Terakhir diperbarui: 08 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 8 December). Gangguan Regulasi Suhu Tubuh: Penyebab dan Contoh. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/gangguan-regulasi-suhu-tubuh-penyebab-dan-contoh  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Gangguan Regulasi Suhu Tubuh: Penyebab dan Contoh - SumberAjar.com

Gangguan Regulasi Suhu Tubuh: Penyebab dan Contoh

Pendahuluan

Regulasi suhu tubuh merupakan aspek krusial dalam mempertahankan homeostasis manusia. Kemampuan tubuh untuk menjaga suhu inti tetap konstan memungkinkan berbagai proses fisiologis berfungsi secara optimal. Ketika mekanisme pengaturan suhu ini terganggu, baik karena infeksi, paparan lingkungan ekstrem, atau gangguan fisiologis, tubuh dapat mengalami kondisi serius seperti demam, hipotermia, atau heatstroke. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai konsep regulasi suhu tubuh, mekanismenya, faktor penyebab gangguan termoregulasi, tanda-gejala, pemeriksaan pendukung, intervensi keperawatan, serta contoh kasus nyata.


Definisi “Regulasi Suhu Tubuh”

Definisi Regulasi Suhu Tubuh Secara Umum

Regulasi suhu tubuh adalah kemampuan organisme, terutama manusia, untuk mempertahankan suhu inti tubuh dalam batas normal, meskipun terjadi perubahan suhu lingkungan. Proses ini melibatkan keseimbangan antara produksi panas (metabolisme, aktivitas otot) dan kehilangan panas (melalui kulit, pernapasan, dan sistem pendinginan tubuh). Dengan regulasi suhu yang efektif, tubuh dapat menjaga lingkungan internal yang stabil untuk fungsi seluler dan organ.

Definisi Regulasi Suhu Tubuh dalam KBBI

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), “regulasi” berarti penyesuaian atau pengaturan; sedangkan “suhu” menunjuk pada derajat panas atau dingin. Sehingga regulasi suhu tubuh dapat diartikan sebagai pengaturan derajat panas tubuh agar tetap stabil. (Catatan: definisi spesifik “regulasi suhu tubuh” mungkin tidak tersedia sebagai entri tunggal, sehingga makna diturunkan dari definisi kata-kata tersebut.)

Definisi Regulasi Suhu Tubuh Menurut Para Ahli

  • Menurut A. Maulina dalam tulisan terkait konsep termoregulasi: termoregulasi adalah proses fisiologis tubuh manusia yang menjaga keseimbangan antara produksi panas dan kehilangan panas agar suhu tubuh tetap konstan. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]

  • Dalam literatur keperawatan, termoregulasi digambarkan sebagai suatu mekanisme yang menjaga agar tubuh tetap berada dalam kisaran suhu normal meskipun terjadi perubahan lingkungan eksternal. [Lihat sumber Disini - ejournal.poltekkes-smg.ac.id]

  • Sumber dari NCBI juga menyebut bahwa gangguan kemampuan tubuh untuk mengatur suhu (thermoregulation) dapat menyebabkan suhu tubuh menjadi terlalu rendah (hipotermia) atau terlalu tinggi (hipertermia/hiperpyreksia). [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  • Sebuah artikel review menyatakan bahwa termoregulasi memungkinkan tubuh mempertahankan suhu inti melalui interaksi antara pusat di otak dan mekanisme di kulit serta organ lain, menjaga homeostasis suhu tubuh. [Lihat sumber Disini - tandfonline.com]


Mekanisme Pengaturan Suhu oleh Tubuh

Pengaturan suhu tubuh melibatkan sistem fisiologis dan perilaku, terutama pusat pengatur di otak dan efektor di kulit, otot, serta organ lain. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]

  • Pusat pengatur utama adalah Hipotalamus, yang bertindak seperti termostat. Hipotalamus mendeteksi perubahan suhu tubuh melalui reseptor termal dan mengatur respons sesuai kebutuhan. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]

