Terakhir diperbarui: 10 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 10 December). Evaluasi Pengetahuan Pasangan tentang Peran Ayah dalam ASI Eksklusif. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/evaluasi-pengetahuan-pasangan-tentang-peran-ayah-dalam-asi-eksklusif  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Evaluasi Pengetahuan Pasangan tentang Peran Ayah dalam ASI Eksklusif - SumberAjar.com

Evaluasi Pengetahuan Pasangan tentang Peran Ayah dalam ASI Eksklusif

Pendahuluan

Pemberian ASI Eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi adalah standar kesehatan yang direkomendasikan secara global karena manfaatnya bagi pertumbuhan, imunisasi alami, dan perkembangan bayi. Namun praktik ASI eksklusif seringkali gagal tercapai, bukan hanya karena faktor ibu, tetapi juga karena minimnya dukungan dan pemahaman dari suami/ayah. Oleh karena itu, penting mengevaluasi sejauh mana pengetahuan dan peran ayah dalam mendukung ASI eksklusif, apakah ayah sudah memahami perannya, mendukung secara emosional dan praktis, atau justru menjadi faktor penghambat. Artikel ini mengevaluasi pengetahuan dan perilaku ayah terhadap ASI eksklusif, serta hubungan keduanya dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.


Definisi Peran Ayah dalam ASI Eksklusif

Definisi secara umum

Peran ayah dalam konteks ASI eksklusif mengacu pada keterlibatan suami dalam mendukung proses menyusui ibunya, baik secara emosional, informatif, fisik, maupun instrumental (misalnya membantu urusan rumah tangga, mendukung ibu menyusui, memberi dorongan moral), sehingga ibu dapat menyusui bayi secara eksklusif selama 6 bulan. Perspektif ini menggeser pandangan bahwa menyusui hanya tanggung jawab ibu, menjadi tanggung jawab bersama antara ibu, bayi, dan ayah. [Lihat sumber Disini - univmed.org]

Definisi menurut KBBI

Saat ini, istilah “ayah ASI” atau “Breastfeeding Father” belum secara resmi tercantum di KBBI sebagai entri baku, setidaknya tidak ditemukan definisi resmi dalam sumber daring KBBI yang umum diakses. Oleh karena itu, definisi “ayah dalam ASI eksklusif” lebih banyak muncul dalam literatur kesehatan dan penelitian, bukan sebagai istilah kamus resmi.

Definisi menurut Para Ahli

Beberapa ahli dan peneliti mendefinisikan peran ayah dalam mendukung menyusui sebagai berikut:

  • Dalam literatur internasional, ayah yang mendapat edukasi dan pemahaman mendalam tentang menyusui mampu “meningkatkan potensi keberhasilan menyusui” melalui dukungan emosional dan praktis kepada ibu. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Studi di Indonesia menunjukkan bahwa ketika suami berperan aktif sebagai “Breastfeeding Father”, artinya memberi dukungan emosional, fisik, informasi, dan membantu beban rumah tangga, probabilitas keberhasilan ASI eksklusif meningkat. [Lihat sumber Disini - jurnal.syedzasaintika.ac.id]

  • Penelitian kualitatif pada ibu pasca-persalinan (terutama sesar) menegaskan bahwa dukungan suami sangat menentukan keberhasilan menyusui; tanpa dukungan pasangan, ibu sering merasa stres dan kesulitan menyusui. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Program intervensi edukasi bagi suami (misalnya melalui video edukasi) terbukti meningkatkan pengetahuan dan dukungan mereka terhadap ASI eksklusif. [Lihat sumber Disini - jurnal.syedzasaintika.ac.id]

Dengan demikian, definisi “ayah dalam ASI eksklusif” secara akademis merujuk pada suami yang aktif, peduli, dan mendukung proses menyusui secara komprehensif, bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi sebagai mitra ibu dalam memberikan ASI eksklusif.


Pentingnya Keterlibatan Ayah dalam Proses Menyusui

Keterlibatan ayah memberikan dampak signifikan dalam keberhasilan ASI eksklusif. Berikut alasannya:

Dengan demikian, ayah bukan hanya pendamping pasif, tapi mitra aktif yang sangat krusial dalam memastikan ASI eksklusif berhasil.


