![Data Sekunder: Definisi, Sumber, dan Contohnya [PDF] - SumberAjar.com Data Sekunder: Definisi, Sumber, dan Contohnya [PDF] - SumberAjar.com](https://sumberajar.com/assest/uploads/2025/11/data-sekunder.webp)
Data Sekunder: Definisi, Sumber, dan Contohnya [PDF]
Pendahuluan
Dalam dunia penelitian maupun pengumpulan data untuk analisis sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan berbagai bidang lainnya, istilah “data sekunder” muncul sebagai bagian penting dari kerangka data. Data sekunder sering digunakan sebagai alat bantu memperkuat analisis, melengkapi data primer, atau bahkan sebagai satu-satuannya dalam penelitian yang bersifat pustaka atau studi dokumentasi. Meskipun proses pengumpulan dan pengolahan data sekunder berbeda dengan data primer, pemahaman yang matang mengenai definisi, karakteristik, keunggulan, keterbatasan, sumber dan contoh konkret penggunaan data sekunder menjadi sangat penting agar hasil penelitian maupun laporan berbasis data memiliki validitas, relevansi dan kredibilitas yang baik. Artikel ini akan membahas secara komprehensif mengenai data sekunder, mulai dari definisi secara umum, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hingga definisi menurut para ahli; kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai sumber‐sumber data sekunder yang umum digunakan, contoh-contoh konkret di berbagai bidang, karakteristik, kelebihan dan kekurangan; serta bagaimana aplikasi data sekunder dalam penelitian atau analisis. Dengan pemahaman yang baik, peneliti, mahasiswa, praktisi kebijakan maupun pemegang keputusan dapat memanfaatkan data sekunder dengan lebih optimal, sekaligus mengantisipasi potensi kelemahan yang mungkin timbul.
Definisi Data Sekunder
Definisi Data Sekunder secara Umum
Data sekunder secara umum dapat dipahami sebagai data atau informasi yang sudah dikumpulkan sebelumnya oleh pihak lain, dan kemudian digunakan kembali oleh peneliti atau pengguna data untuk tujuan yang berbeda dari tujuan awal pengumpulannya. Dengan kata lain, data ini bukan hasil pengumpulan langsung oleh peneliti terhadap objek atau responden dalam penelitian yang sedang dilakukan, melainkan diperoleh melalui dokumentasi, arsip, laporan, literatur, catatan, atau data yang telah tersedia dan tertata. Sebagai contoh sederhana: laporan sensus penduduk yang dilakukan oleh lembaga pemerintah, lalu digunakan oleh peneliti lain untuk menampilkan analisis berbeda; atau data keuangan perusahaan yang tersedia dalam laporan tahunan lalu digunakan oleh analis untuk studi lain. Beberapa artikel blog atau situs pengelolaan data menyebutkan bahwa “data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh peneliti sebelumnya untuk tujuan yang berbeda, kemudian digunakan kembali untuk penelitian yang baru.” [Lihat sumber Disini - info.populix.co] Keuntungan utamanya ialah waktu, biaya dan tenaga dapat dihemat dibandingkan pengumpulan data dari nol. Namun demikian, karena dikumpulkan oleh pihak lain, peneliti memiliki kontrol yang lebih terbatas atas desain, keandalan, relevansi dan kondisi pengumpulannya.
Definisi Data Sekunder dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), data sekunder didefinisikan sebagai “data yang diperoleh seorang peneliti tidak secara langsung dari objeknya, tetapi melalui sumber lain, baik lisan maupun tulis.” [Lihat sumber Disini - detik.com] Dengan demikian, definisi resmi KBBI menekankan aspek “tidak langsung” (non-langsung) dan “melalui sumber lain” sebagai karakter kunci dari data sekunder. Definisi ini secara sederhana memberikan kerangka bahwa ketika data tidak diperoleh melalui wawancara langsung, observasi langsung terhadap objek penelitian oleh peneliti, maka data tersebut dapat dikatakan sebagai data sekunder.
