Terakhir diperbarui: 24 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 24 January). Aset Kontinjensi: Konsep, Pengakuan, dan Pengungkapan. SumberAjar. Retrieved 24 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/aset-kontinjensi-konsep-pengakuan-dan-pengungkapan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Aset Kontinjensi: Konsep, Pengakuan, dan Pengungkapan - SumberAjar.com

Aset Kontinjensi: Konsep, Pengakuan, dan Pengungkapan

Pendahuluan

Laporan keuangan adalah jantung informasi ekonomi perusahaan yang menyediakan gambaran terkini mengenai posisi finansial dan kinerja ekonomi bagi investor, kreditur, dan pemangku kepentingan lainnya. Namun, dalam praktiknya sering muncul kondisi yang bersifat tidak pasti namun memiliki potensi dampak ekonomi terhadap entitas, salah satunya adalah aset kontinjensi. Aset kontinjensi tidak langsung dicatat di neraca tetapi menjadi bagian penting dalam catatan atas laporan keuangan karena dampaknya pada persepsi risiko dan prospek entitas di masa depan.

Ketidakpastian terkait aset kontinjensi berasal dari realisasi manfaat ekonomi yang bergantung pada peristiwa masa depan yang belum tentu terjadi. Mengingat tantangan ini, standar akuntansi internasional seperti IAS 37 mengatur secara rinci bagaimana entitas harus memperlakukan aset kontinjensi dalam pelaporan keuangan, sehingga informasi yang disajikan tetap transparan, relevan, dan wajar untuk pengambilan keputusan ekonomi. ([Lihat sumber Disini - ifrs.org])


Definisi Aset Kontinjensi

Definisi Aset Kontinjensi Secara Umum

Secara umum, aset kontinjensi adalah kemungkinan manfaat ekonomi masa depan yang muncul dari peristiwa-peristiwa masa lalu tetapi keberadaannya akan menjadi nyata hanya jika satu atau lebih peristiwa yang tidak pasti terjadi di masa depan. Fungsi pengakuan dan pelaporan aset kontinjensi seringkali dijelaskan dalam konteks kelayakan manfaat ekonomi dan ketidakpastian terjadinya peristiwa masa depan. ([Lihat sumber Disini - ifrs.org])

Definisi Aset Kontinjensi dalam KBBI

Istilah “kontinjensi” sendiri belum tercantum langsung dalam KBBI sebagai entri tersendiri, tetapi secara tidak formal bisa dipahami sebagai sesuatu yang bersifat tidak pasti dan tergantung pada kejadian tertentu di masa depan. Untuk istilah “aset”, KBBI mendefinisikannya sebagai segala sesuatu yang mempunyai nilai ekonomi dan dapat dimiliki atau dikendalikan untuk memberikan manfaat. Kehadiran unsur “ketidakpastian” dan “kemungkinan manfaat” itulah yang melahirkan istilah aset kontinjensi.

Definisi Aset Kontinjensi Menurut Para Ahli

Para ahli akuntansi memberikan definisi yang mendalam terkait aset kontinjensi:

  1. Menurut IAS 37 (International Accounting Standards Board)
    Aset kontinjensi adalah aset yang mungkin timbul dari peristiwa masa lalu dan keberadaannya akan menjadi pasti hanya jika terjadi atau tidak terjadi satu atau lebih peristiwa di masa depan yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali entitas. Aset ini tidak diakui di neraca kecuali manfaat ekonomi diperkirakan hampir pasti, tetapi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan ketika manfaat ekonomi kemungkinan besar akan terjadi. ([Lihat sumber Disini - ifrs.org])

  2. Menurut Hadi et al. (2025) dalam konteks PSAK 57 di Indonesia
    Aset kontinjensi merupakan unsur laporan yang tidak diakui secara langsung dalam neraca tetapi perlu diungkapkan untuk menjelaskan potensi arus masuk sumber daya di masa mendatang yang sifatnya belum pasti. ([Lihat sumber Disini - ejournal.areai.or.id])

  3. Menurut Investopedia (Kontinjensi dalam Akuntansi)
    Aset kontinjensi dipahami sebagai potensi keuntungan yang tergantung pada peristiwa masa depan di luar kontrol perusahaan, seperti penyelesaian gugatan atau klaim asuransi, yang hanya boleh diakui saat probabilitasnya mendekati kepastian. ([Lihat sumber Disini - investopedia.com])

  4. Menurut Guntara & Ardiani (2020) dalam studi PSAK 57
    Aset kontinjensi merupakan bagian penting dari praktik pelaporan keuangan yang mencerminkan eksposur terhadap kejadian di luar kendali langsung perusahaan, sehingga pengungkapan lengkap akan meningkatkan keandalan informasi yang disampaikan kepada stakeholders. ([Lihat sumber Disini - ejournal.areai.or.id])


