Terakhir diperbarui: 14 November 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 14 November). Zona Penelitian: Pengertian, Ciri, dan Contohnya. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/zona-penelitian-pengertian-ciri-dan-contohnya  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Zona Penelitian: Pengertian, Ciri, dan Contohnya - SumberAjar.com

Zona Penelitian: Pengertian, Ciri, dan Contohnya

Pendahuluan

Kegiatan penelitian merupakan salah satu pilar utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengambilan keputusan di berbagai bidang. Dengan melakukan penelitian, peneliti mampu menggali fakta, menganalisis fenomena, serta menghasilkan rekomendasi berbasis data yang dapat dipertanggungjawabkan. Dalam praktiknya, sering muncul istilah “zona penelitian” atau area penelitian yang menggambarkan ruang lingkup, cakupan, maupun fokus dari suatu penelitian. Pemahaman terhadap zona penelitian ini penting karena akan membantu peneliti menentukan batasan, objek, subjek, metode serta strategi yang tepat agar penelitian berjalan efektif dan efisien. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai pengertian zona penelitian, ciri-ciri khasnya, serta contoh aplikatif dalam penelitian ilmiah, terutama dalam konteks Indonesia.


Definisi Zona Penelitian

Definisi Zona Penelitian Secara Umum

Secara umum, zona penelitian dapat dipahami sebagai ruang lingkup atau area yang ditetapkan dalam suatu penelitian, mencakup batasan lokasi, objek atau fenomena yang diteliti, serta kondisi atau konteks yang relevan. Zona ini menjadi kerangka kerja bagi peneliti untuk menentukan dimana dan bagaimana penelitian dilaksanakan. Dengan menetapkan zona penelitian, penelitian menjadi lebih terarah karena peneliti tahu batasan geografis, demografis, waktu, ataupun jenis fenomena yang akan dianalisis.

Definisi Zona Penelitian dalam KBBI

Meskipun istilah “zona penelitian” tidak spesifik tercantum di dalam kamus resmi seperti Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai frasa tunggal, namun kata “zona” dan “penelitian” masing-masing memiliki arti yang jelas. Menurut KBBI:

  • “Zona” berarti “wilayah yang tertentu, kawasan yang dibatasi menurut kriteria tertentu (geografis, administratif, fungsional)”
  • “Penelitian” berarti “kegiatan untuk mendapatkan pengetahuan baru, memecahkan masalah melalui pengumpulan data secara sistematis”
    Dengan demikian, frasa “zona penelitian” bisa ditafsirkan sebagai “kawasan atau ruang lingkup tertentu yang menjadi objek atau area kajian dalam sebuah penelitian”.

Definisi Zona Penelitian Menurut Para Ahli

Untuk memperkuat pemahaman, berikut beberapa pendapat ahli terkait konsep ruang lingkup atau zona dalam penelitian:

  • Sugiyono menyatakan bahwa penelitian adalah “cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu” (2022) , artinya penelitian harus dilakukan dalam kerangka yang jelas, termasuk batasan area/zona penelitian. [Lihat sumber Disini - repository.poltekbangplg.ac.id]
  • John W. Creswell (dalam buku metodologi penelitian) memberi pandangan bahwa penelitian merupakan “upaya menyelesaikan masalah atau isu yang menuntut pemahaman secara mendalam” , zona penelitian di sini menjadi identifikasi di mana dan bagaimana masalah itu muncul. [Lihat sumber Disini - repository.uinjkt.ac.id]
  • Di dalam konteks penelitian sosial di Indonesia, Djunaedi (2021) mengatakan bahwa penelitian sosial melibatkan penyelidikan empiris di “kondisi objek yang alamiah”, yang secara implisit menunjukkan bahwa perlu ditetapkan zona atau pengaturan ruang-konteks penelitian. [Lihat sumber Disini - repository.um.ac.id]
  • Johan Tamin (dalam studi transportasi) mendefinisikan “zona internal” dan “zona eksternal” sebagai bagian dari area kajian penelitian transportasi: “zona internal adalah zona yang berpengaruh besar pada pergerakan arus lalu lintas di dalam wilayah penelitian, sedangkan zona eksternal adalah zona di luar wilayah kajian” (2020). [Lihat sumber Disini - eprints.itenas.ac.id]
  • Dalam kajian geologi, K. Maulida (2023) mengidentifikasi bahwa “zona prospek hidrokarbon” adalah bagian dari formasi geologi yang ditetapkan sebagai area penelitian berdasarkan karakteristik batuan. [Lihat sumber Disini - jurnal.unpad.ac.id]

