Terakhir diperbarui: 21 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 21 December). Luka Dekubitus: Tingkatan, Faktor Risiko, dan Pencegahan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/luka-dekubitus-tingkatan-faktor-risiko-dan-pencegahan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Luka Dekubitus: Tingkatan, Faktor Risiko, dan Pencegahan - SumberAjar.com

Luka Dekubitus: Tingkatan, Faktor Risiko, dan Pencegahan

Pendahuluan

Luka dekubitus, yang sering disebut pressure ulcer, pressure injury, atau bed sore, merupakan salah satu masalah kesehatan penting yang muncul pada pasien dengan mobilitas terbatas, terutama yang menjalani tirah baring lama atau penggunaan kursi roda. Pada tingkat global dan nasional, insiden luka dekubitus cukup tinggi dan menjadi indikator kualitas perawatan di fasilitas kesehatan. Di Indonesia, prevalensi kasus dekubitus dilaporkan mencapai sekitar 33, 3% pada pasien rawat inap, angka ini termasuk tinggi bila dibandingkan dengan prevalensi di negara-negara Asia Tenggara lainnya. [Lihat sumber Disini - jurnal.academiacenter.org]

Luka dekubitus bukan sekadar luka kulit biasa; kondisi ini mencerminkan kerusakan jaringan lebih dalam akibat tekanan terus-menerus yang menghambat suplai darah ke jaringan sehingga terjadi nekrosis. Dampak klinisnya meliputi nyeri, infeksi, hingga komplikasi berat yang dapat memperpanjang waktu perawatan dan membebani sistem kesehatan. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Dengan latar belakang tersebut, pemahaman mendalam tentang definisi, tingkatan, faktor risiko, dampak, penilaian, serta strategi pencegahan luka dekubitus sangat krusial bagi tenaga kesehatan, khususnya dalam praktik keperawatan agar upaya pencegahan dan perawatannya dapat ditingkatkan secara efektif.


Definisi Luka Dekubitus

Definisi Luka Dekubitus Secara Umum

Luka dekubitus atau luka tekan merupakan cedera lokal pada kulit dan/atau jaringan di bawahnya yang terjadi akibat tekanan yang berkepanjangan pada area tubuh tertentu, terutama di atas penonjolan tulang (bony prominences). Tekanan ini menghambat aliran darah ke jaringan sehingga jaringan mengalami iskemia, hipoksia, serta akhirnya kerusakan dan nekrosis jika tekanan tidak dihilangkan. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Definisi Luka Dekubitus dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (akses publik), dekubitus merujuk pada luka atau radang kulit pada bagian tubuh yang mengalami tekanan berkepanjangan akibat posisi tubuh yang tidak berubah dalam jangka waktu lama. Ini sering dialami oleh pasien yang terbatas mobilitasnya, misalnya pasien di tempat tidur atau kursi roda. (KBBI Online). [Catatan: tautan sumber KBBI online bila akses didukung]

Definisi Luka Dekubitus Menurut Para Ahli

  1. Syed Rafay H. Zaidi & Sandeep Sharma (2024) mendefinisikan luka dekubitus sebagai localized skin and soft tissue injuries yang berkembang karena tekanan yang berkepanjangan dengan atau tanpa gaya geser dan gesekan pada area kulit yang menonjol di atas tulang. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  2. European Pressure Ulcer Advisory Panel (EPUAP) menyatakan bahwa luka dekubitus mencakup cedera jaringan yang dapat dimulai dari kulit yang tampak utuh dengan eritema tidak hilang s/d ulkus yang lebih dalam melibatkan otot dan tulang. [Lihat sumber Disini - emedicine.medscape.com]

  3. Mayoclinic Staff (2024) mendeskripsikan luka dekubitus sebagai area kulit yang rusak akibat tekanan berulang yang mengurangi aliran darah ke jaringan sehingga berisiko terjadi infeksi dan gangguan lebih lanjut. [Lihat sumber Disini - mayoclinic.org]

  4. Riset Klinis Nursing Review menekankan bahwa luka dekubitus merupakan cedera jaringan akibat kombinasi tekanan, gesekan, dan shear dalam situasi mobilitas terbatas yang memicu nekrosis jaringan. [Lihat sumber Disini - ejurnal.politeknikpratama.ac.id]


