Terakhir diperbarui: 15 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 15 January). Organizational Citizenship Behavior (OCB): Konsep, Perilaku Ekstra Peran, dan Kinerja. SumberAjar. Retrieved 16 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/organizational-citizenship-behavior-ocb-konsep-perilaku-ekstra-peran-dan-kinerja  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Organizational Citizenship Behavior (OCB): Konsep, Perilaku Ekstra Peran, dan Kinerja - SumberAjar.com

Organizational Citizenship Behavior (OCB): Konsep, Perilaku Ekstra Peran, dan Kinerja

Pendahuluan

Organizational Citizenship Behavior (OCB) atau Perilaku Kewarganegaraan Organisasi merupakan salah satu konsep penting dalam studi perilaku organisasi yang kini mendapat perhatian besar dari para peneliti dan praktisi di dunia manajemen sumber daya manusia. Seiring dengan makin kompleksnya tuntutan kerja, organisasi tidak lagi hanya membutuhkan karyawan yang mampu menjalankan tugas formal mereka sesuai deskripsi pekerjaan, tetapi juga perilaku sukarela yang melebihi tanggung jawab tersebut untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan efektif. Konsep OCB sangat relevan dalam konteks kompetisi bisnis yang semakin tajam dan kebutuhan akan efektivitas organisasi secara keseluruhan. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

OCB sering dikaitkan dengan kontribusi ekstra dari karyawan yang tidak tercatat dalam kontrak kerja formal, tetapi memberi dampak signifikan terhadap efisiensi operasional dan hasil organisasi. Perilaku ini bisa menjadi pembeda bagi organisasi yang beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan lingkungan dan mempertahankan hubungan kerja yang harmonis antaranggota. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Definisi Organizational Citizenship Behavior (OCB)

Definisi Organizational Citizenship Behavior Secara Umum

Organizational Citizenship Behavior (OCB) secara umum dipahami sebagai perilaku discretionary atau sukarela dari individu di lingkungan kerja yang tidak secara eksplisit diatur dalam sistem formal organisasi, namun secara kolektif memberikan kontribusi positif terhadap efektivitas dan fungsi organisasi. Perilaku ini tidak diwajibkan oleh kontrak kerja, tetapi dipilih oleh karyawan secara sukarela karena motivasi internal dan nilai-nilai personal yang kuat. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Definisi Organizational Citizenship Behavior dalam KBBI

Saat ini, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) belum secara eksplisit memiliki entri untuk istilah “Organizational Citizenship Behavior”, tetapi konsep ini secara terminologis dapat diterjemahkan sebagai Perilaku Kewarganegaraan Organisasi: perilaku karyawan yang bersifat proaktif, sukarela, dan memberikan manfaat bagi organisasi meskipun berada di luar kewajiban formal yang ditetapkan dalam deskripsi pekerjaan.

Definisi Organizational Citizenship Behavior Menurut Para Ahli

  1. Dennis W. Organ (1988)

    Organ mendefinisikan OCB sebagai perilaku individu yang bersifat discretionary, tidak secara langsung atau eksplisit diakui oleh sistem penghargaan formal organisasi, namun secara kolektif meningkatkan efektivitas fungsi organisasi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  2. Podsakoff, MacKenzie, Paine & Bachrach (2000)

    Menurut mereka, OCB adalah tindakan sadar yang dilakukan oleh karyawan yang membantu pekerjaan organisasi berjalan lebih efektif dan produktif, meskipun tindakan tersebut bukan bagian dari tuntutan formal. ([Lihat sumber Disini - psychology.binus.ac.id])

  3. Robbins dan Judge (2013)

    Menyatakan bahwa OCB adalah perilaku yang tidak termasuk dalam deskripsi pekerjaan karyawan tetapi memberikan kontribusi signifikan terhadap lingkungan organisasi dan sosial di tempat kerja. ([Lihat sumber Disini - psychology.binus.ac.id])

  4. Triyanto & Santosa (2009)

    OCB merupakan perilaku sukarela yang dilakukan karyawan untuk membantu sesama atau organisasi demi keberhasilan tujuan perusahaan melebihi beban tugas formal mereka. ([Lihat sumber Disini - economics.pubmedia.id])


Dimensi-Dimensi OCB

Organizational Citizenship Behavior terdiri dari beberapa dimensi utama yang digunakan untuk mengukur dan mengklasifikasikan jenis-jenis perilaku ekstra peran yang dilakukan oleh karyawan:

