Terakhir diperbarui: 26 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 26 January). PSAK: Konsep, Tujuan, dan Penerapan. SumberAjar. Retrieved 26 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/psak-konsep-tujuan-dan-penerapan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

PSAK: Konsep, Tujuan, dan Penerapan - SumberAjar.com

PSAK: Konsep, Tujuan, dan Penerapan

Pendahuluan

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan fondasi utama dalam penyusunan laporan keuangan yang kredibel dan siap pakai di Indonesia. Laporan keuangan yang disusun berdasarkan standar yang kuat akan menghasilkan informasi yang relevan, andal, serta dapat dibandingkan oleh berbagai pihak, seperti manajemen internal, kreditor, investor, dan regulator. Keberadaan PSAK bukan hanya sekadar aturan teknis, tetapi juga media untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas dalam praktik akuntansi modern, serta menjadi salah satu pilar dalam membangun kepercayaan pasar terhadap kualitas laporan keuangan entitas di Indonesia. Dalam konteks global yang semakin terintegrasi, PSAK juga terus dikembangkan agar sejalan dengan standar internasional, khususnya International Financial Reporting Standards (IFRS), yang semakin menjadi acuan dunia dalam penyusunan laporan keuangan yang dapat dipahami lintas negara. ([Lihat sumber Disini - klikpajak.id])


Definisi PSAK

Definisi PSAK Secara Umum

PSAK adalah singkatan dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Secara umum, PSAK dapat dipahami sebagai sekumpulan pedoman atau aturan yang mengatur tata cara pencatatan, pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan transaksi keuangan dalam laporan keuangan sebuah entitas. Tujuan utamanya adalah untuk menyatukan praktik akuntansi di Indonesia sehingga menghasilkan laporan keuangan yang konsisten, transparan, dan dapat dibandingkan antar perusahaan. Standar ini menjadi acuan wajib, terutama bagi entitas yang menyusun laporan keuangan untuk tujuan umum yang perlu dipahami oleh para pengguna laporan. ([Lihat sumber Disini - accurate.id])

Definisi PSAK dalam KBBI

Istilah PSAK tidak secara spesifik diatur dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai entri tersendiri, tetapi istilah standar dalam konteks ini merujuk kepada “kaidah atau ukuran baku yang dijadikan patokan atau pedoman dalam suatu kegiatan”. Standar akuntansi seperti PSAK dapat diartikan sebagai kaidah baku yang harus dipatuhi dalam proses pencatatan dan pelaporan keuangan. Hal ini konsisten dengan makna istilah standar di dalam KBBI sebagai pedoman baku yang digunakan secara umum. (Sumber KBBI daring dapat digunakan sebagai referensi kata standar dan akuntansi.)

Definisi PSAK Menurut Para Ahli

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), PSAK adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan yang ditetapkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) untuk mengatur praktik akuntansi yang berlaku di Indonesia, mencakup prosedur dalam mengukur, mengakui, dan menyajikan transaksi keuangan dalam laporan keuangan. ([Lihat sumber Disini - web.iaiglobal.or.id])
Dalam tinjauan profesional akuntansi, PSAK sering dijelaskan sebagai standar prosedur yang penting untuk memastikan keseragaman dan keterbandingan laporan keuangan di seluruh entitas ekonomi. ([Lihat sumber Disini - cakrawala.ac.id])
Sejarawan akuntansi menjelaskan bahwa PSAK merupakan hasil dari proses konvergensi IFRS di Indonesia untuk menyesuaikan praktik akuntansi nasional dengan standar internasional, menjadikan laporan keuangan Indonesia semakin harmonis dengan praktik global. ([Lihat sumber Disini - aseanbriefing.com])
Penelitian akademik tentang standar akuntansi di Indonesia juga menegaskan bahwa PSAK adalah pedoman teknis yang komprehensif untuk penyusunan laporan keuangan yang berkualitas, dengan tujuan memberikan informasi keuangan yang relevan dan dapat dipercaya bagi pemangku kepentingan. ([Lihat sumber Disini - ojs.stieamkop.ac.id])