Tingkatan Luka Dekubitus

Luka dekubitus diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahan kerusakan jaringan, dari permukaan kulit hingga struktur yang lebih dalam seperti otot dan tulang. Sistem klasifikasi ini dilakukan untuk menentukan strategi perawatan dan mencegah komplikasi lebih lanjut. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Tingkat I

Luka masih berupa eritema (kemerahan) pada kulit yang utuh, terutama pada area tonjolan tulang yang tidak hilang saat ditekan (non-blanchable erythema). Tidak ada pecahnya kulit, tetapi ini merupakan tanda awal adanya risiko cedera jaringan bila tekanan berlanjut. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Tingkat II

Ditemukan kehilangan dermis parsial sehingga terlihat sebagai luka terbuka dangkal tanpa jaringan mati (slough) atau dapat berupa blister. Pada tahap ini, kerusakan mulai melibatkan lapisan dermis namun belum mencapai jaringan yang lebih dalam. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Tingkat III

Kerusakan jaringan lebih dalam hingga lapisan subkutan, dengan luka yang lebih besar dengan kemungkinan keluarnya nanah dan bau. Ini menunjukkan bahwa derajat cedera melampaui permukaan kulit. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Tingkat IV

Kerusakan jaringan sangat dalam hingga melibatkan otot, tendon, dan/atau tulang. Ini merupakan tingkat paling parah dan berisiko tinggi terjadi infeksi sistemik serta komplikasi serius lainnya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Selain empat tingkatan utama di atas, ada juga kategori unstageable pressure injury yang tidak dapat dinilai karena seluruh dasar luka tertutup oleh jaringan mati atau eschar, serta suspected deep tissue injury di mana jaringan dalam terlihat gelap atau berbeda teksturnya namun kulit tetap utuh. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Faktor Risiko Terjadinya Luka Dekubitus

Luka dekubitus memiliki etiologi multifaktorial. Kombinasi dari tekanan eksternal, faktor internal pasien, serta kondisi klinis tertentu meningkatkan risiko terjadinya cedera jaringan ini. [Lihat sumber Disini - ejurnal.politeknikpratama.ac.id]

Tekanan Berkepanjangan dan Imobilitas

Faktor utama adalah tekanan berkepanjangan tanpa perubahan posisi tubuh, terutama pada pasien dengan mobilitas terbatas akibat tirah baring atau penggunaan kursi roda. [Lihat sumber Disini - mayoclinic.org]

Faktor Usia dan Kondisi Fisiologis

Usia lanjut terkait dengan penurunan elastisitas kulit, perfusi darah dan kemampuan regeneratif jaringan, sehingga berisiko tinggi terjadi luka dekubitus. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Kondisi Medis dan Komorbiditas

Penyakit kronis seperti diabetes, gangguan perfusi atau sirkulasi serta kondisi hemodinamik tidak stabil (mis. pada pasien ICU) juga meningkatkan risiko karena jaringan menjadi lebih rentan terhadap tekanan dan trauma. [Lihat sumber Disini - journal.unikadelasalle.ac.id]

Nutrisi dan Status Kesehatan Umum

Malnutrisi, rendahnya kadar albumin dan anemia membatasi suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan kulit, sehingga mempercepat kerusakan jaringan saat tekanan diberikan. [Lihat sumber Disini - journal.unikadelasalle.ac.id]

Inkontinensia dan Kelembaban Kulit

Kontak berkepanjangan dengan kelembaban (urin/stool) meningkatkan kerentanan kulit terhadap kerusakan. [Lihat sumber Disini - mayoclinic.org]

Faktor Klinis Lainnya

Penggunaan ventilator mekanik, kurangnya sensasi, gesekan, shear, serta penggunaan alat medis juga merupakan faktor yang meningkatkan risiko luka dekubitus. [Lihat sumber Disini - ejurnal.politeknikpratama.ac.id]


Dampak Luka Dekubitus terhadap Pasien

Luka dekubitus dapat membawa dampak klinis, fisik, psikologis dan sosial yang besar bagi pasien yang mengalaminya. [Lihat sumber Disini - ejurnal.politeknikpratama.ac.id]

Meningkatkan Lama Perawatan dan Biaya

Pasien dengan luka dekubitus sering memerlukan perawatan jangka panjang yang intensif, yang menyebabkan lama tinggal di rumah sakit meningkat dan beban biaya perawatan pun bertambah. [Lihat sumber Disini - ejurnal.politeknikpratama.ac.id]

