [Lihat sumber Disini - oecd.org]
- Dalam literatur riset pendidikan, misalnya kajian Creative Thinking Skills (CTS), penelitian ilmiah didefinisikan sebagai kajian berbasis data empirik dan analisis bibliometrik yang mengidentifikasi tren, pola, dan tema dalam literatur, dengan tujuan memahami perkembangan konsep dan praktik pendidikan. [Lihat sumber Disini - journal.lppmunindra.ac.id]
- Menurut kajian bibliometrik dalam bidang inovasi teknologi di pendidikan tinggi, penelitian ilmiah dianggap sebagai proses sistematis dalam memetakan literatur, mengidentifikasi gap penelitian, dan merumuskan agenda riset masa depan berdasarkan pola publikasi dan sitasi. [Lihat sumber Disini - nature.com]
Dengan demikian, penelitian ilmiah dapat dipahami sebagai upaya sistematis, metodologis, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik, yang bertujuan menghasilkan pengetahuan baru atau solusi terhadap permasalahan spesifik.
Tinjauan Tren Penelitian Ilmiah Tahun 2025
Riset Multidisipliner dan Konvergensi Teknologi
Di tahun 2025, salah satu tren paling menonjol dalam penelitian ilmiah adalah konvergensi teknologi dan multidisipliner, yaitu kolaborasi antara bidang ilmu berbeda untuk menjawab masalah kompleks. Menurut laporan OECD Science, Technology and Innovation Outlook 2025, konvergensi teknologi, misalnya antara kecerdasan buatan, bioteknologi, observasi antariksa, dan neuroteknologi, menjadi kunci untuk mendorong transformasi besar dalam ekonomi dan inovasi global. [Lihat sumber Disini - oecd.org]
Irama konvergensi ini mendorong penelitian yang tidak lagi silo per disiplin, tetapi menggabungkan perspektif ilmiah, sosial, kebijakan, dan teknologi, sehingga memungkinkan solusi yang lebih holistik terhadap tantangan global seperti perubahan iklim, kesehatan, keberlanjutan, dan kesenjangan sosial.
Pertumbuhan Pesat Riset terkait Kecerdasan Buatan dan Otomatisasi Penelitian
Bidang kecerdasan buatan (AI), khususnya generatif AI (GenAI), menunjukkan lonjakan pada publikasi ilmiah dalam beberapa tahun terakhir, dan menjadi salah satu pilar riset global pada 2025. Sebagai contoh, studi Rise of Generative Artificial Intelligence in Science melaporkan bahwa publikasi terkait GenAI telah tumbuh pesat dari 2017 hingga 2023, dan penggunaan GenAI mulai meluas ke berbagai disiplin selain ilmu komputer. [Lihat sumber Disini - arxiv.org]
Selain itu, kajian Artificial Intelligence in Management Studies (2021-2025): A Bibliometric Mapping of Themes, Trends, and Global Contributions menunjukkan peningkatan signifikan dalam riset AI di bidang manajemen, dengan tema yang bergeser dari penerapan teknis ke topik yang lebih luas seperti transformasi digital, keberlanjutan, dan pengambilan keputusan berbasis data. [Lihat sumber Disini - arxiv.org]
Tak hanya itu, muncul paradigma baru dalam penelitian ilmiah: sistem otomatisasi penelitian yang mampu membantu literatur review, generasi ide, ekspperimen, hingga penulisan naskah, sebagaimana dijelaskan dalam survei A Survey of AI Scientists: Surveying the automatic Scientists and Research (2025). Paradigma ini menunjukkan potensi revolusioner: mempercepat proses riset dan memperluas kapasitas ilmuwan manusia. [Lihat sumber Disini - arxiv.org]
Fokus pada Pendidikan, Keterampilan Abad ke-21, dan Transformasi Sistem Pendidikan
Dalam konteks pendidikan, tren penelitian 2025 menunjukkan peningkatan minat terhadap keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan pengembangan kompetensi abad ke-21 pada siswa sekolah menengah. Misalnya, penelitian TREN DAN FOKUS RISET CREATIVE THINKING SKILLS DI SEKOLAH MENENGAH: ANALISIS BIBLIOMETRIK (2025) menunjukkan lonjakan publikasi yang menekankan strategi pembelajaran inovatif, integrasi teknologi, dan pendekatan kolaboratif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa. [Lihat sumber Disini - journal.lppmunindra.ac.id]
Demikian pula, kajian literatur teranyar tentang kemampuan berpikir kritis pada siswa menengah menunjukkan peningkatan publikasi signifikan pada periode 2020–2025, terutama di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. [Lihat sumber Disini - e-journal.lp3kamandanu.com]
Tren ini mencerminkan pergeseran orientasi penelitian di bidang pendidikan: dari sekadar penguasaan konten menuju pengembangan kompetensi transformatif yang lebih relevan dengan tantangan global dan dinamika abad ke-21.
