Terakhir diperbarui: 23 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 23 December). Gangguan Regulasi Suhu Tubuh: Konsep, Penyebab, dan Implikasi. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/gangguan-regulasi-suhu-tubuh-konsep-penyebab-dan-implikasi  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Gangguan Regulasi Suhu Tubuh: Konsep, Penyebab, dan Implikasi - SumberAjar.com

Gangguan Regulasi Suhu Tubuh: Konsep, Penyebab, dan Implikasi

Pendahuluan

Gangguan regulasi suhu tubuh merupakan kondisi klinis yang serius dalam praktik keperawatan dan kedokteran. Suhu tubuh adalah salah satu tanda vital yang menggambarkan keadaan fisiologis seseorang dan mencerminkan kemampuan tubuh dalam mempertahankan keseimbangan panas dan kehilangan panas melalui berbagai mekanisme internal dan eksternal. Ketidakseimbangan dalam regulasi suhu tubuh dapat menyebabkan dampak yang signifikan terhadap fungsi organ vital, respons imun, serta proses penyembuhan pasien.

Mekanisme penyesuaian suhu tubuh dimulai dari pusat termoregulasi di hipotalamus yang memonitor sinyal dari termoreseptor perifer dan pusat. Ketika tubuh gagal untuk mempertahankan suhu dalam kisaran normal, baik karena paparan lingkungan ekstrem, gangguan neurologis, maupun faktor internal seperti infeksi, komplikasi klinis dapat terjadi, termasuk hipersuhu (hipertermia) atau suhu rendah (hipotermia). Pemahaman tentang konsep, penyebab, jenis gangguan, serta implikasi keperawatan sangat penting untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien dan mengurangi risiko komplikasi serius.


Definisi Gangguan Regulasi Suhu Tubuh

Definisi Gangguan Regulasi Suhu Tubuh Secara Umum

Gangguan regulasi suhu tubuh secara umum merujuk pada kondisi di mana tubuh tidak mampu menjaga suhu internal dalam rentang normal dan stabil. Suhu tubuh manusia normal berkisar antara 36, 5, 37, 5°C dan dipertahankan melalui mekanisme termoregulasi yang kompleks yang melibatkan interaksi antara produksi panas dan pengeluaran panas. Ketika mekanisme ini gagal bekerja secara efektif, tubuh akan mengalami fluktuasi suhu yang dapat berakibat buruk terhadap fungsi fisiologis serta kemampuan adaptasi tubuh terhadap lingkungan. Hal ini dapat terjadi baik karena faktor internal maupun eksternal yang mengganggu keseimbangan panas tubuh. [Lihat sumber Disini - ejournal.poltekkes-smg.ac.id]

Definisi Gangguan Regulasi Suhu Tubuh dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), suhu tubuh adalah ukuran panas atau dingin suatu tubuh manusia yang mencerminkan keseimbangan panas yang dihasilkan dari metabolisme dan panas yang hilang ke lingkungan. Gangguan regulasi suhu tubuh dalam konteks KBBI dapat dipahami sebagai kondisi gangguan proses pengaturan suhu tubuh, dimana tubuh tidak lagi mampu mempertahankan suhu secara fisiologis dalam rentang normal. Sumber resmi daring KBBI menjelaskan bahwa istilah suhu merupakan ukuran energi panas suatu benda atau bagian tubuh yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. (situs resmi KBBI online)

(Catatan: karena KBBI dalam beberapa kasus hanya memberi definisi suhu tubuh, konsep gangguan regulasi suhu tubuh diinterpretasikan dari pengertian itu.)

Definisi Gangguan Regulasi Suhu Tubuh Menurut Para Ahli

Menurut literatur kedokteran dan keperawatan, definisi gangguan regulasi suhu tubuh menjelaskan bahwa kondisi ini mencerminkan ketidakmampuan tubuh untuk mempertahankan suhu inti dalam kisaran optimal melalui mekanisme homeostasis. Para ahli menjelaskan bahwa termoregulasi atau pengaturan suhu tubuh adalah fungsi fisiologis yang mempertahankan keseimbangan antara panas yang dihasilkan tubuh dan panas yang hilang ke lingkungan melalui kontrol saraf dan hormonal dalam tubuh.

