Terakhir diperbarui: 28 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 28 December). Asupan Protein: Konsep, Fungsi Biologis, dan Kebutuhan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/asupan-protein-konsep-fungsi-biologis-dan-kebutuhan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Asupan Protein: Konsep, Fungsi Biologis, dan Kebutuhan - SumberAjar.com

Asupan Protein: Konsep, Fungsi Biologis, dan Kebutuhan

Pendahuluan

Asupan protein merupakan komponen penting dalam nutrisi manusia yang berperan dalam berbagai proses fisiologis, mulai dari pembentukan struktur tubuh hingga pemeliharaan fungsi metabolik dan sistem imun. Protein adalah makronutrien esensial yang diperlukan dalam jumlah cukup setiap hari agar tubuh dapat berfungsi secara optimal. Kualitas dan jumlah asupan protein berpengaruh pada pertumbuhan, pemeliharaan jaringan, serta pemenuhan kebutuhan energi dalam kondisi tertentu. Kebutuhan akan protein ini tidaklah satu ukuran untuk semua orang; faktor usia, kondisi kesehatan, gaya hidup, dan aktivitas fisik ikut menentukan sejauh mana asupan protein harus dipenuhi. Pengenalan konsep protein secara komprehensif sangat penting, terutama dalam konteks kesehatan masyarakat dan perencanaan diet yang seimbang.


Definisi Protein

Definisi Protein Secara Umum

Protein adalah salah satu komponen utama dalam nutrisi manusia yang tergolong sebagai makronutrien dan terdiri atas rantai panjang asam amino yang dihubungkan oleh ikatan peptida. Protein merupakan zat organik kompleks yang berfungsi sebagai bahan pembangun struktur tubuh, seperti otot, kulit, serta organ dalam, sekaligus berperan dalam berbagai proses fisiologis termasuk pertumbuhan, pemeliharaan jaringan, dan pembentukan enzim. [Lihat sumber Disini - id.wikipedia.org]

Definisi Protein dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), protein adalah kelompok senyawa organik bernitrogen yang rumit dengan bobot molekul tinggi yang sangat penting bagi kehidupan; bahan organik yang susunannya sangat majemuk, yang terdiri atas beratus-ratus atau beribu-ribu asam amino, dan merupakan bahan utama pembentukan sel dan inti sel. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]

Definisi Protein Menurut Para Ahli

  1. Menurut Ristanti (2024), protein adalah makronutrien penting yang diperlukan untuk pertumbuhan, perbaikan, dan pemeliharaan jaringan tubuh, serta mempertahankan keseimbangan fisiologis organisme. [Lihat sumber Disini - jmk.stikesmitrakeluarga.ac.id]

  2. Dalam kajian gizi, protein disebut sebagai makromolekul yang berperan dalam struktur sel, enzim, dan hormon yang mengatur banyak proses metabolik tubuh. [Lihat sumber Disini - family.abbott]

  3. Para ahli gizi modern menyatakan protein sebagai zat gizi esensial yang tidak hanya berfungsi sebagai pembentuk jaringan tetapi juga sebagai zat regulatif yang terlibat dalam respon imun dan homeostasis biologis. [Lihat sumber Disini - lmsspada.kemdiktisaintek.go.id]

  4. Ilmuwan biokimia juga menjelaskan bahwa protein berkontribusi terhadap hampir semua fungsi seluler termasuk katalisis reaksi metabolik, transportasi molekul, dan komunikasi antar sel. [Lihat sumber Disini - id.wikipedia.org]


Konsep dan Sumber Protein

Protein adalah komponen nutrisi yang harus diperoleh dari makanan karena tubuh manusia tidak dapat mensintesis semua asam amino yang diperlukan, terutama yang disebut asam amino esensial. Protein ditemukan dalam berbagai kelompok makanan baik dari sumber hewani maupun nabati. Sumber hewani meliputi daging, telur, ikan, dan produk susu yang umumnya memiliki profil asam amino lengkap. Sementara sumber nabati seperti kacang-kacangan, biji-bijian, dan polong-polongan menyediakan protein yang seringkali kurang lengkap dibanding yang hewani tetapi tetap esensial dalam pola makan seimbang. [Lihat sumber Disini - family.abbott]

Protein termasuk dalam kategori makronutrien karena tubuh membutuhkannya dalam jumlah besar dibanding mikronutrien seperti vitamin dan mineral. Fungsi utamanya meliputi pembentukan struktur tubuh, produksi enzim dan hormon, serta dukungan terhadap sistem imun yang kuat. Protein berbentuk polimer dari berbagai asam amino yang memiliki sifat biologis berbeda-beda tergantung urutan dan struktur kimianya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Fungsi Biologis Protein dalam Tubuh

