Terakhir diperbarui: 07 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 7 December). Ontologi Pengetahuan: Definisi dan Peran dalam Riset. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/ontologi-pengetahuan-definisi-dan-peran-dalam-riset  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Ontologi Pengetahuan: Definisi dan Peran dalam Riset - SumberAjar.com

Ontologi Pengetahuan: Definisi dan Peran dalam Riset

Pendahuluan

Dalam dunia riset dan keilmuan, pertanyaan mendasar sering muncul: “Apa yang sesungguhnya kita pelajari?”, “Apa hakikat realitas atau entitas yang menjadi objek penelitian?”, “Bagaimana kita mengkategorikan fenomena atau entitas tersebut agar penelitian dapat memiliki landasan filosofis yang kuat?”. Kerangka pemikiran yang menjawab pertanyaan-pertanyaan ini berakar pada disiplin filsafat yang disebut ontologi, studi tentang keberadaan dan hakikat “apa yang ada”. Pemahaman ontologis, atau apa yang disebut “ontologi pengetahuan”, menjadi sangat penting karena membentuk fondasi epistemologis dan metodologis dari penelitian ilmiah. Artikel ini akan mengeksplorasi secara mendalam konsep ontologi: pengertiannya, ruang lingkup dan pertanyaan ontologis, peranannya dalam sains modern, hingga penerapannya dalam praktik riset.


Definisi Ontologi Pengetahuan

Definisi Ontologi secara Umum

Secara umum, istilah “ontologi” berasal dari bahasa Yunani: ontos (ada / keberadaan) dan logos (ilmu / studi). Oleh karena itu, ontologi merujuk pada ilmu atau studi tentang apa yang ada, tentang keberadaan dalam arti paling mendasar. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org] Ontologi mencoba mengidentifikasi struktur dasar realitas, apa yang termasuk “ada”, apa wujudnya, dan bagaimana entitas-entitas itu dikategorikan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Definisi Ontologi menurut KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ontologi didefinisikan sebagai cabang ilmu filsafat yang berhubungan dengan hakikat hidup / keberadaan. [Lihat sumber Disini - detik.com] Dengan kata lain: ontologi mempelajari realitas, eksistensi, dan wujud, baik yang konkret maupun abstrak. [Lihat sumber Disini - slideshare.net]

Definisi Ontologi menurut Para Ahli

Beberapa definisi dari para ahli:

  • Dalam konteks filsafat ilmu, ontologi disebut sebagai ilmu yang menelaah dasar ilmu atau wawasan objektif, yakni realitas yang bisa dipikirkan secara logis dan/atau diamati secara empiris. [Lihat sumber Disini - jonedu.org]

  • Menurut kajian di bidang filsafat ilmu, ontologi menekankan pada hakikat “yang ada”, baik objek nyata maupun objek abstrak, serta sifat dasar dari keberadaan tersebut. [Lihat sumber Disini - ejournal.indo-intellectual.id]

  • Dalam kajian epistemologi-ontologi-aksiologi, ontologi diartikan sebagai aspek yang menentukan objek penelitian: apa objek yang dikaji, bagaimana wujud hakikinya, dan relasinya dengan kemampuan manusia untuk mengetahui. [Lihat sumber Disini - ejurnal.inhafi.ac.id]

  • Dalam kerangka sains modern, ontologi dijabarkan sebagai representasi konseptual tentang entitas, properti, dan relasi dalam suatu domain pengetahuan, sehingga menjadi landasan bagi teori dan model dalam ilmu. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Ruang Lingkup Ontologi dan Pertanyaan Ontologis

Ruang lingkup ontologi meliputi kajian terhadap hakikat wujud, eksistensi, kategori keberadaan, serta struktur realitas, baik yang bersifat konkret maupun abstrak. [Lihat sumber Disini - ejournal.indo-intellectual.id]

Beberapa pertanyaan ontologis khas yang sering diajukan:

  • Apa saja yang dapat dianggap “ada”?, apakah hanya entitas fisik konkret, atau juga konsep, ide, relasi abstrak, peristiwa, dll.