Beberapa definisi menurut ahli antara lain:

  1. Osilla et al. (StatPearls): Thermoregulation adalah proses mempertahankan suhu inti fisiologis tubuh dengan menyeimbangkan produksi panas dan kehilangan panas. Ketika mekanisme ini terganggu, tubuh dapat mengalami kondisi ekstrem seperti hipotermia atau hipertermia yang berpotensi fatal. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Megasari et al. (2024) menjelaskan bahwa termoregulasi merupakan proses penting dalam menjaga homeostasis, yaitu kestabilan suhu tubuh dalam kisaran normal melalui kerja sistem saraf pusat dan perifer. [Lihat sumber Disini - ejournal.poltekkes-smg.ac.id]

  3. Istilah gangguan termoregulasi dijelaskan sebagai kegagalan mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal akibat mekanisme internal yang tidak efektif atau faktor eksternal yang mengganggu keseimbangan ini. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]

  4. Konsep gangguan regulasi suhu tubuh juga melibatkan ketidakseimbangan dalam respon tubuh terhadap perubahan suhu eksternal, yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan, disfungsi organ, dan gangguan metabolik. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]


Konsep Regulasi Suhu Tubuh

Regulasi suhu tubuh adalah proses dinamis yang dilakukan oleh tubuh untuk menjaga suhu internal agar tetap stabil di tengah fluktuasi lingkungan yang berubah-ubah. Proses ini dikenal sebagai termoregulasi dan merupakan bagian penting dari mekanisme homeostasis atau keseimbangan internal tubuh. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Tubuh manusia memiliki pusat termoregulasi yang terletak di area preoptik hipotalamus. Hipotalamus ini bertindak seperti “termostat tubuh” yang menerima informasi dari termoreseptor yang tersebar di seluruh tubuh dan berfungsi untuk mendeteksi suhu internal maupun permukaan tubuh. Informasi ini kemudian diproses dan dikirimkan melalui jalur saraf ke efektor tubuh untuk menyesuaikan respon fisiologis yang sesuai. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Mekanisme termoregulasi tubuh bekerja melalui berbagai respons fisiologis seperti:

  • Vasodilatasi untuk melepaskan panas ketika tubuh terlalu panas.

  • Vasokonstriksi untuk mempertahankan panas ketika tubuh terlalu dingin.

  • Berkeringat sebagai bentuk pendinginan melalui evaporasi.

  • Menggigil (shivering) sebagai respons untuk meningkatkan produksi panas saat suhu rendah.

Mekanisme pengaturan ini terjadi secara otomatis melalui kontrol saraf dan hormonal untuk menjaga keseimbangan panas dan mencegah fluktuasi suhu yang ekstrem. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]


Faktor Penyebab Gangguan Regulasi Suhu

Gangguan regulasi suhu tubuh dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang berasal dari luar maupun dalam tubuh. Faktor-faktor ini dapat bekerja sendiri-sendiri atau secara bersamaan sehingga menyebabkan tubuh gagal mempertahankan suhu dalam kisaran normal.

Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan seperti panas atau dingin yang ekstrem merupakan penyebab utama gangguan termoregulasi. Paparan suhu tinggi tanpa perlindungan atau paparan suhu rendah yang berkepanjangan akan memperberat kerja mekanisme termoregulasi tubuh sehingga risiko hipertermia dan hipotermia meningkat drastis. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Faktor Fisiologis dan Medis

Berikut beberapa faktor fisiologis dan medis yang dapat menyebabkan gangguan regulasi suhu:

  • Cedera Sistem Saraf Pusat, terutama cedera pada daerah hipotalamus atau jalur saraf yang terlibat dalam pengaturan suhu, dapat secara langsung mengganggu kemampuan tubuh untuk beradaptasi terhadap perubahan suhu lingkungan. [Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id]

  • Infeksi dan Demam, karena proses inflamasi yang menghasilkan sitokin dapat memengaruhi pusat termoregulasi dan mengubah ambang suhu tubuh. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  • Anestesi dan Prosedur Medis, khususnya pada pasien pasca operasi, penggunaan anestesi umum dapat menyebabkan perubahan ambang respon termoregulasi sehingga peningkatan risiko hipotermia pasca bedah. [Lihat sumber Disini - ejournal.poltekkes-smg.ac.id]

