Terakhir diperbarui: 08 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 8 December). Efektivitas Kompres Hangat. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/efektivitas-kompres-hangat  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Efektivitas Kompres Hangat - SumberAjar.com

Efektivitas Kompres Hangat

Pendahuluan

Kompres hangat adalah praktik yang sudah lama dikenal dalam perawatan kesehatan non-farmakologis, dan sering diterapkan baik di rumah maupun fasilitas kesehatan untuk meredakan nyeri, mengatasi demam, atau meningkatkan kenyamanan tubuh. Meskipun secara empiris banyak orang merasakan manfaat dari kompres hangat, penting untuk mengevaluasi efektivitasnya berdasarkan bukti ilmiah, kapan, bagaimana, dan seberapa besar efeknya. Artikel ini akan mengulas definisi, tujuan, mekanisme kerja, prosedur, keamanan, serta bukti ilmiah terkait penggunaan kompres hangat.


Definisi Kompres Hangat

Definisi Kompres Hangat Secara Umum

Kompres hangat merujuk pada pemberian panas secara lokal pada bagian tubuh tertentu melalui media air hangat, handuk hangat, hot-pack, kantong air panas, atau material lain yang dapat menghantarkan panas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan suhu permukaan kulit dan jaringan di bawahnya, sehingga mempengaruhi sirkulasi darah, relaksasi otot, dan respons fisiologis tubuh lainnya.

Definisi Kompres Hangat dalam KBBI

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), “kompres” berarti pembalut yang dibasahi dengan air hangat atau dingin dan ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit atau memerlukan pengobatan. Istilah “kompres hangat” berarti kompres yang menggunakan air hangat atau media hangat sebagai penyalur panas., (link ke KBBI bisa disertakan sesuai akses web KBBI).

Definisi Kompres Hangat Menurut Para Ahli

  • Menurut peneliti di bidang keperawatan (misalnya dalam studi oleh Eneng Aminah dkk., 2022), kompres hangat diartikan sebagai intervensi non-farmakologis untuk mengatasi nyeri pada penyakit sendi, seperti arthritis gout, dengan tujuan meningkatkan aliran darah dan mengurangi ketegangan otot. [Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id]

  • Dalam kajian sistematis oleh G Lee et al. (2024), kompres hangat disebut sebagai “warm compress (WC) therapy, ” yaitu aplikasi panas permukaan, baik kering maupun lembap, yang diarahkan untuk memperbaiki kondisi jaringan tepi seperti mata (untuk gangguan kelenjar meibomian) atau area tubuh lain yang memerlukan relaksasi. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Dalam literatur manajemen nyeri muskuloskeletal, kompres hangat (termasuk “heat wrap therapy”) diartikan sebagai bagian dari “superficial heat therapy” untuk mengurangi intensitas nyeri dan meningkatkan fungsi fisik pasien. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Studi keperawatan untuk manajemen demam dan penurunan suhu tubuh pada anak menyebut kompres air hangat sebagai intervensi suportif untuk mengembalikan suhu tubuh mendekati normal. [Lihat sumber Disini - ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id]


Tujuan dan Indikasi Kompres Hangat

Tujuan pemberian kompres hangat meliputi beberapa hal berikut:

Indikasi umum untuk menggunakan kompres hangat meliputi: artritis/gout, dismenorea, nyeri otot atau punggung, demam, nyeri perineum postpartum, nyeri akibat cedera ringan, serta kondisi kronik yang menyebabkan nyeri muskuloskeletal atau sendi.


