Terakhir diperbarui: 01 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 1 January). Locus of Control: Internal vs Eksternal. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/locus-of-control-internal-vs-eksternal  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Locus of Control: Internal vs Eksternal - SumberAjar.com

Locus of Control: Internal vs Eksternal

Pendahuluan

Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang sering kali dihadapkan pada situasi di mana hasil dari suatu tindakan tidak selalu dapat diprediksi secara jelas. Apakah kegagalan dalam tugas akademik terjadi karena kurangnya usaha? Atau mungkin keberhasilan dalam pekerjaan disebabkan oleh faktor di luar kendali individu seperti keberuntungan atau dukungan orang lain? Pertanyaan seperti ini berkaitan erat dengan bagaimana individu memaknai kendali atas hidupnya sendiri, apakah mereka merasa memiliki kuasa penuh, atau justru bergantung pada faktor di luar diri mereka. Konsep psikologis yang menjelaskan bagaimana seseorang memandang penyebab hasil akibat dalam hidupnya disebut Locus of Control, yang menjadi landasan penting dalam memahami perilaku, motivasi, dan prestasi seseorang dalam konteks psikologis maupun sosial. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]


Definisi Locus of Control

Definisi Locus of Control Secara Umum

Locus of Control merupakan istilah dalam psikologi yang merujuk pada sebuah sistem kepercayaan individu mengenai penyebab peristiwa yang dialaminya, khususnya bagaimana seseorang mengatribusi keberhasilan maupun kegagalan dalam hidupnya. Individu dengan internal locus of control percaya bahwa hasil dari tindakannya dipengaruhi oleh usahanya sendiri, kemampuan, dan keputusan yang ia buat. Sebaliknya, individu dengan external locus of control meyakini bahwa hasil dalam hidup lebih banyak ditentukan oleh faktor luar seperti takdir, keberuntungan, atau kekuatan di luar kendali pribadi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Definisi Locus of Control dalam KBBI

Berdasarkan referensi psikologi umum yang juga sering dipakai dalam kajian KBBI atau kamus psikologi, locus of control dapat dipahami sebagai “sumber keyakinan yang dimiliki individu mengenai apakah hasil dalam kehidupannya dikendalikan oleh dirinya sendiri atau oleh faktor eksternal”. Istilah ini tidak tercantum secara tersendiri dalam KBBI sebagai entri tersendiri, namun dalam psikologi istilah locus of control diterjemahkan sebagai “lokus kendali” yang merujuk pada cara pandang terhadap pengaruh diri sendiri versus pengaruh lingkungan pada hasil peristiwa. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]

Definisi Locus of Control Menurut Para Ahli

Beberapa ahli psikologi memberikan definisi yang lebih akademis mengenai locus of control:

  1. Julian B. Rotter, Locus of control adalah keyakinan individu tentang apakah hasil kejadian dalam hidupnya merupakan fungsi dari perilaku sendiri atau merupakan fungsi kebetulan, nasib, kekuatan orang lain, atau faktor tak terduga. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Dufty et al., Locus of control adalah sumber keyakinan individu yang digunakan dalam mengendalikan peristiwa yang terjadi, baik yang berasal dari dalam diri maupun dari luar. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]

  3. Levenson, Menekankan bahwa locus of control mencakup tiga dimensi: internality (keyakinan pada kontrol diri sendiri), powerful others (keyakinan bahwa orang lain berpengaruh besar), dan chance (keyakinan bahwa keberuntungan atau kebetulan menentukan). [Lihat sumber Disini - journal.pubmedia.id]

  4. Berbagai penelitian kontemporer di jurnal psikologi di Indonesia dan internasional menyatakan bahwa locus of control mencerminkan sejauh mana individu merasa bertanggung jawab atas hasil dalam hidupnya sendiri versus faktor eksternal yang tidak dapat diubah. [Lihat sumber Disini - journal.pubmedia.id]


Konsep Locus of Control Internal

Locus of Control Internal menggambarkan keyakinan bahwa individu memiliki kendali atas tindakan, keputusan, dan hasil dalam hidupnya. Individu yang memiliki orientasi internal ini cenderung:

• Menganggap bahwa hasil suatu tindakan adalah akibat kemampuan, usaha, dan strategi yang mereka lakukan sendiri. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]
• Memiliki motivasi tinggi karena percaya bahwa usahanya akan berdampak pada hasil yang diinginkan. [Lihat sumber Disini - positivepsychology.com]
• Menunjukkan perilaku proaktif dalam merencanakan masa depan, mengambil keputusan, dan menghadapi tantangan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Menurut penelitian psikologi pendidikan, siswa dengan internal locus of control cenderung memiliki nilai yang lebih tinggi, karena mereka percaya bahwa keberhasilan akademis dapat dicapai melalui usaha dan pengendalian diri. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Konsep Locus of Control Eksternal