Rasa Sakit dan Infeksi

Luka dekubitus dapat menjadi sangat nyeri, serta bila tidak ditangani secara tepat bisa terjadi infeksi lokal atau bahkan infeksi yang menyebar ke tulang (osteomyelitis) atau aliran darah (sepsis). [Lihat sumber Disini - mayoclinic.org]

Penurunan Kualitas Hidup

Kondisi ini dapat mengurangi kemampuan pasien untuk melakukan aktivitas sehari-hari, menurunkan kualitas tidur, dan memberikan tekanan psikososial akibat keterbatasan mobilitas dan perawatan yang intensif. [Lihat sumber Disini - ejurnal.politeknikpratama.ac.id]


Penilaian Risiko Luka Dekubitus

Penilaian risiko merupakan langkah penting dalam pencegahan luka dekubitus. Alat penilaian risiko membantu profesional kesehatan mengidentifikasi pasien berisiko tinggi dan melakukan intervensi dini.

Braden Scale

Braden Scale merupakan alat yang menilai risiko luka dekubitus berdasarkan enam kriteria: persepsi sensorik, kelembaban, aktivitas, mobilitas, nutrisi, serta geseran/shear. Skor total yang rendah menunjukkan risiko lebih tinggi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Waterlow Score

Waterlow Score adalah alat penilaian lain yang menggabungkan variabel seperti usia, mobilitas, nutrisi, serta keadaan kulit untuk menentukan risiko pasien terhadap perkembangan tekanan luka. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Penilaian risiko yang sistematis memungkinkan tim keperawatan melakukan pengawasan lebih intensif pada pasien dengan skor risiko tinggi dan menerapkan strategi pencegahan yang tepat.


Upaya Pencegahan Luka Dekubitus dalam Keperawatan

Pencegahan merupakan aspek utama dalam mengurangi kejadian luka dekubitus, terutama pada pasien dengan risiko tinggi.

Reposisi dan Perubahan Posisi

Mengubah posisi pasien secara berkala (misalnya setiap dua jam) membantu mengurangi tekanan pada area tubuh tertentu, sehingga aliran darah kembali normal ke jaringan. [Lihat sumber Disini - mayoclinic.org]

Penggunaan Alas/Teknologi Tekanan Rendah

Kasur khusus yang mengurangi tekanan serta cushion pada kursi roda dapat membantu mendistribusikan tekanan secara lebih merata dan mengurangi risiko luka tekan. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]

Perawatan Kulit dan Kontrol Kelembaban

Membersihkan kulit secara teratur, menjaga kelembaban kulit yang optimal, serta mengontrol inkontinensia dapat mengurangi risiko kerusakan kulit. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]

Edukasi dan Pelatihan Perawat

Pendidikan terus menerus tentang penilaian risiko, teknik reposisi yang benar, serta praktik pencegahan berbasis bukti dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan perawat dalam mengantisipasi luka dekubitus. [Lihat sumber Disini - onlinelibrary.wiley.com]


Kesimpulan

Luka dekubitus adalah cedera jaringan yang kompleks dan serius yang terjadi akibat tekanan berkepanjangan, terutama pada pasien dengan mobilitas yang terbatas. Berbagai definisi klinis menekankan bahwa kondisi ini bukan sekadar luka permukaan, tetapi cedera yang memengaruhi kulit dan jaringan di bawahnya melalui mekanisme tekanan, gesekan, dan shear. Teknik klasifikasi luka dekubitus dibagi menjadi beberapa tingkatan, mulai dari eritema permukaan hingga kerusakan mendalam yang melibatkan otot dan tulang. Faktor risiko mencakup imobilitas, usia lanjut, malnutrisi, komorbiditas, serta kondisi klinis lainnya yang mempercepat terjadinya cedera jaringan.

