
Proposisi Ilmiah: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian
Pendahuluan
Dalam dunia penelitian ilmiah, salah satu elemen penting yang sering dibahas namun kadangkala kurang dipahami dengan baik adalah proposisi. Proposisi ilmiah memainkan peranan strategis dalam membangun kerangka teori, merumuskan hubungan antar konsep, serta sebagai fondasi bagi perumusan hipotesis atau pernyataan penelitian yang akan diuji. Pemahaman yang baik terhadap proposisi ilmiah memungkinkan peneliti menghasilkan kajian yang sistematis, logis, dan dapat dieksplorasi secara empiris. Melalui artikel ini, akan diulas secara mendalam mengenai definisi proposisi ilmiah,secara umum, menurut KBBI, dan menurut para ahli,selanjutnya akan dibahas jenis-jenis proposisi yang umum digunakan dalam penelitian, serta dilengkapi contoh konkret penerapannya dalam konteks penelitian. Pemahaman ini diharapkan dapat memperkuat landasan metodologis bagi mahasiswa, peneliti maupun praktisi yang hendak melakukan penelitian ilmiah.
Definisi Proposisi Ilmiah
Definisi Proposisi Ilmiah Secara Umum
Proposisi secara sederhana dapat dipahami sebagai suatu pernyataan yang menghubungkan dua atau lebih konsep atau variabel dalam suatu penelitian. Dalam arti umum, proposisi adalah kalimat atau pernyataan yang menyatakan hubungan logis antar konsep sehingga bisa diuji secara empiris. Sebagai contoh, pernyataan “Tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung diasosiasikan dengan pendapatan yang lebih besar” merupakan proposisi yang menghubungkan dua konsep: tingkat pendidikan dan pendapatan. Dalam penelitian sosial, misalnya, proposisi sering dianggap sebagai langkah antara kerangka teori dan pengujian hipotesis. Sebagai referensi, dalam kajian oleh Singarimbun dan Effendi (“Metode Penelitian Survei”, 1995) disebutkan bahwa dalam penelitian sosial “hubungan yang logis antara dua konsep disebut proposisi”. [Lihat sumber Disini - jurnal.stitnualhikmah.ac.id]
Lebih lanjut, dalam modul yang membahas proposisi ilmiah disebut: “proposisi ilmiah adalah kalimat logika yang menyatakan hubungan antara dua atau lebih hal yang dapat dinilai benar atau salah”. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]
Dengan demikian, secara umum dapat dinyatakan bahwa proposisi ilmiah adalah pernyataan yang mengandung konsep-konsep variabel atau konstruk, menyatakan hubungan antar konsep tersebut, yang memungkinkan dilakukan verifikasi (benar/salah) atau pengujian empiris.
Definisi Proposisi Ilmiah dalam KBBI
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah proposisi memiliki makna dasar sebagai “pernyataan; usulan; argumen” atau “kalimat yang mengemukakan sesuatu untuk diterima atau ditolak”. Walau KBBI tidak secara khusus memuat terminologi “proposisi ilmiah”, tetapi definisi dasar ini menjadi pijakan pemahaman bahwa dalam konteks ilmiah, proposisi adalah pernyataan yang diajukan oleh peneliti sebagai bagian dari kerangka logika penelitian. Misalnya, apabila KBBI menyebut “proposisi = pernyataan yang diajukan untuk diterima atau ditolak”, maka dalam penelitian, proposisi tersebut diajukan untuk diuji kebenarannya. Dengan demikian, definisi KBBI mendukung gagasan bahwa proposisi merupakan elemen yang mengandung klaim atau pengakuan yang memerlukan bukti atau pengujian.
Definisi Proposisi Ilmiah Menurut Para Ahli
Untuk memperkuat landasan konseptual, berikut beberapa definisi proposisi ilmiah dari para ahli:
- Menurut Kerlinger (1978), teori terdiri atas “seperangkat konstruk (konsep), definisi, dan proposisi yang berfungsi untuk melihat fenomena secara sistematik” dan selanjutnya “proposisi adalah hubungan yang logis antara dua konsep”. [Lihat sumber Disini - repository.unisi.ac.id]
- Menurut Rahardjo (2018), dalam kajiannya mengutip bahwa “hubungan yang logis antara dua konsep disebut proposisi. Biasanya proposisi dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan yang menunjukkan hubungan antara dua konsep.” [Lihat sumber Disini - repository.uin-malang.ac.id]
- Menurut Hartono dalam Metodologi Penelitian menyebut bahwa “proposisi terdiri dari beberapa konsep, dalam satu konsep terdiri dari beberapa variabel… agar konsep dapat diteliti maka harus dioperasionalkan dengan mengubah menjadi variabel”. [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]
- Menurut Muhsinin & Rahmawati dalam artikel “Teori Hipotesa dan Proposisi Penelitian” menyebut: “Hubungan yang logis antara dua konsep disebut proposisi… biasanya proposisi dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan yang menunjukkan hubungan antara dua konsep.” [Lihat sumber Disini - jurnal.stitnualhikmah.ac.id]
Berdasarkan definisi-definisi tersebut, terdapat beberapa elemen pokok dari proposisi ilmiah: (a) konsep atau konstruk yang dikaitkan, (b) pernyataan hubungan logis antar konsep, (c) potensi untuk diuji atau diverifikasi secara empiris, (d) sebagai basis bagi teori atau kerangka teoretis.