  • Bila suhu tubuh naik (atau lingkungan panas), tubuh mengaktifkan mekanisme pengeluaran panas seperti vasodilatasi kulit dan kelenjar keringat (keringat + evaporasi) untuk menurunkan suhu. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

  • Sebaliknya, saat suhu tubuh cenderung turun (atau cuaca dingin), tubuh menahan panas dengan vasokonstriksi perifer, menggigil untuk menghasilkan panas dari otot, dan memperlambat kehilangan panas. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]

  • Produksi panas internal, dari metabolisme basal, aktivitas, kontraksi otot, juga bisa disesuaikan. Kombinasi antara regulasi perilaku (memakai pakaian, berpindah lingkungan) dan respons fisiologis menjaga suhu tubuh tetap stabil. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]

Dengan demikian, regulasi suhu adalah hasil kerja terkoordinasi antara deteksi suhu, pusat kontrol di otak, dan efektor di seluruh tubuh.


Faktor Penyebab Gangguan Suhu (Demam, Hipotermia, Heatstroke)

Gangguan regulasi suhu tubuh bisa dipicu oleh berbagai faktor, baik berasal dari dalam tubuh maupun lingkungan. Berikut beberapa penyebab utama:

  • Infeksi atau penyakit (virus, bakteri, inflamasi) → memicu demam karena perubahan set-point termoregulasi di hipotalamus akibat pirogen endogen atau eksogen. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  • Paparan lingkungan ekstrem, panas atau dingin, yang melebihi kemampuan tubuh menyesuaikan suhu. Misalnya, cuaca panas ekstrem, kelembapan tinggi, atau cuaca dingin yang intens. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  • Aktivitas fisik berat atau dehidrasi dalam kondisi panas, tubuh menghasilkan banyak panas, sementara mekanisme pengeluaran panas gagal berfungsi optimal → bisa menyebabkan hipertermia atau heatstroke. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  • Gangguan fisiologis atau patologis seperti gangguan hipotalamus, kerusakan sistem saraf, gangguan endokrin, malnutrisi, lansia, penyakit kronis, yang dapat melemahkan respons termoregulasi tubuh. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  • Setelah prosedur medis atau operasi, termoregulasi bisa terganggu, menyebabkan perubahan suhu tubuh pascaoperasi. [Lihat sumber Disini - ejournal.poltekkes-smg.ac.id]

Jenis gangguan suhu tubuh yang umum ditemukan meliputi:


Tanda dan Gejala Gangguan Termoregulasi

Tanda dan gejala bergantung pada jenis gangguan, apakah tubuh terlalu panas atau terlalu dingin, serta tingkat keparahannya. Berikut gambaran klinis umum:

Hipotermia

Hipertermia / Heatstroke / Demam (Panas Berlebih)


Pemeriksaan Pendukung (Suhu, Tanda Vital, Laboratorium)

Untuk mengevaluasi gangguan regulasi suhu tubuh, pemeriksaan berikut sering dilakukan:

  • Pengukuran suhu tubuh inti, menggunakan termometer (oral, aksila, rektal, atau menggunakan termometer digital sesuai protokol).

  • Tanda vital, termasuk denyut jantung, tekanan darah, laju pernapasan, saturasi oksigen, perfusi perifer, status kesadaran. Ini membantu menilai dampak sistemik.

  • Penilaian hidrasi dan status cairan, memeriksa kulit, mukosa, output urin, turgor kulit, tanda dehidrasi atau overhidrasi.

  • Laboratorium, bisa mencakup pemeriksaan elektrolit, gas darah, fungsi ginjal, inflamasi (misalnya leukosit, CRP), jika dicurigai ada infeksi atau komplikasi dari suhu ekstrem.

  • Observasi neurologis, terutama jika ada gangguan kesadaran, kejang, kebingungan (misalnya pada heatstroke atau hipotermia berat).

Pemeriksaan ini penting agar intervensi bisa dilakukan tepat dan komplikasi dicegah sejak dini.


