
Ontologi Pengetahuan: Definisi dan Peran dalam Riset
Pendahuluan
Dalam dunia riset dan keilmuan, pertanyaan mendasar sering muncul: “Apa yang sesungguhnya kita pelajari?”, “Apa hakikat realitas atau entitas yang menjadi objek penelitian?”, “Bagaimana kita mengkategorikan fenomena atau entitas tersebut agar penelitian dapat memiliki landasan filosofis yang kuat?”. Kerangka pemikiran yang menjawab pertanyaan-pertanyaan ini berakar pada disiplin filsafat yang disebut ontologi, studi tentang keberadaan dan hakikat “apa yang ada”. Pemahaman ontologis, atau apa yang disebut “ontologi pengetahuan”, menjadi sangat penting karena membentuk fondasi epistemologis dan metodologis dari penelitian ilmiah. Artikel ini akan mengeksplorasi secara mendalam konsep ontologi: pengertiannya, ruang lingkup dan pertanyaan ontologis, peranannya dalam sains modern, hingga penerapannya dalam praktik riset.
Definisi Ontologi Pengetahuan
Definisi Ontologi secara Umum
Secara umum, istilah “ontologi” berasal dari bahasa Yunani: ontos (ada / keberadaan) dan logos (ilmu / studi). Oleh karena itu, ontologi merujuk pada ilmu atau studi tentang apa yang ada, tentang keberadaan dalam arti paling mendasar. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org] Ontologi mencoba mengidentifikasi struktur dasar realitas, apa yang termasuk “ada”, apa wujudnya, dan bagaimana entitas-entitas itu dikategorikan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Definisi Ontologi menurut KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ontologi didefinisikan sebagai cabang ilmu filsafat yang berhubungan dengan hakikat hidup / keberadaan. [Lihat sumber Disini - detik.com] Dengan kata lain: ontologi mempelajari realitas, eksistensi, dan wujud, baik yang konkret maupun abstrak. [Lihat sumber Disini - slideshare.net]
Definisi Ontologi menurut Para Ahli
Beberapa definisi dari para ahli:
-
Dalam konteks filsafat ilmu, ontologi disebut sebagai ilmu yang menelaah dasar ilmu atau wawasan objektif, yakni realitas yang bisa dipikirkan secara logis dan/atau diamati secara empiris. [Lihat sumber Disini - jonedu.org]
-
Menurut kajian di bidang filsafat ilmu, ontologi menekankan pada hakikat “yang ada”, baik objek nyata maupun objek abstrak, serta sifat dasar dari keberadaan tersebut. [Lihat sumber Disini - ejournal.indo-intellectual.id]
-
Dalam kajian epistemologi-ontologi-aksiologi, ontologi diartikan sebagai aspek yang menentukan objek penelitian: apa objek yang dikaji, bagaimana wujud hakikinya, dan relasinya dengan kemampuan manusia untuk mengetahui. [Lihat sumber Disini - ejurnal.inhafi.ac.id]
-
Dalam kerangka sains modern, ontologi dijabarkan sebagai representasi konseptual tentang entitas, properti, dan relasi dalam suatu domain pengetahuan, sehingga menjadi landasan bagi teori dan model dalam ilmu. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Ruang Lingkup Ontologi dan Pertanyaan Ontologis
Ruang lingkup ontologi meliputi kajian terhadap hakikat wujud, eksistensi, kategori keberadaan, serta struktur realitas, baik yang bersifat konkret maupun abstrak. [Lihat sumber Disini - ejournal.indo-intellectual.id]
Beberapa pertanyaan ontologis khas yang sering diajukan:
-
Apa saja yang dapat dianggap “ada”?, apakah hanya entitas fisik konkret, atau juga konsep, ide, relasi abstrak, peristiwa, dll.
