
Desain Penelitian Kualitatif: Langkah dan Jenisnya
Pendahuluan
Penelitian kualitatif merupakan salah satu pendekatan penting dalam ilmu sosial dan pendidikan karena memungkinkan peneliti untuk menggali makna, memahami konteks, dan melihat dinamika fenomena secara mendalam. Pendekatan ini sangat relevan ketika objek yang diteliti melibatkan proses sosial, perilaku, pengalaman manusia, atau interaksi dalam konteks alami. Melalui artikel ini, pembaca akan memahami secara komprehensif tentang Desain Penelitian Kualitatif, termasuk definisinya secara umum, dalam KBBI, menurut para ahli, serta langkah-langkah dan jenis-jenisnya. Dengan demikian diharapkan peneliti pemula maupun mahasiswa dapat memiliki panduan dalam merancang penelitian kualitatif yang tepat.
Definisi Desain Penelitian Kualitatif
Definisi secara umum
Secara umum, penelitian kualitatif dapat dipahami sebagai pendekatan penelitian yang menekankan pemahaman fenomena secara mendalam, dalam konteks alamiah, melalui data non-angka (misalnya teks, kata, narasi). Misalnya, artikel yang membahas “Memahami Desain Metode Penelitian Kualitatif” menjelaskan bahwa penelitian kualitatif adalah suatu proses penelitian untuk memahami fenomena‐fenomena manusia atau sosial dengan menciptakan gambaran menyeluruh dan kompleks yang disajikan dengan kata-kata, melaporkan pandangan terinci dari sumber informan, serta dilakukan dalam latar yang alamiah. [Lihat sumber Disini - journal.uny.ac.id]
Lebih lanjut, dalam suatu artikel disebut bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan dengan setting tertentu yang ada dalam kehidupan riil (alamiah) dengan maksud menginvestigasi dan memahami fenomena: apa yang terjadi, mengapa terjadi, dan bagaimana terjadinya. [Lihat sumber Disini - journal.uny.ac.id]
Dengan demikian, secara umum penelitian kualitatif berfokus pada:
- Pemahaman makna dari sudut pandang pelaku dalam konteks nyata
- Penggunaan data yang bersifat naratif/kualitatif
- Peneliti sebagai instrumen kunci dalam pengumpulan dan interpretasi data
- Analisis yang bersifat induktif: dari data ke tema atau teori
Definisi dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, kata kualitatif berarti “berdasarkan mutu”. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]
Jika dikaitkan dengan penelitian, maka penelitian kualitatif dapat dipahami sebagai jenis penelitian yang menekankan mutu (kualitas) dari objek penelitian, bukan sekadar kuantitas atau ukuran angka-angka. Hal ini senada dengan penjelasan dalam media bahwa penelitian kualitatif menekankan kualitas entitas yang diteliti. [Lihat sumber Disini - tirto.id]
Dengan kata lain, definisi KBBI memberikan pijakan bahwa pendekatan kualitatif terkait dengan aspek kualitas dan makna, bukan sekadar ukuran numerik.
Definisi menurut para ahli
Berikut beberapa definisi penelitian kualitatif menurut para ahli:
- Menurut Bogdan & Taylor (dalam M. Waruwu, 2023) dikutip bahwa penelitian kualitatif adalah “prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati”. [Lihat sumber Disini - jptam.org]
- Menurut artikel “Memahami Desain Metode Penelitian Kualitatif” oleh M. Rijal Fadli menjelaskan bahwa penelitian kualitatif merupakan penelitian yang dilakukan dengan setting alamiah untuk menafsirkan sebuah fenomena yang terjadi dengan melibatkan berbagai metode yang ada. [Lihat sumber Disini - journal.uny.ac.id]
- Menurut Hadi, A. (2021) dalam “Penelitian Kualitatif: Studi Fenomenologi, Case Study, Grounded Theory, Etnografi, Biografi” yang menunjukkan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian. [Lihat sumber Disini - ejournal.arimbi.or.id]
- Menurut artikel “Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian: Strategi, Tahapan, …” (2025) menyebut bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang mengarah pada pengkajian pada latar alamiah dari berbagai peristiwa sosial yang terjadi, dengan teknik data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. [Lihat sumber Disini - jurnal.kopusindo.com]
Dari definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian kualitatif berfokus pada makna, kontekstual, dan data naratif daripada angka.