Dampak luka dekubitus sangat luas, termasuk peningkatan lama perawatan, risiko infeksi, hingga penurunan kualitas hidup pasien. Oleh karena itu, penilaian risiko awal menggunakan alat seperti Braden Scale dan Waterlow Score sangat penting untuk menargetkan intervensi pencegahan secara tepat. Strategi pencegahan meliputi reposisi berkala, penggunaan alat yang mengurangi tekanan, perawatan kulit yang tepat, serta edukasi profesional kesehatan. Kombinasi pendekatan ini dapat membantu mengurangi kejadian luka dekubitus dan meningkatkan hasil klinis pasien secara signifikan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Luka dekubitus adalah kerusakan kulit dan jaringan di bawahnya yang terjadi akibat tekanan berkepanjangan, terutama pada area tubuh dengan tonjolan tulang. Kondisi ini sering dialami oleh pasien dengan mobilitas terbatas atau tirah baring lama.

Tingkatan luka dekubitus terdiri dari tingkat I hingga IV. Tingkat I ditandai kemerahan pada kulit yang utuh, tingkat II berupa luka dangkal, tingkat III melibatkan jaringan subkutan, dan tingkat IV merupakan luka dalam hingga mencapai otot atau tulang.

Pasien yang berisiko mengalami luka dekubitus antara lain pasien tirah baring lama, lansia, pasien dengan gangguan mobilitas, penderita penyakit kronis seperti diabetes, pasien dengan status nutrisi buruk, serta pasien dengan inkontinensia.

Luka dekubitus dapat menyebabkan nyeri, infeksi, memperpanjang masa perawatan, meningkatkan biaya pengobatan, serta menurunkan kualitas hidup pasien secara fisik dan psikologis.

Penilaian risiko luka dekubitus dapat dilakukan menggunakan alat seperti Braden Scale dan Waterlow Score yang menilai faktor mobilitas, nutrisi, kelembaban kulit, persepsi sensorik, serta gesekan dan tekanan.

Upaya pencegahan luka dekubitus meliputi perubahan posisi secara berkala, penggunaan kasur atau alas anti tekanan, perawatan kulit yang baik, pemenuhan kebutuhan nutrisi, serta edukasi dan pengawasan rutin oleh tenaga keperawatan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Luka Dekubitus: Tingkatan dan Pencegahannya Luka Dekubitus: Tingkatan dan Pencegahannya Abstraksi: Definisi, Tingkatan, dan Contohnya dalam Penelitian Abstraksi: Definisi, Tingkatan, dan Contohnya dalam Penelitian Digital Literacy: Definisi, Tingkatan, dan Contohnya Digital Literacy: Definisi, Tingkatan, dan Contohnya Hierarki Konsep: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Kajian Ilmiah Hierarki Konsep: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Kajian Ilmiah Hierarki Teori: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Ilmiah Hierarki Teori: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Ilmiah Perilaku Pencegahan Penyakit Tidak Menular Perilaku Pencegahan Penyakit Tidak Menular Likert Scale Analysis: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Likert Scale Analysis: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Skala Ordinal: Definisi, Fungsi, dan Contoh dalam Statistik Skala Ordinal: Definisi, Fungsi, dan Contoh dalam Statistik Perilaku Pencegahan COVID-19 Perilaku Pencegahan COVID-19 Pencegahan Penyakit Menular: Konsep, adaptasi sosial, dan perilaku Pencegahan Penyakit Menular: Konsep, adaptasi sosial, dan perilaku Perilaku Pencegahan Penyakit: Perspektif Psikologi Perilaku Pencegahan Penyakit: Perspektif Psikologi Nominal Data: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Statistik Nominal Data: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Statistik Kerusakan Integritas Kulit: Indikator dan Pencegahannya Kerusakan Integritas Kulit: Indikator dan Pencegahannya Pencegahan Penyakit Akibat Kerja Pencegahan Penyakit Akibat Kerja Nominal Variabel: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya Nominal Variabel: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya Kesiapan Peningkatan Pengetahuan Keluarga Pasien Kesiapan Peningkatan Pengetahuan Keluarga Pasien Perilaku Ibu dalam Pencegahan Stunting Sejak Kehamilan Perilaku Ibu dalam Pencegahan Stunting Sejak Kehamilan Ketidaknyamanan Fisik: Jenis dan Penanganan Ketidaknyamanan Fisik: Jenis dan Penanganan Risiko Infeksi: Faktor Risiko dan Strategi Pencegahan Risiko Infeksi: Faktor Risiko dan Strategi Pencegahan Health Belief Model: Penjelasan dan Contoh Health Belief Model: Penjelasan dan Contoh
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…