-
Bagaimana entitas-entitas itu dikategorikan atau diklasifikasikan? Apa kategori dasar realitas (misalnya: substansi, properti, relasi, peristiwa, abstraction, universal vs partikular)? [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Apa wujud dasar dari entitas? Apakah entitas terdiri dari “substansi” dengan properti, atau struktur dan relasi? [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Bagaimana hubungan antara objek penelitian dengan persepsi/manusia, apakah objek itu independen, atau terikat pada cara kita berpikir dan memahaminya? [Lihat sumber Disini - slideshare.net]
Dengan demikian, ontologi tidak sekadar menyangkut apa yang kita pelajari, tetapi juga bagaimana kita memahami keberadaan dan hakikat entitas sebagai objek pengetahuan.
Ontologi Pengetahuan dalam Sains Modern
Dalam konteks sains modern, ontologi berfungsi sebagai fondasi filosofis yang mendasari bagaimana ilmu memahami realitas. [Lihat sumber Disini - ejurnal.stie-trianandra.ac.id] Artikel terbaru (2024) menunjukkan bahwa ontologi sains modern menjadi dasar teori ilmiah, dari fisika, biologi, hingga ilmu sosial, dengan menentukan apa yang dianggap sebagai “realitas” dalam domain keilmuan tersebut. [Lihat sumber Disini - ejurnal.stie-trianandra.ac.id]
Dalam kerangka ilmu pengetahuan kontemporer, ontologi bisa dipahami sebagai skema konseptual formal: definisi entitas, atribut/properti, dan relasi antar-entitas dalam domain tertentu. Dengan demikian, ia memungkinkan konsistensi, klaritas, serta interoperability dalam pengetahuan, baik dalam teori maupun aplikasi ilmiah. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Selain itu, ontologi membantu membedakan antara aspek empiris (apa yang bisa diobservasi) dan aspek konseptual/metafisik (apa yang dianggap ada secara teoritis), sehingga memungkinkan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap fenomena ilmiah. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Kategori dan Struktur Realitas
Salah satu tugas utama ontologi adalah menetapkan kategori dasar realitas, yaitu jenis-jenis entitas yang ada, serta struktur yang mendasari keberadaan mereka. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Contoh kategori dasar dalam ontologi filsafat meliputi: substansi (substance), properti/atribut, relasi (relation), peristiwa (event), state of affairs, abstraksi/universal, dan partikular. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Di sisi lain, dalam konteks pengetahuan terapan atau sains modern, terutama dalam ilmu informasi, ontologi diartikan sebagai spesifikasi konseptual: definisi formal tentang kelas (konsep), individu (instance), properti, relasi, dan struktur hirarkis untuk mendeskripsikan domain pengetahuan tertentu. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Dengan menyusun struktur realitas semacam ini, peneliti mendapat “peta konseptual” yang jelas: apa entitas utama, bagaimana mereka saling terkait, dan bagaimana mereka dikategorikan, yang pada akhirnya mendasari teori, metodologi, dan interpretasi data dalam riset.
Peran Ontologi dalam Penyusunan Paradigma Penelitian
Ontologi memainkan peran penting dalam membentuk paradigma penelitian, yaitu landasan filosofis yang menentukan cara pandang peneliti terhadap objek dan fenomena yang diteliti. Dalam kerangka filsafat ilmu, ontologi menjadi salah satu komponen utama (bersama epistemologi dan aksiologi) untuk membangun kerangka teori yang sistematis dan konsisten. [Lihat sumber Disini - ejurnal.inhafi.ac.id]
Dengan pemahaman ontologis yang jelas, peneliti dapat:
-
Menetapkan objek penelitian dengan tegas, apa yang termasuk dalam domain kajian, dan apa yang diluar domain.
-
Mengklarifikasi asumsi dasar tentang realitas, apakah peneliti menganggap entitas sebagai nyata, sebagai konstruk sosial, sebagai abstraksi teoretis, atau kombinasi dari itu.
-
Mengembangkan kerangka teori dan konsep yang koheren, karena kategori dan struktur realitas sudah didefinisikan secara filosofis.
-
Merancang metodologi yang sesuai, metodologi penelitian bergantung pada asumsi ontologis tentang objek dan realitas: apakah riset kuantitatif, kualitatif, atau mixed methods, semuanya dibentuk oleh cara kita memahami keberadaan objek.
