Terakhir diperbarui: 16 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 16 December). Manajemen Stres pada Tenaga Kesehatan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/manajemen-stres-pada-tenaga-kesehatan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Manajemen Stres pada Tenaga Kesehatan - SumberAjar.com

Manajemen Stres pada Tenaga Kesehatan

Pendahuluan

Stres merupakan fenomena yang lazim dialami oleh siapa saja, termasuk tenaga kesehatan yang berada pada garis depan pelayanan masyarakat. Pada konteks pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan tidak hanya menghadapi tuntutan profesional seperti kebutuhan pasien, jadwal kerja yang padat, serta beban emosional dari merawat individu dalam kondisi kritis, tetapi juga dihadapkan pada dinamika organisasi dan lingkungan kerja yang terus berubah. Hal ini menyebabkan stres menjadi masalah serius yang memengaruhi produktivitas, kesejahteraan, serta keselamatan pasien dan tenaga kesehatan itu sendiri. Menurut beberapa penelitian, prevalensi stres kerja pada tenaga kesehatan, khususnya perawat, cenderung tinggi karena beban kerja yang intens, tuntutan emosional, serta kompleksitas tugas yang harus dijalankan setiap hari. [Lihat sumber Disini - journalofmedula.com]


Definisi Manajemen Stres pada Tenaga Kesehatan

Definisi Manajemen Stres pada Tenaga Kesehatan Secara Umum

Manajemen stres pada tenaga kesehatan merujuk kepada rangkaian pendekatan dan teknik yang diterapkan untuk mengidentifikasi, mengurangi, dan mengatasi stres yang timbul akibat tuntutan pekerjaan dalam konteks pelayanan kesehatan. Ini mencakup upaya individu maupun organisasi untuk mempertahankan keseimbangan psikologis dan fisiologis tenaga kesehatan agar dapat berfungsi efektif meskipun berada di bawah tekanan pekerjaan yang tinggi. Teknik yang digunakan beragam, mulai dari strategi koping aktif hingga dukungan lingkungan kerja yang sehat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Definisi Manajemen Stres menurut KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), stres dikenal sebagai gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang disebabkan oleh faktor luar seperti ketegangan yang melampaui kapasitas individu untuk menyesuaikan diri. Dalam konteks manajemen, ini berarti upaya sadar untuk mengatasi atau mengurangi gangguan tersebut agar tidak berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius. [Lihat sumber Disini - repository.bku.ac.id]

Definisi Manajemen Stres menurut Para Ahli

  1. Hans Selye (Theory of Stress Response), Stres merupakan respons tubuh yang tidak spesifik terhadap tuntutan atau tekanan, baik yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan, di mana manajemen stres melibatkan kemampuan tubuh dan pikiran untuk menyesuaikan diri terhadap stimulus tersebut. [Lihat sumber Disini - repository.uinfasbengkulu.ac.id]

  2. World Health Organization (WHO), Stres kerja terjadi ketika tuntutan pekerjaan melebihi kemampuan individu untuk mengatasinya. Manajemen stres dalam pandangan WHO adalah proses identifikasi stresor dan penerapan strategi untuk mengatasi atau memitigasi dampaknya terhadap kesehatan pekerja. [Lihat sumber Disini - repository.bku.ac.id]

  3. Organisasi Kesehatan Mental dan Produktivitas Kerja, Manajemen stres meliputi pendekatan psikologis, fisik, dan lingkungan yang digunakan untuk menjaga kesejahteraan pekerja dalam situasi tekanan kerja tinggi. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  4. Penelitian tentang Resiliensi dan Strategi Coping, Manajemen stres dipandang sebagai kombinasi dari resiliensi mental dan strategi koping yang memungkinkan tenaga kesehatan beradaptasi secara efektif dengan beban emosional dan psikologis yang dihadapi dalam pekerjaan. [Lihat sumber Disini - jurnal.unismuhpalu.ac.id]


Sumber Stres pada Tenaga Kesehatan

Tenaga kesehatan mengalami stres dari berbagai sumber yang seringkali multifaktorial. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berat, tuntutan emosional untuk merawat pasien, serta tekanan psikologis akibat kondisi kritis menjadi pemicu utama stres dalam profesi ini. [Lihat sumber Disini - jurnal.fkm.umi.ac.id]

Beban kerja yang tinggi, termasuk jam kerja panjang dan tekanan untuk memberikan layanan optimal dalam waktu terbatas, merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi pada stres kerja tenaga kesehatan. Tidak hanya itu, ketidakjelasan peran, konflik interpersonal dengan rekan kerja atau atasan, serta tanggung jawab yang kompleks turut memperburuk kondisi psikologis mereka. [Lihat sumber Disini - jurnal.fkm.umi.ac.id]