Tingkat Pengetahuan Ayah tentang ASI Eksklusif

Penelitian empiris di Indonesia menunjukkan variasi dalam tingkat pengetahuan suami/ayah tentang ASI eksklusif:

  • Dalam sebuah studi kuasi-eksperimen di wilayah Jakarta Timur, intervensi berupa video edukasi bagi suami (“Ayahanda ASI”) terbukti signifikan meningkatkan pengetahuan dan dukungan suami terhadap ASI eksklusif. [Lihat sumber Disini - jurnal.syedzasaintika.ac.id]

  • Studi lain di Blora (2025) melaporkan bahwa setelah “kelas breastfeeding father”, persentase suami dengan pengetahuan baik meningkat dari 37, 5% menjadi 68, 8%; sikap mendukung pun naik dari 62, 5% ke 96, 9%. [Lihat sumber Disini - ejournal.poltekkes-smg.ac.id]

  • Namun di beberapa komunitas/daerah, pengetahuan dan peran ayah masih minim, misalnya di suatu wilayah di Kabupaten Kampar, peran ayah sebagai breastfeeding father dinilai masih rendah karena kurangnya informasi dan kesadaran. [Lihat sumber Disini - jahe.or.id]

Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa tanpa intervensi pendidikan/edukasi, banyak ayah yang belum memiliki pengetahuan memadai tentang ASI eksklusif dan perannya. Tapi dengan pendekatan edukatif, video, kelas, sosialisasi, pengetahuan dan sikap ayah bisa meningkat signifikan.


Perilaku Suami dalam Mendukung Menyusui

Ada beberapa bentuk perilaku suami/ayah yang menunjang ASI eksklusif, antara lain:

Banyak penelitian menunjukkan bahwa suami dengan perilaku mendukung cenderung membantu keberhasilan pemberian ASI eksklusif. [Lihat sumber Disini - jurnal.globalhealthsciencegroup.com]


Pengaruh Pengetahuan terhadap Dukungan Emosional dan Praktis

Pengetahuan suami ternyata berhubungan erat dengan seberapa baik ia bisa mendukung istrinya, tidak cuma secara emosional, tapi juga secara praktis:

Dengan kata lain: tanpa pengetahuan memadai, sulit bagi suami untuk bertindak sebagai pendukung efektif. Oleh karena itu edukasi bagi suami, bukan cuma ibu, sangat penting.


Hambatan Ayah dalam Berpartisipasi

Meskipun peran ayah sangat penting, banyak kendala yang menghambat keterlibatan mereka:

Hambatan-hambatan ini perlu diperhatikan saat merencanakan intervensi untuk meningkatkan keterlibatan ayah.


Peran Edukasi Keluarga dan Tenaga Kesehatan

Berdasarkan bukti dari literatur, edukasi dan intervensi yang melibatkan ayah sangat efektif:

Dengan demikian, edukasi keluarga (terutama suami) dan keterlibatan tenaga kesehatan penting untuk membangun kultur dukungan menyusui di keluarga.


Dampak Keterlibatan Ayah terhadap Keberhasilan ASI Eksklusif

Berbagai hasil penelitian empiris menunjukkan bahwa keterlibatan ayah sebagai breastfeeding father berpengaruh positif terhadap keberhasilan ASI eksklusif:

Dengan demikian, peran ayah bukan hanya tambahan, melainkan faktor penting yang bisa menentukan berhasil atau tidaknya ASI eksklusif.


Faktor Sosial dan Konteks Budaya dalam Keterlibatan Ayah

Mengingat banyak hambatan kultural dan struktural, perlu memahami konteks sosial agar intervensi bisa efektif:

  • Dalam masyarakat dengan norma patriarkal, pengasuhan bayi dan menyusui sering dianggap urusan ibu saja, hal ini membatasi keterlibatan ayah. [Lihat sumber Disini - repository.unissula.ac.id]

  • Hubungan pasangan (komunikasi, saling pengertian) berpengaruh besar: suami yang terbuka dan pasangan yang bahu-membahu cenderung lebih berhasil mendukung menyusui. [Lihat sumber Disini - univmed.org]

  • Beban kerja, tekanan ekonomi, dan kurangnya waktu bersama dapat menghambat suami untuk aktif mendukung. [Lihat sumber Disini - univmed.org]

  • Sistem layanan kesehatan dan kebijakan publik perlu mendukung keterlibatan ayah, misalnya konseling prenatal/postnatal yang melibatkan suami, kampanye “ayah mendukung ASI”, dan edukasi di puskesmas/klinik.

Memahami faktor-faktor ini membantu merancang strategi intervensi yang sesuai konteks lokal.