  • Bagaimana entitas-entitas itu dikategorikan atau diklasifikasikan? Apa kategori dasar realitas (misalnya: substansi, properti, relasi, peristiwa, abstraction, universal vs partikular)? [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  • Apa wujud dasar dari entitas? Apakah entitas terdiri dari “substansi” dengan properti, atau struktur dan relasi? [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  • Bagaimana hubungan antara objek penelitian dengan persepsi/manusia, apakah objek itu independen, atau terikat pada cara kita berpikir dan memahaminya? [Lihat sumber Disini - slideshare.net]

Dengan demikian, ontologi tidak sekadar menyangkut apa yang kita pelajari, tetapi juga bagaimana kita memahami keberadaan dan hakikat entitas sebagai objek pengetahuan.


Ontologi Pengetahuan dalam Sains Modern

Dalam konteks sains modern, ontologi berfungsi sebagai fondasi filosofis yang mendasari bagaimana ilmu memahami realitas. [Lihat sumber Disini - ejurnal.stie-trianandra.ac.id] Artikel terbaru (2024) menunjukkan bahwa ontologi sains modern menjadi dasar teori ilmiah, dari fisika, biologi, hingga ilmu sosial, dengan menentukan apa yang dianggap sebagai “realitas” dalam domain keilmuan tersebut. [Lihat sumber Disini - ejurnal.stie-trianandra.ac.id]

Dalam kerangka ilmu pengetahuan kontemporer, ontologi bisa dipahami sebagai skema konseptual formal: definisi entitas, atribut/properti, dan relasi antar-entitas dalam domain tertentu. Dengan demikian, ia memungkinkan konsistensi, klaritas, serta interoperability dalam pengetahuan, baik dalam teori maupun aplikasi ilmiah. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Selain itu, ontologi membantu membedakan antara aspek empiris (apa yang bisa diobservasi) dan aspek konseptual/metafisik (apa yang dianggap ada secara teoritis), sehingga memungkinkan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap fenomena ilmiah. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Kategori dan Struktur Realitas

Salah satu tugas utama ontologi adalah menetapkan kategori dasar realitas, yaitu jenis-jenis entitas yang ada, serta struktur yang mendasari keberadaan mereka. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Contoh kategori dasar dalam ontologi filsafat meliputi: substansi (substance), properti/atribut, relasi (relation), peristiwa (event), state of affairs, abstraksi/universal, dan partikular. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Di sisi lain, dalam konteks pengetahuan terapan atau sains modern, terutama dalam ilmu informasi, ontologi diartikan sebagai spesifikasi konseptual: definisi formal tentang kelas (konsep), individu (instance), properti, relasi, dan struktur hirarkis untuk mendeskripsikan domain pengetahuan tertentu. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Dengan menyusun struktur realitas semacam ini, peneliti mendapat “peta konseptual” yang jelas: apa entitas utama, bagaimana mereka saling terkait, dan bagaimana mereka dikategorikan, yang pada akhirnya mendasari teori, metodologi, dan interpretasi data dalam riset.


Peran Ontologi dalam Penyusunan Paradigma Penelitian

Ontologi memainkan peran penting dalam membentuk paradigma penelitian, yaitu landasan filosofis yang menentukan cara pandang peneliti terhadap objek dan fenomena yang diteliti. Dalam kerangka filsafat ilmu, ontologi menjadi salah satu komponen utama (bersama epistemologi dan aksiologi) untuk membangun kerangka teori yang sistematis dan konsisten. [Lihat sumber Disini - ejurnal.inhafi.ac.id]

Dengan pemahaman ontologis yang jelas, peneliti dapat:

  • Menetapkan objek penelitian dengan tegas, apa yang termasuk dalam domain kajian, dan apa yang diluar domain.

  • Mengklarifikasi asumsi dasar tentang realitas, apakah peneliti menganggap entitas sebagai nyata, sebagai konstruk sosial, sebagai abstraksi teoretis, atau kombinasi dari itu.

  • Mengembangkan kerangka teori dan konsep yang koheren, karena kategori dan struktur realitas sudah didefinisikan secara filosofis.