Sebaliknya, locus of control eksternal adalah keyakinan bahwa faktor di luar diri individu seperti keberuntungan, nasib, lingkungan, atau kekuatan orang lain yang menentukan hasil dalam kehidupan. Ciri-ciri umum individu dengan orientasi eksternal antara lain:

• Mengatribusi kegagalan atau keberhasilan pada faktor kebetulan atau keadaan yang tidak dapat mereka kendalikan. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]
• Cenderung merasa kurang bertanggung jawab atas hasil tindakan yang mereka lakukan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
• Mempunyai kecenderungan untuk merasa bahwa nasib mereka ditentukan oleh kekuatan eksternal seperti takdir atau orang lain. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Dalam konteks psikologi sosial, individu dengan locus of control eksternal mungkin kurang proaktif dalam membuat keputusan, karena mereka percaya bahwa hasil akhir lebih bergantung pada keberuntungan atau kondisi luar. [Lihat sumber Disini - positivepsychology.com]


Faktor yang Mempengaruhi Locus of Control

Beberapa faktor utama yang mempengaruhi bagaimana seseorang mengembangkan locus of control internal maupun eksternal adalah:

Pengalaman kehidupan, Individu yang sering mengalami keberhasilan melalui usaha sendiri cenderung berkembang menjadi internal. Sebaliknya, pengalaman di mana keberhasilan dianggap karena nasib atau faktor luar dapat memperkuat orientasi eksternal. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]
Lingkungan keluarga dan sosial, Cara orang tua atau lingkungan membentuk sikap dan nilai anak dapat mempengaruhi locus of control. Misalnya, pengawasan yang mendukung umumnya terkait dengan internal, sementara disiplin keras bisa berkaitan dengan kecenderungan external. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Pendidikan dan konteks sekolah, Lingkungan pendidikan yang menekankan pada tanggung jawab individu dan pembelajaran aktif cenderung mendukung internal. [Lihat sumber Disini - mahesainstitute.web.id]
Budaya dan norma masyarakat, Masyarakat yang menekankan pada otonomi individu cenderung mengembangkan internal, sementara yang lebih kolektivistik atau tradisional mungkin mendukung pandangan eksternal. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Perbedaan Locus of Control Internal dan Eksternal

Perbedaan mendasar antara internal dan eksternal locus of control dapat dijelaskan sebagai berikut:

Internal Locus of Control

• Individu merasa bertanggung jawab atas hasil tindakannya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
• Motivasi dan inisiatif tinggi dalam mengatasi tantangan. [Lihat sumber Disini - positivepsychology.com]
• Cenderung menyusun rencana jangka panjang dan berorientasi pada pencapaian tujuan. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

Eksternal Locus of Control

• Individu percaya bahwa kejadian dalam hidup lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti nasib atau kekuatan luar. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
• Kurang menyalahkan diri sendiri atas kegagalan; mengaitkan hasil dengan kondisi luar. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
• Cenderung lebih pasif dalam menghadapi tantangan atau perubahan kehidupan. [Lihat sumber Disini - positivepsychology.com]

Perbedaan orientasi ini dapat memengaruhi cara individu berinteraksi dengan lingkungan sosial, mengambil keputusan, dan mengevaluasi hasil tindakan mereka. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Pengaruh Locus of Control terhadap Perilaku dan Prestasi

Locus of control memiliki dampak luas terhadap perilaku, prestasi, dan bahkan kesejahteraan psikologis. Beberapa temuan penelitian yang relevan antara lain:

Prestasi akademik, Siswa dengan internal locus of control umumnya memiliki prestasi akademik yang lebih baik karena mereka percaya bahwa hasil belajar ditentukan oleh usaha dan strategi belajar mereka. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Motivasi dan kinerja kerja, Dalam konteks pekerja, orientasi internal berkorelasi dengan motivasi kerja tinggi, tanggung jawab, dan kinerja yang lebih stabil, sementara orientasi eksternal dapat dikaitkan dengan ketergantungan pada kondisi luar dan hasil yang tidak konsisten. [Lihat sumber Disini - journal.stieamkop.ac.id]
Kesejahteraan psikologis, Penelitian jurnal menunjukkan hubungan positif antara locus of control internal dan psychological well-being, di mana semakin kuat orientasi internal, semakin tinggi tingkat kesejahteraan psikologis seseorang. [Lihat sumber Disini - journal.pubmedia.id]
Resiliensi dan coping stress, Individu dengan internal locus of control cenderung lebih tangguh dalam menghadapi tekanan hidup karena mereka merasa memiliki kapasitas untuk mempengaruhi hasil. [Lihat sumber Disini - journalcenter.org]

