
Sanitasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Pendahuluan
Sanitasi fasilitas pelayanan kesehatan merupakan salah satu elemen fundamental dalam sistem kesehatan modern karena berkaitan langsung dengan aspek keamanan pelayanan, pencegahan infeksi, dan kualitas hidup masyarakat yang menggunakan layanan tersebut. Ketika fasilitas kesehatan tidak menerapkan sanitasi yang memadai, risiko penyebaran penyakit, termasuk infeksi nosokomial (yang didapat di fasilitas kesehatan), meningkat tajam. Data global menunjukkan bahwa banyak fasilitas kesehatan, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah, masih kekurangan layanan air bersih, sanitasi, dan kebersihan yang layak. Kondisi semacam ini bukan hanya menghambat pelayanan klinis, tetapi juga mengancam keselamatan pasien, tenaga kesehatan, dan masyarakat luas. Oleh karena itu, pemahaman komprehensif tentang konsep, komponen, faktor, dampak, dan upaya peningkatan sanitasi fasilitas pelayanan kesehatan menjadi sangat penting untuk mendukung upaya peningkatan mutu layanan kesehatan secara menyeluruh. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Definisi Sanitasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Definisi Sanitasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan Secara Umum
Sanitasi fasilitas pelayanan kesehatan dapat dipahami sebagai upaya terencana dan sistematis untuk menciptakan lingkungan pelayanan yang bersih, aman, dan sehat di fasilitas kesehatan guna mencegah infeksi baik bagi pasien, tenaga kesehatan maupun pengunjung. Terminologi ini mencakup penyediaan fasilitas air bersih, kamar mandi/toilet yang layak, manajemen limbah, fasilitas cuci tangan, serta praktik kebersihan internal yang terstandarisasi. Upaya sanitasi fasilitas kesehatan mencakup aspek teknis seperti manajemen limbah dan non-teknis seperti pelatihan petugas kebersihan. [Lihat sumber Disini - who.int]
Definisi Sanitasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sanitasi diartikan sebagai pemeliharaan kesehatan dengan cara pengawasan terhadap faktor lingkungan yang memengaruhi kesehatan masyarakat dan individu. Dalam konteks fasilitas pelayanan kesehatan, arti ini menekankan unsur pemeliharaan kesehatan lingkungan di tempat layanan medis, termasuk pengelolaan air, limbah, dan kebersihan ruang pelayanan. [Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id]
Definisi Sanitasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan Menurut Para Ahli
-
WHO (World Health Organization) menjelaskan bahwa WASH di fasilitas pelayanan kesehatan, yang mencakup Water, Sanitation, and Hygiene, adalah penyediaan sarana air, sanitasi, manajemen limbah, kebersihan lingkungan dan praktik higiene yang aman di seluruh ruang fasilitas kesehatan. Ini berarti sanitasi klinis tidak hanya soal toilet dan pembuangan limbah, tapi juga fasilitas kebersihan lain yang terintegrasi. [Lihat sumber Disini - who.int]
-
Purwandari et al. (2024) dalam studinya menyatakan bahwa sanitasi di rumah sakit mencakup kombinasi dari air, sanitasi, kebersihan tangan, pengelolaan limbah dan pembersihan lingkungan yang dinilai menggunakan WASH-FIT untuk menilai kualitas fasilitas. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]
-
Meilinda (2021) menyebut sanitasi rumah sakit sebagai upaya sistematis di fasilitas pelayanan kesehatan untuk menciptakan lingkungan bersih, nyaman, sehat dan mampu mencegah infeksi silang terhadap pasien dan petugas kesehatan. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
-
Firdanis (2021) dalam konteks sanitasi umum menyatakan sanitasi adalah upaya pencegahan penyakit yang berfokus pada semua kegiatan kebersihan lingkungan. Meskipun tidak eksklusif kesehatan klinis, ini menjadi dasar penting studi sanitasi fasilitas kesehatan. [Lihat sumber Disini - e-journal.poltekkesjogja.ac.id]