  1. Altruism

    Dimensi ini mencakup perilaku membantu rekan kerja dalam menyelesaikan tugas mereka tanpa diminta atau tanpa adanya kewajiban formal. Misalnya membantu kolega yang menghadapi kesulitan dalam pekerjaan mereka. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  2. Courtesy

    Courtesy merujuk pada tindakan sopan santun dan perilaku saling menghormati antarpegawai yang membantu mencegah konflik dan memastikan hubungan kerja yang harmonis. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  3. Conscientiousness

    Perilaku ini menunjukkan karyawan yang secara konsisten menunjukkan kinerja lebih baik dari yang diharapkan, mematuhi aturan organisasi, dan bertanggung jawab pada tugasnya dengan seksama. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  4. Civic Virtue

    Civic virtue menggambarkan keterlibatan aktif karyawan dalam kehidupan organisasi secara keseluruhan, seperti berpartisipasi dalam meeting dan menunjukkan perhatian terhadap perkembangan organisasi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  5. Sportsmanship

    Dimensi ini menunjukkan kemampuan karyawan untuk menerima keadaan kurang ideal tanpa mengeluh secara berlebihan, serta tetap menjaga semangat kerja tinggi demi organisasi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Faktor yang Mempengaruhi OCB

Terdapat berbagai faktor yang terbukti mempengaruhi munculnya OCB di tempat kerja. Faktor-faktor ini biasanya dibagi menjadi internal dan eksternal:

  1. Faktor Internal

  2. Faktor Eksternal


OCB dan Perilaku Ekstra Peran

Perilaku ekstra peran (extra-role behavior) dalam konteks OCB merujuk pada tindakan karyawan yang dilakukan di luar tanggung jawab formal mereka, yang tidak diatur oleh kontrak kerja atau sistem penghargaan formal organisasi. Perilaku ini bersifat sukarela dan menunjukkan inisiatif individu untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik serta membantu rekan kerja. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Contohnya termasuk membantu kolega yang kesulitan, mengambil tanggung jawab tambahan saat dibutuhkan, serta menunjukkan keterlibatan aktif dalam kegiatan organisasi di luar tugas utama. Perilaku ekstra peran ini tidak hanya meningkatkan hubungan interpersonal, tetapi juga berdampak positif pada efektivitas keseluruhan organisasi. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])


OCB dan Kinerja Organisasi

Penelitian empiris menunjukkan bahwa OCB memiliki hubungan positif dengan kinerja organisasi. Karyawan yang menunjukkan OCB cenderung membawa dampak signifikan terhadap indikator kinerja baik individual maupun organisasi secara keseluruhan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.polibatam.ac.id])

Sebagai contoh, studi oleh Purwati (2024) menunjukkan bahwa peningkatan OCB karyawan berdampak positif signifikan terhadap penilaian kinerja mereka di tempat kerja. ([Lihat sumber Disini - jurnal.polibatam.ac.id])

Selain itu, penelitian lain menemukan bahwa OCB dapat membantu dalam mengoptimalkan penggunaan sumber daya organisasi, meningkatkan efisiensi kerja tim, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan harmonis. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Peran OCB dalam Efektivitas Organisasi

Peran Organizational Citizenship Behavior dalam efektivitas organisasi sangat luas dan meliputi beberapa aspek penting:

  1. Meningkatkan Produktivitas Tim

    Karyawan yang menunjukkan OCB membantu rekan kerja lainnya, sehingga tugas dapat diselesaikan lebih cepat dan efisien tanpa harus menunggu intervensi manajemen. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  2. Mengurangi Konflik dan Meningkatkan Hubungan Intern

    Perilaku seperti courtesy dan sportsmanship membantu menciptakan suasana kerja yang kondusif dan mengurangi konflik antaranggota organisasi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  3. Meningkatkan Kepuasan Kerja dan Komitmen

    OCB berkontribusi pada rasa kepuasan kerja individu yang pada gilirannya dapat meningkatkan keterikatan emosional terhadap organisasi. ([Lihat sumber Disini - jurnal-id.com])

  4. Memperkuat Budaya Organisasi

    OCB mendorong nilai-nilai positif seperti kerja sama, saling menghormati, dan tanggung jawab bersama, yang memperkuat budaya kerja yang sehat dan mendukung hasil jangka panjang organisasi. ([Lihat sumber Disini - scholar.ummetro.ac.id])