Tujuan Penyusunan PSAK

Tujuan utama penyusunan PSAK adalah menciptakan keseragaman dalam pembuatan laporan keuangan sehingga informasi yang disajikan oleh berbagai entitas dapat dipahami secara konsisten oleh pengguna laporan. Standar tersebut dirancang agar laporan keuangan yang dihasilkan menjadi relevan, dapat diandalkan, dan dapat dibandingkan baik dalam satu periode maupun antar periode serta antar entitas. Selain itu, dengan adanya PSAK, akuntan dan penyusun laporan keuangan memiliki pedoman yang jelas untuk menyelesaikan berbagai isu akuntansi yang kompleks, sehingga mengurangi subjektivitas serta variasi praktik yang tidak diinginkan dalam penyajian informasi keuangan. ([Lihat sumber Disini - accurate.id])

PSAK juga bertujuan untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam praktik akuntansi di Indonesia. Dengan standar yang kuat, keterbukaan informasi di dalam laporan keuangan semakin meningkat, yang selanjutnya mendukung pengambilan keputusan ekonomi oleh para pemangku kepentingan. Lebih jauh lagi, PSAK berperan dalam memfasilitasi entitas Indonesia untuk mengevaluasi dan melaporkan kinerja mereka sesuai dengan prinsip akuntansi internasional, sehingga memberikan kontribusi pada daya banding global laporan keuangan Indonesia. ([Lihat sumber Disini - cakrawala.ac.id])

Dari perspektif akademik, standar seperti PSAK juga berfungsi sebagai alat untuk memperkuat kerangka teori akuntansi dan praktiknya, memungkinkan kajian yang lebih sistematis terhadap dampak standar akuntansi terhadap kualitas pelaporan serta perilaku pelaku pasar. Hal ini membantu dalam identifikasi tantangan dan kebutuhan pembaruan standar di masa yang akan datang. ([Lihat sumber Disini - ejournal.joninstitute.org])


Ruang Lingkup dan Struktur PSAK

Ruang lingkup PSAK mencakup keseluruhan aspek yang terkait dengan penyusunan laporan keuangan, seperti pengakuan dan pengukuran unsur laporan keuangan (misalnya aset, liabilitas, pendapatan, dan beban), serta penyajian dan pengungkapan informasi. PSAK ini dirancang untuk entitas yang menyusun laporan keuangan untuk tujuan umum, terutama entitas yang memiliki kewajiban kepada publik atau pemangku kepentingan eksternal. ([Lihat sumber Disini - web.iaiglobal.or.id])

Struktur PSAK biasanya terdiri dari sejumlah standar individu yang masing-masing mengatur aspek akuntansi tertentu. Contohnya adalah PSAK yang mengatur tentang penyajian laporan keuangan, laporan arus kas, pengakuan pendapatan, pengukuran instrumen keuangan, dan lain sebagainya. Setiap PSAK memberikan pedoman rinci tentang bagaimana suatu transaksi atau peristiwa ekonomi harus dicatat, diukur, dan disajikan dalam laporan keuangan. ([Lihat sumber Disini - web.iaiglobal.or.id])

Standar akuntansi juga mencakup interpretasi (ISAK) yang menjelaskan ketentuan spesifik dalam penerapan standar tertentu ketika muncul situasi khusus. Selain itu, PSAK dapat terus diubah atau ditambah berdasarkan kebutuhan praktek dan perkembangan standar internasional, seperti dalam konvergensi dengan IFRS. ([Lihat sumber Disini - web.iaiglobal.or.id])


Penerapan PSAK dalam Praktik Akuntansi

Penerapan PSAK dalam praktik akuntansi mencakup implementasi ketentuan standar untuk pencatatan transaksi sehari-hari hingga penyusunan laporan tahunan entitas. Penerapan ini sangat penting untuk memastikan bahwa laporan keuangan mencerminkan posisi keuangan entitas secara wajar dan sesuai dengan prinsip yang ditetapkan. Ketika entitas mengikuti PSAK, transaksi yang dicatat akan mengikuti pedoman baku yang telah ditetapkan, termasuk perlakuan terhadap pendapatan, aset, liabilitas, serta pengungkapan yang diperlukan dalam catatan atas laporan keuangan. ([Lihat sumber Disini - accurate.id])

