Terakhir diperbarui: 14 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 14 February). Kemandirian Belajar Siswa SD: konsep, ciri, dan pengembangannya. SumberAjar. Retrieved 24 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kemandirian-belajar-siswa-sd-konsep-ciri-dan-pengembangannya  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kemandirian Belajar Siswa SD: konsep, ciri, dan pengembangannya - SumberAjar.com

Kemandirian Belajar Siswa SD: konsep, ciri, dan pengembangannya

Pendahuluan

Kemandirian belajar siswa SD merupakan aspek penting dalam pendidikan dasar yang mendasari kemampuan siswa untuk belajar secara aktif, bertanggung jawab, dan mampu mengatur proses belajarnya tanpa terlalu bergantung kepada guru. Pada masa sekolah dasar, peserta didik mulai membentuk kebiasaan belajar yang dapat berpengaruh terhadap pencapaian akademik dan karakter sepanjang hidupnya. Di era perkembangan abad 21, keterampilan seperti berpikir kritis, kreativitas, dan tanggung jawab pribadi semakin dibutuhkan sebagai bagian dari kompetensi belajar mandiri. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa siswa yang menunjukkan kemandirian dalam belajar cenderung punya motivasi tinggi dan lebih mampu menghadapi tantangan pembelajaran di masa depan. ([Lihat sumber Disini - jonedu.org])


Definisi Kemandirian Belajar Siswa SD

Definisi Kemandirian Belajar Siswa SD Secara Umum

Kemandirian belajar siswa SD secara umum merujuk pada kemampuan peserta didik untuk mengatur, mengendalikan, dan mengarahkan proses belajarnya sendiri, mulai dari menetapkan tujuan pembelajaran, memilih strategi yang sesuai, hingga mengevaluasi hasil pembelajaran tanpa ketergantungan berlebihan kepada guru atau orang lain. Kemandirian belajar tidak hanya mencakup aspek kognitif tetapi juga sikap tanggung jawab, disiplin, dan motivasi internal yang mendorong anak untuk aktif belajar. Siswa mandiri memiliki inisiatif untuk mengeksplorasi pengetahuan baru, menyelesaikan tugas tepat waktu, dan belajar dari kesalahan mereka. ([Lihat sumber Disini - ejournal.edutechjaya.com])

Definisi Kemandirian Belajar Siswa SD dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kemandirian belajar dapat dipahami sebagai kemampuan atau kualitas belajar yang dilakukan secara mandiri atau tanpa bantuan terus menerus dari orang lain. Dalam konteks pendidikan, istilah mandiri secara leksikal berarti tidak bergantung, mampu melakukan sesuatu atas kesanggupan sendiri, serta bertanggung jawab terhadap pilihan aktivitas yang dilakukan. Definisi ini sesuai dengan prinsip pendidikan yang menekankan perlunya pembelajaran otonom di berbagai jenjang pendidikan, termasuk sekolah dasar. (Sumber: KBBI Online)

Definisi Kemandirian Belajar Siswa SD Menurut Para Ahli

Menurut Santoso & Ainulhaq (2023), kemandirian belajar adalah kemampuan siswa untuk mengorganisasi dan mengelola pembelajaran mereka secara terencana, bertanggung jawab, dan kreatif dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Ini mencakup kesiapan untuk menerima tantangan belajar dan mampu menyelesaikan tugas secara mandiri. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Purwanti (2025) menyatakan bahwa kemandirian belajar adalah suatu sikap dan kemampuan yang ditunjukkan melalui rasa percaya diri, inisiatif, dan tanggung jawab terhadap proses belajar mereka sendiri, sehingga siswa tidak hanya menjadi penerima informasi pasif tetapi subjek aktif dalam pembelajaran. ([Lihat sumber Disini - jurnaledukasia.org])

Penelitian lain juga menegaskan bahwa kemandirian belajar mencakup kemampuan siswa dalam menentukan tujuan belajar, mengidentifikasi strategi yang tepat, memonitor dan mengevaluasi proses belajar, serta mengambil keputusan atas hasil belajarnya. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Ciri-Ciri Kemandirian Belajar Siswa SD