  • Kelainan Endokrin dan Metabolik, seperti gangguan tiroid atau diabetes, karena memengaruhi metabolisme panas tubuh dan respon adaptasi terhadap stress suhu. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Kelompok Usia Rentan

Kelompok usia seperti bayi baru lahir dan lansia memiliki mekanisme termoregulasi yang kurang optimal. Bayi memiliki rasio luas permukaan terhadap volume tubuh yang besar sehingga mudah kehilangan panas dan belum sepenuhnya mampu menghasilkan panas internal. Lansia memiliki respon fisiologis yang lebih lambat terhadap perubahan suhu lingkungan. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]


Jenis Gangguan Regulasi Suhu Tubuh

Gangguan regulasi suhu tubuh dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, tergantung pada arah perubahan suhu tubuh maupun mekanisme yang rusak.

Hipotermia

Hipotermia adalah kondisi di mana suhu tubuh inti turun di bawah batas fisiologis normal, umumnya <36°C. Hipotermia dapat disebabkan oleh paparan lingkungan dingin, konsumsi alkohol, gangguan endokrin, trauma berat, serta dampak anestesi yang menurunkan kemampuan tubuh dalam mempertahankan produksi panas. [Lihat sumber Disini - ejournal.poltekkes-smg.ac.id]

Gejala klinis hipotermia antara lain penurunan kesadaran, menggigil terus-menerus, penurunan refleks, bradikardia, dan potensi gangguan fungsi organ jika tidak ditangani dengan benar.

Hipertermia dan Heat Stroke

Hipertermia adalah kondisi peningkatan suhu tubuh yang tidak normal karena produksi panas yang berlebihan atau kegagalan tubuh dalam melepaskan panas. Pada tingkat ekstrem, kondisi ini dapat berkembang menjadi heat stroke, di mana mekanisme pendinginan tubuh tidak mampu mengatasi panas, dan risiko kerusakan organ serta gangguan kesadaran meningkat tajam. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Demam sebagai Respons Imun

Demam merupakan salah satu bentuk gangguan termoregulasi yang dipicu oleh respon imun tubuh terhadap infeksi atau inflamasi. Ketika pyrogen internal dan eksternal merangsang pusat termoregulasi, tubuh mengubah “set point” suhu inti sehingga terjadi peningkatan suhu tubuh yang disengaja sebagai respons imun terhadap patogen. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]


Dampak Gangguan Suhu Tubuh terhadap Pasien

Gangguan regulasi suhu tubuh memiliki dampak fisiologis dan klinis yang luas bagi pasien, termasuk:

Disfungsi Organ Vital

Fluktuasi suhu tubuh yang ekstrem dapat menyebabkan disfungsi sistem kardiovaskular, respirasi, ginjal, serta metabolisme seluler. Suhu yang sangat tinggi atau rendah dapat menghambat kerja enzim dan sistem enzimatik penting yang diperlukan untuk kehidupan sel. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Gangguan Sistem Imun

Peningkatan suhu tubuh pada demam dapat meningkatkan kebutuhan metabolik tubuh dan mempercepat laju metabolisme, yang jika tidak terkontrol dapat berdampak buruk pada sistem imun. Di sisi lain, hipotermia menekan respons imun sehingga pasien lebih rentan terhadap infeksi nosokomial dan komplikasi lain selama perawatan. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Penurunan Kualitas Hidup dan Prognosis Pasien

Pasien dengan gangguan suhu tubuh kronis sering kali mengalami keterbatasan dalam melakukan aktifitas sehari-hari serta memerlukan perawatan intensif. Gangguan suhu tubuh juga berhubungan dengan peningkatan lama rawat inap dan mortalitas pasien dalam setting klinis. [Lihat sumber Disini - ejournal.poltekkes-smg.ac.id]


Penilaian Keperawatan Suhu Tubuh

Penilaian keperawatan terhadap regulasi suhu tubuh merupakan bagian penting dari proses asuhan keperawatan yang komprehensif.

Pengukuran Suhu Tubuh

Pengukuran yang akurat merupakan langkah awal penilaian. Suhu dapat diukur melalui beberapa teknik seperti:

  • Termometer oral,

  • Axilla (ketiak),

  • Tympanic (telinga),

  • Rektal (lebih akurat core internal).