Penerapan yang tepat juga turut meningkatkan kualitas laporan keuangan, yang pada gilirannya membantu pihak eksternal dalam mengambil keputusan yang lebih akurat berdasarkan data yang disediakan. Beberapa penelitian empiris menunjukkan bahwa penerapan standar akuntansi seperti PSAK dapat meningkatkan akurasi, keterbandingan, serta relevansi laporan keuangan perusahaan di Indonesia. ([Lihat sumber Disini - scholarhub.ui.ac.id])

Selain itu, entitas yang beroperasi di Indonesia yang menerapkan PSAK harus terus mengikuti pembaruan standar terbaru yang diterbitkan oleh DSAK. Hal ini mencerminkan pentingnya pemahaman dan pelatihan berkelanjutan bagi para profesional akuntansi, agar penerapan PSAK tidak hanya bersifat formal tetapi juga efektif secara praktik. ([Lihat sumber Disini - web.iaiglobal.or.id])


PSAK dan Kesesuaian Laporan Keuangan

PSAK berperan penting dalam memastikan bahwa laporan keuangan yang disusun oleh entitas sesuai dengan prinsip akuntansi yang diakui umum, sehingga hasilnya dapat dipercaya dan layak digunakan oleh pengguna laporan. Standar ini memberikan pedoman jelas tentang bagaimana elemen laporan seperti aset, kewajiban, pendapatan dan beban diukur serta disajikan. Dengan mengikuti PSAK, laporan keuangan entitas menjadi konsisten dan dapat dibandingkan antar periode serta antar entitas. ([Lihat sumber Disini - klikpajak.id])

Kesesuaian laporan keuangan terhadap PSAK juga dapat meningkatkan kepercayaan investor dan pemangku kepentingan lainnya terhadap informasi yang disediakan, karena laporan yang sesuai dengan standar umumnya mencerminkan praktik akuntansi yang baik dan transparan. Hal ini sejalan dengan tujuan standar akuntansi secara umum untuk memberikan informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan ekonomi. ([Lihat sumber Disini - cakrawala.ac.id])

Pembandingan laporan keuangan antar entitas juga menjadi lebih mudah ketika semua entitas mengikuti satu set standar yang sama. PSAK yang telah tersusun dengan mengacu pada praktik internasional (IFRS) memfasilitasi kesetaraan perlakuan akuntansi di level nasional dan global, sehingga entitas di Indonesia lebih siap bersaing dan dilihat oleh investor internasional. ([Lihat sumber Disini - aseanbriefing.com])


Tantangan Penerapan PSAK di Perusahaan

Meskipun PSAK memberikan kerangka yang kuat bagi penyusunan laporan keuangan, dalam praktiknya penerapannya sering menghadapi hambatan. Salah satu tantangan utama adalah kurangnya pemahaman yang memadai di kalangan penyusun laporan mengenai isi dan aplikasi dari berbagai standar yang kompleks, termasuk ketentuan baru yang terus bermunculan dalam proses konvergensi IFRS. ([Lihat sumber Disini - jurnalunived.com])

Tantangan lain adalah keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten dalam bidang akuntansi, terutama di perusahaan kecil dan menengah yang mungkin tidak memiliki staf akuntansi berpengalaman dalam penerapan standar akuntansi yang rumit. Hal ini dapat menyebabkan kesalahan pencatatan atau penyajian informasi yang tidak sesuai dengan ketentuan PSAK. ([Lihat sumber Disini - ojs.stieamkop.ac.id])

Selain itu, adaptasi terhadap perubahan standar yang sering terjadi juga menuntut investasi waktu dan biaya dalam pelatihan serta sistem informasi akuntansi baru. Resistensi terhadap perubahan praktik lama serta biaya implementasi sistem yang tinggi kerap menjadi hambatan dalam penerapan konsisten PSAK di seluruh jenis entitas. ([Lihat sumber Disini - journals.stie-yai.ac.id])


Kesimpulan

PSAK atau Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan merupakan standar akuntansi baku yang berlaku di Indonesia, yang dirancang untuk memastikan laporan keuangan disusun secara konsisten, transparan, dan dapat dibandingkan antar entitas serta antar periode. PSAK mendukung praktik pelaporan yang berkualitas tinggi dengan menyediakan pedoman rinci tentang pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Standar ini terus berkembang melalui proses konvergensi dengan IFRS untuk menjawab kebutuhan pelaporan yang modern dan global. Penerapannya di perusahaan memberikan manfaat signifikan, termasuk peningkatan kualitas dan keterbandingan laporan, namun juga menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia, kebutuhan pelatihan, dan adaptasi terhadap perubahan standar baru. Secara keseluruhan, PSAK adalah instrumen penting dalam mendukung tata kelola perusahaan yang baik, pengambilan keputusan ekonomi yang akurat, serta peningkatan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap informasi keuangan entitas di Indonesia.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

PSAK atau Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan adalah standar akuntansi yang digunakan di Indonesia sebagai pedoman dalam pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan laporan keuangan agar informasi yang dihasilkan relevan, andal, dan dapat dibandingkan.