Dari definisi-definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa zona penelitian adalah area atau ruang lingkup penelitian yang sudah ditetapkan baik dalam aspek geografis, fenomena, objek, maupun konteks metodologis, yang memungkinkan penelitian berjalan secara terstruktur dan fokus.


Ciri-Ciri Zona Penelitian

Agar suatu penelitian lebih tertata dan hasilnya lebih dapat dipercaya, zona penelitian biasanya memiliki beberapa ciri khas berikut:

  1. Batasan yang jelas
    Zona penelitian menetapkan batasan ruang (misalnya lokasi geografis), waktu (periode penelitian), atau objek/variabel yang diteliti. Tanpa batasan ini, maka penelitian bisa menjadi terlalu luas atau tidak fokus.
  2. Relevansi terhadap fenomena atau masalah
    Zona penelitian dirancang agar relevan dengan pertanyaan penelitian atau hipotesis. Contohnya: memilih zona kota tertentu, komunitas tertentu, atau periode waktu khusus yang relevan dengan topik.
  3. Kontrol terhadap variabel atau kondisi penelitian
    Dalam menentukan zona, peneliti mencoba mengontrol kondisi eksternal dengan menetapkan area kajian yang memiliki karakteristik seragam atau dapat dikontrol, sehingga variabilitas yang timbul dari luar zona bisa lebih ditekan.
  4. Representatif atau memiliki karakteristik khas
    Zona penelitian sering dipilih karena mewakili fenomena yang ingin dipelajari. Misalnya sebuah kota dengan karakteristik urbanisasi cepat sebagai zona penelitian dampak urbanisasi.
  5. Memungkinkan pengumpulan data secara sistematis
    Zona yang telah ditetapkan memudahkan peneliti dalam pengumpulan, pengolahan dan analisis data karena objek dan batasannya sudah diketahui.
  6. Dapat dihubungkan dengan tujuan dan desain penelitian
    Zona penelitian bukan sekadar wilayah fisik, tetapi juga bagian integral dari desain penelitian (metodologi, variabel, populasi/sampel) yang akan dilaksanakan.

Contoh penerapan ciri-ciri di atas bisa dilihat dalam studi transportasi yang membagi “zona internal” dan “zona eksternal” untuk memfokuskan analisis pergerakan lalu lintas. [Lihat sumber Disini - eprints.itenas.ac.id]


Contoh Penerapan Zona Penelitian

Berikut ini beberapa contoh nyata bagaimana zona penelitian diterapkan dalam penelitian ilmiah di Indonesia:

Contoh 1: Penentuan Zona Agroekologi

Sebuah penelitian di Kabupaten Sijunjung (Sumatera Barat) dengan judul “Penentuan Zona Agroekologi Untuk Arahan Komoditas Pertanian Tanaman Industri/Perkebunan” menetapkan empat zona utama (Zona I, II, III, IV) berdasarkan kemiringan lereng dan kondisi drainase. [Lihat sumber Disini - jptam.org]
Zona-zona tersebut kemudian digunakan sebagai area penelitian untuk mengevaluasi kesesuaian lahan terhadap tanaman industri/perkebunan, menunjukkan bagaimana zona sebagai kerangka penelitian bisa sangat konkret.