Siswa SD yang memiliki kemandirian belajar biasanya menunjukkan beberapa ciri berikut ini:

Pertama, siswa tersebut mampu mengambil inisiatif dalam belajar tanpa harus dirangsang oleh guru. Mereka memulai tugas atau eksplorasi materi secara proaktif. Hal ini mencerminkan bahwa mereka tidak hanya mengikuti arahan, tetapi aktif mengambil langkah belajar sendiri. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Kedua, siswa memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugas dan mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Siswa mandiri memperlihatkan kedisiplinan dalam menyelesaikan tugas dan pemahaman akan pentingnya menyelesaikan pekerjaan tanpa pengawasan terus menerus. ([Lihat sumber Disini - jurnaledukasia.org])

Ketiga, mereka menunjukkan kemampuan refleksi atas pembelajaran mereka sendiri, sehingga siswa berkembang dengan memahami kekuatan dan kelemahan mereka dalam proses belajar. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Keempat, siswa mampu mengatur strategi belajar mereka, seperti memilih teknik belajar yang efektif, menetapkan tujuan belajar harian atau mingguan, serta mengevaluasi pencapaian yang diperoleh dari proses tersebut. ([Lihat sumber Disini - jurnaledukasia.org])

Kelima, siswa cenderung memiliki motivasi intrinsik yang tinggi, yaitu dorongan diri sendiri untuk belajar karena ketertarikan, rasa ingin tahu, atau tujuan pribadi, bukan semata karena tekanan dari luar atau hanya untuk sekedar mendapatkan nilai tinggi. ([Lihat sumber Disini - ejournal.edutechjaya.com])


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemandirian Belajar

Kemandirian belajar siswa SD dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal yang saling berkaitan.

Faktor internal meliputi disiplin diri, motivasi belajar, rasa percaya diri siswa, serta kemampuan mengatur waktu dan tujuan belajar mereka sendiri. Siswa yang memiliki disposisi seperti ini pada umumnya akan lebih mudah berkembang sebagai pelajar mandiri. ([Lihat sumber Disini - alpen.web.id])

Ada juga faktor eksternal seperti lingkungan sekolah, dukungan guru, fasilitas pembelajaran, dan suasana kelas yang kondusif yang dapat meningkatkan atau menurunkan kemampuan siswa untuk belajar mandiri. Lingkungan yang mendukung mampu memberikan ruang bagi siswa untuk mencoba, gagal, dan belajar tanpa takut mengulangi kesalahan. ([Lihat sumber Disini - alpen.web.id])

Lingkungan keluarga juga turut berperan penting, terutama dalam membentuk kebiasaan belajar di rumah dan memberikan motivasi serta dukungan emosional agar siswa berani mencoba dan bertanggung jawab atas proses belajarnya. ([Lihat sumber Disini - jonedu.org])

Selain itu, kemandirian belajar dipengaruhi oleh model pembelajaran yang diterapkan di sekolah. Model pembelajaran inovatif yang menempatkan siswa sebagai pusat proses pembelajaran dapat memfasilitasi perkembangan kemampuan mandiri, seperti Project Based Learning, Problem Based Learning, dan model pembelajaran berbasis teknologi. ([Lihat sumber Disini - jele.or.id])


Peran Guru dalam Mengembangkan Kemandirian Belajar

Guru memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kemandirian belajar siswa SD. Peran utama guru tidak hanya sebagai pemberi materi, tetapi sebagai fasilitator, pendamping, dan motivator yang mampu menciptakan suasana pembelajaran yang mendukung inisiatif siswa. ([Lihat sumber Disini - journal.lembagakita.org])

Guru dapat merancang pembelajaran yang memberi ruang bagi siswa untuk berpikir, mengeksplorasi, bertanya, serta mengambil keputusan sendiri terhadap proses belajarnya. Desain pembelajaran yang demikian membantu siswa untuk tidak hanya tergantung kepada arahan guru, tetapi juga belajar memecahkan masalah secara mandiri. ([Lihat sumber Disini - e-journal.naureendigition.com])

Selain itu, guru penting dalam memberikan umpan balik yang konstruktif dan mengajarkan strategi belajar yang efektif sehingga siswa mampu mengevaluasi serta memperbaiki metode belajar yang mereka lakukan. ([Lihat sumber Disini - jbasic.org])