Protein menjalankan berbagai peran vital dalam tubuh manusia. Secara struktural, protein menyusun komponen jaringan seperti otot, kulit, rambut, dan kuku. Protein juga berperan sebagai enzim yang mempercepat reaksi biokimia penting dalam metabolisme serta sebagai hormon yang mengatur berbagai proses fisiologis. Selain itu, protein berfungsi dalam sistem imun dengan membentuk antibodi untuk melawan patogen, serta bertindak sebagai transporter molekul penting seperti hemoglobin yang mengangkut oksigen dalam darah. [Lihat sumber Disini - myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id]

Selain fungsi klasik tersebut, protein juga dapat berkontribusi sebagai sumber energi ketika kebutuhan kalori dari karbohidrat dan lemak tidak mencukupi. Protein dapat diubah menjadi glukosa melalui proses glukoneogenesis dalam kondisi tertentu, meskipun perannya sebagai sumber energi tidak utama. [Lihat sumber Disini - jurnalilmiah.org]


Kebutuhan Protein Berdasarkan Kelompok Usia

Kebutuhan protein berbeda-beda tergantung pada usia, kondisi fisiologis, dan tingkat aktivitas fisik.

  • Bayi dan Anak-Anak: Protein sangat penting pada masa pertumbuhan cepat untuk mendukung perkembangan jaringan dan organ tubuh. Kebutuhan protein harian bayi dan anak-anak biasanya lebih tinggi per kilogram berat badan dibandingkan orang dewasa. [Lihat sumber Disini - ciputrahospital.com]

  • Remaja: Pada masa remaja, kebutuhan protein meningkat seiring pertumbuhan tinggi badan dan massa otot yang cepat. Kekurangan asupan protein pada fase ini dapat menghambat pertumbuhan optimal. [Lihat sumber Disini - rayyanjurnal.com]

  • Dewasa: Orang dewasa umumnya memerlukan sekitar 0, 8, 1, 0 gram protein per kilogram berat badan per hari untuk mempertahankan keseimbangan nitrogen tubuh dan fungsi fisiologis normal. [Lihat sumber Disini - rs.ui.ac.id]

  • Lansia: Seiring bertambahnya usia, proses sintesis protein dalam tubuh menurun sehingga lansia sering membutuhkan asupan protein yang lebih tinggi sedikit dibanding orang dewasa muda untuk mempertahankan massa otot dan fungsi fisiologis lain. Rekomendasi untuk lansia sehat biasanya sekitar 1, 1, 2 gram/kg berat badan/hari. [Lihat sumber Disini - online-journal.unja.ac.id]


Faktor yang Mempengaruhi Asupan Protein

Pemenuhan asupan protein dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk usia, jenis kelamin, berat badan, tingkat aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan khusus seperti kehamilan atau pemulihan pasca-operasi. Aktivitas olahraga intensif juga meningkatkan kebutuhan protein untuk mendukung pertumbuhan dan pemulihan massa otot. Selain itu, kualitas protein yang dikonsumsi, termasuk profil asam amino dan digestibilitasnya, memengaruhi sejauh mana tubuh dapat memanfaatkannya secara efektif. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Kebiasaan makan dan ketersediaan sumber protein dalam diet juga merupakan faktor penting. Pola makan yang tidak seimbang atau kekurangan makanan kaya protein dapat menyebabkan status gizi kurang protein dan berdampak pada kesehatan jangka panjang. [Lihat sumber Disini - rayyanjurnal.com]


Dampak Kekurangan dan Kelebihan Protein

Kekurangan protein (protein-energy malnutrition) dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti penurunan massa otot, gangguan pertumbuhan pada anak-anak, penurunan fungsi imun, serta edema atau pembengkakan jaringan tubuh akibat ketidakseimbangan cairan. Di kalangan remaja, defisiensi protein juga dapat memengaruhi perkembangan otot dan tulang serta kinerja fisik. [Lihat sumber Disini - scholarhub.ui.ac.id]

Sebaliknya, asupan protein berlebihan, terutama di atas kebutuhan harian yang dianjurkan, dapat memberikan beban tambahan pada ginjal dan berpotensi meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal pada individu tertentu. Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan kebutuhan protein dengan kondisi fisiologis dan rekomendasi ahli gizi. [Lihat sumber Disini - pubs.rsc.org]


Penilaian Asupan Protein

Penilaian asupan protein biasanya dilakukan melalui survei konsumsi makanan seperti food recall atau food frequency questionnaire yang mencatat jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu. Hasil asupan kemudian dibandingkan dengan angka kecukupan gizi yang berlaku untuk kelompok usia dan kondisi tertentu. Asupan protein dapat dikategorikan sebagai kurang (<80% AKG), cukup (80, 110% AKG), atau lebih (>110% AKG). [Lihat sumber Disini - journal.unnes.ac.id]


Kesimpulan

Asupan protein adalah komponen penting dalam diet yang berperan dalam pertumbuhan, pemeliharaan jaringan, produksi enzim dan hormon, serta dukungan terhadap sistem imun. Definisi protein mencakup zat organik kompleks yang tersusun dari asam amino dan berfungsi secara biologis dalam berbagai sistem tubuh. Kebutuhan protein bervariasi menurut usia, kondisi fisiologis, dan aktivitas fisik. Pemenuhan kebutuhan protein yang tepat, dengan mempertimbangkan sumber dan kualitas protein, penting untuk mencegah dampak negatif dari kekurangan maupun kelebihan protein. Penilaian asupan protein melalui metode survei konsumsi makanan membantu mengevaluasi apakah kebutuhan protein individu atau kelompok telah terpenuhi sesuai rekomendasi gizi yang berlaku.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Asupan protein adalah jumlah protein yang dikonsumsi seseorang melalui makanan dan minuman sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan tubuh dalam pertumbuhan, pemeliharaan jaringan, pembentukan enzim, hormon, dan sistem imun.