Tujuan utama penyusunan PSAK adalah menciptakan keseragaman dan konsistensi dalam penyusunan laporan keuangan, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta menyediakan informasi keuangan yang berguna bagi pengambilan keputusan ekonomi.

PSAK wajib diterapkan oleh entitas yang menyusun laporan keuangan untuk tujuan umum, terutama perusahaan, organisasi, dan entitas yang memiliki kewajiban pelaporan kepada pihak eksternal seperti investor, kreditor, dan regulator.

PSAK dikembangkan melalui proses konvergensi dengan International Financial Reporting Standards (IFRS) agar standar akuntansi di Indonesia selaras dengan praktik internasional dan meningkatkan daya banding laporan keuangan secara global.

Tantangan utama penerapan PSAK meliputi kompleksitas standar, keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten, biaya implementasi, serta kebutuhan penyesuaian sistem akuntansi dan pelatihan berkelanjutan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Cadangan Kerugian Piutang: Konsep dan Estimasi Cadangan Kerugian Piutang: Konsep dan Estimasi Penurunan Nilai Aset: Konsep dan Indikator Penurunan Nilai Aset: Konsep dan Indikator Pengakuan Pendapatan: Konsep, Prinsip, dan Waktu Pengakuan Pengakuan Pendapatan: Konsep, Prinsip, dan Waktu Pengakuan Laporan Arus Kas: Konsep, Aktivitas, dan Analisis Laporan Arus Kas: Konsep, Aktivitas, dan Analisis Pengakuan Pendapatan: Konsep, Prinsip Akuntansi, dan Pelaporan Pengakuan Pendapatan: Konsep, Prinsip Akuntansi, dan Pelaporan Kas dan Setara Kas: Konsep dan Pengendalian Kas dan Setara Kas: Konsep dan Pengendalian Umur Manfaat Aset: Konsep dan Pertimbangan Akuntansi Umur Manfaat Aset: Konsep dan Pertimbangan Akuntansi Goodwill: Konsep, Pengakuan, dan Perlakuan Akuntansi Goodwill: Konsep, Pengakuan, dan Perlakuan Akuntansi Piutang Usaha: Konsep, Pengakuan, dan Penilaian Piutang Usaha: Konsep, Pengakuan, dan Penilaian Standar Akuntansi Keuangan: Konsep dan Harmonisasi Standar Akuntansi Keuangan: Konsep dan Harmonisasi Laporan Keuangan: Konsep, Struktur, dan Tujuan Pelaporan Laporan Keuangan: Konsep, Struktur, dan Tujuan Pelaporan Akun Aset: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan Akun Aset: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan Laporan Keuangan: Konsep, Struktur, dan Fungsi Pelaporan Laporan Keuangan: Konsep, Struktur, dan Fungsi Pelaporan Aset Tetap: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan Aset Tetap: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan Metode FIFO: Konsep dan Implikasi Laba Metode FIFO: Konsep dan Implikasi Laba Aset Kontinjensi: Konsep, Pengakuan, dan Pengungkapan Aset Kontinjensi: Konsep, Pengakuan, dan Pengungkapan Nilai Residu: Konsep dan Estimasi Akuntansi Nilai Residu: Konsep dan Estimasi Akuntansi Aset Tak Berwujud: Konsep dan Amortisasi Aset Tak Berwujud: Konsep dan Amortisasi Cash Flow Analysis: Konsep, Arus Kas, dan Kesehatan Keuangan Cash Flow Analysis: Konsep, Arus Kas, dan Kesehatan Keuangan Obligasi: Konsep, Penerbitan, dan Pengakuan Obligasi: Konsep, Penerbitan, dan Pengakuan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…