Definisi Data Sekunder menurut Para Ahli
Berikut beberapa definisi menurut para ahli dari literatur Indonesia dan internasional yang relevan:
- Sugiyono (2016: hal. 225) menjelaskan bahwa data sekunder adalah “sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya melalui dokumen”. [Lihat sumber Disini - repository.upi.edu]
- Indriantoro Nur dan Supomo Bambang mengemukakan bahwa data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara. [Lihat sumber Disini - detik.com]
- Husein Umar menyatakan bahwa data sekunder adalah data primer yang sudah diolah lebih lanjut dan disajikan oleh pihak lain dalam bentuk tabel-tabel atau diagram. [Lihat sumber Disini - detik.com]
- Berkas penelitian terkini seperti oleh U. Sulung (2024) menunjukkan bahwa data sekunder adalah sumber data penelitian yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara. [Lihat sumber Disini - iicls.org]
- Dalam penelitian oleh R. Arviyanda (2023) disebutkan bahwa “Data sekunder adalah data yang didapatkan secara tidak langsung melalui sebuah perantara. Data sekunder dapat didapatkan melalui bukti, catatan, buku, jurnal, atau laporan historis yang sudah tersusun dalam arsip atau data dokumenter.” [Lihat sumber Disini - ejournal.stipram.ac.id]
Dari definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa elemen kunci definisi data sekunder meliputi: (a) data tidak dikumpulkan langsung oleh peneliti dari objek/responden; (b) data diperoleh melalui media perantara/oleh pihak lain atau berdasarkan dokumentasi sebelumnya; (c) data sudah tersedia/telah dikumpulkan atau disajikan dalam bentuk tertentu; (d) tujuan penggunaannya bisa sama atau berbeda dari tujuan pengumpulan awal.
Sumber Data Sekunder
Penggunaan data sekunder menjadi semakin populer seiring dengan kemajuan teknologi informasi, kemudahan akses arsip digital, publikasi terbuka dan dataset publik dari instansi pemerintah, lembaga riset, maupun institusi non-pemerintah. Berikut pembahasan mendalam tentang sumber-sumber umum data sekunder, dengan contoh konkret dan catatan penting.
Sumber Internal dan Eksternal
Pada sebagian literatur, sumber data sekunder diklasifikasikan menjadi dua kategori utama: internal dan eksternal. Sumber internal adalah data sekunder yang berasal dari dalam organisasi atau entitas yang sama, misalnya laporan keuangan internal perusahaan, catatan operasional, database pelanggan yang sudah ada, inventaris, ataupun dokumentasi historis organisasi. Sedangkan sumber eksternal adalah data yang berasal dari luar organisasi, seperti data statistik dari lembaga pemerintah, laporan riset pasar dari lembaga swasta, data sensus, arsip publik, jurnal dan artikel ilmiah, publikasi internasional, dokumen hukum dan regulasi, serta basis data publik. Contoh: Statistik penduduk dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia; laporan tahunan perusahaan; dataset organisasi internasional.