Selain itu, stres juga dapat berasal dari sumber eksternal seperti konflik antara tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi, risiko terpapar infeksi atau penyakit yang dibawa oleh pasien, kekerasan atau intimidasi dari pasien atau keluarga pasien, serta kondisi organisasi yang kurang mendukung kesejahteraan pekerja. Semua faktor ini secara kolektif menciptakan tekanan yang signifikan bagi tenaga kesehatan di berbagai tingkatan. [Lihat sumber Disini - journalofmedula.com]


Dampak Stres terhadap Kinerja dan Kesehatan

Stres yang tidak terkelola dengan baik dapat berdampak signifikan pada kinerja dan kesehatan tenaga kesehatan. Dampaknya mencakup aspek fisik, psikologis, serta kualitas layanan yang diberikan. Penelitian menunjukkan bahwa stres kerja dapat menyebabkan penurunan konsentrasi, meningkatnya kelelahan emosional, serta gangguan tidur yang pada gilirannya menurunkan produktivitas kerja dan kemampuan mengambil keputusan. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikeskesosi.ac.id]

Dampak fisik dari stres yang berkepanjangan termasuk gangguan kesehatan seperti peningkatan tekanan darah, masalah pencernaan, hingga gangguan imun yang membuat tenaga kesehatan lebih rentan terhadap penyakit umum. Gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan, dan burnout atau kelelahan emosional kronis juga sering dilaporkan dalam populasi tenaga kesehatan yang mengalami stres tinggi. [Lihat sumber Disini - journalofmedula.com]

Bukan hanya kesejahteraan individu yang terpengaruh, tetapi juga keselamatan pasien dan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa stres yang tinggi berkorelasi dengan peningkatan risiko kesalahan medis, miskomunikasi antar tim, serta menurunnya kepuasan pasien terhadap layanan yang diterima. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikeskesosi.ac.id]


Strategi Coping dan Manajemen Stres

Strategi koping merupakan cara-cara yang digunakan tenaga kesehatan untuk mengatasi atau merespons stres yang mereka alami. Hal ini mencakup pendekatan individu maupun kelompok yang bertujuan untuk mempertahankan keseimbangan psikologis di tengah tuntutan kerja yang tinggi. [Lihat sumber Disini - jurnal.unismuhpalu.ac.id]

Pendekatan koping adaptif sering kali mencakup praktik-praktik seperti keterampilan relaksasi, mindfulness, pengaturan waktu yang efektif, serta pembentukan jaringan dukungan sosial di luar pekerjaan. Resiliensi mental yang kuat dapat membantu tenaga kesehatan menghadapi stres yang berasal dari situasi sulit, seperti kondisi pasien yang kritis atau situasi krisis di lingkungan kerja. [Lihat sumber Disini - jurnal.unismuhpalu.ac.id]

Strategi lain yang telah dibahas dalam literatur meliputi pelatihan manajemen stres, penyediaan waktu istirahat yang cukup, serta layanan konseling profesional yang membantu tenaga kesehatan memahami dan mengelola reaksi emosional mereka terhadap peristiwa stres kerja. Dukungan emosional dari rekan kerja juga terbukti menjadi faktor yang signifikan dalam menurunkan tingkat stres serta meningkatkan kinerja profesional. [Lihat sumber Disini - jurnal.unismuhpalu.ac.id]


Peran Lingkungan Kerja dalam Pengendalian Stres

Lingkungan kerja merupakan faktor penting dalam pengendalian stres tenaga kesehatan. Lingkungan kerja yang sehat mencakup kebijakan organisasi yang mendukung kesejahteraan pekerja, komunikasi efektif, serta budaya kerja yang menghargai keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi. [Lihat sumber Disini - journal.qubahan.com]

Organisasi kesehatan yang proaktif dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dapat membantu meminimalkan stres kerja melalui pengembangan sistem dukungan internal seperti program kesejahteraan, pelatihan keterampilan interpersonal, serta penerapan praktik manajemen yang responsif terhadap kebutuhan tenaga kesehatan. Hal ini termasuk penyediaan waktu istirahat yang memadai, kebijakan cuti yang fleksibel, serta mekanisme umpan balik dua arah antara manajemen dan staf yang memungkinkan tenaga kesehatan merasa didengar dan dihargai. [Lihat sumber Disini - journal.qubahan.com]


Dukungan Organisasi terhadap Kesehatan Mental

Dukungan organisasi terhadap kesehatan mental tenaga kesehatan mencakup serangkaian program yang dirancang untuk mengatasi stres dan mempromosikan kesejahteraan psikologis dalam jangka panjang. Dukungan tersebut dapat berupa penyediaan layanan konseling, pelatihan manajemen stres, serta pengembangan kebijakan yang mempertimbangkan aspek keseimbangan kerja-kehidupan. [Lihat sumber Disini - journal.qubahan.com]