Karakteristik dan Jenis Aset Kontinjensi

Aset kontinjensi memiliki beberapa karakteristik utama yang membedakannya dari aset biasa:

  1. Bersifat Potensial dan Tidak Pasti
    Keberadaan dan jumlah manfaat ekonomi yang berkaitan dengan aset kontinjensi belum pasti sampai peristiwa masa depan terjadi. Ini berbeda dengan aset biasa yang sudah pasti dimiliki entitas. ([Lihat sumber Disini - ifrs.org])

  2. Bergantung pada Peristiwa Masa Depan
    Keuntungan yang mungkin diterima harus ditentukan oleh suatu peristiwa seperti putusan hukum, penyelesaian klaim, atau pemenuhan suatu kondisi kontrak. ([Lihat sumber Disini - rsm.global])

  3. Tidak Diakui dalam Neraca pada Awalnya
    Aset kontinjensi tidak dicatat sebagai aset di neraca sampai manfaatnya dianggap hampir pasti terjadi. ([Lihat sumber Disini - ifrs.org])

Berdasarkan karakternya, aset kontinjensi dapat dibagi menjadi jenis-jenis berikut:

1. Aset Kontinjensi Hukum

Jenis ini muncul ketika entitas mengharapkan untuk menerima manfaat ekonomi dari keputusan hukum, misalnya dari klaim ganti rugi atas sengketa. Keuntungan yang diterima tergantung pada hasil pengadilan atau kesepakatan kedua pihak. ([Lihat sumber Disini - rsm.global])

2. Aset Kontinjensi Kontraktual

Ini terjadi bila entitas memiliki hak atas manfaat di masa depan berdasarkan kontrak yang ketentuannya belum terpenuhi. Contohnya subsidi yang baru bisa diterima setelah entitas memenuhi syarat tertentu yang ditetapkan pihak pemberi. ([Lihat sumber Disini - rsm.global])

3. Aset Kontinjensi Situasional / Ekonomi

Jenis ini tidak selalu berkaitan dengan gugatan atau kontrak, tetapi bisa muncul dari kondisi ekonomi tertentu, misalnya pengembalian pajak atau kompensasi dari klaim asuransi yang bergantung pada bukti tertentu di masa depan. ([Lihat sumber Disini - ifrs.org])


Kriteria Pengakuan Aset Kontinjensi

Menurut standar akuntansi internasional (IAS 37), ada syarat penting yang menentukan apakah suatu aset kontinjensi boleh diakui sebagai aset di neraca:

  1. Kemungkinan Manfaat Ekonomi Masa Depan
    Harus lebih mungkin daripada tidak bahwa manfaat ekonomi akan masuk ke entitas. Jika kemungkinan ini rendah, maka tidak diakui tetapi cukup diungkapkan. ([Lihat sumber Disini - ifrs.org])

  2. Unsur Ketidakpastian Telah Berkurang
    Ketidakpastian yang terkait dengan peristiwa masa depan harus berkurang dalam periode laporan sehingga manfaatnya bisa diukur dengan andal. ([Lihat sumber Disini - ifrs.org])

Jika kedua kriteria tersebut terpenuhi dan manfaat ekonomi diperkirakan hampir pasti terjadi, maka aset kontinjensi diakui sebagai aset biasa di neraca. Jika belum memenuhi, entitas hanya mengungkapkan informasi di catatan atas laporan keuangan termasuk sifatnya, estimasi dampaknya, dan sumber ketidakpastian. ([Lihat sumber Disini - ifrs.org])


Pengungkapan Aset Kontinjensi dalam Laporan Keuangan

Aset kontinjensi yang tidak diakui di neraca tetap memerlukan pengungkapan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK). Tujuan pengungkapan adalah memberikan informasi yang cukup bagi pengguna laporan keuangan untuk memahami sifat dan dampaknya terhadap posisi keuangan suatu entitas. ([Lihat sumber Disini - plutuseducation.com])

Informasi yang perlu diungkap antara lain:


Perbedaan Aset Kontinjensi dan Aset Tetap

Meski kedua istilah memiliki kata “aset”, karakter dan perlakuannya sangat berbeda:

Aspek Kepastian

Pengakuan dalam Neraca

Tujuan Pelaporan


Dampak Aset Kontinjensi terhadap Informasi Keuangan

Aset kontinjensi dapat memengaruhi persepsi dan kualitas laporan keuangan dalam beberapa cara:

Transparansi Kinerja Perusahaan

Pengungkapan aset kontinjensi memberikan informasi penting tentang potensi arus masuk ekonomi masa depan, sehingga membantu pengguna laporan mengantisipasi dampaknya terhadap laba dan posisi keuangan perusahaan. ([Lihat sumber Disini - plutuseducation.com])