Pemilihan metode tergantung pada kondisi pasien, situasi klinis, serta usia pasien. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Pemantauan Perubahan Klinis

Perawat harus mencatat pola perubahan suhu tubuh sepanjang waktu, memperhatikan faktor pemicu seperti paparan suhu ekstrem, infeksi yang sedang terjadi, penggunaan obat atau anestesi, serta kondisi underlying seperti trauma atau penyakit kronis. Pemantauan ini juga mencakup tanda-tanda klinis lain seperti perubahan kesadaran, denyut nadi, tekanan darah, dan pola perfusi perifer.

Evaluasi Respon Therapeutik

Evaluasi juga mencakup respons terhadap intervensi keperawatan seperti pemberian antipiretik, pemberian terapi pendinginan atau pemanasan aktif, manajemen cairan, serta kolaborasi dengan tim medis lain untuk pengelolaan kondisi dasar yang menyebabkan gangguan suhu tubuh.


Implikasi Keperawatan dalam Pengelolaan Suhu Tubuh

Penatalaksanaan keperawatan terhadap gangguan regulasi suhu tubuh harus dilakukan secara sistematik dan berbasis bukti.

Intervensi Keperawatan Dasar

  1. Monitoring Suhu secara Teratur

    Perawat harus menentukan jadwal pengukuran suhu yang konsisten, mencatat perubahan tren, serta mencatat faktor-faktor lingkungan dan klinis yang relevan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  2. Manajemen Lingkungan

    Pengaturan suhu ruang, kelembaban, dan ventilasi untuk membantu tubuh mempertahankan suhu yang stabil terutama pada pasien dengan gangguan respon termoregulasi.

  3. Kolaborasi dalam Perawatan Pasien Paska Operasi

    Untuk pasien yang baru menjalani operasi, perawat bekerjasama dengan tim medis untuk mencegah hipotermia pasca bedah melalui pemantauan intensif dan penggunaan selimut hangat atau alat penghangat tubuh sesuai kebutuhan. [Lihat sumber Disini - ejournal.poltekkes-smg.ac.id]

  4. Nursing Care pada Hipertermia dan Demam

    Perawat mengimplementasikan penanganan demam dan hipertermia termasuk antipiretik sesuai indikasi, terapi pendinginan aktif seperti kompres dingin, serta edukasi kepada keluarga pasien untuk mengenali tanda-tanda keadaan kritis. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  5. Perhatian Khusus pada Kelompok Rentan

    Pada neonatus atau lansia, perawat harus menyesuaikan intervensi karena respons termoregulasi mereka kurang efektif, seperti terapi penghangat infant incubator pada bayi prematur atau pemantauan ketat terhadap lansia di lingkungan suhu ekstrem. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Edukasi Pasien dan Keluarga

Pendidikan kesehatan kepada pasien dan keluarga terkait pentingnya pengendalian suhu tubuh, tanda-tanda abnormal suhu tubuh yang memerlukan perhatian medis, serta cara-cara sederhana menjaga kestabilan suhu tubuh di rumah merupakan bagian penting dari peran keperawatan.


Kesimpulan

Gangguan regulasi suhu tubuh adalah kondisi klinis yang dapat menyebabkan dampak signifikan terhadap kesehatan individu jika tidak ditangani secara tepat. Mekanisme regulasi suhu melibatkan sistem kompleks antara pusat termoregulasi di hipotalamus, termoreseptor, dan respon fisiologis lainnya yang bekerja untuk menjaga keseimbangan panas tubuh. Faktor penyebab gangguan dapat berasal dari lingkungan ekstrem, masalah medis internal, cedera neurologis, maupun prosedur medis. Jenis gangguan suhu tubuh mencakup hipotermia, hipertermia, dan demam berupa gangguan termoregulasi yang memerlukan tindakan keperawatan tepat. Penilaian keperawatan yang akurat dan kolaborasi dalam terapi adalah kunci untuk mengoptimalkan hasil perawatan pasien. Implementasi intervensi keperawatan yang responsif seperti monitoring suhu yang cermat, manajemen lingkungan, serta edukasi kepada pasien dan keluarga dapat mengurangi risiko komplikasi dan meningkatkan kualitas perawatan pasien secara keseluruhan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Gangguan regulasi suhu tubuh adalah kondisi ketika tubuh tidak mampu mempertahankan suhu internal dalam batas normal akibat gangguan mekanisme termoregulasi, baik karena faktor internal seperti infeksi dan gangguan saraf maupun faktor eksternal seperti paparan suhu ekstrem.

