Terakhir diperbarui: 08 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 8 December). Risiko Diare: Penyebab dan Penatalaksanaannya. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/risiko-diare-penyebab-dan-penatalaksanaannya  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Risiko Diare: Penyebab dan Penatalaksanaannya - SumberAjar.com

Risiko Diare: Penyebab dan Penatalaksanaannya

Pendahuluan

Diare merupakan salah satu gangguan pencernaan yang paling umum terjadi di masyarakat, dari anak-anak hingga dewasa. Meskipun sering dianggap sebagai gangguan ringan, diare bisa menimbulkan akibat serius, mulai dari dehidrasi, gangguan penyerapan nutrisi, hingga komplikasi berat terutama pada kelompok rentan seperti bayi, balita, dan lansia. Pemahaman menyeluruh tentang definisi, faktor risiko, penyebab, gejala, dampak kesehatan, penatalaksanaan, hingga pencegahan sangat penting agar upaya promotif, preventif, dan kuratif bisa dilaksanakan secara tepat. Artikel ini akan menguraikan aspek-aspek penting terkait diare serta menyajikan contoh kasus risiko diare agar pembaca lebih memahami dinamika dan upaya penanganannya.


Definisi Diare

Definisi Diare Secara Umum

Diare umumnya dipahami sebagai kondisi di mana seseorang mengalami peningkatan frekuensi buang air besar, dengan tinja yang menjadi lebih encer atau cair dari biasanya. [Lihat sumber Disini - keslan.kemkes.go.id]
Menurut definisi klinis, diare ditandai dengan feses lembek atau cair, dengan frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali dalam satu hari, dan dapat disertai lendir atau darah. [Lihat sumber Disini - keslan.kemkes.go.id]

Definisi Diare dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “diare /diaré/ n penyakit dengan gejala berak-berak; menceret.” [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]
Definisi ini menekankan pada gejala tinja cair atau berak-berak sebagai inti dari kondisi diare. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]

Definisi Diare Menurut Para Ahli

Beberapa ahli dan lembaga kesehatan mendefinisikan diare dengan lebih komprehensif:


Faktor Risiko dan Penyebab Diare

Diare memiliki banyak determinan, baik dari faktor host (individu), lingkungan, maupun perilaku/lingkungan rumah tangga.

  • Faktor host: status gizi buruk, usia rentan (balita), perilaku makan (misalnya makan dengan tangan), rendahnya pengetahuan ibu/wali. [Lihat sumber Disini - cdkjournal.com]

  • Faktor lingkungan: sanitasi buruk, kualitas air minum rendah, pembuangan tinja tidak higienis atau pembuangan terbuka, kondisi tempat tinggal padat. [Lihat sumber Disini - cdkjournal.com]

  • Faktor perilaku/hygiene: kebiasaan mencuci tangan tidak baik, kebersihan tangan dan makanan, cara pemberian makan pada balita, kurangnya ASI eksklusif, imunisasi kurang lengkap. [Lihat sumber Disini - jqwh.org]

  • Faktor sosiodemografis: tingkat pendidikan ibu rendah, pekerjaan/pekerjaan ibu, akses terhadap fasilitas kesehatan dan informasi, tingkat ekonomi rumah tangga. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]

Penyebab diare juga sangat beragam, meliputi infeksi oleh virus, bakteri, parasit, biasanya melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta faktor non-infeksi seperti malabsorpsi, efek samping obat, intoleransi makanan, atau gangguan pencernaan kronis. [Lihat sumber Disini - keslan.kemkes.go.id]


Dampak Diare terhadap Kesehatan Pasien

Diare tidak selalu sekadar gangguan ringan, jika tidak ditangani dengan baik, dapat menimbulkan dampak serius.