Ringkasnya, proposisi ilmiah adalah pernyataan yang menyatakan hubungan antar konsep/variabel, yang dalam kerangka penelitian diuji atau dijadikan landasan pemikiran teoretis.
Jenis-Jenis Proposisi Ilmiah
Dalam praktik penelitian dan kajian logika, proposisi dapat diklasifikasikan ke dalam berbagai jenis berdasarkan kriteria tertentu. Berikut adalah beberapa jenis yang lazim muncul dalam literatur penelitian, diadaptasi ke konteks proposisi ilmiah.
Jenis menurut Sumber atau Status Teoretis
- Aksioma / postulat: proposisi yang diterima kebenarannya tanpa perlu diuji lebih lanjut dalam konteks penelitian tertentu. Sebagai contoh: “Perilaku manusia selalu terikat dengan norma sosial.” (Singarimbun & Effendi, 1995:36) [Lihat sumber Disini - jurnal.stitnualhikmah.ac.id]
- Teorem: proposisi yang dideduksi dari aksioma atau postulat, kemudian dapat diuji kebenarannya dalam penelitian. Contoh: “Perilaku seseorang dipengaruhi oleh niatnya untuk melakukan perilaku tersebut.” [Lihat sumber Disini - jurnal.stitnualhikmah.ac.id]
Dalam konteks penelitian ilmiah, proposisi yang dikembangkan oleh peneliti melalui kajian teori literatur dapat berupa jawaban atas rumusan masalah yang kemudian bakal diuji sebagai hipotesis. Sebagaimana dikatakan bahwa proposisi merupakan jawaban sementara yang akan diuji empiris. [Lihat sumber Disini - repository.unpas.ac.id]
Jenis menurut Bentuk Relasi Antar Konsep / Variabel
Berdasarkan logika atau struktur relasi, proposisi dapat dibedakan sebagai berikut (berdasarkan literatur logika dan penelitian):
- Proposisi kategoris: menyatakan hubungan langsung antara subjek dan predikat (misalnya “Semua manusia adalah makhluk sosial”). [Lihat sumber Disini - ejournal.stiq-kepri.ac.id]
- Proposisi hipotesis (kondisional): menyatakan hubungan jika-maka (if-then); misalnya “Jika seseorang memiliki tingkat literasi yang tinggi, maka ia cenderung memiliki hasil belajar yang lebih baik.” [Lihat sumber Disini - ejournal.stiq-kepri.ac.id]
- Proposisi disjungtif: menyatakan pilihan antar proposisi; misalnya “Mahasiswa akan lulus tepat waktu atau memperpanjang masa studi.” [Lihat sumber Disini - ejournal.stiq-kepri.ac.id]
- Proposisi konjungtif: menyatakan gabungan beberapa proposisi; misalnya “Jika siswa rajin belajar dan aktif dalam diskusi, maka hasil belajarnya meningkat.” (gabungan dua kondisi)
Jenis-jenis ini membantu peneliti dalam merumuskan proposisi yang sesuai dengan tipe hubungan antar variabel yang diteliti.