Intervensi Keperawatan untuk Termoregulasi

Peran keperawatan sangat penting dalam menjaga, mengembalikan, atau menstabilkan suhu tubuh pasien yang mengalami gangguan termoregulasi. Berikut intervensi umum berdasarkan jenis gangguan:

Untuk Hipertermia / Demam / Heat-Illness

  • Pendinginan cepat, termasuk pendinginan tubuh total (misalnya water tepid sponge, kompres, kipas angin, menurunkan suhu lingkungan) untuk membantu mengeluarkan panas tubuh. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  • Hidrasi adekuat, oral atau intravena sesuai kasus, untuk mengganti cairan tubuh yang hilang melalui keringat dan mencegah dehidrasi. [Lihat sumber Disini - academy.nursing.com]

  • Monitoring tanda vital & kesadaran, mengevaluasi denyut jantung, tekanan darah, pernapasan, kesadaran pasien secara berkala. [Lihat sumber Disini - academy.nursing.com]

  • Pendidikan pasien / keluarga, pentingnya istirahat di lingkungan sejuk, hidrasi, mengenakan pakaian ringan, serta mengenali gejala peringatan heatstroke.

Untuk Hipotermia

  • Penghangatan tubuh secara bertahap, menaikkan suhu lingkungan, menambahkan selimut atau pakaian hangat, memberikan cairan hangat, mendorong rewarming eksternal. [Lihat sumber Disini - scribd.com]

  • Pemantauan tanda vital & perfusi, memperhatikan detak jantung, perfusi perifer, kesadaran, pernapasan. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  • Stabilitas dan kenyamanan pasien, hindari trauma, jaga posisi, cermati perubahan kondisi, serta edukasi keluarga terkait risiko hipotermia pada kelompok rentan (lansia, bayi, pasien malnutrisi).


Contoh Kasus Gangguan Suhu Tubuh

Kasus 1: Hipertermia pada Pasien dengan Infeksi (Demam)

Seorang pasien dewasa mengalami infeksi saluran pernapasan dan masuk rumah sakit dengan suhu tubuh 38, 7 °C, berkeringat, detak jantung cepat, dan lemas. Setelah dilakukan water tepid sponge dan kompres, serta diberikan cairan adekuat dan istirahat, suhu tubuh menurun ke 37, 2 °C dalam beberapa jam. Pendekatan keperawatan membantu menstabilkan suhu tanpa komplikasi lebih lanjut.

Kasus 2: Hipotermia pada Lansia Pascabedah

Seorang pasien lansia pascaoperasi ditemukan dengan suhu tubuh 34, 8 °C, kulit dingin, lemah, perfusi perifer menurun. Setelah dilakukan penghangatan ruangan, penambahan selimut hangat, pemberian cairan hangat, serta observasi ketat terhadap tanda vital, dalam 6 jam pasien berhasil kembali ke suhu normal dan kondisi stabil.

Kasus 3: Heatstroke akibat Paparan Panas Ekstrem

Pasien muda yang bekerja di luar ruangan pada hari sangat panas masuk UGD dengan suhu tubuh 40, 5 °C, kebingungan, pusing, dan denyut jantung cepat. Dilakukan perawatan ABC, jalan napas, pernapasan, sirkulasi, kemudian pendinginan cepat (pendinginan tubuh total) dan hidrasi. Suhu tubuh menurun dan kondisi neurologis membaik setelah beberapa jam.


Kesimpulan

Regulasi suhu tubuh adalah proses fisiologis vital yang memungkinkan manusia mempertahankan homeostasis dalam menghadapi perubahan suhu eksternal maupun internal. Ketika mekanisme ini terganggu, akibat infeksi, paparan suhu ekstrem, aktivitas berat, atau gangguan fisiologis, tubuh dapat mengalami kondisi serius seperti demam, hipotermia, atau heatstroke. Deteksi dini melalui pengukuran suhu, tanda vital, dan pemeriksaan pendukung sangat penting. Intervensi keperawatan, baik berupa pendinginan, penghangatan, hidrasi, maupun pemantauan, memainkan peran krusial dalam menstabilkan kondisi pasien dan mencegah komplikasi. Penting bagi tenaga kesehatan untuk memahami mekanisme termoregulasi dan strategi manajemen agar dapat memberikan asuhan yang tepat dan responsif.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Gangguan regulasi suhu tubuh adalah kondisi ketika tubuh tidak mampu mempertahankan suhu inti secara stabil, sehingga terjadi peningkatan atau penurunan suhu secara abnormal seperti demam, hipotermia, atau heatstroke.

