Terakhir diperbarui: 26 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 26 December). Berat Badan Lahir Bayi: Konsep, Faktor Maternal, dan Implikasi. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/berat-badan-lahir-bayi-konsep-faktor-maternal-dan-implikasi  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Berat Badan Lahir Bayi: Konsep, Faktor Maternal, dan Implikasi - SumberAjar.com

Berat Badan Lahir Bayi: Konsep, Faktor Maternal, dan Implikasi

Pendahuluan

Berat badan lahir bayi merupakan salah satu indikator paling fundamental dalam kesehatan neonatal dan kesehatan masyarakat. Ketika seorang bayi lahir, angka berat badan yang dicatat bukan hanya angka semata, angka tersebut merupakan refleksi langsung dari kondisi kesehatan ibu selama kehamilan, kualitas gizi janin, serta efektivitas pelayanan prenatal yang diterima. Bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) menjadi perhatian serius di berbagai negara, termasuk Indonesia, karena angka kejadian BBLR berkaitan dengan peningkatan risiko kematian neonatal, morbiditas jangka pendek dan panjang, serta gangguan dalam tumbuh kembang anak. Di banyak negara berkembang, BBLR tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian bayi dalam bulan pertama kehidupan. Data menunjukkan bahwa status kesehatan ibu, nutrisi, serta akses ke pelayanan antenatal berperan besar dalam menentukan berat badan bayi saat lahir. [Lihat sumber Disini - journal.um-surabaya.ac.id]


Definisi Berat Badan Lahir Bayi

Definisi Berat Badan Lahir Bayi Secara Umum

Berat badan lahir bayi adalah berat badan bayi yang diukur segera setelah lahir, umumnya dalam waktu satu jam pertama setelah kelahiran. Pengukuran ini menjadi tolok ukur penting untuk menilai kesehatan awal bayi dan memprediksi risiko komplikasi kesehatan yang mungkin terjadi. Berat badan lahir juga digunakan untuk mengidentifikasi bayi yang lahir prematur atau mengalami gangguan pertumbuhan intrauterin (IUGR). [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]

Definisi Berat Badan Lahir Bayi dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “berat badan lahir” merujuk pada ukuran berat badan seorang bayi pada saat ia dilahirkan ke dunia. Meskipun KBBI tidak memuat entri teknis medis yang sangat rinci, makna umum ini konsisten dengan definisi yang digunakan secara medis untuk mengklasifikasikan status berat badan bayi baru lahir. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]

Definisi Berat Badan Lahir Bayi Menurut Para Ahli

  1. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), WHO mendefinisikan berat badan lahir rendah (BBLR) sebagai kondisi di mana berat badan bayi baru lahir kurang dari 2.500 gram (2, 5 kg), terlepas dari usia kehamilan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Nurul Azizah et al. (2024), Dalam penelitian mereka, BBLR dijelaskan sebagai bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram, dengan kejadian yang berkaitan erat dengan kondisi kesehatan dan nutrisi ibu. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  3. Poltekkes Yogyakarta (2022), Menjelaskan BBLR sebagai bayi yang berat badannya kurang dari 2.500 gram yang diukur dalam satu jam pertama setelah lahir, baik karena prematuritas maupun dismaturitas (pertumbuhan intrauterine terganggu). [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]

  4. D Yuniarti (2018), Menyatakan bahwa berat badan lahir mencerminkan status nutrisi selama masa kehamilan, di mana kurangnya pertumbuhan intrauterin dapat menghasilkan bayi dengan berat badan rendah. [Lihat sumber Disini - repository.unimus.ac.id]


Klasifikasi Berat Badan Lahir

Klasifikasi berat badan lahir bayi dilakukan untuk membantu tenaga kesehatan dalam menentukan risiko dan langkah intervensi yang diperlukan. Berdasarkan berat badan lahir, klasifikasi umum adalah sebagai berikut:

Selain pengelompokan berdasarkan berat badan, klasifikasi juga bisa berdasarkan kondisi gestasi: bayi cukup bulan (37, 42 minggu), bayi kurang bulan (prematur <37 minggu), dan bayi post term (>42 minggu). Klasifikasi ini membantu tenaga kesehatan menentukan apakah berat bayi sesuai dengan usia kehamilan atau mengalami hambatan pertumbuhan intrauterin. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]


Faktor Maternal yang Mempengaruhi Berat Badan Lahir

Berat badan lahir bayi sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor maternal, yakni kondisi kesehatan, nutrisi, serta riwayat kehamilan ibu selama masa kehamilan. Banyak penelitian jurnal menunjukkan bahwa kombinasi faktor ini menentukan apakah bayi lahir dengan berat badan yang cukup atau rendah.