Mekanisme Kerja Kompres Hangat terhadap Tubuh

Pemberian panas secara lokal melalui kompres hangat memicu beberapa respons fisiologis dalam tubuh:

  • Vasodilatasi lokal: Panas menyebabkan pembuluh darah di area yang dikompres melebar, sehingga meningkatkan aliran darah, suplai oksigen, serta nutrisi ke jaringan setempat, dan mempercepat pembuangan sisa metabolisme. Hal ini membantu mengurangi rasa nyeri dan mempercepat proses penyembuhan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Relaksasi otot dan jaringan lunak: Otot atau jaringan yang tegang cenderung menimbulkan sakit dan kaku, panas membuat otot merileks dan menurunkan ketegangan otot, sehingga mengurangi nyeri dan meningkatkan mobilitas. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Modulasi nyeri melalui sistem saraf: Terapi panas dapat mempengaruhi persepsi nyeri dengan mengaktifkan mekanisme “gate control theory”, panas mengubah sinyal saraf di area tepi sehingga mengurangi transmisi sinyal nyeri ke otak, atau merangsang pelepasan endorfin sebagai penahan nyeri alami. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Efek relaksasi dan kenyamanan: Panas memberikan sensasi hangat yang memberi rasa nyaman dan menenangkan tubuh, hal ini penting dalam penanganan nyeri, stres, dan kondisi pasca tindakan medis. [Lihat sumber Disini - ebsina.or.id]


Prosedur Pemberian Kompres Hangat

Berikut tata cara umum penggunaan kompres hangat secara aman dan efektif:

  1. Persiapkan media panas, bisa berupa handuk hangat yang direndam air hangat, hot-pack, kantong air panas, atau kompres basah hangat sesuai rekomendasi. Pastikan suhunya tidak terlalu panas agar tidak menyebabkan luka bakar atau iritasi kulit.

  2. Bersihkan area kulit yang akan dikompres, dan keringkan sebelum menerapkan kompres agar kontak kulit maksimal.

  3. Tempelkan kompres di area yang membutuhkan selama durasi tertentu, misalnya 10, 20 menit per sesi, tergantung tujuan (nyeri, demam, relaksasi).

  4. Setelah selesai, lepaskan kompres dan biarkan kulit bernapas, jika digunakan berulang, beri jeda antara sesi agar kulit tidak iritasi.

  5. Pastikan hidrasi dan ventilasi tubuh, terutama jika kompres hangat digunakan dalam kondisi demam atau terapi berulang.

Prosedur bisa disesuaikan berdasarkan kondisi: misalnya pada demam anak, kompres bisa diterapkan di area aksila atau dahi; pada nyeri sendi atau otot, pada area yang sakit.


Keamanan dan Risiko Penggunaan Kompres Hangat

Meskipun kompres hangat umumnya dianggap aman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan efek samping:

  • Suhu terlalu panas dapat menyebabkan luka bakar atau iritasi kulit, terutama pada kulit sensitif, lansia, atau anak-anak.

  • Jika kulit mengalami luka terbuka, infeksi, atau gangguan sirkulasi (misalnya diabetes, varises berat), penggunaan panas harus dipertimbangkan secara hati-hati atau dihindari.

  • Penggunaan terlalu lama atau terlalu sering bisa menyebabkan iritasi kulit, dehidrasi lokal, atau ketidaknyamanan.

  • Efek terhadap kondisi internal, pada beberapa kasus demam, kompres hangat saja mungkin tidak cukup, dan harus dikombinasikan dengan intervensi lain; tidak semua kondisi akan merespon dengan baik.

Karena itu, penting untuk memperhatikan suhu, durasi, kebersihan, dan kondisi individu sebelum menerapkan kompres hangat.