Tanda dan Gejala Klinis

Gejala umum diare meliputi:

  • Buang air besar dengan tinja encer atau cair, lebih dari 3 kali sehari. [Lihat sumber Disini - keslan.kemkes.go.id]

  • Tinja bisa disertai lendir atau darah, terutama bila ada infeksi tertentu. [Lihat sumber Disini - keslan.kemkes.go.id]

  • Gejala penyerta: kram atau nyeri perut, mual, muntah, perasaan perut tidak nyaman, kadang disertai demam, dehidrasi (haus, mulut kering, lemah). [Lihat sumber Disini - alodokter.com]

  • Pada anak: gejala dehidrasi bisa lebih cepat muncul, seperti rewel, lesu, penurunan produksi urine, kondisi mata cekung, kulit kering. (Meski tidak semua jurnal menyebutkan secara eksplisit, ini termasuk gejala umum terkait diare berat/dehidrasi)


Penatalaksanaan dan Intervensi Keperawatan

Penatalaksanaan diare tergantung pada tingkat keparahan, usia pasien, dan kondisi klinis. Berikut langkah penting, terutama dari perspektif keperawatan dan kesehatan masyarakat:


Pencegahan Penularan dan Dehidrasi

Upaya preventif sangat penting agar diare tidak sering terjadi, terutama pada kelompok rentan. Beberapa langkah efektif:

  • Pastikan kebersihan air minum dan makanan, gunakan air bersih, masak air bila perlu, hindari makanan/minuman dari sumber tidak terjamin.

  • Terapkan kebiasaan cuci tangan dengan sabun, terutama setelah buang air besar, sebelum memasak, dan sebelum makan.

  • Sanitasi lingkungan: pembuangan limbah dan tinja harus aman, hindari buang air besar di sembarangan tempat; buang tinja dan limbah secara higienis.

  • Berikan ASI eksklusif pada bayi sesuai rekomendasi, dan imunisasi lengkap agar sistem kekebalan tubuh optimal.

  • Edukasi orang tua/wali tentang tanda bahaya diare, pentingnya rehidrasi, dan kapan harus membawa anak ke fasilitas kesehatan.

  • Penyuluhan kesehatan masyarakat secara berkala di daerah dengan prevalensi tinggi, serta program intervensi sanitasi & kebersihan lingkungan.


Contoh Kasus Risiko Diare

Misalnya, sebuah studi di sebuah wilayah di Indonesia melaporkan bahwa anak balita yang sering makan dengan tangan tanpa mencuci tangan dan tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk memiliki risiko diare jauh lebih tinggi, terutama jika ibu memiliki pengetahuan kebersihan rendah dan akses air minum bersih terbatas. [Lihat sumber Disini - cdkjournal.com]

Contoh konkret: di sebuah puskesmas, ditemukan bahwa anak berusia 12, 24 bulan dengan status gizi kurang, rumah di daerah pedesaan tanpa toilet sehat, dan ibu belum terbiasa mencuci tangan sebelum memberi makan, mengalami diare berulang dalam 1 bulan. Intervensi ORT, edukasi ibu tentang kebersihan, serta perbaikan sanitasi rumah dilakukan, setelah beberapa minggu, frekuensi diare menurun signifikan dan status hidrasi & gizi anak membaik.

Kasus seperti ini menggambarkan bagaimana kombinasi faktor host, lingkungan, dan perilaku dapat meningkatkan risiko diare, sekaligus menunjukkan betapa pentingnya penanganan holistik (keperawatan, edukasi, lingkungan).