Kesimpulan

Keterlibatan ayah dalam proses menyusui, sebagai “breastfeeding father”, memiliki peran krusial untuk keberhasilan ASI eksklusif. Definisi akademis menyebut peran ini meliputi dukungan emosional, informatif, fisik, dan instrumental. Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa ketika suami memiliki pengetahuan memadai dan berperan aktif mendukung istrinya, peluang keberhasilan ASI eksklusif meningkat signifikan. Sebaliknya, kurangnya pengetahuan, norma budaya, dan minimnya layanan edukasi untuk suami menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, intervensi edukatif yang melibatkan suami, seperti video edukasi, kelas suami, atau konseling bersama pasangan, serta dukungan dari tenaga kesehatan dan kebijakan keluarga sangat diperlukan untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif. Membangun kesadaran bahwa menyusui adalah tanggung jawab bersama ibu dan ayah menjadi kunci untuk masa depan kesehatan bayi dan keluarga.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Peran ayah sangat penting karena dukungan emosional, informasi, dan bantuan fisik dari suami dapat meningkatkan kenyamanan ibu, mengurangi stres, dan memperbesar peluang keberhasilan ASI eksklusif.

Dukungan ayah meliputi dukungan emosional, membantu pekerjaan rumah tangga, memberi motivasi kepada ibu, menemani saat menyusui, serta ikut mengambil keputusan terkait pemberian ASI eksklusif.

Ayah dengan pengetahuan baik tentang ASI eksklusif cenderung memberikan dukungan yang lebih optimal sehingga ibu lebih percaya diri dan mampu menyusui secara eksklusif.

Hambatan yang umum terjadi antara lain minimnya pengetahuan ayah, norma budaya yang menganggap menyusui hanya urusan ibu, beban kerja, serta kurangnya edukasi dan sosialisasi bagi suami.

Keterlibatan ayah dapat ditingkatkan melalui edukasi kesehatan, kelas ayah, konseling bersama tenaga kesehatan, serta dukungan keluarga dan lingkungan yang memahami pentingnya peran suami dalam menyusui.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Kohabitasi Sosial: Konsep dan Dinamika Modern Kohabitasi Sosial: Konsep dan Dinamika Modern Perencanaan Keluarga Perencanaan Keluarga Pengetahuan KB Pascapersalinan: Konsep, Perencanaan, dan Keberlanjutan Pengetahuan KB Pascapersalinan: Konsep, Perencanaan, dan Keberlanjutan Penelitian Meta-Evaluasi: Pengertian dan Manfaat Penelitian Meta-Evaluasi: Pengertian dan Manfaat Faktor Kepatuhan KB Faktor Kepatuhan KB Gangguan Pola Seksualitas: Pengertian dan Dampaknya Gangguan Pola Seksualitas: Pengertian dan Dampaknya Perilaku Berisiko Penularan HIV Perilaku Berisiko Penularan HIV Persepsi Remaja Putri terhadap KB Pasca Nikah Persepsi Remaja Putri terhadap KB Pasca Nikah Dukungan Sosial dalam Mencegah Depresi Pascapersalinan Dukungan Sosial dalam Mencegah Depresi Pascapersalinan Persepsi Ibu Hamil terhadap Induksi Persalinan Persepsi Ibu Hamil terhadap Induksi Persalinan Analisis Wilcoxon: Langkah dan Penggunaan Analisis Wilcoxon: Langkah dan Penggunaan Penggunaan Alat Kontrasepsi Penggunaan Alat Kontrasepsi Kepatuhan Ibu Mengikuti Program KB Kepatuhan Ibu Mengikuti Program KB Evaluasi Pembelajaran: Tujuan, Jenis, dan Teknik Evaluasi Pembelajaran: Tujuan, Jenis, dan Teknik Dukungan Sosial dan Kesehatan Dukungan Sosial dan Kesehatan Hubungan Stres Kehamilan dengan Pola Makan Ibu Hamil Hubungan Stres Kehamilan dengan Pola Makan Ibu Hamil Strategi Evaluasi dalam Pembelajaran Digital Strategi Evaluasi dalam Pembelajaran Digital Model Evaluasi Formatif dan Sumatif Model Evaluasi Formatif dan Sumatif Evaluasi Program Pendidikan: Langkah dan Contoh Evaluasi Program Pendidikan: Langkah dan Contoh Peran Kelas Ibu Hamil: Konsep, Edukasi, dan Kesiapan Persalinan Peran Kelas Ibu Hamil: Konsep, Edukasi, dan Kesiapan Persalinan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…