Terakhir diperbarui: 24 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 24 December). Gangguan Mobilitas Fisik Lansia: Konsep, Determinan, dan Dampak. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/gangguan-mobilitas-fisik-lansia-konsep-determinan-dan-dampak  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Gangguan Mobilitas Fisik Lansia: Konsep, Determinan, dan Dampak - SumberAjar.com

Gangguan Mobilitas Fisik Lansia: Konsep, Determinan, dan Dampak

Pendahuluan

Penuaan adalah proses biologis yang tak terelakkan dan berdampak luas pada tubuh manusia, termasuk kemampuan fisik untuk bergerak secara mandiri. Di masa lanjut usia, berbagai perubahan fisiologis mengakibatkan penurunan fungsi gerak, yang sering kali memunculkan masalah gangguan mobilitas fisik. Ketidakmampuan bergerak tanpa bantuan tidak hanya membatasi aktivitas sehari-hari, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup, tingkat kemandirian, dan risiko komplikasi kesehatan lainnya seperti jatuh dan cedera serius. Berbagai studi terbaru menyoroti pentingnya pemahaman komprehensif mengenai fenomena ini, sebab mobilitas yang menurun merupakan prediktor utama penurunan kualitias hidup lansia secara keseluruhan dan membutuhkan intervensi keperawatan yang efektif berbasis bukti untuk mengatasinya secara holistik. [Lihat sumber Disini - ejurnal.univbatam.ac.id]


Definisi Gangguan Mobilitas Fisik Lansia

Definisi Gangguan Mobilitas Fisik Secara Umum

Gangguan mobilitas fisik pada lansia mengacu pada keterbatasan kemampuan tubuh untuk bergerak secara bebas, teratur, dan mandiri, meliputi kemampuan untuk bangun, berjalan, berpindah posisi, atau melakukan aktivitas sehari-hari lainnya tanpa bantuan pihak lain atau alat bantu yang terlalu dominan. Secara umum, mobilitas mencerminkan kondisi fungsional yang memungkinkan individu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehat dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial. [Lihat sumber Disini - repository.poltekkes-denpasar.ac.id]

Definisi Gangguan Mobilitas Fisik dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mobilitas fisik dapat didefinisikan sebagai kemampuan atau keadaan gerak yang berkaitan dengan perpindahan tubuh atau anggota tubuh. Dalam konteks ini, gangguan mobilitas berarti terdapat hambatan atau kesulitan dalam melakukan gerak tersebut, seperti berjalan, berdiri, atau berpindah posisi. (Sumber: KBBI Online, silakan akses langsung web KBBI untuk definisi lengkap)

Definisi Gangguan Mobilitas Fisik Menurut Para Ahli

  1. PPNI (2017) menyatakan bahwa gangguan mobilitas fisik adalah keterbatasan gerakan fisik satu atau lebih ekstremitas yang dilakukan secara mandiri dan terarah. [Lihat sumber Disini - repository.poltekkes-denpasar.ac.id]

  2. North American Nursing Diagnosis Association (NANDA) mendefinisikan gangguan mobilitas fisik sebagai penurunan kemampuan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain atau satu posisi ke posisi yang lain secara mandiri. [Lihat sumber Disini - repositoryperpustakaanpoltekkespadang.site]

  3. Dwi Sari (2025) menjelaskan mobilitas sebagai kemampuan individu untuk bergerak secara bebas dan teratur guna memenuhi kebutuhan hidup sehat, sementara gangguan mobilitas mencakup pembatasan pada kemampuan-kemampuan tersebut. [Lihat sumber Disini - repository.poltekkes-tjk.ac.id]

  4. Renata Komalasari (2021) dalam NANDA menyatakan bahwa gangguan mobilitas fisik melibatkan keterbatasan pergerakan fisik yang mandiri baik aktual maupun potensial dalam beragam aktivitas. [Lihat sumber Disini - eprints.umpo.ac.id]


Konsep Mobilitas Fisik pada Lansia

Mobilitas fisik merupakan fungsi kompleks yang melibatkan sistem muskuloskeletal, saraf motorik, keseimbangan, serta kontrol postur tubuh. Pada lansia, proses penuaan memengaruhi struktur jaringan otot, tulang, serta sistem saraf, sehingga kemampuan bergerak cenderung menurun. Studi menunjukkan bahwa penurunan mobilitas fisik pada lansia berkaitan langsung dengan peningkatan risiko jatuh, keterbatasan aktivitas, dan penurunan kualitas hidup secara keseluruhan. [Lihat sumber Disini - ejurnal.univbatam.ac.id]

Faktor-faktor yang memengaruhi mobilitas lansia meliputi komponen fisik seperti kekuatan otot dan keseimbangan; komponen psikologis seperti kecemasan terhadap jatuh; serta faktor lingkungan seperti permukaan lantai dan pencahayaan di rumah. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Faktor Determinan Gangguan Mobilitas Lansia