Konsep dan Standar Sanitasi Fasilitas Kesehatan
Sanitasi fasilitas pelayanan kesehatan berkembang sebagai konsep terpadu yang meliputi WASH-FIT (Water, Sanitation, Hygiene Facility Improvement Tool), sebuah pendekatan risk-based yang dikembangkan WHO untuk menilai dan meningkatkan layanan sanitasi di fasilitas kesehatan. Konsep ini mencakup penyediaan air bersih yang cukup, sanitasi layak seperti toilet yang terpisah dan layak untuk pasien dan staf, fasilitas cuci tangan yang tersedia di titik pelayanan, serta sistem pembuangan limbah yang aman. [Lihat sumber Disini - who.int]
Standar sanitasi sendiri juga telah diadopsi oleh banyak negara melalui peraturan nasional. Misalnya, standar teknis pelayanan kesehatan lingkungan di Indonesia turut mengatur aspek sanitasi yang harus dipenuhi fasilitas kesehatan sesuai peraturan yang berlaku di tingkat nasional. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
Implementasi standar ini secara konsisten dapat meningkatkan kualitas lingkungan fasilitas kesehatan, mengurangi kejadian infeksi yang ditularkan di fasilitas kesehatan, serta mendukung upaya pencapaian SDG 6 (akses sanitasi bersih dan layak). [Lihat sumber Disini - data.unicef.org]
Komponen Sanitasi Lingkungan Fasilitas Kesehatan
Sanitasi lingkungan di fasilitas kesehatan mencakup beberapa komponen penting yang harus dipenuhi secara terpadu untuk menjamin keamanan dan kenyamanan layanan:
1. Air Bersih dan Sanitasi Toilet
Ketersediaan sumber air bersih berkualitas tinggi sangat penting untuk berbagai fungsi layanan kesehatan seperti cuci tangan, pembuangan limbah, pelayanan klinis dan sanitasi umum. Toilet yang layak, terpisah berdasarkan jenis kelamin dan dapat diakses oleh pasien berkebutuhan khusus, adalah salah satu indikator utama sanitasi fasilitas kesehatan yang layak. [Lihat sumber Disini - data.unicef.org]
2. Fasilitas Cuci Tangan dan Kebersihan Tangan
Fasilitas cuci tangan dengan air dan sabun atau handrub di titik pelayanan pasien merupakan salah satu aspek terpenting dalam sanitasi fasilitas kesehatan karena secara langsung memutus rantai penularan infeksi. Ketiadaan fasilitas ini telah diidentifikasi sebagai kekurangan utama di banyak negara. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
3. Pengelolaan Limbah dan Sampah Medis
Komponen ini mencakup pengelolaan limbah medis berbahaya seperti jarum bekas, bahan infeksius dan limbah cair klinis. Limbah harus dipisahkan, disimpan, diolah dan dibuang sesuai standar kesehatan dan lingkungan untuk mencegah kontaminasi. [Lihat sumber Disini - data.unicef.org]
4. Kebersihan Lingkungan dan Pembersihan Permukaan
Sanitasi lingkungan juga meliputi praktik pembersihan rutin permukaan fasilitas pelayanan, kondisi lantai, jendela, meja periksa, area tunggu pasien, dan ruang rawat untuk memastikan area tersebut bebas dari sumber kontaminasi. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
5. Ventilasi dan Kualitas Udara
Meskipun terkadang kurang diperhatikan secara langsung dalam konteks sanitasi, ventilasi yang baik sangat penting untuk mengurangi partikulat udara dan patogen yang dapat menyebar melalui droplet dan aerosol di lingkungan fasilitas. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Faktor yang Mempengaruhi Sanitasi
Beberapa faktor menentukan tingkat efektivitas sanitasi fasilitas pelayanan kesehatan:
1. Akses dan Infrastruktur
Fasilitas yang kekurangan pasokan air, materi pembuangan limbah yang tepat, atau tempat cuci tangan akan otomatis mengalami sanitasi yang buruk. [Lihat sumber Disini - data.unicef.org]
2. Sumber Daya dan Kebijakan Organisasi
Ketersediaan anggaran, pelatihan tenaga kebersihan, dan keberadaan pedoman sanitasi yang jelas sangat memengaruhi implementasi efektif sanitasi. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
3. Tingkat Kepatuhan dan Pengawasan