  • Merancang metodologi yang sesuai, metodologi penelitian bergantung pada asumsi ontologis tentang objek dan realitas: apakah riset kuantitatif, kualitatif, atau mixed methods, semuanya dibentuk oleh cara kita memahami keberadaan objek.

Artikel di bidang filsafat ilmu menegaskan bahwa tanpa fondasi ontologis, ilmu pengetahuan kehilangan dasar, sehingga teori dan hasil riset bisa bersifat arbitrer atau inkonsisten. [Lihat sumber Disini - journal.abdurraufinstitute.org]


Ontologi dalam Penelitian Sains dan Sosial

Walaupun ontologi berasal dari filsafat, dalam praktik penelitian, baik di sains alam, sains sosial, maupun humaniora, pemahaman ontologis tetap relevan dan penting.

  • Dalam sains alam (fisika, biologi, dsb): ontologi menentukan, misalnya, apakah kita memperlakukan entitas fisik, proses, sistem biologis, sebagai realitas objektif yang independen, atau sebagai konstruk teoretis. Artikel terbaru menunjukkan bahwa ontologi sains modern menjadi “fondasi filosofis di balik pengetahuan ilmiah.” [Lihat sumber Disini - ejurnal.stie-trianandra.ac.id]

  • Dalam penelitian sosial dan humaniora: ontologi menentukan bagaimana kita memahami entitas seperti masyarakat, budaya, norma, relasi sosial, apakah mereka dipandang sebagai realitas objektif, konstruksi sosial, atau kombinasi. Artikel dalam pendidikan, manajemen, dan studi agama menunjukkan bahwa integrasi ontologi membantu memberikan arah konseptual dalam membangun teori dan praktik. [Lihat sumber Disini - ejournal.indo-intellectual.id]

  • Karena objek dan fenomena di bidang sosial sering kompleks dan multilevel (individu, kelompok, struktur, ide, nilai), pendekatan ontologis membantu menjelaskan entitas berbeda dalam struktur realitas penelitian, misalnya entitas konkret (manusia, institusi) maupun abstrak (norma, nilai, sistem sosial) secara simultan.

Dengan demikian, ontologi menjembatani filsafat dan praktik ilmiah, memberikan landasan konseptual agar penelitian memiliki konsistensi, koherensi, dan rasionalitas.


Contoh Penerapan Ontologi dalam Praktik Riset

Untuk memperjelas, berikut beberapa contoh penerapan ontologi dalam riset:

  • Dalam studi pendidikan atau manajemen pendidikan: artikel terkait “komponen ilmu pengetahuan: ontologi, epistemologi, aksiologi” menunjukkan bahwa definisi ontologis membantu merumuskan objek kajian (misalnya manusia sebagai individu, pendidikan sebagai fenomena sosial) serta menentukan pendekatan metodologis yang sesuai. [Lihat sumber Disini - ojs.co.id]

  • Dalam penelitian agama, manusia, dan alam: kajian literatur ontologi digunakan untuk mengeksplorasi hakikat entitas seperti manusia, alam, dan bahkan Tuhan dalam konteks teoretis, menunjukkan bahwa ontologi bisa memperluas pemahaman tidak hanya di sains alam tetapi juga metafisika dan humaniora. [Lihat sumber Disini - journal-center.litpam.com]

  • Dalam sains modern, biologi, fisika, ilmu sosial, definisi ontologis dan struktur realitas dipakai untuk membangun teori dan model ilmiah, serta sebagai landasan konseptual sebelum eksperimen atau observasi. [Lihat sumber Disini - ejurnal.stie-trianandra.ac.id]