  1. Status Gizi dan Kenaikan Berat Badan Ibu

    Status gizi ibu sebelum dan selama kehamilan berperan krusial dalam pertumbuhan janin. Ibu yang mengalami kekurangan gizi atau kenaikan berat badan yang tidak adekuat selama hamil cenderung memberikan asupan nutrisi yang kurang optimal kepada janin, yang kemudian meningkatkan risiko BBLR. [Lihat sumber Disini - callforpaper.unw.ac.id]

  2. Usia Ibu pada Saat Kehamilan

    Baik usia hamil yang terlalu muda (<20 tahun) maupun usia lanjut (>35 tahun) memiliki risiko lebih tinggi terhadap terjadinya BBLR. Hal ini berkaitan dengan kapasitas fisiologis tubuh ibu dalam memberikan nutrisi optimal dan risiko komplikasi kehamilan lainnya. [Lihat sumber Disini - persagi.org]

  3. Kunjungan Antenatal Care (ANC)

    Cukupnya kunjungan antenatal care terbukti berpengaruh terhadap penurunan risiko BBLR, karena pemeriksaan rutin membantu identifikasi dini komplikasi seperti anemia atau preeklamsia sehingga dapat ditangani lebih cepat. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  4. Komplikasi Kehamilan

    Kondisi seperti anemia, preeklamsia, dan hipertensi gestasional menghambat suplai oksigen dan nutrisi ke janin melalui plasenta, yang dapat menyebabkan pertumbuhan janin terhambat sehingga berat lahir bayi rendah. [Lihat sumber Disini - ejournal.itekes-bali.ac.id]

  5. Status Sosial Ekonomi dan Pendidikan Ibu

    Tingkat pendidikan ibu dan status sosial ekonomi juga merupakan determinan penting, karena berkaitan dengan akses terhadap gizi yang baik serta pelayanan kesehatan prenatal. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  6. Faktor Gaya Hidup

    Kebiasaan seperti merokok, konsumsi alkohol, atau paparan polusi udara selama masa kehamilan juga diketahui secara global meningkatkan risiko BBLR pada bayi. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]


Dampak Berat Badan Lahir terhadap Kesehatan Bayi

Berat badan lahir bayi secara langsung berkaitan dengan risiko kesehatan bayi baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

  • Risiko Neonatal Jangka Pendek: Bayi BBLR rentan mengalami komplikasi seperti hipotermia, hipoglikemia, gangguan pernapasan, dan infeksi karena sistem organ tubuhnya belum matang secara optimal. [Lihat sumber Disini - hellosehat.com]

  • Risiko Morbiditas dan Mortalitas: BBLR telah diidentifikasi sebagai faktor risiko utama dalam kematian neonatal di banyak negara berkembang karena keterbatasan cadangan fisiologis untuk menghadapi stres pasca-lahir. [Lihat sumber Disini - journal.um-surabaya.ac.id]

  • Dampak Jangka Panjang: Bayi yang lahir dengan berat rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pertumbuhan fisik, kecacatan kognitif, serta penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular di masa dewasa. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Penilaian Berat Badan Lahir Bayi

Penilaian berat badan lahir merupakan langkah awal dalam intervensi kesehatan neonatal. Pengukuran berat lahir dilakukan segera setelah kelahiran menggunakan timbangan yang akurat. Klasifikasi bayi berdasarkan berat ini membantu menentukan apakah bayi memerlukan perawatan khusus seperti perawatan intensif neonatal atau perawatan suhu tubuh. [Lihat sumber Disini - hellosehat.com]

Selain pengukuran langsung, penilaian juga melibatkan identifikasi faktor risiko maternal seperti usia ibu, status gizi, riwayat ANC, serta komplikasi lain selama kehamilan untuk menentukan tindak lanjut klinis yang paling sesuai. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Upaya Pencegahan Berat Badan Lahir Rendah

Pencegahan terjadinya BBLR perlu pendekatan komprehensif yang mencakup aspek nutrisi, pelayanan kesehatan, dan perilaku ibu:


Kesimpulan

Berat badan lahir bayi merupakan indikator penting dalam menilai kesehatan neonatus dan efektivitas asuhan kehamilan. Bayi yang lahir dengan berat badan rendah memiliki risiko kesehatan yang jauh lebih tinggi dibanding bayi dengan berat badan normal, termasuk kematian neonatal, morbiditas akut, serta dampak jangka panjang pada pertumbuhan dan perkembangan. Faktor maternal termasuk status gizi ibu, usia pada saat kehamilan, kunjungan antenatal care, serta komplikasi kehamilan memainkan peran signifikan dalam menentukan berat badan bayi saat lahir. Pencegahan BBLR dapat dilakukan melalui pendekatan multidimensional yang mencakup optimalisasi nutrisi ibu, pelayanan kesehatan prenatal yang berkualitas, pengelolaan komplikasi kehamilan, serta edukasi gaya hidup sehat. Pemahaman yang mendalam terhadap faktor-faktor ini penting bagi tenaga kesehatan dan pembuat kebijakan untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi di masyarakat.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Berat badan lahir bayi adalah berat tubuh bayi yang diukur segera setelah lahir, biasanya dalam satu jam pertama kehidupan. Indikator ini digunakan untuk menilai kondisi kesehatan awal bayi dan mendeteksi risiko gangguan kesehatan neonatal.