Sumber Umum dan Contoh
Berikut beberapa jenis dan contoh sumber data sekunder yang umum digunakan:
- Buku dan literatur ilmiah. Buku merupakan salah satu sumber data yang paling tradisional untuk memperoleh data sekunder dalam bentuk teori, dokumentasi historis, catatan penelitian terdahulu. [Lihat sumber Disini - info.populix.co]
- Jurnal ilmiah dan artikel penelitian. Karena jurnal sering memuat hasil penelitian terdahulu, tabel, grafik, data empiris, analisis, maka jurnal bisa menjadi sumber data sekunder yang kaya bagi penelitian lanjutan. Misalnya, penelitian yang mengambil data sekunder dari artikel jurnal terdahulu untuk melakukan meta-analisis atau studi pustaka. [Lihat sumber Disini - jurnal.unimar-amni.ac.id]
- Laporan dan dokumentasi resmi institusi/lembaga. Contoh: laporan tahunan perusahaan, laporan keuangan, catatan organisasi, arsip institusi. Sebagai contoh dalam penelitian, data sekunder diperoleh dari dokumentasi, catatan atau arsip. [Lihat sumber Disini - jurnal.sttkd.ac.id]
- Data statistik dari lembaga pemerintah atau lembaga riset survei. Contoh konkret: penelitian terhadap lansia di Indonesia menggunakan data sekunder dari SUSENAS tahun 2021. [Lihat sumber Disini - academicjournal.yarsi.ac.id]
- Situs web, portal resmi, database digital, dokumen internet yang dipublikasikan dan dapat diakses publik. Namun perlu pengecekan kredibilitas dan relevansi. [Lihat sumber Disini - info.populix.co]
Tips Pemilihan dan Validasi Sumber Data Sekunder
Karena data sekunder bukan dikumpulkan langsung oleh peneliti, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar penggunaan data sekunder tetap valid dan relevan:
- Verifikasi kredibilitas sumber: pastikan lembaga yang menyediakan data sekunder diakui, memiliki rekam jejak, dan/atau data tersebut dilengkapi dokumentasi yang jelas.
- Cek relevansi: data harus relevan dengan konteks penelitian atau analisis yang dilakukan,baik dalam hal waktu (tahun pengumpulan), unit analisis, definisi variabel, cakupan geografis.
- Cek keandalan dan keakuratan: karena peneliti bukan yang mengumpulkan, perlu mengecek metode pengumpulan asli jika memungkinkan atau memahami keterbatasan data.
- Cek ketepatan waktu dan update: data sekunder lama mungkin kurang cocok untuk analisis yang butuh kondisi terkini.
- Transparansi dalam metode: peneliti harus menyampaikan bagaimana data sekunder diperoleh dan diproses agar pembaca memahami keterbatasan.
Contoh Data Sekunder
Berikut ini beberapa contoh konkret penggunaan data sekunder dalam penelitian atau analisis, khususnya di Indonesia, yang diambil dari literatur yang dapat diakses publik:
- Penelitian “Kondisi Kesehatan Lanjut Usia (Analisis Data Sekunder Data …)” menggunakan data sekunder yang diperoleh dari SUSENAS tahun 2021 (Badan Pusat Statistik) dengan variabel lansia di 34 provinsi di Indonesia. [Lihat sumber Disini - academicjournal.yarsi.ac.id]
- Penelitian “Pengaruh Akuntabilitas, Pengetahuan, dan Pengalaman …” (2021) menggunakan data sekunder yang diperoleh dari situs internet atau referensi lain selain data primer. [Lihat sumber Disini - journal.pancabudi.ac.id]
- Penelitian “Data, Penelitian, Primer, Sekunder, Tersier” (2024) oleh U. Sulung menegaskan bahwa data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara. [Lihat sumber Disini - iicls.org]
Contoh menurut bidang
- Bidang sosial/pemerintahan: Data sensus penduduk, data statistik pengangguran, survei intervensi pemerintah, catatan layanan sosial bisa digunakan sebagai data sekunder dalam analisis sosial.
- Bidang bisnis/ekonomi: Laporan pendapatan perusahaan, database keuangan, indeks pasar, data ekspor-impor lembaga pemerintah maupun swasta.
- Bidang pendidikan/penelitian: Hasil studi terdahulu, literatur, artikel jurnal, statistik pendidikan nasional, kull.
- Bidang kesehatan: Data survei kesehatan nasional, registrasi rumah sakit, arsip pelayanan kesehatan, laporan epidemiologi.
Kelebihan dan Kekurangan Data Sekunder
Kelebihan
- Efisiensi waktu dan biaya: karena data telah ada, peneliti tidak perlu melakukan pengumpulan lapangan secara ekstensif. [Lihat sumber Disini - info.populix.co]
- Memungkinkan studi longitudinal atau komparatif: data sekunder sering mencakup periode waktu atau populasi besar sehingga memudahkan analisis tren. [Lihat sumber Disini - info.populix.co]
- Membuka peluang untuk penelitian sekunder atau meta-analisis: data yang tersedia publik memungkinkan penelitian lanjutan tanpa harus memulai dari nol.