Langkah-Langkah dalam Desain Penelitian Kualitatif
Desain penelitian kualitatif mencakup beberapa tahapan penting yang harus direncanakan dan dilaksanakan secara sistematis. Berikut langkah-langkah yang umum ditemui dalam literatur penelitian kualitatif:
- Penentuan isu atau fenomena penelitian
Tahap awal yaitu menentukan fenomena sosial atau manusia yang ingin dipahami secara mendalam. Peneliti harus merumuskan pertanyaan penelitian yang tepat, misalnya “Bagaimana pengalaman guru dalam menerapkan kurikulum…?”, “Mengapa peserta didik memilih program tersebut?”, dan sebagainya. - Pemilihan lokasi dan informan / purposive sampling
Karena penelitian kualitatif bukan mencari representasi angka besar, melainkan kedalaman, maka pemilihan informan dilakukan secara purposif atau snowball. Sebagai contoh, dalam definisi umum desain kualitatif disebut bahwa sumber data diambil dengan purposive dan snowball. [Lihat sumber Disini - journal.uny.ac.id]
Peneliti juga memilih setting lapangan yang alamiah (natural setting) agar konteksnya nyata. [Lihat sumber Disini - journal.uny.ac.id] - Pengumpulan data (data collection)
Teknik pengumpulan data bisa berupa wawancara mendalam (in-depth interview), observasi partisipatif, dokumentasi, kelompok diskusi terfokus (focus group), catatan lapangan. Misalnya artikel 2025 menyebut observasi partisipatif dan wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif. [Lihat sumber Disini - jurnal.kopusindo.com]
Penting untuk menjaga keaslian konteks, dan menggunakan triangulasi data agar temuan lebih kredibel. [Lihat sumber Disini - journal.uny.ac.id] - Analisis data secara induktif
Setelah data terkumpul, peneliti melakukan analisis dengan cara mengorganisasikan data, memilah satuan-satuan makna, menemukan pola, tema, dan kemudian membuat interpretasi. Sebagai contoh: “Analisis Data Kualitatif adalah upaya yang dilakukan … mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola …” [Lihat sumber Disini - jurnal.kopusindo.com]
Analisis induktif berarti peneliti “naik” dari data ke tema atau teori, bukan mencari untuk menguji hipotesis sebelumnya. - Penarikan kesimpulan dan verifikasi
Berdasarkan hasil analisis, peneliti menyimpulkan temuan, menginterpretasikan makna, kemudian melakukan verifikasi melalui teknik validitas (misalnya member‐check, triangulasi, audit trail) agar hasil dapat dipercaya. - Pelaporan hasil penelitian
Hasil penelitian kualitatif disajikan dalam bentuk narasi, kutipan langsung dari informan, deskripsi konteks, dan visualisasi yang sesuai (misalnya tabel tema atau model konsep). Bentuk laporan menekankan bagaimana makna dibentuk oleh konteks sosial, budaya, atau individu. - Refleksi dan etika penelitian
Peneliti juga perlu merefleksi posisi dirinya sebagai instrumen penelitian, kesadaran akan bias, kondisi etika (persetujuan informan, kerahasiaan, sensitivitas konteks). Sebuah artikel terbaru menyebutkan pentingnya etika dalam penelitian kualitatif. [Lihat sumber Disini - jurnal.kopusindo.com]
Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, desain penelitian kualitatif akan lebih sistematis dan hasilnya lebih terpercaya dalam konteks sosial manusia.
Jenis-Jenis Penelitian Kualitatif
Dalam literatur, terdapat beberapa jenis atau strategi penelitian kualitatif yang banyak digunakan. Pemilihan jenis tergantung pada tujuan, konteks, dan karakteristik fenomena yang diteliti. Berikut jenis-jenis utama beserta penjelasannya:
1. Etnografi (Ethnography)
Penelitian etnografi bertujuan untuk mendeskripsikan budaya atau kehidupan sosial suatu kelompok dalam konteks alamiah mereka. Sebagai contoh, dalam artikel 2025 disebut: “Strategi-strategi penelitian … etnografi … diidentifikasi sebagai strategi yang dapat digunakan untuk memahami fenomena sosial secara mendalam.” [Lihat sumber Disini - jurnal.kopusindo.com]
Ciri khasnya: peneliti “masuk” ke dalam kehidupan kelompok, melakukan observasi partisipatif, mengumpulkan data lapangan yang mendalam dan waktu yang relatif lama. [Lihat sumber Disini - jurnal.peneliti.net]
Contoh: studi etnografi suatu komunitas tradisional, organisasi sosial, atau praktik budaya.