Program-program ini juga dapat mencakup pelatihan untuk pengenalan tanda-tanda stres pada diri sendiri maupun rekan kerja, serta strategi untuk mengatasi stres secara kolektif melalui pendekatan tim, mentoring, atau peer support. Penelitian menunjukkan bahwa organisasi yang menekankan kesehatan mental sebagai prioritas tidak hanya membantu tenaga kesehatan dalam mengelola stres, tetapi juga meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan, termasuk kepuasan pasien dan retensi tenaga kerja. [Lihat sumber Disini - journal.qubahan.com]


Kesimpulan

Manajemen stres pada tenaga kesehatan merupakan aspek krusial yang memengaruhi kesejahteraan individu, kualitas pelayanan, serta efektivitas organisasi kesehatan. Sumber stres pada tenaga kesehatan berasal dari beban kerja yang tinggi, tuntutan emosional, serta faktor organisasi yang kompleks. Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan psikologis tenaga kesehatan serta menurunkan kinerja profesional. Strategi koping adaptif, dukungan lingkungan kerja yang sehat, dan program dukungan organisasi merupakan elemen penting dalam mengatasi stres dan mempromosikan kesejahteraan mental. Dengan pendekatan holistik yang melibatkan individu dan organisasi, manajemen stres dapat membantu tenaga kesehatan menjalankan tugas profesionalnya secara efektif sekaligus menjaga kesehatan mental dan fisik mereka dalam jangka panjang.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Manajemen stres pada tenaga kesehatan adalah serangkaian upaya terencana untuk mengenali, mengendalikan, dan mengurangi tekanan psikologis yang muncul akibat tuntutan pekerjaan, beban kerja tinggi, serta kondisi emosional dalam pelayanan kesehatan.

Sumber stres tenaga kesehatan meliputi beban kerja berlebih, jam kerja panjang, tuntutan emosional saat merawat pasien, konflik peran, tekanan organisasi, risiko keselamatan kerja, serta ketidakseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi.

Stres kerja dapat menurunkan kinerja, meningkatkan kelelahan emosional, memicu gangguan kesehatan fisik dan mental, serta meningkatkan risiko kesalahan kerja yang berdampak pada keselamatan pasien.

Strategi coping yang efektif meliputi manajemen waktu, teknik relaksasi, dukungan sosial, penguatan resiliensi mental, konseling psikologis, serta penerapan gaya hidup sehat untuk menjaga keseimbangan fisik dan emosional.

Dukungan organisasi penting karena dapat menciptakan lingkungan kerja yang sehat melalui kebijakan kesejahteraan, penyediaan layanan kesehatan mental, komunikasi yang baik, dan sistem kerja yang mendukung keseimbangan antara tuntutan kerja dan kehidupan pribadi.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Hubungan Stres Kehamilan dengan Pola Makan Ibu Hamil Hubungan Stres Kehamilan dengan Pola Makan Ibu Hamil Manajemen Stres pada Ibu Hamil Manajemen Stres pada Ibu Hamil Pengelolaan Stres Pasien: Konsep, Pendekatan Keperawatan, dan Dukungan Pengelolaan Stres Pasien: Konsep, Pendekatan Keperawatan, dan Dukungan Regulasi Stres: Konsep dan Strategi Adaptif Regulasi Stres: Konsep dan Strategi Adaptif Stres Kronis: Konsep dan Dampak Psikologis Stres Kronis: Konsep dan Dampak Psikologis Dampak Stres terhadap Pola Konsumsi Remaja Dampak Stres terhadap Pola Konsumsi Remaja Pengelolaan Stres Pasien Pengelolaan Stres Pasien Stres Ibu Hamil: Konsep, Penyebab, dan Manajemen Stres Ibu Hamil: Konsep, Penyebab, dan Manajemen Hubungan Stres dengan Kebiasaan Makan Hubungan Stres dengan Kebiasaan Makan Stres Kerja Mahasiswa: Konsep dan Adaptasi Stres Kerja Mahasiswa: Konsep dan Adaptasi Stres Akademik pada Mahasiswa Stres Akademik pada Mahasiswa Stres Akademik: Konsep dan Mekanisme Koping Stres Akademik: Konsep dan Mekanisme Koping Hubungan Stress dan Pola Makan Hubungan Stress dan Pola Makan Stress Kerja: Faktor dan Penanggulangannya Stress Kerja: Faktor dan Penanggulangannya Penggunaan Obat Herbal untuk Anti-Stres Penggunaan Obat Herbal untuk Anti-Stres Coping Stress: Jenis dan Contoh Penerapannya Coping Stress: Jenis dan Contoh Penerapannya Psikologi Ibu Hamil Trimester Ketiga Psikologi Ibu Hamil Trimester Ketiga Burnout pada Tenaga Kesehatan Burnout pada Tenaga Kesehatan Konsep Koping Psikologis Konsep Koping Psikologis Peran Tenaga Kesehatan dalam Bencana Peran Tenaga Kesehatan dalam Bencana
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…