Gangguan suhu tubuh dapat disebabkan oleh infeksi, paparan suhu ekstrem, dehidrasi, aktivitas berat, gangguan hipotalamus, serta kondisi medis tertentu yang mengganggu mekanisme termoregulasi.

Tanda gangguan termoregulasi meliputi demam, menggigil, kulit pucat atau kemerahan, perubahan kesadaran, kelelahan, aritmia, hingga gangguan pernapasan, tergantung apakah tubuh mengalami hipertermia atau hipotermia.

Pemeriksaan meliputi pengukuran suhu tubuh, tanda vital, status hidrasi, pemeriksaan laboratorium seperti elektrolit atau marker inflamasi, serta observasi kondisi neurologis jika dicurigai gangguan berat.

Intervensi keperawatan mencakup pendinginan atau penghangatan sesuai kondisi, hidrasi, pemantauan tanda vital, edukasi, menjaga keamanan pasien, serta observasi ketat untuk mencegah komplikasi.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Gangguan Regulasi Suhu Tubuh: Konsep, Penyebab, dan Implikasi Gangguan Regulasi Suhu Tubuh: Konsep, Penyebab, dan Implikasi Regulasi Stres: Konsep dan Strategi Adaptif Regulasi Stres: Konsep dan Strategi Adaptif Konsep Regulasi Emosi dalam Kehidupan Akademik Konsep Regulasi Emosi dalam Kehidupan Akademik Regulasi Diri: Konsep dan Mekanisme Psikologis Regulasi Diri: Konsep dan Mekanisme Psikologis Regulasi Emosi: Konsep, Proses, dan Strateginya Regulasi Emosi: Konsep, Proses, dan Strateginya Body Awareness pada Ibu Bersalin Body Awareness pada Ibu Bersalin Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Cairan: Konsep, Dampak, dan Pencegahan Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Cairan: Konsep, Dampak, dan Pencegahan Gangguan Memori: Konsep, Faktor Penyebab, dan Dampak Gangguan Memori: Konsep, Faktor Penyebab, dan Dampak Perubahan Pola Bicara: Pengertian dan Contoh Kasus Perubahan Pola Bicara: Pengertian dan Contoh Kasus Kualitas Data Mortalitas Kualitas Data Mortalitas Gangguan Memori: Definisi, Penyebab, dan Penanganan Gangguan Memori: Definisi, Penyebab, dan Penanganan Gangguan Fungsi Sensorik: Konsep, Jenis, dan Implikasi Gangguan Fungsi Sensorik: Konsep, Jenis, dan Implikasi Attribution Theory: Konsep dan Contoh Attribution Theory: Konsep dan Contoh Body Image Pasien Pasca Operasi Body Image Pasien Pasca Operasi Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit: Definisi dan Faktor Penyebab Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit: Definisi dan Faktor Penyebab Risiko Overhidrasi: Konsep, Tanda Klinis, dan Pengendalian Risiko Overhidrasi: Konsep, Tanda Klinis, dan Pengendalian Body Image: Definisi dan Faktor Pembentuk Body Image: Definisi dan Faktor Pembentuk Faktor Penyebab Kekurangan Energi Kronis Faktor Penyebab Kekurangan Energi Kronis Gangguan Fungsi Sensorik: Pendengaran, Penglihatan, dan Rasa Gangguan Fungsi Sensorik: Pendengaran, Penglihatan, dan Rasa Kecukupan Energi: Konsep, Kebutuhan Tubuh, dan Keseimbangan Kecukupan Energi: Konsep, Kebutuhan Tubuh, dan Keseimbangan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…