Terakhir diperbarui: 02 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 2 January). Psychological Capital: Komponen dan Manfaatnya. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/psychological-capital-komponen-dan-manfaatnya  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Psychological Capital: Komponen dan Manfaatnya - SumberAjar.com

Psychological Capital: Komponen dan Manfaatnya

Pendahuluan

Psychological Capital (atau biasa disingkat PsyCap) merupakan konsep psikologi positif yang kini semakin menarik perhatian para peneliti dan praktisi di bidang psikologi, organisasi, dan pendidikan. Konsep ini penting karena menawarkan pendekatan baru untuk memahami bagaimana kekuatan psikologis individu dapat memengaruhi kinerja, kesejahteraan, dan kesuksesan di berbagai konteks kehidupan manusia, baik dalam pekerjaan, pendidikan maupun pengembangan diri. PsyCap sering disebut sebagai modal psikologis positif, karena bukan sekadar sikap, tetapi sumber daya psikologis yang dapat dikembangkan dan diukur untuk membantu individu menghadapi tantangan serta mencapai tujuan hidupnya secara lebih efektif. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Definisi Psychological Capital

Definisi Psychological Capital Secara Umum

Secara umum, Psychological Capital atau modal psikologis dipahami sebagai kondisi internal positif yang dimiliki individu dan dapat membantu mereka berfungsi secara optimal dalam berbagai aspek kehidupan. Konsep ini menekankan aspek psikologis yang bersifat pengembangan, bukan hanya faktor bawaan, tetapi kekuatan yang dapat dibangun dan dibina untuk meningkatkan kemampuan diri dalam menghadapi tantangan kehidupan. PsyCap mencakup sumber daya mental seperti keyakinan diri, optimisme, harapan, dan ketahanan mental dalam menghadapi kesulitan, semua itu berkontribusi pada sikap dan perilaku positif yang mendukung keberhasilan individu dalam jangka panjang. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Definisi Psychological Capital dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), psychological capital dapat dipahami sebagai modal psikologis, yaitu modal atau sumber daya psikologis yang berperan dalam ketahanan, motivasi, pengembangan diri, dan efektivitas perilaku seseorang. Psikologis di sini merujuk pada kondisi jiwa atau kejiwaan individu yang positif sehingga memberi pengaruh terhadap proses berpikir, emosi, dan kemampuan menghadapi stres atau tantangan dalam hidup. (Catatan: definisi KBBI untuk psychological capital cenderung mengadopsi istilah psikologis positif, dan pemahaman ini selaras dengan terjemahan resmi istilah tersebut di ranah ilmiah psikologi.) [Sumber KBBI tidak ditemukan secara langsung di web publik; definisi ini berdasarkan pembakuan istilah dari sumber psikologis.]

Definisi Psychological Capital Menurut Para Ahli

  1. Fred Luthans, Carolyn M. Youssef, dan Bruce J. Avolio (2007)

    Menurut Luthans dan koleganya, Psychological Capital adalah kondisi perkembangan psikologis positif individu yang dicirikan oleh adanya:

    • Self-efficacy (kepercayaan diri dalam melakukan tindakan untuk mencapai tujuan),

    • Optimism (atribusi positif terhadap masa kini dan masa depan),

    • Hope (tekad dan perencanaan dalam mencapai tujuan),

    • Resilience (kemampuan bertahan dan bangkit ketika menghadapi kesulitan).

      Keempat dimensi ini dikenal sebagai HERO dalam literatur PsyCap dan membentuk fondasi dari modal psikologis positif yang dimiliki seseorang. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Peterson dkk (2011)

    PsyCap dipandang sebagai kapasitas dasar individu yang penting untuk memotivasi diri, mendukung proses kognitif, serta meningkatkan kemampuan individu dalam mencapai tujuan dan menunjukkan kinerja yang baik di tempat kerja atau lingkungan sosialnya. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]

  3. Bakker dan Demerouti (2008)

    Mereka mendefinisikan PsyCap sebagai aspek psikologis individu yang berkaitan dengan kebahagiaan, kontrol terhadap lingkungan, serta harapan positif yang bersifat realistis, yang pada akhirnya memengaruhi kemampuan seseorang untuk menghasilkan dampak positif baik dalam konteks pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]

  4. Snyder (2002) (terkait hope)

    Dalam konteks PsyCap, hope didefinisikan sebagai kemampuan seseorang merencanakan jalur untuk mencapai tujuan secara efektif meskipun menghadapi rintangan, serta memiliki motivasi yang kuat untuk terus bergerak menuju keberhasilan. [Lihat sumber Disini - elibrary.unikom.ac.id]


Komponen-Komponen Psychological Capital

Psychological Capital dibangun oleh empat komponen utama yang saling berkaitan dan mendukung satu sama lain dalam membentuk modal psikologis individu:

  1. Self-Efficacy (Kepercayaan Diri)

    Self-efficacy merupakan keyakinan individu terhadap kemampuannya untuk melaksanakan tugas tertentu dengan sukses. Individu dengan self-efficacy yang tinggi memiliki rasa percaya diri kuat bahwa ia dapat mencapai hasil yang terbaik meskipun tugas tersebut menantang. Keyakinan ini mendorong individu untuk mengambil inisiatif, bertahan di tengah tantangan, dan terus mengembangkan kemampuannya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Hope (Harapan)

    Hope dalam PsyCap bukan sekadar optimisme pasif, tetapi kemampuan aktif untuk merencanakan jalur menuju tujuan (pathways) serta mempertahankan motivasi (agency) untuk mengejar tujuan tersebut. Individu yang memiliki hope tinggi mampu menyusun strategi alternatif ketika menghadapi hambatan dan tetap fokus mencapai target yang telah ditetapkan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  3. Optimism (Optimisme)

    Optimisme adalah kecenderungan untuk melihat dan mengharapkan hasil yang positif baik dalam situasi saat ini maupun di masa depan. Individu yang optimis cenderung memandang kegagalan atau hambatan sebagai sementara dan masih ada peluang keberhasilan yang bisa diperoleh jika usaha terus dilakukan. Optimisme berperan penting dalam menjaga semangat dan daya juang ketika menghadapi kesulitan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  4. Resilience (Ketahanan Mental)

    Ketahanan atau resilience merujuk pada kemampuan individu untuk bangkit kembali dari tekanan, kesulitan, atau kegagalan. Individu yang resilient memiliki kapasitas untuk pulih secara emosional dan tetap produktif bahkan ketika menghadapi situasi stres atau perubahan yang mendadak. Ketahanan ini menjadi kunci dalam mempertahankan kesejahteraan psikologis dalam jangka panjang. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Keempat komponen tersebut digabungkan untuk membentuk modal psikologis yang kuat, sebuah sumber daya internal yang membantu individu berpikir secara positif, bertindak efektif, dan bertahan dalam menghadapi tantangan kehidupan. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Faktor yang Mempengaruhi Psychological Capital

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi tingkatan Psychological Capital pada seseorang antara lain:

  1. Lingkungan Kerja / Akademik

    Dukungan dari lingkungan kerja maupun pendidikan sangat memengaruhi PsyCap. Individu yang bekerja atau belajar dalam lingkungan yang positif, menghargai kontribusi, dan memberikan umpan balik konstruktif biasanya memiliki PsyCap yang lebih tinggi. Faktor lingkungan ini termasuk gaya kepemimpinan, dukungan sosial, serta budaya organisasi atau pendidikan yang mendukung pembelajaran berkelanjutan. [Lihat sumber Disini - vje.vn]

  2. Stres dan Tantangan Lingkungan

    Situasi lingkungan yang penuh tekanan atau tantangan yang tinggi dapat memengaruhi PsyCap secara negatif, terutama jika individu tidak memiliki strategi koping yang efektif. Sebaliknya, tantangan yang dihadapi secara sehat dapat memicu peningkatan resilience dan optimisme karena pengalaman berhasil mengatasi rintangan. [Lihat sumber Disini - odad.org]

  3. Demografis dan Personal Traits

    Faktor demografis seperti usia, pengalaman kerja, kondisi sosial ekonomi serta karakteristik pribadi seperti kepribadian dan kemampuan beradaptasi dapat berperan dalam membentuk tingkat PsyCap seseorang. Individu dengan keterampilan interpersonal dan stabilitas emosional yang baik cenderung memiliki PsyCap yang lebih kuat. [Lihat sumber Disini - nature.com]

  4. Gaya Kepemimpinan dan Dukungan Organisasi

    Kepemimpinan transformasional, gaya manajemen yang mendukung perkembangan individu dan budaya organisasi yang positif dapat meningkatkan PsyCap para anggotanya. Dukungan ini memberikan arahan dan rasa aman yang membantu individu tetap berpikir optimis dan bertanggung jawab terhadap tujuan mereka. [Lihat sumber Disini - journal.umy.ac.id]


Psychological Capital dan Kinerja Individu

Korelasi antara PsyCap dan kinerja individu banyak dibahas dalam berbagai penelitian. Individu dengan tingkat PsyCap tinggi menunjukkan:

Dengan demikian, PsyCap bukan hanya konsep teoretis, tetapi juga indikator nyata yang dapat memprediksi dan meningkatkan hasil performa individu dalam lingkungan kerja maupun akademik. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Manfaat Psychological Capital bagi Kesehatan Mental

Psychological Capital tidak hanya berkontribusi terhadap kinerja individu, tetapi juga kesehatan mental secara keseluruhan. Individu dengan PsyCap yang tinggi cenderung memiliki:

Itu sebabnya PsyCap kini menjadi objek penelitian penting di bidang kesehatan mental, termasuk dalam konteks pendidikan, tempat kerja dan kehidupan personal individu. [Lihat sumber Disini - vje.vn]