Artikel di bidang filsafat ilmu menegaskan bahwa tanpa fondasi ontologis, ilmu pengetahuan kehilangan dasar, sehingga teori dan hasil riset bisa bersifat arbitrer atau inkonsisten. [Lihat sumber Disini - journal.abdurraufinstitute.org]
Ontologi dalam Penelitian Sains dan Sosial
Walaupun ontologi berasal dari filsafat, dalam praktik penelitian, baik di sains alam, sains sosial, maupun humaniora, pemahaman ontologis tetap relevan dan penting.
-
Dalam sains alam (fisika, biologi, dsb): ontologi menentukan, misalnya, apakah kita memperlakukan entitas fisik, proses, sistem biologis, sebagai realitas objektif yang independen, atau sebagai konstruk teoretis. Artikel terbaru menunjukkan bahwa ontologi sains modern menjadi “fondasi filosofis di balik pengetahuan ilmiah.” [Lihat sumber Disini - ejurnal.stie-trianandra.ac.id]
-
Dalam penelitian sosial dan humaniora: ontologi menentukan bagaimana kita memahami entitas seperti masyarakat, budaya, norma, relasi sosial, apakah mereka dipandang sebagai realitas objektif, konstruksi sosial, atau kombinasi. Artikel dalam pendidikan, manajemen, dan studi agama menunjukkan bahwa integrasi ontologi membantu memberikan arah konseptual dalam membangun teori dan praktik. [Lihat sumber Disini - ejournal.indo-intellectual.id]
-
Karena objek dan fenomena di bidang sosial sering kompleks dan multilevel (individu, kelompok, struktur, ide, nilai), pendekatan ontologis membantu menjelaskan entitas berbeda dalam struktur realitas penelitian, misalnya entitas konkret (manusia, institusi) maupun abstrak (norma, nilai, sistem sosial) secara simultan.
Dengan demikian, ontologi menjembatani filsafat dan praktik ilmiah, memberikan landasan konseptual agar penelitian memiliki konsistensi, koherensi, dan rasionalitas.
Contoh Penerapan Ontologi dalam Praktik Riset
Untuk memperjelas, berikut beberapa contoh penerapan ontologi dalam riset:
-
Dalam studi pendidikan atau manajemen pendidikan: artikel terkait “komponen ilmu pengetahuan: ontologi, epistemologi, aksiologi” menunjukkan bahwa definisi ontologis membantu merumuskan objek kajian (misalnya manusia sebagai individu, pendidikan sebagai fenomena sosial) serta menentukan pendekatan metodologis yang sesuai. [Lihat sumber Disini - ojs.co.id]
-
Dalam penelitian agama, manusia, dan alam: kajian literatur ontologi digunakan untuk mengeksplorasi hakikat entitas seperti manusia, alam, dan bahkan Tuhan dalam konteks teoretis, menunjukkan bahwa ontologi bisa memperluas pemahaman tidak hanya di sains alam tetapi juga metafisika dan humaniora. [Lihat sumber Disini - journal-center.litpam.com]
-
Dalam sains modern, biologi, fisika, ilmu sosial, definisi ontologis dan struktur realitas dipakai untuk membangun teori dan model ilmiah, serta sebagai landasan konseptual sebelum eksperimen atau observasi. [Lihat sumber Disini - ejurnal.stie-trianandra.ac.id]
Kesimpulan
Ontologi, studi tentang keberadaan dan hakikat realitas, bukan sekadar konsep filosofis abstrak, melainkan fondasi krusial bagi ilmu pengetahuan dan riset ilmiah. Dengan memahami apa yang dianggap ada, bagaimana entitas dikategorikan dan dihubungkan, peneliti memperoleh kerangka konseptual yang kuat, konsisten, dan koheren. Dalam sains modern maupun penelitian sosial, ontologi pengetahuan membantu menentukan objek kajian, metodologi, serta interpretasi hasil dengan jelas dan sistematis. Oleh karena itu, membangun kesadaran ontologis adalah langkah penting bagi siapa saja yang ingin melakukan riset dengan pondasi filosofis dan ilmiah yang kokoh.