
Health Literacy Masyarakat
Pendahuluan
Health literacy atau literasi kesehatan merupakan isu yang semakin penting di era informasi digital ini, khususnya bagi masyarakat yang dihadapkan dengan beragam informasi kesehatan dari berbagai media. Literasi kesehatan bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi mencakup kemampuan menilai kualitas informasi dan menerapkannya dalam keputusan sehari-hari yang berdampak pada kesehatan, termasuk dalam upaya pencegahan penyakit dan pemanfaatan layanan kesehatan yang efektif. Hal ini menjadi sangat krusial karena tingkat literasi kesehatan yang rendah seringkali dikaitkan dengan perilaku kesehatan yang kurang optimal dan kesulitan dalam membuat keputusan kesehatan yang tepat, yang pada akhirnya berdampak buruk terhadap derajat kesehatan masyarakat secara umum. [Lihat sumber Disini - who.int]
Definisi Health Literacy Masyarakat
Definisi Health Literacy Secara Umum
Health literacy secara umum diartikan sebagai kemampuan individu untuk memperoleh, memahami, menilai, dan menggunakan informasi kesehatan guna membuat keputusan dan mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan diri sendiri serta lingkungan sekitarnya. Definisi ini banyak digunakan oleh organisasi kesehatan internasional karena mencakup aspek kemampuan kognitif dan sosial yang penting dalam proses penggunaan informasi kesehatan di kehidupan sehari-hari. [Lihat sumber Disini - who.int]
Health literacy melampaui sekadar kemampuan membaca dan memperluas cakupan pada pemahaman kompleks tentang informasi kesehatan, termasuk cara menilai kredibilitas sumber informasi dan menerapkannya dalam konteks personal serta sosial masyarakat. [Lihat sumber Disini - who.int]
Definisi Health Literacy dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), literasi adalah kemampuan individu dalam menulis, membaca, serta mengolah informasi dan pengetahuan yang diperoleh. Dalam konteks literasi kesehatan, ini berarti kemampuan individu untuk memahami dan menggunakan informasi kesehatan yang relevan untuk membuat keputusan yang tepat mengenai perawatan kesehatan dan pencegahan penyakit. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]
Definisi Health Literacy Menurut Para Ahli
-
World Health Organization (WHO) menyatakan health literacy sebagai kemampuan untuk mengakses, memahami, menilai, dan menggunakan informasi serta layanan kesehatan dalam cara yang mempromosikan dan mempertahankan kesehatan yang baik, baik untuk diri sendiri maupun orang lain di sekitar. [Lihat sumber Disini - who.int]
-
Achmad Bagus Firdaus & Faridha Nurhayati dalam sebuah jurnal pendidikan kesehatan mendefinisikan literasi kesehatan sebagai karakteristik pribadi dan sumber daya sosial yang diperlukan individu maupun masyarakat untuk mengakses, memahami, menilai informasi dan layanan guna membuat keputusan kesehatan yang baik. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]
-
Para ahli komunikasi kesehatan menyatakan bahwa literasi kesehatan mencakup kemampuan untuk mencari, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi kesehatan secara analitis dan reflektif untuk mengambil keputusan yang berkaitan dengan kesehatan. [Lihat sumber Disini - journal.pubmedia.id]
-
Beberapa studi ilmiah menegaskan bahwa literasi kesehatan mencakup kemampuan kognitif dan sosial yang menentukan motivasi serta kemampuan individu untuk memperoleh dan menerapkan informasi guna mempromosikan kesehatan. [Lihat sumber Disini - lib.ui.ac.id]
Komponen Health Literacy
Health literacy bukan satu keterampilan tunggal, tetapi terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait:
-