Peningkatan Publikasi Ilmiah di Indonesia dan Globalisasi Kolaborasi
Analisis bibliometrik dalam berbagai bidang di Indonesia menunjukkan bahwa publikasi ilmiah terus meningkat, baik dari sisi kuantitas maupun keragaman tema. Sebagai contoh, penelitian Tren dan Dinamika Publikasi Ilmiah dalam Bidang Perpustakaan dan Informasi di Indonesia: Analisis Bibliometrik Tahun 2020-2024 menunjukkan lonjakan signifikan pada publikasi tahun 2023, dengan klaster penelitian yang meluas dari isu klasik ke tema kontemporer seperti digitalisasi perpustakaan dan layanan informasi digital. [Lihat sumber Disini - journal.stmiki.ac.id]
Secara global, perkembangan riset tidak hanya dikoordinasikan secara lokal, tetapi juga melalui kolaborasi internasional, akses data terbuka, dan inisiatif akses terbuka (open science), membuka peluang bagi penelitian lintas batas negara dan disiplin ilmu. [Lihat sumber Disini - oecd.org]
Tingginya Perhatian terhadap Kualitas, Transparansi, dan Integritas Riset
Sebagai konsekuensi dari percepatan riset dan volume publikasi, isu mengenai integritas ilmiah menjadi semakin relevan di tahun 2025. Misalnya, penelitian Tren, Penyebab dan Karakteristik Retraksi Publikasi Ilmiah (2025) menyoroti fenomena retraksi artikel, sebagai mekanisme korektif penting dalam menjaga keandalan literatur ilmiah. [Lihat sumber Disini - publetter.id]
Selain itu, dorongan terhadap open science dan keterbukaan data riset di seluruh dunia menandai transformasi dalam komunikasi ilmiah, memungkinkan akses yang lebih luas terhadap penelitian, transparansi metodologi, dan kolaborasi antar peneliti serta institusi. [Lihat sumber Disini - unesdoc.unesco.org]
Implikasi dan Peluang
Berdasarkan tren-tren di atas, ada beberapa implikasi dan peluang penting bagi komunitas akademik, institusi pendidikan, dan pembuat kebijakan riset:
- Penelitian masa depan akan semakin bersifat interdisipliner dan konvergen, sehingga peneliti perlu membuka kolaborasi lintas bidang, misalnya antara teknologi, sosial, pendidikan, dan kebijakan, untuk menghasilkan solusi yang relevan terhadap masalah kompleks.
- Kemajuan AI dan otomatisasi riset dapat mempercepat proses penelitian, tetapi juga menuntut adaptasi dalam etika, metodologi, dan governance riset agar tetap kredibel dan bertanggung jawab.
- Dalam pendidikan, fokus pada keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis dan kreatif memberi ruang bagi inovasi metode pembelajaran dan kurikulum yang lebih relevan dengan tantangan global.
- Peningkatan publikasi ilmiah di Indonesia menunjukkan potensi besar untuk memperkaya literatur nasional, tetapi diperlukan dukungan dari lembaga, akses terbuka (open access), serta pelatihan metodologi bagi peneliti agar kualitas riset tetap terjaga.
- Pentingnya transparansi, integritas, dan mekanisme koreksi (seperti retraksi bila perlu) dalam publikasi ilmiah, sebagai jaminan kredibilitas dan akuntabilitas pengetahuan.
Kesimpulan
Tren penelitian ilmiah tahun 2025 menunjukkan bahwa riset global dan nasional sedang memasuki fase transformasi, dari pendekatan tradisional mono-disiplin menuju riset interdisipliner dan konvergen; dari publikasi berbasis metode konvensional menuju pemanfaatan kecerdasan buatan dan otomatisasi; dari fokus konten ke pengembangan kompetensi abad ke-21 dalam pendidikan; serta dari publikasi tersebar ke kolaborasi global dan open science.
Dengan dinamika ini, penelitian di masa depan diharapkan tidak hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga solusi inovatif terhadap isu besar seperti kesehatan, keberlanjutan, pendidikan, dan transformasi sosial. Oleh karena itu, komunitas riset, baik peneliti, institusi, maupun pembuat kebijakan, perlu beradaptasi: membuka kolaborasi, menjaga integritas, dan memprioritaskan relevansi serta dampak riset untuk masyarakat luas.