Kesimpulan

Organizational Citizenship Behavior (OCB) merupakan perilaku sukarela karyawan yang melebihi tuntutan formal pekerjaan dan tidak tercakup dalam sistem penghargaan resmi organisasi. Konsep ini digambarkan sebagai perilaku ekstra peran yang mencakup dimensi seperti altruism, courtesy, conscientiousness, civic virtue, dan sportsmanship. OCB dipengaruhi oleh berbagai faktor internal seperti kepuasan kerja dan komitmen organisasi serta faktor eksternal seperti budaya dan iklim organisasi. OCB memiliki hubungan positif dengan kinerja organisasi karena perilaku tersebut membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif, harmonis, dan efektif. Peran OCB sangat penting dalam mendukung efektivitas organisasi dalam mencapai tujuan yang lebih luas, termasuk peningkatan produktivitas tim, penguatan hubungan interpersonal, serta pengembangan budaya organisasi yang kuat. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Organizational Citizenship Behavior (OCB) adalah perilaku sukarela karyawan yang dilakukan di luar tugas dan tanggung jawab formalnya, yang bertujuan membantu rekan kerja serta mendukung efektivitas dan kinerja organisasi secara keseluruhan.

OCB penting karena mampu meningkatkan kerja sama tim, menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, mengurangi konflik, serta membantu organisasi mencapai tujuan secara lebih efektif dan efisien.

Dimensi utama OCB meliputi altruism, courtesy, conscientiousness, civic virtue, dan sportsmanship, yang masing-masing mencerminkan bentuk perilaku ekstra peran karyawan dalam organisasi.

Perilaku kerja formal merupakan kewajiban yang tercantum dalam deskripsi pekerjaan, sedangkan OCB bersifat sukarela dan tidak secara langsung diatur atau diberi imbalan dalam sistem formal organisasi.

OCB dipengaruhi oleh faktor internal seperti kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan kepribadian karyawan, serta faktor eksternal seperti budaya organisasi, gaya kepemimpinan, dan iklim kerja.

OCB memiliki hubungan positif dengan kinerja organisasi karena perilaku ekstra peran karyawan membantu meningkatkan produktivitas, efektivitas kerja tim, dan kualitas hubungan kerja dalam organisasi.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Organizational Learning: Konsep, Pembelajaran Organisasi, dan Inovasi Organizational Learning: Konsep, Pembelajaran Organisasi, dan Inovasi Health Seeking Behavior Health Seeking Behavior Self-Care Behavior: Konsep dan Kemandirian Self-Care Behavior: Konsep dan Kemandirian Health Seeking Behavior: Konsep, Determinan Sosial, dan Akses Health Seeking Behavior: Konsep, Determinan Sosial, dan Akses Health Behavior Penggunaan Obat: Konsep, Determinan, dan Pola Health Behavior Penggunaan Obat: Konsep, Determinan, dan Pola Theory of Planned Behavior: Konsep, Sikap, dan Niat Berperilaku Sehat Theory of Planned Behavior: Konsep, Sikap, dan Niat Berperilaku Sehat Health Promotion Behavior Health Promotion Behavior Perilaku Prososial: Faktor dan Contohnya Perilaku Prososial: Faktor dan Contohnya Analisis Korelasi Parsial: Pengertian dan Contoh Analisis Korelasi Parsial: Pengertian dan Contoh Perilaku Kolektif: Konsep dan Manifestasi Sosial Perilaku Kolektif: Konsep dan Manifestasi Sosial Perubahan Perilaku Kesehatan Perubahan Perilaku Kesehatan Perilaku Mencari Layanan Kesehatan Perilaku Mencari Layanan Kesehatan Komitmen Organisasional: Konsep, Dimensi Komitmen, dan Loyalitas Komitmen Organisasional: Konsep, Dimensi Komitmen, dan Loyalitas Konsep Perilaku Adaptif Konsep Perilaku Adaptif Perilaku Sehat: Konsep dan Determinan Psikologis Perilaku Sehat: Konsep dan Determinan Psikologis Budaya Organisasi: Konsep, Elemen, dan Dampaknya Budaya Organisasi: Konsep, Elemen, dan Dampaknya Budaya Perusahaan: Konsep, Nilai Organisasi, dan Perilaku Kerja Budaya Perusahaan: Konsep, Nilai Organisasi, dan Perilaku Kerja Persepsi Keadilan dalam Organisasi Persepsi Keadilan dalam Organisasi Sikap Remaja terhadap Seks Pra Nikah Sikap Remaja terhadap Seks Pra Nikah Manajemen (Definisi, Hakikat, dan Model) Manajemen (Definisi, Hakikat, dan Model)
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…