Kolaborasi guru dengan sekolah dan orang tua juga memperkuat lingkungan belajar yang kondusif untuk mengembangkan kemandirian siswa, melalui komunikasi terbuka mengenai strategi belajar di sekolah dan di rumah. ([Lihat sumber Disini - aulad.org])


Strategi Pengembangan Kemandirian Belajar di SD

Pengembangan kemandirian belajar di sekolah dasar dapat dilakukan melalui beberapa strategi pembelajaran yang terbukti efektif berdasarkan penelitian.

Pertama, menerapkan model pembelajaran inovatif seperti Project Based Learning, Problem Based Learning, serta model pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dapat mendorong keterlibatan penuh siswa dalam proses belajar. ([Lihat sumber Disini - jele.or.id])

Strategi lain adalah mengembangkan pembelajaran berbasis proyek dan kolaboratif, di mana siswa dituntut untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proyek belajar bersama teman sekelasnya. Hal ini tidak hanya mendorong kemampuan kognitif, tetapi juga meningkatkan rasa tanggung jawab serta kemampuan manajemen diri. ([Lihat sumber Disini - ishcmc.com])

Guru juga dapat menggunakan pendekatan reflektif, yaitu mengajak siswa untuk mengevaluasi proses dan hasil belajar mereka melalui jurnal belajar, diskusi reflektif, atau presentasi. Ini membantu siswa mengidentifikasi strategi apa yang efektif bagi mereka dan apa yang perlu diperbaiki. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Selain itu, pemberian tugas yang beragam dan menantang serta kesempatan untuk memilih materi atau metode belajar sesuai minat siswa juga akan menumbuhkan rasa kontrol serta tanggung jawab atas pembelajaran mereka, sehingga meningkatkan kemandirian belajar. ([Lihat sumber Disini - ishcmc.com])


Dampak Kemandirian Belajar terhadap Prestasi Belajar

Berdasarkan hasil penelitian, siswa yang memiliki tingkat kemandirian belajar yang tinggi cenderung memiliki prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan siswa yang kurang mandiri. Hal ini karena mereka mampu mengatur proses belajar mereka sendiri, memonitor pemahaman, serta mengambil tindakan korektif apabila terdapat kesulitan dalam pembelajaran. ([Lihat sumber Disini - atlantis-press.com])

Selain itu, kemandirian belajar juga berkaitan erat dengan motivasi intrinsik dan konsep diri yang positif, yang dapat memberikan dorongan internal kepada siswa untuk berusaha mencapai prestasi akademik yang lebih tinggi. … Siswa dengan rasa percaya diri yang kuat dan motivasi yang tinggi cenderung lebih tekun dalam belajar dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan akademik. ([Lihat sumber Disini - jpsy165.org])

Kemandirian dalam belajar juga membantu siswa mengembangkan keterampilan belajar sepanjang hayat yang menjadi modal penting dalam meraih keberhasilan akademik di jenjang pendidikan berikutnya maupun dalam kehidupan sehari-hari. ([Lihat sumber Disini - jonedu.org])


Kesimpulan

Kemandirian belajar siswa SD adalah kemampuan penting yang mencakup inisiatif, tanggung jawab, kemampuan mengatur proses belajar, serta motivasi internal. Kemandirian ini tidak muncul secara otomatis, melainkan dibentuk melalui peran guru, strategi pembelajaran yang tepat, serta dukungan lingkungan sekolah dan keluarga. Siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi cenderung meraih hasil belajar yang lebih baik, memiliki motivasi intrinsik yang kuat, serta mampu mengembangkan kemampuan belajar sepanjang hidup. Oleh karena itu, penting bagi pendidik untuk menerapkan model pembelajaran inovatif, mendorong refleksi diri, dan menciptakan lingkungan belajar yang memfasilitasi pertumbuhan kemandirian belajar sejak dini.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kemandirian belajar siswa SD adalah kemampuan peserta didik untuk mengatur, mengelola, dan bertanggung jawab atas proses belajarnya sendiri, termasuk menetapkan tujuan belajar, memilih strategi belajar, serta mengevaluasi hasil pembelajaran tanpa ketergantungan berlebihan kepada guru.