Beberapa determinan utama yang memengaruhi gangguan mobilitas fisik pada lansia antara lain:

1. Perubahan Fisiologis Penuaan

Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami penurunan massa otot (sarkopenia), kekuatan, serta koordinasi motorik. Perubahan ini menyebabkan keterbatasan dalam proses mobilisasi, serta peningkatan risiko jatuh dan cedera. [Lihat sumber Disini - ojsstikesbanyuwangi.com]

2. Kondisi Kesehatan Kronis

Penyakit seperti osteoartritis, stroke, diabetes, serta kondisi muskuloskeletal lainnya sering dialami lansia dan dapat mempercepat penurunan fungsi mobilitas. Misalnya, hemiparesis akibat stroke menyebabkan kelemahan ekstremitas yang signifikan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

3. Faktor Lingkungan

Lingkungan yang tidak aman, seperti lantai licin, permukaan tidak rata, atau pencahayaan buruk, dapat meningkatkan risiko perubahan pola berjalan, ketidakseimbangan, dan jatuh. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

4. Faktor Psikososial

Perasaan takut jatuh, kurangnya dukungan sosial, atau depresi dapat mengurangi partisipasi dalam aktivitas fisik yang pada akhirnya memperburuk mobilitas. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

5. Faktor Demografis dan Perilaku

Usia lanjut, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan gaya hidup seperti aktivitas fisik yang minim dapat mempengaruhi status mobilitas. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]


Perubahan Fisiologis Lansia terhadap Mobilitas

Proses penuaan menyebabkan penurunan elastisitas otot, pelemahan otot postural, kekakuan sendi, serta berkurangnya respons keseimbangan. Perubahan-perubahan ini memengaruhi kemampuan lansia untuk berjalan, berdiri stabil, serta melakukan aktivitas fisik intensitas ringan hingga sedang. Penurunan kemampuan ini memicu efek domino seperti timbulnya rasa takut jatuh, yang lebih lanjut membatasi aktivitas harian. [Lihat sumber Disini - jim.usk.ac.id]


Dampak Gangguan Mobilitas terhadap Kemandirian

Gangguan mobilitas pada lansia tidak hanya berdampak secara fisik tetapi juga sosial dan psikologis. Dampak-dampaknya meliputi:

1. Penurunan Kemandirian dalam Kehidupan Sehari-hari

Lansia dengan keterbatasan mobilitas sering mengalami kesulitan melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari (ADL) seperti mandi, berpakaian, dan makan tanpa bantuan. Data menunjukkan tingkat ketergantungan ADL meningkat signifikan pada pasien dengan gangguan mobilitas fisik. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

2. Risiko Jatuh Meningkat

Penurunan mobilitas dikaitkan dengan peningkatan risiko jatuh, yang dapat menyebabkan cedera serius seperti patah tulang, trauma kepala, bahkan kematian. [Lihat sumber Disini - ejurnal.univbatam.ac.id]

3. Penurunan Kualitas Hidup

Keterbatasan mobilitas berdampak pada partisipasi sosial, rasa percaya diri, serta semangat hidup lansia. Penelitian menunjukkan hubungan kuat antara kemampuan mobilitas dan kualitas hidup lansia. [Lihat sumber Disini - eprints.uwhs.ac.id]


Penilaian Keperawatan Mobilitas Lansia

Penilaian mobilitas merupakan bagian penting dalam asuhan keperawatan. Metode evaluasi yang umum digunakan meliputi:

1. Timed Up and Go (TUG) Test

Tes ini mengukur kemampuan lansia untuk bangun dari kursi, berjalan beberapa meter, dan kembali ke posisi semula. Skor yang lebih tinggi menunjukkan adanya keterbatasan mobilitas serta risiko jatuh. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

2. Berg Balance Scale

Alat penilaian ini mengevaluasi keseimbangan statis dan dinamis, mencakup serangkaian tugas keseimbangan yang dinilai secara kuantitatif. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

3. Observasi Klinis

Termasuk pengamatan pola berjalan, koordinasi, serta kemampuan berdiri dan berjalan oleh tenaga kesehatan sebagai bagian dari pengkajian fungsi mobilitas. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Implikasi Keperawatan pada Gangguan Mobilitas Lansia

Intervensi keperawatan ditujukan untuk meningkatkan fungsi mobilitas, meminimalkan risiko jatuh, serta meningkatkan kemandirian ADL. Pendekatan ini mencakup:

1. Latihan Fisik Terencana

Program latihan seperti gait training dan latihan keseimbangan terbukti bermanfaat untuk memperbaiki mobilitas dan menurunkan risiko jatuh. [Lihat sumber Disini - ejournal.stikesrshusada.ac.id]

2. Pendekatan ROM (Range of Motion)

Pemberian latihan ROM membantu menjaga fleksibilitas sendi dan meningkatkan kekuatan otot, yang berkontribusi pada peningkatan kemampuan bergerak. [Lihat sumber Disini - jim.usk.ac.id]