2. Studi Kasus (Case Study)
Studi kasus adalah strategi penelitian dimana peneliti menyelidiki secara mendalam suatu program, peristiwa, aktivitas, proses, atau sekelompok individu dalam batasan waktu dan aktivitas tertentu. Sebagai contoh, artikel 2025 menyebut jenis ini: “Study Kasus merupakan strategi penelitian dimana di dalamnya peneliti menyelidiki secara cermat suatu program, peristiwa, aktivitas, proses, atau sekelompok individu.” [Lihat sumber Disini - jurnal.kopusindo.com]
Kelebihan: memungkinkan analisis mendalam terhadap satu kasus atau sedikit kasus untuk menghasilkan pemahaman yang kaya.
Kekurangan: hasil sulit digeneralisasikan ke populasi yang lebih besar.
3. Grounded Theory
Grounded theory adalah strategi penelitian yang bertujuan menghasilkan teori dari data lapangan secara sistematis melalui prosedur induktif. Sebagai contoh: “Grounded theory merupakan suatu metode kualitatif yang menggunakan suatu set prosedur yang sistematik untuk mengembangkan suatu teori secara induktif tentang suatu fenomena.” [Lihat sumber Disini - jurnal.kopusindo.com]
Ciri khas: peneliti mengumpulkan data dan menganalisis secara simultan (siklus data-analisis), menggunakan coding terbuka, axial, dan selektif, hingga terbentuk teori substantif.
4. Fenomenologi (Phenomenology)
Fenomenologi menitikberatkan pada pemahaman terhadap pengalaman hidup seseorang atau sekelompok orang mengenai suatu fenomena tertentu. Sebagai contoh: “Menurut Van Maanen, fenomenologi adalah deskripsi pengalaman langsung seseorang …” [Lihat sumber Disini - jurnal.kopusindo.com]
Peneliti mengeksplorasi bagaimana subjek menyadari, mengalami, dan memberi makna terhadap pengalamannya.
5. Naratif (Narrative Research)
Penelitian naratif fokus pada cerita atau kisah individu tentang kehidupannya. Dalam literatur: “Penelitian naratif merupakan laporan yang bersifat narasi yang bertujuan untuk menceritakan urutan peristiwa secara terperinci.” [Lihat sumber Disini - jurnal.kopusindo.com]
Contoh: kisah hidup, autobiografi, pengalaman khusus yang kemudian diceritakan, dianalisis untuk memahami identitas dan pandangan dunia individu.
6. Biografi (Biography)
Jenis ini memusatkan pada kehidupan seseorang (atau beberapa orang) dan bagaimana pengalaman hidupnya membentuk makna, identitas, dan tindakan mereka. (Meskipun tidak dibahas secara panjang dalam artikel-referensi yang digunakan, dalam literatur kualitatif biografi sering digolongkan sebagai salah satu strategi).
7. Interpretatif/Lainnya
Ada pula strategi lain seperti hermeneutik, fenomenologis eksistensial, dan etnometodologi yang terkadang digunakan sesuai kebutuhan penelitian. [Lihat sumber Disini - eprints.unm.ac.id]
Dengan memahami jenis-jenis tersebut, peneliti dapat memilih strategi yang paling sesuai dengan tujuan, objektif, konteks, dan sumber daya yang tersedia. Pilihan strategi yang tepat akan membantu dalam pengumpulan data, analisis, dan penyajian temuan yang lebih kredibel.
Kesimpulan
Desain penelitian kualitatif adalah kerangka penting yang memandu bagaimana penelitian dilaksanakan untuk memahami fenomena sosial atau manusia secara mendalam. Dimulai dengan pemahaman definisi baik secara umum, menurut KBBI, maupun menurut para ahli,hingga ke tahapan tematik dalam desain dan jenis-jenis strategi penelitian kualitatif seperti etnografi, studi kasus, grounded theory, fenomenologi, naratif dan lainnya. Pemilihan strategi yang tepat dan pelaksanaan langkah secara sistematis sangat menentukan kualitas dan kredibilitas hasil penelitian. Oleh karena itu, peneliti harus memperhatikan konteks, teknik pengumpulan data, analisis induktif, dan faktor etika serta kevalidan. Dengan demikian, penelitian kualitatif dapat menyumbang pemahaman yang kaya, mendalam, dan bermakna terhadap fenomena yang diteliti.