- Meningkatkan cakupan dan skala penelitian: data sekunder seperti sensus nasional atau database besar memungkinkan analisis berskala nasional atau lintas waktu yang sulit dilakukan dengan pengumpulan langsung.
Kekurangan
- Relevansi bisa terbatas: data mungkin dikumpulkan untuk tujuan lain sehingga tidak pas atau kurang cocok untuk pertanyaan penelitian yang spesifik. [Lihat sumber Disini - info.populix.co]
- Kontrol terbatas atas kualitas data: karena peneliti tidak mengumpulkan sendiri, validitas, reliabilitas, metode pengumpulan asli mungkin sulit ditelusuri.
- Masalah waktu: data sekunder bisa sudah usang atau tidak mencerminkan kondisi terkini yang dibutuhkan penelitian. [Lihat sumber Disini - info.populix.co]
- Potensi bias atau ketidaklengkapan: data bisa memiliki bias pemilihan, data hilang, atau dokumentasi yang kurang jelas.
- Adaptasi format/variabel: data sekunder mungkin tidak langsung cocok dengan kebutuhan penelitian sehingga memerlukan transformasi atau asumsi tambahan.
Penggunaan dan Prosedur dalam Penelitian
Dalam praktik penelitian, penggunaan data sekunder biasanya melibatkan beberapa langkah prosedural agar hasil analisis tetap valid dan sesuai tujuan penelitian. Berikut alur umum yang disarankan:
- Identifikasi kebutuhan data: tentukan variabel, cakupan geografis dan waktu yang sesuai dengan rumusan masalah penelitian.
- Telusuri dan pilih sumber data sekunder yang relevan: buku, jurnal, laporan, basis data pemerintah, dokumen institusi.
- Verifikasi kredibilitas dan kesesuaian: cek tahun pengumpulan, metodologi, pengertian variabel, unit analisis, populasi.
- Ambil data dan lakukan transformasi/pembersihan jika diperlukan: misalnya format tanggal, skala variabel, missing data, pengkodean ulang.
- Analisis data: bisa deskriptif, komparatif, longitudinal, atau integrasi dengan data primer/analisis lainnya.
- Lapor metode secara transparan: peneliti wajib menjelaskan bahwa menggunakan data sekunder, bagaimana data dikumpulkan, kelemahan/penyesuaian yang dilakukan, serta implikasi terhadap hasil penelitian.
- Diskusikan keterbatasan penggunaan data sekunder: misalnya relevansi, kualitas, kontemporeritas, kontrol atas pengumpulan yang dilakukan oleh pihak lain.
Kesimpulan
Data sekunder merupakan komponen penting dalam penelitian modern dan analisis berbasis data. Melalui pemahaman definisi secara umum, dalam KBBI, dan menurut para ahli, kita mengetahui bahwa data sekunder adalah data yang diperoleh melalui media perantara dan bukan hasil pengumpulan langsung oleh peneliti terhadap objek. Sumber-sumbernya cukup beragam,mulai dari buku, jurnal, laporan resmi, arsip institusi, hingga database survei nasional,dan menyediakan peluang besar untuk efisiensi waktu, biaya, cakupan besar, dan analisis lintas waktu. Di sisi lain, penggunaan data sekunder turut menuntut kewaspadaan terhadap relevansi variabel, kontrol kualitas, kecocokan metodologi, serta transparansi pelaporan. Bagi peneliti, mahasiswa, maupun praktisi, pemanfaatan data sekunder dengan tepat dapat memperkuat kualitas penelitian, memperluas analisis, dan memberikan kontribusi lebih besar dalam pengambilan keputusan berbasis bukti.