Risiko dan Ketidakpastian

Karena keberadaannya bergantung pada peristiwa yang belum terjadi, informasi tentang aset kontinjensi membantu pengguna laporan mengevaluasi risiko yang melekat. Semakin besar ketidakpastian, semakin besar pula fokus analisis pengguna laporan. ([Lihat sumber Disini - lintar.untar.ac.id])

Perbandingan Lintas Perusahaan

Perusahaan yang mengungkapkan aset kontinjensi dengan jelas memberikan informasi yang lebih baik untuk perbandingan dengan entitas sejenis dalam industri, meningkatkan kualitas analisis investor. ([Lihat sumber Disini - ejournal.areai.or.id])


Kesimpulan

Aset kontinjensi adalah unsur penting dalam akuntansi dan pelaporan keuangan karena mencerminkan potensi manfaat ekonomi yang belum pasti yang bisa memengaruhi posisi dan prospek keuangan perusahaan. Secara umum, aset kontinjensi:

Pengungkapan yang tepat meningkatkan kualitas informasi laporan keuangan serta membantu pengguna mengevaluasi risiko dan potensi manfaat yang terkait dengan posisi keuangan perusahaan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Aset kontinjensi adalah aset potensial yang timbul dari peristiwa masa lalu dan keberadaannya bergantung pada terjadinya satu atau lebih peristiwa tidak pasti di masa depan, yang berada di luar kendali penuh perusahaan.

Aset kontinjensi tidak diakui dalam neraca selama manfaat ekonominya belum hampir pasti. Jika peluang manfaat ekonomi sudah mendekati kepastian, aset kontinjensi dapat diakui sebagai aset biasa dalam laporan keuangan.

Aset kontinjensi diungkapkan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan dengan menjelaskan sifat aset, sumber ketidakpastian, estimasi dampak keuangan jika memungkinkan, serta kemungkinan arus masuk manfaat ekonomi di masa depan.

Aset tetap merupakan aset berwujud yang secara pasti dimiliki dan digunakan untuk operasional perusahaan, sedangkan aset kontinjensi bersifat tidak pasti dan hanya berpotensi memberikan manfaat ekonomi di masa depan.

Pengungkapan aset kontinjensi penting untuk meningkatkan transparansi laporan keuangan, membantu pengguna memahami potensi manfaat ekonomi di masa depan, serta menilai risiko dan ketidakpastian yang dihadapi perusahaan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pengakuan Pendapatan: Konsep, Prinsip Akuntansi, dan Pelaporan Pengakuan Pendapatan: Konsep, Prinsip Akuntansi, dan Pelaporan Pengakuan Pendapatan: Konsep, Prinsip, dan Waktu Pengakuan Pengakuan Pendapatan: Konsep, Prinsip, dan Waktu Pengakuan Limitasi Penelitian: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya Limitasi Penelitian: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya Akun Aset: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan Akun Aset: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan Aset Tak Berwujud: Konsep dan Amortisasi Aset Tak Berwujud: Konsep dan Amortisasi Pendapatan: Konsep, Pengakuan, dan Pengukuran Pendapatan: Konsep, Pengakuan, dan Pengukuran Basis Akrual: Konsep, Pencatatan, dan Implikasi Keuangan Basis Akrual: Konsep, Pencatatan, dan Implikasi Keuangan Aset Tetap: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan Aset Tetap: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan Goodwill: Konsep, Pengakuan, dan Perlakuan Akuntansi Goodwill: Konsep, Pengakuan, dan Perlakuan Akuntansi Kerahasiaan Informasi Medis Kerahasiaan Informasi Medis Piutang Usaha: Konsep, Pengakuan, dan Penilaian Piutang Usaha: Konsep, Pengakuan, dan Penilaian Penurunan Nilai Aset: Konsep dan Indikator Penurunan Nilai Aset: Konsep dan Indikator Cadangan Kerugian Piutang: Konsep dan Estimasi Cadangan Kerugian Piutang: Konsep dan Estimasi Beban: Konsep, Klasifikasi, dan Pencocokan Biaya Beban: Konsep, Klasifikasi, dan Pencocokan Biaya Motivasi Ekstrinsik: Definisi dan Pengaruhnya Motivasi Ekstrinsik: Definisi dan Pengaruhnya Transparansi Laporan Keuangan: Konsep dan Keterbukaan Informasi Transparansi Laporan Keuangan: Konsep dan Keterbukaan Informasi Risiko Operasional: Konsep, Sumber Risiko, dan Mitigasi Risiko Operasional: Konsep, Sumber Risiko, dan Mitigasi Peran Tenaga Kesehatan dalam Bencana Peran Tenaga Kesehatan dalam Bencana Akun Liabilitas: Konsep dan Kewajiban Perusahaan Akun Liabilitas: Konsep dan Kewajiban Perusahaan Basis Kas: Konsep dan Perbandingan dengan Akrual Basis Kas: Konsep dan Perbandingan dengan Akrual
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…