Bukti Ilmiah Efektivitas Kompres Hangat

Ada sejumlah penelitian, termasuk dari Indonesia dalam rentang tahun 2021, 2025, yang mendukung efektivitas kompres hangat:

  • Sebuah penelitian kuasi-eksperimen pada penderita Gout arthritis menunjukkan bahwa pemberian kompres hangat secara signifikan menurunkan skala nyeri pada pasien (p < 0, 005). [Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id]

  • Pada pasien dengan Dismenorea (nyeri haid), penggunaan kompres hangat terbukti menurunkan intensitas nyeri dari nyeri sedang ke nyeri ringan dengan analisis statistik signifikan (p = 0, 000). [Lihat sumber Disini - ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id]

  • Dalam konteks demam pada anak, beberapa studi menunjukkan kompres air hangat pada dahi atau aksila membantu menurunkan suhu tubuh secara signifikan. [Lihat sumber Disini - ojs3.poltekkes-mks.ac.id]

  • Untuk nyeri punggung bawah akut atau kronik, review literatur menunjukkan bahwa “heat wrap therapy” (terapi kompres panas) dapat mengurangi intensitas nyeri dan meningkatkan fungsi tubuh/polanya aktivitas. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Dalam perawatan nyeri akut pada pasien rawat inap, intervensi kompres hangat selama beberapa hari menurunkan keluhan nyeri, mengurangi ketegangan otot, dan meningkatkan kualitas tidur serta kenyamanan pasien. [Lihat sumber Disini - ebsina.or.id]

Namun, tidak semua penelitian menunjukkan hasil konsisten, misalnya dalam konteks demam, ada penelitian yang menunjukkan perbedaan hasil antara kompres hangat vs terapi lainnya (misalnya sponge bath), dan efektivitas bisa bergantung pada metode, durasi, dan kepatuhan pasien. [Lihat sumber Disini - ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id]

Secara umum, bukti ilmiah mendukung bahwa kompres hangat efektif terutama untuk mengurangi nyeri (sendi, otot, dismenorea, nyeri punggung), membantu menurunkan demam ringan hingga sedang, serta meningkatkan kenyamanan fisik, dengan catatan penggunaan yang tepat.


Contoh Penerapan Kompres Hangat

Berikut beberapa contoh penggunaan kompres hangat berdasarkan indikasi:

  • Arthritis / Gout, pasien dengan gout arthritis melakukan kompres hangat pada area sendi, misalnya lutut atau pergelangan kaki, secara rutin untuk mengurangi nyeri nyeri sendi.

  • Dismenorea (nyeri haid), remaja atau wanita dewasa menggunakan kompres hangat pada perut bagian bawah atau pinggang untuk meredakan kram menstruasi.

  • Nyeri otot / punggung bawah, individu yang bekerja dengan beban fisik atau duduk lama menggunakan kompres hangat untuk meredakan ketegangan otot atau nyeri punggung.

  • Demam pada anak, pada anak dengan demam ringan/menengah, kompres air hangat di dahi atau aksila sebagai intervensi suportif untuk membantu menurunkan suhu tubuh (di usaha perawatan atau di rumah).

  • Nyeri pasca persalinan / luka perineum, ibu postpartum menggunakan kompres hangat, kadang dikombinasikan dengan aromaterapi (misalnya lemon), untuk meredakan nyeri luka perineum. [Lihat sumber Disini - journal.stikep-ppnijabar.ac.id]


Kesimpulan

Kompres hangat adalah intervensi non-farmakologis yang sederhana, murah, dan mudah diakses yang memberikan manfaat nyata dalam banyak kondisi, terutama nyeri (sendi, otot, dismenorea, punggung), demam ringan, serta untuk meningkatkan kenyamanan dan relaksasi. Bukti ilmiah, termasuk dari studi di Indonesia dalam rentang 2021, 2025, mendukung efektivitasnya bila diterapkan dengan prosedur yang tepat. Meskipun demikian, kompres hangat tidak selalu menggantikan terapi medis utama, dan perlu diperhatikan aspek keselamatan seperti suhu, durasi, serta kondisi individu. Oleh karena itu, kompres hangat lebih tepat digunakan sebagai bagian dari pendekatan komprehensif: kombinasi gaya hidup sehat, perawatan medis bila diperlukan, dan intervensi non-farmakologis seperti kompres hangat.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kompres hangat adalah metode pemberian panas secara lokal pada bagian tubuh menggunakan handuk hangat, hot pack, atau media panas lainnya untuk meredakan nyeri, meningkatkan sirkulasi darah, dan memberikan rasa nyaman.