Psychological Capital dalam Konteks Pendidikan dan Kerja

Dalam konteks pendidikan, PsyCap memainkan peran penting dalam:

Di dunia kerja, PsyCap:

  • Meningkatkan keterlibatan dan produktivitas karyawan, karena rasa percaya diri, optimisme dan resilience mendukung kemampuan individu menghadapi tantangan kerja. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Meningkatkan hubungan kerja yang sehat dan adaptasi terhadap perubahan organisasi, karena individu dengan PsyCap kuat biasanya lebih fleksibel dan proaktif dalam berbagai situasi kerja. [Lihat sumber Disini - odad.org]


Kesimpulan

Psychological Capital merupakan konsep psikologis positif yang terdiri dari empat komponen utama: self-efficacy, optimism, hope, dan resilience. Konsep ini tidak hanya relevan dalam konteks performa kerja, tetapi juga memiliki implikasi penting terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan individu di berbagai domain kehidupan seperti pendidikan dan lingkungan kerja. PsyCap dipengaruhi oleh faktor lingkungan, karakteristik pribadi, serta dukungan sosial dan organisasi, dan dapat dikembangkan melalui pembelajaran, dukungan, serta pengalaman hidup. Dengan memahami dan mengoptimalkan PsyCap, individu dapat lebih siap menghadapi tantangan, mempertahankan kesejahteraan psikologisnya, dan mencapai keberhasilan secara lebih berkelanjutan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Psychological Capital adalah modal psikologis positif yang dimiliki individu dan terdiri dari self-efficacy, hope, optimism, dan resilience. Modal ini berperan dalam membantu individu menghadapi tantangan, meningkatkan kinerja, serta menjaga kesejahteraan psikologis.

Komponen utama Psychological Capital meliputi self-efficacy (kepercayaan diri), hope (harapan dan perencanaan tujuan), optimism (pandangan positif terhadap masa depan), dan resilience (kemampuan bangkit dari kesulitan).

Psychological Capital penting karena dapat meningkatkan kinerja individu, memperkuat ketahanan terhadap stres, meningkatkan motivasi, serta mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis secara keseluruhan.

Psychological Capital memengaruhi kinerja kerja melalui peningkatan kepercayaan diri, keterlibatan kerja, sikap positif, serta kemampuan individu dalam menghadapi tekanan dan perubahan di lingkungan kerja.

Psychological Capital membantu individu mengelola stres, mengurangi risiko burnout, kecemasan, dan depresi, serta meningkatkan kesejahteraan psikologis melalui sikap optimis, harapan, dan ketahanan mental.

Ya, Psychological Capital dapat dikembangkan melalui pelatihan, pengalaman positif, dukungan sosial, lingkungan yang kondusif, serta pembelajaran yang mendorong optimisme, kepercayaan diri, dan ketahanan mental.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Psychological Flexibility: Konsep dan Kesejahteraan Psychological Flexibility: Konsep dan Kesejahteraan Psychological Safety: Konsep dan Lingkungan Sosial Psychological Safety: Konsep dan Lingkungan Sosial Psychological Well-Being: Konsep dan Indikator Psychological Well-Being: Konsep dan Indikator Psychological Empowerment Psychological Empowerment Modal Sosial: Konsep dan Bentuk-Bentuknya Modal Sosial: Konsep dan Bentuk-Bentuknya Psychological Readiness: Konsep dan Implikasi Psychological Readiness: Konsep dan Implikasi Konsep Fungsi Psikologis Sehat Konsep Fungsi Psikologis Sehat Kesiapan Pasien Menghadapi Perubahan Kesehatan Kesiapan Pasien Menghadapi Perubahan Kesehatan Hubungan Kesiapan Mental Ibu dengan Keberhasilan IMD Hubungan Kesiapan Mental Ibu dengan Keberhasilan IMD Pengelolaan Stres Pasien Pengelolaan Stres Pasien Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui Resiliensi: Definisi, Faktor Pembentuk, dan Contoh Resiliensi: Definisi, Faktor Pembentuk, dan Contoh Sistem Informasi Ketahanan Pangan Daerah Sistem Informasi Ketahanan Pangan Daerah Sense of Meaning: Konsep dan Kesejahteraan Psikologis Sense of Meaning: Konsep dan Kesejahteraan Psikologis Dukungan Psikologis: Konsep dan Kesehatan Mental Dukungan Psikologis: Konsep dan Kesehatan Mental Perubahan Psikologis Ibu pada Masa Menyusui Perubahan Psikologis Ibu pada Masa Menyusui Kesiapan Kerja Psikologis: Konsep dan Faktor Kesiapan Kerja Psikologis: Konsep dan Faktor Self-Compassion: Konsep dan Manfaatnya Self-Compassion: Konsep dan Manfaatnya Respon Emosional Terhadap Hospitalisasi Respon Emosional Terhadap Hospitalisasi Perubahan Emosi pada Ibu Hamil Perubahan Emosi pada Ibu Hamil
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…