Pengawasan internal terhadap praktik sanitasi, serta kepatuhan petugas kesehatan terhadap SOP sanitasi seperti cuci tangan, sangat berpengaruh terhadap kualitas sanitasi keseluruhan. [Lihat sumber Disini - restoredcdc.org]
4. Kesadaran dan Edukasi Masyarakat/Pengguna Fasilitas
Kesadaran staf, pasien dan pengunjung tentang pentingnya sanitasi juga menjadi faktor utama dalam menjaga kebersihan fasilitas pelayanan kesehatan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Dampak Sanitasi terhadap Pencegahan Penyakit
Sanitasi fasilitas pelayanan kesehatan memiliki dampak besar terhadap pencegahan penyakit:
1. Pencegahan Infeksi Nosokomial
Sanitasi yang baik mampu menurunkan angka infeksi yang didapat di fasilitas kesehatan dengan memperbaiki manajemen kebersihan, air dan limbah. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
2. Penurunan Angka Penyakit Menular
Penyediaan fasilitas sanitasi yang layak dapat mengurangi penyebaran penyakit gastrointestinal, infeksi saluran pernapasan, dan infeksi lainnya yang disebabkan oleh kontak dengan air atau permukaan yang terkontaminasi. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
3. Keamanan Pasien dan Tenaga Kesehatan
Sanitasi yang baik juga mendukung keselamatan klinis pasien dan tenaga kesehatan, mengurangi beban penyakit dan potensi komplikasi selama perawatan. [Lihat sumber Disini - who.int]
4. Pengendalian Mikroorganisme Resisten
Sanitasi yang kurang memadai memiliki kaitan dengan peningkatan risiko resistensi antibiotik melalui transmisi dan penggunaan antibiotik yang tidak perlu akibat infeksi yang terjadi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Upaya Peningkatan Sanitasi Fasilitas
Beberapa strategi dapat diimplementasikan untuk memperbaiki sanitasi fasilitas pelayanan kesehatan:
1. Penerapan WASH-FIT
Pendekatan WASH-FIT WHO dapat membantu fasilitas mengidentifikasi celah dan mengembangkan rencana tindakan untuk memperbaiki sanitasi secara holistik. [Lihat sumber Disini - who.int]
2. Investasi Infrastruktur Sanitasi
Pembinaan infrastruktur dasar seperti saluran air, toilet, sistem pembuangan limbah yang aman, dan fasilitas cuci tangan harus menjadi prioritas. [Lihat sumber Disini - data.unicef.org]
3. Pelatihan dan Pendidikan Staf
Pelatihan berkala tentang praktik sanitasi dan hygiene untuk tenaga kesehatan serta petugas kebersihan perlu dilakukan untuk meningkatkan standar operasional. [Lihat sumber Disini - restoredcdc.org]
4. Kebijakan dan Regulasi Internal
Fasilitas kesehatan perlu memiliki kebijakan sanitasi internal yang kuat, termasuk SOP dan audit rutin untuk memastikan pelaksanaan sanitasi sesuai standar. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
5. Monitoring dan Evaluasi Berkala
Evaluasi dan monitoring teratur membantu memastikan sanitasi tetap terjaga dengan baik, termasuk pemantauan kepatuhan petugas terhadap prosedur kebersihan. [Lihat sumber Disini - who.int]
Kesimpulan
Sanitasi fasilitas pelayanan kesehatan adalah komponen vital yang berpengaruh besar terhadap pencegahan infeksi, keselamatan pasien, serta kualitas layanan kesehatan secara umum. Pengertian sanitasi ini mencakup penyediaan air bersih, sanitasi toilet, fasilitas cuci tangan, manajemen limbah, serta praktik kebersihan lingkungan yang terintegrasi. Beragam faktor seperti sumber daya, infrastruktur, kebijakan dan kepatuhan petugas sangat menentukan tingkat sanitasi di fasilitas kesehatan. Sanitasi yang buruk berkontribusi pada penyebaran penyakit, penurunan kualitas layanan, dan peningkatan risiko resistensi terhadap antibiotik. Oleh karena itu, implementasi standar sanitasi seperti WASH-FIT, investasi infrastruktur, pendidikan staf, serta monitoring berkala menjadi langkah penting untuk memastikan sanitasi fasilitas pelayanan kesehatan berjalan efektif dan berkelanjutan.