Kesimpulan

Ontologi, studi tentang keberadaan dan hakikat realitas, bukan sekadar konsep filosofis abstrak, melainkan fondasi krusial bagi ilmu pengetahuan dan riset ilmiah. Dengan memahami apa yang dianggap ada, bagaimana entitas dikategorikan dan dihubungkan, peneliti memperoleh kerangka konseptual yang kuat, konsisten, dan koheren. Dalam sains modern maupun penelitian sosial, ontologi pengetahuan membantu menentukan objek kajian, metodologi, serta interpretasi hasil dengan jelas dan sistematis. Oleh karena itu, membangun kesadaran ontologis adalah langkah penting bagi siapa saja yang ingin melakukan riset dengan pondasi filosofis dan ilmiah yang kokoh.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Ontologi pengetahuan adalah cabang filsafat yang mempelajari keberadaan, hakikat realitas, serta kategori-kategori yang menyusun dunia. Dalam penelitian, ontologi membantu menentukan apa yang dianggap ada sebagai objek penelitian.

Ontologi penting karena menentukan objek kajian, asumsi dasar tentang realitas, dan batasan penelitian. Pemahaman ontologis membantu peneliti memilih metodologi yang sesuai dan membangun kerangka teori yang koheren.

Pertanyaan ontologis mencakup: apa yang dianggap ada, bagaimana entitas dikategorikan, bagaimana struktur realitas, dan bagaimana hubungan antara objek dunia dengan cara manusia memahami atau mengobservasinya.

Dalam sains, ontologi menentukan definisi entitas fisik, konsep, serta hubungan antara fenomena yang diamati. Dalam ilmu sosial, ontologi menentukan apakah fenomena sosial dianggap objektif, konstruksi sosial, atau keduanya. Ini memengaruhi teori dan metode penelitian.

Contohnya adalah ketika peneliti menetapkan apakah konsep seperti identitas sosial, budaya, atau struktur masyarakat dianggap realitas objektif atau konstruksi sosial. Penetapan ini membantu merumuskan teori dan memilih metode penelitian yang tepat.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Ontologi Kritis: Definisi dan Contoh dalam Ilmu Sosial Ontologi Kritis: Definisi dan Contoh dalam Ilmu Sosial Ontologi Sosial: Pengertian dan Relevansinya dalam Penelitian Ontologi Sosial: Pengertian dan Relevansinya dalam Penelitian Ontologi Penelitian: Konsep, Fungsi, dan Penerapan Ontologi Penelitian: Konsep, Fungsi, dan Penerapan Ontologi Sosial dalam Filsafat Ilmu Ontologi Sosial dalam Filsafat Ilmu Filsafat Ilmu: Hubungan antara Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Filsafat Ilmu: Hubungan antara Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Hubungan Filsafat Ilmu dengan Metodologi Penelitian Hubungan Filsafat Ilmu dengan Metodologi Penelitian Landasan Ontologis Penelitian: Definisi dan Contohnya Landasan Ontologis Penelitian: Definisi dan Contohnya Kajian Filosofis terhadap Penelitian Modern Kajian Filosofis terhadap Penelitian Modern Teknologi Adaptif untuk Riset Sosial Teknologi Adaptif untuk Riset Sosial Riset Terapan di Dunia Industri dan Pendidikan Riset Terapan di Dunia Industri dan Pendidikan Manajemen Proyek Riset Menggunakan Trello dan Notion Manajemen Proyek Riset Menggunakan Trello dan Notion Kecerdasan Buatan sebagai Asisten Riset Modern Kecerdasan Buatan sebagai Asisten Riset Modern Keamanan Informasi dalam Riset Online Keamanan Informasi dalam Riset Online Riset Kolaboratif antar Universitas Riset Kolaboratif antar Universitas Struktur Paradigma Ilmiah: Unsur dan Tahapan Struktur Paradigma Ilmiah: Unsur dan Tahapan Aksiologi Ilmu: Nilai dan Etika dalam Riset Aksiologi Ilmu: Nilai dan Etika dalam Riset Kontribusi Teknologi terhadap Riset Modern Kontribusi Teknologi terhadap Riset Modern Struktur Paradigma Ilmiah: Unsur dan Tahapannya Struktur Paradigma Ilmiah: Unsur dan Tahapannya Masa Depan Penelitian Digital di Era AI Masa Depan Penelitian Digital di Era AI Riset Kuantitatif di Era Digital Riset Kuantitatif di Era Digital
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…