Kemampuan Akses Informasi
Individu harus mampu mencari dan menemukan informasi kesehatan yang akurat dari berbagai sumber yang dapat dipercaya, baik dari layanan kesehatan, media cetak, maupun media digital. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]
-
Pemahaman Informasi
Kemampuan untuk memahami bahasa kesehatan dalam berbagai konteks termasuk instruksi medis, hasil pemeriksaan, atau pedoman pencegahan penyakit. [Lihat sumber Disini - who.int]
-
Evaluasi Kritis
Individu perlu menilai kredibilitas dan relevansi informasi yang diterima, termasuk kemampuan menilai apakah suatu informasi kesehatan itu sahih, efektif, dan sesuai konteks budaya dan sosial masyarakat. [Lihat sumber Disini - who.int]
-
Aplikasi Informasi
Kemampuan menerapkan informasi kesehatan dalam tindakan nyata, seperti membuat keputusan yang tepat terkait perawatan kesehatan, pencegahan penyakit, atau penggunaan layanan kesehatan yang efektif. [Lihat sumber Disini - who.int]
Tingkat Literasi Kesehatan di Masyarakat
Berbagai survei dan penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi kesehatan di masyarakat Indonesia bervariasi namun seringkali masih rendah hingga sedang. Sebuah studi di Puskesmas Tanjung Baru menunjukkan 80 % responden memiliki tingkat literasi kesehatan rendah, sedangkan hanya 20 % yang memiliki tingkat literasi tinggi. Faktor yang berkontribusi termasuk pendidikan, akses informasi, dan peran keluarga dalam penyebaran informasi kesehatan. [Lihat sumber Disini - jurnal.mercubaktijaya.ac.id]
Penelitian lain di Indonesia menggambarkan bahwa rata-rata tingkat literasi kesehatan mahasiswa cenderung cukup baik, namun masih belum merata di masyarakat umum, terutama di kelompok demografis yang akses terhadap informasi kesehatan dan pendidikan rendah. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]
Hasil penelitian lain terhadap literasi kesehatan digital di Indonesia menunjukkan bahwa kemampuan masyarakat dalam menilai kualitas informasi kesehatan di internet masih terbatas, mempengaruhi performa mereka dalam memanfaatkan informasi digital untuk keputusan kesehatan. [Lihat sumber Disini - jurnal.ugm.ac.id]
Faktor Sosial yang Mempengaruhi Health Literacy
Beberapa faktor sosial berpengaruh signifikan terhadap tingkat literasi kesehatan di masyarakat, antara lain:
-
Tingkat Pendidikan
Individu dengan pendidikan tinggi cenderung memiliki kemampuan untuk memahami informasi yang lebih kompleks dan mampu mengevaluasi sumber informasi dengan lebih kritis. [Lihat sumber Disini - jurnal.ugm.ac.id]
-
Akses Informasi
Akses terhadap berbagai jenis informasi kesehatan, baik melalui layanan kesehatan maupun media, mempengaruhi sejauh mana individu dapat membangun keterampilan health literacy. [Lihat sumber Disini - lib.fkm.ui.ac.id]
-
Usia dan Generasi
Kelompok usia tertentu seperti lanjut usia cenderung memiliki keterbatasan literasi kesehatan karena perubahan kemampuan kognitif serta keterbatasan akses terhadap sumber informasi modern. [Lihat sumber Disini - jurnal.mercubaktijaya.ac.id]
-
Pendapatan & Sosial Ekonomi
Status sosial ekonomi yang lebih tinggi biasanya berkorelasi dengan akses lebih besar terhadap informasi kesehatan dan layanan kesehatan yang berkualitas sehingga meningkatkan literasi kesehatan. [Lihat sumber Disini - who.int]
-
Dukungan Keluarga dan Lingkungan Sosial
Keluarga dan komunitas ikut menentukan bagaimana informasi diterima dan dipraktikkan di kehidupan nyata, sehingga struktur sosial ini memengaruhi efektivitas literasi kesehatan. [Lihat sumber Disini - jurnal.mercubaktijaya.ac.id]
Dampak Health Literacy terhadap Perilaku Kesehatan