Ciri-ciri kemandirian belajar siswa SD antara lain memiliki inisiatif belajar, bertanggung jawab terhadap tugas, disiplin, mampu mengatur strategi belajar, memiliki motivasi intrinsik, serta mampu merefleksikan proses dan hasil belajarnya sendiri.

Kemandirian belajar siswa SD dipengaruhi oleh faktor internal seperti motivasi, disiplin, dan kepercayaan diri, serta faktor eksternal seperti lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, peran guru, dan model pembelajaran yang diterapkan.

Guru berperan sebagai fasilitator, motivator, dan pendamping yang menciptakan pembelajaran aktif, memberi ruang bagi siswa untuk berpikir dan mengambil keputusan, serta memberikan umpan balik konstruktif untuk membantu siswa belajar secara mandiri.

Kemandirian belajar berdampak positif terhadap prestasi belajar siswa SD karena siswa mampu mengatur proses belajarnya, memiliki motivasi intrinsik tinggi, lebih percaya diri, dan mampu menghadapi tantangan pembelajaran secara efektif.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Kemandirian Belajar: Definisi, Indikator, dan Contoh Kemandirian Belajar: Definisi, Indikator, dan Contoh Gaya Belajar: Jenis-jenis, Ciri, dan Implikasinya dalam Pembelajaran Gaya Belajar: Jenis-jenis, Ciri, dan Implikasinya dalam Pembelajaran Hubungan Motivasi dengan Hasil Belajar Hubungan Motivasi dengan Hasil Belajar Motivasi Belajar Siswa SD: konsep, faktor, dan peningkatannya Motivasi Belajar Siswa SD: konsep, faktor, dan peningkatannya Minat Belajar Siswa SD: konsep, indikator, dan dampaknya Minat Belajar Siswa SD: konsep, indikator, dan dampaknya Hubungan Gaya Belajar dengan Prestasi Siswa Hubungan Gaya Belajar dengan Prestasi Siswa Pengaruh Teknologi terhadap Motivasi Belajar Pengaruh Teknologi terhadap Motivasi Belajar Sikap Belajar Siswa SD: konsep, faktor, dan implikasi pembelajaran Sikap Belajar Siswa SD: konsep, faktor, dan implikasi pembelajaran Strategi Peningkatan Minat Belajar Siswa Strategi Peningkatan Minat Belajar Siswa Minat Belajar: Faktor dan Pengaruhnya terhadap Prestasi Minat Belajar: Faktor dan Pengaruhnya terhadap Prestasi Sistem Mobile Monitoring Kebiasaan Belajar Sistem Mobile Monitoring Kebiasaan Belajar SPK Penentuan Pola Belajar Siswa SPK Penentuan Pola Belajar Siswa Pembelajaran Berdiferensiasi: konsep, strategi, dan respon siswa Pembelajaran Berdiferensiasi: konsep, strategi, dan respon siswa Disiplin Belajar Anak Sekolah Dasar: konsep, pembentukan, dan peran guru Disiplin Belajar Anak Sekolah Dasar: konsep, pembentukan, dan peran guru Motivasi Belajar: Pengertian, Faktor, dan Teori-Teorinya Motivasi Belajar: Pengertian, Faktor, dan Teori-Teorinya Media Pembelajaran Berbasis Teknologi: konsep, inovasi, dan implementasi Media Pembelajaran Berbasis Teknologi: konsep, inovasi, dan implementasi Persepsi Siswa terhadap Proses Pembelajaran Persepsi Siswa terhadap Proses Pembelajaran Perilaku Belajar Anak SD: konsep, pola, dan pengaruh lingkungan Perilaku Belajar Anak SD: konsep, pola, dan pengaruh lingkungan Pembelajaran Berbasis HOTS: konsep, indikator, dan pengembangannya Pembelajaran Berbasis HOTS: konsep, indikator, dan pengembangannya Gaya Belajar: Jenis dan Strategi Penyesuaiannya Gaya Belajar: Jenis dan Strategi Penyesuaiannya
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…