Penyebab gangguan regulasi suhu tubuh meliputi paparan suhu lingkungan ekstrem, infeksi, cedera sistem saraf pusat, gangguan metabolik, penggunaan anestesi, serta kondisi usia rentan seperti bayi dan lansia.

Jenis gangguan regulasi suhu tubuh meliputi hipotermia, hipertermia, dan demam. Hipotermia terjadi saat suhu tubuh terlalu rendah, hipertermia terjadi saat suhu tubuh terlalu tinggi, sedangkan demam merupakan respon imun tubuh terhadap infeksi atau inflamasi.

Gangguan suhu tubuh berbahaya karena dapat menyebabkan disfungsi organ vital, gangguan metabolisme, penurunan respon imun, serta meningkatkan risiko komplikasi dan mortalitas terutama pada pasien kritis.

Peran perawat meliputi pemantauan suhu tubuh secara berkala, pengelolaan lingkungan, pemberian intervensi pemanasan atau pendinginan, edukasi pasien dan keluarga, serta kolaborasi dengan tim medis dalam pengelolaan penyebab gangguan suhu tubuh.

Penilaian keperawatan suhu tubuh dilakukan melalui pengukuran suhu dengan metode yang sesuai, observasi perubahan klinis, identifikasi faktor risiko, serta evaluasi respon pasien terhadap intervensi keperawatan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Gangguan Regulasi Suhu Tubuh: Penyebab dan Contoh Gangguan Regulasi Suhu Tubuh: Penyebab dan Contoh Implikasi Penelitian: Pengertian, Jenis, dan Contohnya Implikasi Penelitian: Pengertian, Jenis, dan Contohnya Regulasi Stres: Konsep dan Strategi Adaptif Regulasi Stres: Konsep dan Strategi Adaptif Konsep Regulasi Emosi dalam Kehidupan Akademik Konsep Regulasi Emosi dalam Kehidupan Akademik Regulasi Emosi: Konsep, Proses, dan Strateginya Regulasi Emosi: Konsep, Proses, dan Strateginya Regulasi Diri: Konsep dan Mekanisme Psikologis Regulasi Diri: Konsep dan Mekanisme Psikologis Gangguan Memori: Konsep, Faktor Penyebab, dan Dampak Gangguan Memori: Konsep, Faktor Penyebab, dan Dampak Gangguan Fungsi Sensorik: Konsep, Jenis, dan Implikasi Gangguan Fungsi Sensorik: Konsep, Jenis, dan Implikasi Body Awareness pada Ibu Bersalin Body Awareness pada Ibu Bersalin Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Cairan: Konsep, Dampak, dan Pencegahan Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Cairan: Konsep, Dampak, dan Pencegahan Ketidakseimbangan Elektrolit: Konsep, Faktor Penyebab, dan Implikasi Klinis Ketidakseimbangan Elektrolit: Konsep, Faktor Penyebab, dan Implikasi Klinis Gangguan Eliminasi Fekal: Konsep, Implikasi Keperawatan Gangguan Eliminasi Fekal: Konsep, Implikasi Keperawatan Kualitas Data Mortalitas Kualitas Data Mortalitas Perubahan Pola Bicara: Pengertian dan Contoh Kasus Perubahan Pola Bicara: Pengertian dan Contoh Kasus Pemenuhan Kebutuhan Oksigen: Gangguan dan Implikasi Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Oksigen: Gangguan dan Implikasi Keperawatan Gangguan Memori: Definisi, Penyebab, dan Penanganan Gangguan Memori: Definisi, Penyebab, dan Penanganan Kualitas Tidur Pasien: Gangguan Umum dan Implikasi Keperawatan Kualitas Tidur Pasien: Gangguan Umum dan Implikasi Keperawatan Attribution Theory: Konsep dan Contoh Attribution Theory: Konsep dan Contoh Faktor Penyebab Kekurangan Energi Kronis Faktor Penyebab Kekurangan Energi Kronis Body Image Pasien Pasca Operasi Body Image Pasien Pasca Operasi
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…