3. Modifikasi Lingkungan

Mengidentifikasi dan memperbaiki potensi bahaya di rumah seperti permukaan licin, tangga tanpa pegangan, serta pencahayaan buruk dapat menurunkan insiden jatuh. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Kesimpulan

Gangguan mobilitas fisik lansia merupakan kondisi multifaktorial yang melibatkan perubahan fisiologis penuaan, penyakit kronis, psikososial, serta faktor lingkungan. Kondisi ini berdampak langsung pada kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, meningkatkan risiko jatuh, serta menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan. Penilaian keperawatan yang tepat dan intervensi terencana seperti latihan mobilisasi, evaluasi risiko, serta modifikasi lingkungan berperan penting dalam meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup lansia. Pemahaman komprehensif mengenai determinan gangguan mobilitas akan membantu perawat dan tim kesehatan dalam merancang perawatan yang efektif dan holistik.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Gangguan mobilitas fisik lansia adalah kondisi keterbatasan kemampuan bergerak secara mandiri yang dialami oleh lanjut usia, baik dalam berpindah posisi, berjalan, maupun melakukan aktivitas fisik sehari-hari akibat proses penuaan, penyakit, atau faktor lingkungan.

Faktor determinan gangguan mobilitas fisik lansia meliputi perubahan fisiologis akibat penuaan, penyakit kronis seperti stroke dan osteoartritis, kondisi psikososial, faktor lingkungan yang tidak aman, serta gaya hidup dan aktivitas fisik yang rendah.

Perubahan fisiologis pada lansia seperti penurunan massa dan kekuatan otot, kekakuan sendi, penurunan keseimbangan, serta melambatnya respon neuromuskular menyebabkan berkurangnya kemampuan berjalan, berdiri stabil, dan melakukan aktivitas fisik.

Gangguan mobilitas fisik berdampak pada menurunnya kemandirian lansia dalam aktivitas sehari-hari, meningkatnya ketergantungan terhadap orang lain, risiko jatuh yang lebih tinggi, serta penurunan kualitas hidup secara fisik, psikologis, dan sosial.

Penilaian keperawatan mobilitas lansia dilakukan melalui observasi kemampuan bergerak, penggunaan alat ukur seperti Timed Up and Go Test dan Berg Balance Scale, serta pengkajian aktivitas sehari-hari untuk menentukan tingkat kemandirian dan risiko jatuh.

Implikasi keperawatan pada gangguan mobilitas fisik lansia meliputi pemberian latihan mobilisasi dan ROM, pencegahan risiko jatuh, edukasi keluarga, serta modifikasi lingkungan guna meningkatkan keamanan dan kemandirian lansia.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Gangguan Mobilitas Fisik Pasien Lansia Gangguan Mobilitas Fisik Pasien Lansia Pelayanan Kesehatan Ramah Lansia Pelayanan Kesehatan Ramah Lansia Risiko Jatuh pada Lansia Risiko Jatuh pada Lansia Status Gizi Lansia dan Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Lansia dan Faktor yang Mempengaruhi Mobilitas Sosial: Konsep dan Jenis Pergerakan Sosial Mobilitas Sosial: Konsep dan Jenis Pergerakan Sosial Status Gizi Lansia: Konsep, Perubahan Fisiologis, dan Kebutuhan Status Gizi Lansia: Konsep, Perubahan Fisiologis, dan Kebutuhan Aktivitas Fisik Lansia Aktivitas Fisik Lansia Kualitas Hidup Lansia Kualitas Hidup Lansia Motivasi Menggunakan Produk Herbal pada Lansia Motivasi Menggunakan Produk Herbal pada Lansia Pola Mobilitas Pasien Stroke Pola Mobilitas Pasien Stroke Risiko Jatuh pada Lansia: Faktor Risiko dan Pencegahan Risiko Jatuh pada Lansia: Faktor Risiko dan Pencegahan Pola Mobilitas Pasien Stroke: Konsep, Hambatan, dan Implikasi Rehabilitasi Pola Mobilitas Pasien Stroke: Konsep, Hambatan, dan Implikasi Rehabilitasi Kesehatan Lansia Kesehatan Lansia Keamanan Obat Lansia: Konsep, Tantangan, dan Pencegahan Risiko Keamanan Obat Lansia: Konsep, Tantangan, dan Pencegahan Risiko Penyakit Degeneratif pada Lansia Penyakit Degeneratif pada Lansia Pola Mobilitas Post Operasi Pola Mobilitas Post Operasi Hydration Level pada Lansia Hydration Level pada Lansia Evaluasi Penggunaan Obat Sedatif pada Lansia Evaluasi Penggunaan Obat Sedatif pada Lansia Keterbatasan Aktivitas: Pengertian dan Faktor Keterbatasan Aktivitas: Pengertian dan Faktor Determinan Proksimal Kesehatan: Konsep, Faktor Individu, dan Lingkungan Determinan Proksimal Kesehatan: Konsep, Faktor Individu, dan Lingkungan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…