Contoh 2: Zona Prospek Hidrokarbon

Dalam penelitian geologi “Identifikasi Karakteristik Reservoir untuk Penentuan Zona Prospek …” di Cekungan Sumatra Tengah, zona yang menjadi fokus adalah bagian formasi yang dianggap prospek hidrokarbon, berdasarkan analisis petrofisika. [Lihat sumber Disini - jurnal.unpad.ac.id]
Dengan demikian, zona penelitian di sini tidak hanya geografi tetapi juga stratigrafi dan karakteristik batuan.

Contoh 3: Zona dalam Kajian Transportasi

Dalam sebuah studi transportasi, zona internal dan eksternal ditetapkan untuk memetakan pergerakan lalu lintas: zona internal adalah bagian area kajian utama, zona eksternal adalah wilayah di luar tetapi mempengaruhi area internal. [Lihat sumber Disini - eprints.itenas.ac.id]
Hal ini menunjukkan zona penelitian dapat berupa “wilayah pengaruh” maupun “wilayah utama”.

Contoh 4: Zona dalam Kebijakan Sistem Zonasi Pendidikan

Meskipun bukan penelitian yang secara eksplisit “zona penelitian”, tetapi penelitian mengenai implementasi kebijakan sistem zonasi di Kabupaten Karanganyar memperlihatkan “zona sebagai kebijakan” yang menjadi objek penelitian (misalnya zona sekolah) dan menunjukkan bahwa istilah “zona” dalam penelitian bisa mempunyai makna kontekstual yang berbeda. [Lihat sumber Disini - jer.or.id]


Implikasi dan Pentingnya Menetapkan Zona Penelitian

Menetapkan zona penelitian dengan baik membawa beberapa implikasi penting:

  • Memperkuat validitas dan reliabilitas: Dengan zona yang jelas, peneliti dapat menghindari bias lokasi, memastikan populasi/sampel sesuai, dan memudahkan replikasi.
  • Memfokuskan sumber daya: Zona yang terdefinisi memungkinkan penggunaan waktu, tenaga, dan biaya secara efisien karena peneliti tahu batasnya.
  • Memudahkan interpretasi hasil: Hasil penelitian dapat dibakukan dan dipahami dalam konteks zona yang ditetapkan, sehingga kesimpulan menjadi lebih konkret.
  • Menentukan generalisasi: Penetapan zona membantu peneliti memahami sejauh mana hasil penelitian dapat digeneralisasi atau hanya berlaku pada zona spesifik.
  • Menyusun strategi pengumpulan data: Zona yang jelas membantu peneliti menentukan strategi sampling, jadwal pengumpulan data, dan kontrol kondisi eksternal.

Namun, ada juga beberapa tantangan seperti: pemilihan zona yang terlalu sempit bisa membuat hasil tidak dapat digeneralisasi; zona yang terlalu luas bisa membuat variabilitas tinggi; serta zona yang masih ambigu dapat membuat strategi penelitian menjadi kabur.


Kesimpulan

Zona penelitian merupakan bagian krusial dari desain penelitian yang seringkali dianggap sepele. Dengan menetapkan zona penelitian secara sistematis,meliputi batasan ruang, objek, kondisi dan konteks,peneliti dapat menjalankan penelitian dengan lebih terstruktur, efisien, dan menghasilkan temuan yang lebih valid serta dapat dipertanggungjawabkan. Ciri‐ciri zona penelitian mencakup batasan yang jelas, relevansi dengan fenomena, kontrol kondisi, representatif, kemampuan pengumpulan data sistematis, dan keterkaitan dengan desain penelitian. Contoh penerapan zona penelitian di Indonesia sangat beragam,mulai dari agroekologi, geologi, transportasi hingga kebijakan pendidikan,membuktikan bahwa istilah “zona” dalam penelitian sangat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan konteks studi. Dengan demikian, penting bagi setiap peneliti untuk secara eksplisit merumuskan zona penelitiannya agar proses penelitian dapat berjalan dengan baik dan hasilnya memberikan kontribusi berarti.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Zona penelitian adalah ruang lingkup atau area tertentu yang ditetapkan peneliti sebagai batasan dalam melakukan pengumpulan data, analisis, dan interpretasi hasil penelitian.