Secara keseluruhan, orientasi locus of control dapat berkontribusi signifikan terhadap pola perilaku, motivasi pencapaian, serta bagaimana seseorang menanggapi tantangan dan peluang dalam kehidupan. [Lihat sumber Disini - journal.unika.ac.id]


Kesimpulan

Locus of control adalah konsep psikologis yang menggambarkan cara individu memaknai penyebab hasil dalam hidupnya, apakah lebih ditentukan oleh diri sendiri (internal) atau oleh faktor luar seperti nasib atau lingkungan (eksternal). Perbedaan orientasi ini tidak sekedar memengaruhi cara pandang seseorang, tetapi juga berperan penting dalam perilaku, motivasi belajar, prestasi akademik, dan kesejahteraan psikologis. Faktor-faktor seperti pengalaman pribadi, lingkungan keluarga, pendidikan, dan budaya berperan dalam membentuk orientasi locus of control seseorang. Memahami konsep ini membantu individu dan pendidik dalam menciptakan strategi pembelajaran, pengembangan diri, dan dukungan psikologis yang efektif untuk mencapai hasil yang optimal dalam berbagai aspek kehidupan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Locus of control adalah konsep psikologi yang menggambarkan keyakinan individu mengenai sumber kendali atas peristiwa dan hasil dalam hidupnya, apakah berasal dari usaha dan kemampuan diri sendiri atau dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti nasib, keberuntungan, dan lingkungan.

Locus of control internal mengacu pada keyakinan bahwa hasil hidup ditentukan oleh usaha, kemampuan, dan keputusan pribadi, sedangkan locus of control eksternal mengacu pada keyakinan bahwa hasil lebih banyak dipengaruhi oleh faktor luar seperti keberuntungan, takdir, atau kekuatan orang lain.

Locus of control penting karena memengaruhi cara individu berpikir, bersikap, dan bertindak dalam menghadapi tantangan, mengambil keputusan, serta merespons keberhasilan dan kegagalan dalam berbagai aspek kehidupan.

Individu dengan locus of control internal cenderung memiliki prestasi belajar lebih baik karena mereka percaya bahwa hasil akademik ditentukan oleh usaha dan strategi belajar, sementara individu dengan locus of control eksternal lebih mudah mengaitkan hasil belajar dengan faktor luar.

Locus of control dipengaruhi oleh pengalaman hidup, pola asuh keluarga, lingkungan pendidikan, interaksi sosial, serta budaya dan nilai yang berkembang dalam masyarakat tempat individu berada.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Self-Control: Konsep dan Relevansi Self-Control: Konsep dan Relevansi Randomized Control Group Design: Pengertian dan Langkah Randomized Control Group Design: Pengertian dan Langkah Self-Care Behavior: Konsep dan Kemandirian Self-Care Behavior: Konsep dan Kemandirian Validitas Eksternal dan Internal: Perbedaan dan Contoh Validitas Eksternal dan Internal: Perbedaan dan Contoh Faktor Internal: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Faktor Internal: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Faktor Eksternal: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Faktor Eksternal: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Posttest Only Design: Pengertian dan Contoh Posttest Only Design: Pengertian dan Contoh Internal Motivation: Makna dan Contoh Internal Motivation: Makna dan Contoh Attribution Theory: Konsep dan Contoh Attribution Theory: Konsep dan Contoh Quasi Experimental Design: Konsep dan Contoh Kasus Quasi Experimental Design: Konsep dan Contoh Kasus Kepatuhan Perilaku Kesehatan: Konsep dan Motivasi Kepatuhan Perilaku Kesehatan: Konsep dan Motivasi True Experimental Design: Pengertian dan Contoh True Experimental Design: Pengertian dan Contoh Quasi Eksperimen: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Quasi Eksperimen: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Metode Komparatif Kuasi-Eksperimen Metode Komparatif Kuasi-Eksperimen Reliability Internal: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Reliability Internal: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit Penelitian Partisipatif: Tujuan dan Contoh Penelitian Partisipatif: Tujuan dan Contoh Peran Kader Kesehatan Peran Kader Kesehatan Jenis-Jenis Eksperimen dalam Penelitian Jenis-Jenis Eksperimen dalam Penelitian True Experimental Design True Experimental Design
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…