Protein penting karena berfungsi sebagai bahan pembangun dan perbaikan jaringan tubuh, pembentuk enzim dan hormon, pendukung sistem kekebalan tubuh, serta berperan dalam proses metabolisme dan keseimbangan fisiologis.

Sumber protein yang baik berasal dari protein hewani seperti daging, ikan, telur, dan susu, serta protein nabati seperti kacang-kacangan, tempe, tahu, dan biji-bijian.

Kebutuhan protein harian berbeda berdasarkan usia dan kondisi tubuh. Anak-anak dan remaja membutuhkan protein lebih tinggi per kilogram berat badan untuk pertumbuhan, orang dewasa sekitar 0,8–1 gram per kilogram berat badan per hari, sedangkan lansia dianjurkan asupan protein sedikit lebih tinggi untuk menjaga massa otot.

Kekurangan protein dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, penurunan massa otot, daya tahan tubuh menurun, gangguan penyembuhan luka, serta risiko malnutrisi protein energi.

Konsumsi protein berlebihan dalam jangka panjang dapat membebani fungsi ginjal, meningkatkan risiko dehidrasi, dan menyebabkan ketidakseimbangan asupan zat gizi lain jika tidak disertai pola makan seimbang.

Penilaian asupan protein dilakukan melalui metode survei konsumsi makanan seperti recall 24 jam, food frequency questionnaire, atau pencatatan makanan harian yang kemudian dibandingkan dengan angka kecukupan gizi.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pengaruh Diet Tinggi Protein terhadap Massa Otot Pengaruh Diet Tinggi Protein terhadap Massa Otot Diet Tinggi Protein: Konsep, Efek Fisiologis, dan Keamanan Diet Tinggi Protein: Konsep, Efek Fisiologis, dan Keamanan Dampak Suplemen Protein pada Kesehatan Ginjal Dampak Suplemen Protein pada Kesehatan Ginjal Kecukupan Protein Harian pada Remaja Kecukupan Protein Harian pada Remaja Pengetahuan Ibu tentang Sumber Protein Hewani Pengetahuan Ibu tentang Sumber Protein Hewani Pengetahuan Remaja tentang Kebutuhan Protein Pengetahuan Remaja tentang Kebutuhan Protein Nutrisi Ibu Menyusui: Kebutuhan dan Pengaruh Nutrisi Ibu Menyusui: Kebutuhan dan Pengaruh Risiko Kekurangan Nutrisi: Konsep dan Pencegahan Risiko Kekurangan Nutrisi: Konsep dan Pencegahan Hubungan Asupan Karbohidrat dengan Energi Harian Hubungan Asupan Karbohidrat dengan Energi Harian Identifikasi Faktor Risiko Kehamilan Kurang Energi Kronis (KEK) Identifikasi Faktor Risiko Kehamilan Kurang Energi Kronis (KEK) Asupan Zat Besi pada Anak Sekolah Asupan Zat Besi pada Anak Sekolah Faktor Penyebab Kekurangan Energi Kronis Faktor Penyebab Kekurangan Energi Kronis Hubungan Asupan Vitamin C dengan Efektivitas Antioksidan Hubungan Asupan Vitamin C dengan Efektivitas Antioksidan Status Gizi Lansia dan Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Lansia dan Faktor yang Mempengaruhi Status Nutrisi Pasien: Definisi dan Pengukurannya Status Nutrisi Pasien: Definisi dan Pengukurannya Diet Diabetes: Konsep, Pengaturan Nutrisi, dan Kontrol Glikemik Diet Diabetes: Konsep, Pengaturan Nutrisi, dan Kontrol Glikemik Risiko Malnutrisi pada Pasien Rawat Inap Risiko Malnutrisi pada Pasien Rawat Inap Asupan Nutrisi dan Daya Tahan Tubuh Asupan Nutrisi dan Daya Tahan Tubuh Hubungan Status Gizi Ibu Hamil dengan Ukuran Lingkar Kepala Bayi Hubungan Status Gizi Ibu Hamil dengan Ukuran Lingkar Kepala Bayi Asupan Mikronutrien: Konsep, Peran Gizi, dan Kesehatan Asupan Mikronutrien: Konsep, Peran Gizi, dan Kesehatan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…