Zona penelitian penting karena membantu peneliti fokus pada area yang relevan, mempermudah proses pengumpulan data, meningkatkan validitas penelitian, serta menghindari ruang lingkup yang terlalu luas.

Ciri-ciri zona penelitian yang baik meliputi batasan yang jelas, relevansi dengan masalah penelitian, kontrol variabel, karakteristik yang representatif, serta mendukung pengumpulan data yang sistematis.

Contoh penerapan zona penelitian antara lain penetapan zona agroekologi dalam studi pertanian, zona prospek hidrokarbon dalam geologi, zona internal dan eksternal dalam penelitian transportasi, serta zona kebijakan dalam analisis sistem zonasi pendidikan.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Jenis Penelitian: Klasifikasi, Ciri, dan Contoh Jenis Penelitian: Klasifikasi, Ciri, dan Contoh Ciri-Ciri Penelitian Eksperimen yang Perlu Kamu Ketahui Ciri-Ciri Penelitian Eksperimen yang Perlu Kamu Ketahui Analisis Naratif: Ciri dan Contoh Penggunaan Analisis Naratif: Ciri dan Contoh Penggunaan Prinsip Keilmuan: Pengertian, Ciri, dan Contoh Prinsip Keilmuan: Pengertian, Ciri, dan Contoh Argumentasi Ilmiah: Ciri, Struktur, dan Contohnya Argumentasi Ilmiah: Ciri, Struktur, dan Contohnya Argumentatif: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Penulisan Ilmiah Argumentatif: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Penulisan Ilmiah Jurnal Nasional: Pengertian, Ciri, dan Contoh dalam Dunia Akademik Jurnal Nasional: Pengertian, Ciri, dan Contoh dalam Dunia Akademik Struktur Sosial: Konsep dan Karakteristik Struktur Sosial: Konsep dan Karakteristik Wawancara Mendalam: Ciri, Fungsi, dan Contoh Wawancara Mendalam: Ciri, Fungsi, dan Contoh Argument Logis: Ciri, Jenis, dan Contohnya dalam Kajian Ilmiah Argument Logis: Ciri, Jenis, dan Contohnya dalam Kajian Ilmiah Gejala Penelitian: Definisi, Ciri, dan Contoh Ilmiah Gejala Penelitian: Definisi, Ciri, dan Contoh Ilmiah Deduktif dan Induktif: Perbedaan, Ciri, dan Contoh dalam Penalaran Deduktif dan Induktif: Perbedaan, Ciri, dan Contoh dalam Penalaran Holistik: Definisi, Ciri, dan Contoh Pendekatan Ilmiah Holistik: Definisi, Ciri, dan Contoh Pendekatan Ilmiah Inovasi: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Penelitian Ilmiah Inovasi: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Penelitian Ilmiah Narasi: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Kajian Ilmiah Narasi: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Kajian Ilmiah Penalaran Ilmiah: Ciri, Langkah, dan Contoh Penalaran Ilmiah: Ciri, Langkah, dan Contoh Modernisasi: Konsep, Proses, dan Implikasi Sosial Modernisasi: Konsep, Proses, dan Implikasi Sosial Quantitative Research: Definisi, Ciri, dan Contoh Penerapan Quantitative Research: Definisi, Ciri, dan Contoh Penerapan Logika Empiris: Pengertian, Ciri, dan Contoh dalam Penelitian Logika Empiris: Pengertian, Ciri, dan Contoh dalam Penelitian Nominal Data: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Statistik Nominal Data: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Statistik
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…