Kesimpulan

Diare bukan sekadar gangguan ringan, definisinya melibatkan perubahan konsistensi dan frekuensi tinja, dan bisa berdampak serius seperti dehidrasi, malnutrisi, dan risiko kematian, terutama pada anak-anak. Faktor penyebabnya sangat beragam: mulai dari mikroorganisme (virus, bakteri, parasit), sanitasi dan kebersihan lingkungan, hingga perilaku individu dan kondisi sosiodemografis. Oleh karena itu, penatalaksanaan harus menyeluruh: rehidrasi, asupan nutrisi, edukasi kesehatan, sanitasi, serta rujukan jika diperlukan. Pencegahan melalui kebersihan, sanitasi, dan edukasi adalah upaya utama untuk mengurangi risiko diare. Kesadaran masyarakat dan peran tenaga kesehatan penting agar upaya preventif, terutama di daerah rentan, bisa terlaksana.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Diare adalah kondisi peningkatan frekuensi buang air besar dengan konsistensi tinja yang lebih cair atau encer dari biasanya, biasanya lebih dari tiga kali dalam sehari.

Penyebab utama diare meliputi infeksi virus, bakteri, atau parasit, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, sanitasi buruk, serta perilaku hidup tidak higienis.

Bahaya diare meliputi dehidrasi, gangguan keseimbangan elektrolit, penurunan berat badan, gangguan penyerapan nutrisi, hingga risiko fatal terutama pada bayi dan balita bila tidak ditangani dengan baik.

Penatalaksanaan diare meliputi rehidrasi oral, pemenuhan nutrisi yang adekuat, edukasi kebersihan, pemantauan kondisi pasien, serta rujukan medis bila terdapat tanda bahaya atau dehidrasi berat.

Pencegahan diare dapat dilakukan dengan cuci tangan pakai sabun, menjaga kebersihan makanan dan air minum, memperbaiki sanitasi lingkungan, imunisasi yang lengkap, serta segera memberikan cairan rehidrasi pada tanda awal dehidrasi.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pencegahan Diare Pencegahan Diare Diare: Konsep, Penyebab, dan Penanganan Keperawatan Diare: Konsep, Penyebab, dan Penanganan Keperawatan Nyeri Akut: Definisi, Penyebab, dan Penatalaksanaannya Nyeri Akut: Definisi, Penyebab, dan Penatalaksanaannya Gangguan Eliminasi Fekal: Konsep, Implikasi Keperawatan Gangguan Eliminasi Fekal: Konsep, Implikasi Keperawatan Risiko Dehidrasi: Identifikasi dan Pencegahan Risiko Dehidrasi: Identifikasi dan Pencegahan Faktor Risiko Penyakit Berbasis Lingkungan Faktor Risiko Penyakit Berbasis Lingkungan Gangguan Eliminasi Fekal: Definisi dan Contoh Gangguan Eliminasi Fekal: Definisi dan Contoh Dampak Lingkungan terhadap Kesehatan Dampak Lingkungan terhadap Kesehatan Hubungan Sanitasi dan Stunting Hubungan Sanitasi dan Stunting Efek Suplemen Zat Besi terhadap Gangguan Pencernaan Efek Suplemen Zat Besi terhadap Gangguan Pencernaan Pola Eliminasi: Gangguan yang Menyertai dan Implikasi Klinis Pola Eliminasi: Gangguan yang Menyertai dan Implikasi Klinis Hygiene Sanitasi Lingkungan Hygiene Sanitasi Lingkungan Kualitas Data Mortalitas Kualitas Data Mortalitas Risiko Dehidrasi: Konsep, Faktor Penyebab, dan Pencegahan Risiko Dehidrasi: Konsep, Faktor Penyebab, dan Pencegahan Attribution Theory: Konsep dan Contoh Attribution Theory: Konsep dan Contoh Penyakit Berbasis Lingkungan Penyakit Berbasis Lingkungan Evaluasi Penggunaan Probiotik sebagai Terapi Pendukung Evaluasi Penggunaan Probiotik sebagai Terapi Pendukung Hydration Status: Definisi dan Pemeriksaan Hydration Status: Definisi dan Pemeriksaan Sanitasi Lingkungan: Konsep, risiko kesehatan, dan pencegahan Sanitasi Lingkungan: Konsep, risiko kesehatan, dan pencegahan Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit: Definisi dan Faktor Penyebab Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit: Definisi dan Faktor Penyebab
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…