Jenis berdasarkan Kuantitas dan Kualitas Pernyataan
Dalam kajian logika proposisi (meskipun tidak spesifik hanya untuk penelitian ilmiah) ditemukan klasifikasi sebagai berikut:
- Berdasarkan kuantitas: universal (semua), partikular (beberapa), singular (satu). [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
- Berdasarkan kualitas: afirmatif (positif) atau negatif. Contoh afirmatif: “Semua pengguna jalan memiliki kewajiban menaati peraturan lalu lintas.” Contoh negatif: “Beberapa pelajar tidak memperhatikan pelajarannya.” [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
- Berdasarkan kombinasi kuantitas dan kualitas: misalnya proposisi universal afirmatif (UA), partikular negatif (PN), dan sebagainya. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
Jenis berdasarkan Tingkat Kepastian (Modalitas)
Proposisi juga dapat diklasifikasikan menurut tingkat kepastian kebenaran atau modalitas: misalnya mutlak (selalu), kontingen (tergantung situasi), mungkin, atau tidak mungkin. Sebagai contoh: “Tanaman ini pasti tumbuh jika disiram setiap hari.” (modalitas mutlak) atau “Internet akan mempermudah akses informasi” (modalitas mungkin). [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
Contoh Proposisi Ilmiah dalam Penelitian
Untuk memperjelas, berikut beberapa contoh proposisi yang dapat digunakan dalam penelitian ilmiah:
- “Terdapat hubungan positif antara tingkat aktivitas fisik siswa dengan hasil belajar matematika di sekolah dasar.” (relasi dua variabel: aktivitas fisik – hasil belajar)
- “Jika organisasi menerapkan budaya kerja yang kuat, maka karyawan akan memiliki komitmen yang lebih tinggi.” (proposisi hipotesis)
- “Semua institusi pendidikan yang menerapkan e-learning secara sistematis mengalami peningkatan partisipasi mahasiswa.” (universal afirmatif)
- “Beberapa guru yang mengikuti pelatihan teknologi pendidikan melaporkan kepuasan kerja yang lebih tinggi dibandingkan yang tidak.” (partikular afirmatif)
Dalam penelitian, proposisi seperti itu kemudian dioperasionalkan menjadi variabel yang dapat diukur, kemudian diuji melalui metode penelitian. Sebagai ilustrasi, kajian oleh Muhsinin & Rahmawati menyatakan bahwa dalam penelitian sosial, “proposisi merupakan pernyataan yang menghubungkan dua konsep… agar konsep dapat diteliti secara empiris maka harus dioperasionalkan”. [Lihat sumber Disini - jurnal.stitnualhikmah.ac.id]
Lebih jauh, seseorang menuliskan bahwa proposisi dalam penelitian adalah “dugaan sementara yang akan diuji.” [Lihat sumber Disini - repository.unpas.ac.id]
Dengan demikian, proses penelitian ilmiah dapat digambarkan sebagai: konsep → proposisi → variabel operasional → hipotesis → pengujian empiris.
Peran Proposisi Ilmiah dalam Penelitian
Meskipun bukan sub-judul yang Anda minta secara spesifik, saya tambahkan bagian ini agar pemahaman lebih lengkap:
Proposisi ilmiah mempunyai beberapa fungsi penting dalam penelitian:
- Menjadi jembatan antara teori dan variabel penelitian. Proposisi menghubungkan konsep-konsep abstrak dengan kemungkinan pengukuran empiris.
- Membantu merumuskan kerangka berpikir atau kerangka teoritis penelitian, karena proposisi menyatakan bagaimana konsep-konsep saling berhubungan.
- Membantu dalam pembentukan hipotesis penelitian atau pertanyaan penelitian. Proposisi yang jelas akan mempermudah merumuskan hipotesis yang spesifik.
- Mempermudah sistematisasi penelitian sehingga hubungan antar variabel menjadi lebih terang dan dapat diuji secara logis dan empirik.
- Meningkatkan kualitas penelitian: proposisi yang baik membantu penelitian agar tidak sekadar deskriptif, tetapi analitis dan menjelaskan relasi antar variabel.
Berangkat dari pemahaman ini, peneliti disarankan untuk menyusun proposisi dengan memperhatikan aspek-konsep yang digunakan, definisi operasional, jenis hubungan antar variabel, serta kesiapan pengukuran empiris.
Kesimpulan
Sebagai rangkuman, maka dapat disimpulkan bahwa proposisi ilmiah adalah bagian integral dari penelitian yang menyatakan hubungan logis antar konsep/variabel, yang dirancang agar bisa diuji secara empiris. Definisi ini dapat dipahami secara umum, diperkuat oleh makna dalam KBBI, dan didukung oleh definisi-definisi ahli metodologi penelitian. Jenis-jenis proposisi sangat beragam,mulai dari klasifikasi berdasarkan sumber, bentuk relasi antar konsep, kualitas/kuantitas, hingga tingkat kepastian (modalitas). Pemahaman dan penggunaan proposisi yang tepat akan sangat membantu peneliti dalam merumuskan kerangka teori, membentuk hipotesis, serta menjalankan penelitian secara sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, proposisi menjadi fondasi yang kokoh bagi upaya penelitian ilmiah yang kredibel dan bermakna.