Health literacy yang tinggi memiliki dampak positif pada perilaku kesehatan masyarakat dalam berbagai aspek:
-
Perubahan Perilaku Kesehatan
Individu dengan literasi kesehatan yang baik cenderung lebih mampu menerapkan prinsip hidup sehat, seperti diet seimbang, aktivitas fisik, dan pencegahan penyakit kronis, dibandingkan mereka yang memiliki literasi kesehatan rendah. [Lihat sumber Disini - who.int]
-
Penggunaan Layanan Kesehatan yang Tepat
Masyarakat yang memiliki literasi kesehatan tinggi lebih efektif dalam menggunakan layanan kesehatan seperti pemeriksaan rutin, imunisasi, serta mengikuti anjuran medis secara benar. [Lihat sumber Disini - who.int]
-
Pengambilan Keputusan Kesehatan yang Lebih Baik
Kemampuan untuk memilih layanan yang sesuai serta memahami risiko dan manfaat dari tindakan medis membuat masyarakat lebih mandiri dalam pengambilan keputusan kesehatan. [Lihat sumber Disini - who.int]
-
Pencegahan Penyakit dan Penanganan Mandiri
Dengan pemahaman yang baik tentang faktor risiko dan cara pencegahan penyakit, masyarakat dapat mengurangi kejadian penyakit menular dan tidak menular di lingkungan mereka. [Lihat sumber Disini - who.int]
Strategi Peningkatan Literasi Kesehatan
Untuk meningkatkan health literacy di masyarakat, beberapa strategi efektif berikut perlu dipertimbangkan:
Pendidikan Kesehatan Formal dan Non-Formal
Mengintegrasikan pendidikan kesehatan dalam kurikulum sekolah dan melalui pelatihan masyarakat dapat memperkuat keterampilan literasi kesehatan secara luas.
Penyediaan Informasi yang Mudah Dipahami
Pemerintah dan penyedia layanan kesehatan harus menyediakan informasi kesehatan dalam format yang jelas, sederhana, dan mudah diakses, termasuk dalam bahasa dan budaya lokal.
Pemanfaatan Media Digital Secara Bijak
Mendorong penggunaan teknologi dan media digital untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mencari informasi kesehatan yang terpercaya. [Lihat sumber Disini - jurnal.ugm.ac.id]
Kampanye dan Program Komunitas
Program kampanye kesehatan berbasis komunitas dapat memperkuat pengetahuan dan keterampilan praktis peserta dalam berbagai langkah pencegahan dan promosi kesehatan. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]
Kolaborasi Lintas Sektor
Keterlibatan berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, dan media massa akan menghasilkan pendekatan komprehensif dalam memajukan literasi kesehatan masyarakat.
Kesimpulan
Health literacy atau literasi kesehatan merupakan keterampilan kompleks yang melibatkan kemampuan untuk mengakses, memahami, menilai, serta menggunakan informasi dan layanan kesehatan dalam mengambil keputusan yang berdampak pada kesehatan individu dan masyarakat. Istilah ini memiliki berbagai definisi dari sumber internasional maupun akademik, tetapi semuanya menekankan pentingnya kompetensi kognitif dan sosial dalam menangani informasi kesehatan.
Tingkat literasi kesehatan di masyarakat Indonesia menunjukkan variasi, namun penelitian menunjukkan kecenderungan adanya literasi kesehatan yang masih rendah hingga sedang, terutama dipengaruhi oleh faktor pendidikan, akses informasi, usia, dan dukungan sosial.
Dampak literasi kesehatan sangat luas, dari perubahan perilaku sehat, penggunaan layanan kesehatan yang tepat, penanganan penyakit yang lebih efisien, hingga pengambilan keputusan kesehatan yang lebih matang. Oleh karena itu, strategi peningkatan literasi kesehatan harus mencakup upaya pendidikan, penyediaan informasi yang tepat, optimalisasi teknologi, serta kolaborasi berbagai pihak untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan mandiri dalam pengambilan keputusan kesehatan.