Berat badan lahir rendah (BBLR) adalah kondisi bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram tanpa memandang usia kehamilan. BBLR dapat terjadi akibat kelahiran prematur atau gangguan pertumbuhan janin dalam kandungan.

Klasifikasi berat badan lahir bayi meliputi berat lahir normal (2.500–4.000 gram), berat badan lahir rendah (kurang dari 2.500 gram), berat badan lahir sangat rendah (kurang dari 1.500 gram), dan berat badan lahir ekstrem rendah (kurang dari 1.000 gram).

Faktor maternal yang memengaruhi berat badan lahir bayi meliputi status gizi ibu, usia ibu saat hamil, frekuensi dan kualitas antenatal care, adanya anemia atau preeklamsia, status sosial ekonomi, tingkat pendidikan, serta gaya hidup selama kehamilan.

Bayi dengan berat badan lahir rendah berisiko mengalami gangguan pernapasan, hipotermia, infeksi, serta keterlambatan tumbuh kembang. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan gangguan kardiovaskular.

Penilaian berat badan lahir bayi dilakukan dengan menimbang bayi segera setelah lahir menggunakan timbangan yang terkalibrasi. Hasil pengukuran kemudian diklasifikasikan untuk menentukan risiko kesehatan dan kebutuhan perawatan lanjutan.

Upaya pencegahan berat badan lahir rendah meliputi pemenuhan gizi ibu hamil, pemeriksaan kehamilan rutin, penanganan dini komplikasi kehamilan, serta edukasi gaya hidup sehat seperti tidak merokok dan menjaga asupan nutrisi seimbang.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pengetahuan Ibu tentang Teknik Pijat Bayi Pengetahuan Ibu tentang Teknik Pijat Bayi Pengetahuan Ibu tentang Pola Tidur Bayi Pengetahuan Ibu tentang Pola Tidur Bayi Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Tidur Bayi Baru Lahir Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Tidur Bayi Baru Lahir Faktor yang Mempengaruhi Berat Badan Lahir Bayi Faktor yang Mempengaruhi Berat Badan Lahir Bayi Perawatan Bayi Baru Lahir: Konsep, Praktik Dasar, dan Edukasi Ibu Perawatan Bayi Baru Lahir: Konsep, Praktik Dasar, dan Edukasi Ibu Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Bayi Baru Lahir Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Bayi Baru Lahir Pengetahuan Dukun Bayi vs Praktik Medis Pengetahuan Dukun Bayi vs Praktik Medis Inisiasi Menyusu Dini: Konsep, Manfaat, dan Praktik Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini: Konsep, Manfaat, dan Praktik Pelaksanaan Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Rooming-In Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Rooming-In Mother-Infant Bonding Mother-Infant Bonding Pengetahuan Ibu tentang Tumbuh Kembang Bayi Pengetahuan Ibu tentang Tumbuh Kembang Bayi Kesiapan Keluarga Menyambut Bayi Kesiapan Keluarga Menyambut Bayi Posisi Menyusui yang Efektif Posisi Menyusui yang Efektif Pengetahuan Ibu tentang Manfaat Rooming-In Pengetahuan Ibu tentang Manfaat Rooming-In Kangaroo Mother Care: Konsep, Manfaat Neonatal, dan Penerapan Kangaroo Mother Care: Konsep, Manfaat Neonatal, dan Penerapan Penerapan Metode Kangaroo Mother Care Penerapan Metode Kangaroo Mother Care Pengetahuan tentang Inisiasi Menyusu Dini Pengetahuan tentang Inisiasi Menyusu Dini Kesiapan Keluarga Menyambut Bayi: Konsep, Dukungan Sosial, dan Adaptasi Kesiapan Keluarga Menyambut Bayi: Konsep, Dukungan Sosial, dan Adaptasi Hubungan Status Gizi Ibu Hamil dengan Ukuran Lingkar Kepala Bayi Hubungan Status Gizi Ibu Hamil dengan Ukuran Lingkar Kepala Bayi Perawatan Tali Pusat Bayi: Konsep, Praktik Aman, dan Pencegahan Infeksi Perawatan Tali Pusat Bayi: Konsep, Praktik Aman, dan Pencegahan Infeksi
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…