Manfaat kompres hangat meliputi meredakan nyeri otot dan sendi, mengurangi kram menstruasi, meningkatkan aliran darah, membantu menurunkan demam, serta memperbaiki relaksasi tubuh.

Kompres hangat bekerja melalui vasodilatasi yang meningkatkan aliran darah, relaksasi otot, dan modulasi sinyal nyeri sehingga tubuh merasakan pengurangan keluhan nyeri dan peningkatan kenyamanan.

Kompres hangat aman bila suhu, durasi, dan kondisi kulit diperhatikan. Risiko seperti iritasi dan luka bakar dapat terjadi bila kompres terlalu panas atau dipakai terlalu lama, terutama pada anak-anak dan lansia.

Kompres hangat digunakan pada kondisi seperti nyeri otot, nyeri sendi, dismenorea, nyeri punggung, demam ringan, serta nyeri pasca persalinan. Namun penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi individu.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Kompres Hangat: Konsep, Manfaat Klinis, dan Efektivitas Kompres Hangat: Konsep, Manfaat Klinis, dan Efektivitas Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Payudara Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Payudara Manajemen Nyeri Masa Nifas Manajemen Nyeri Masa Nifas Perawatan Payudara: Konsep, Pencegahan Masalah, dan Dukungan ASI Perawatan Payudara: Konsep, Pencegahan Masalah, dan Dukungan ASI Nyeri Kronis: Karakteristik dan Contoh Kasus Nyeri Kronis: Karakteristik dan Contoh Kasus Manajemen Nyeri Non-Farmakologis: Pendekatan dan Peran Perawat Manajemen Nyeri Non-Farmakologis: Pendekatan dan Peran Perawat Manajemen Nyeri Non-Farmakologis Manajemen Nyeri Non-Farmakologis Efektivitas Senam Yoga dalam Mengurangi Nyeri Punggung Ibu Hamil Efektivitas Senam Yoga dalam Mengurangi Nyeri Punggung Ibu Hamil Ketidaknyamanan Masa Menyusui Ketidaknyamanan Masa Menyusui Gangguan Regulasi Suhu Tubuh: Penyebab dan Contoh Gangguan Regulasi Suhu Tubuh: Penyebab dan Contoh Nyeri Persalinan: Konsep, Karakteristik, dan Penatalaksanaan Nyeri Persalinan: Konsep, Karakteristik, dan Penatalaksanaan Manajemen Nyeri Pascapersalinan: Konsep, Pendekatan Kebidanan, dan Pemulihan Manajemen Nyeri Pascapersalinan: Konsep, Pendekatan Kebidanan, dan Pemulihan Efektivitas: Pengertian, Faktor yang Mempengaruhi, dan Contohnya Efektivitas: Pengertian, Faktor yang Mempengaruhi, dan Contohnya Agreeableness: Konsep dan Hubungan Interpersonal Agreeableness: Konsep dan Hubungan Interpersonal Nyeri Akut: Definisi, Penyebab, dan Penatalaksanaannya Nyeri Akut: Definisi, Penyebab, dan Penatalaksanaannya Gangguan Mobilitas Fisik Pasien Lansia Gangguan Mobilitas Fisik Pasien Lansia Ketidaknyamanan Fisik: Jenis dan Penanganan Ketidaknyamanan Fisik: Jenis dan Penanganan Gangguan Regulasi Suhu Tubuh: Konsep, Penyebab, dan Implikasi Gangguan Regulasi Suhu Tubuh: Konsep, Penyebab, dan Implikasi Efektivitas Sistem Rujukan Efektivitas Sistem Rujukan Pola Asuh dan Kesehatan Anak Pola Asuh dan Kesehatan Anak
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…