
Literasi dan Numerasi di SD: konsep, penguatan, dan evaluasi
Pendahuluan
Literasi dan numerasi adalah dua fondasi utama yang menentukan keberhasilan belajar peserta didik sejak dini. Keduanya bukan sekedar kemampuan membaca, menulis, atau berhitung secara mekanis, tetapi mencakup kemampuan berpikir kritis, memahami informasi dalam berbagai konteks, dan menerapkannya untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Tingkat literasi dan numerasi yang kuat pada siswa Sekolah Dasar akan memengaruhi kemampuan akademik mereka di jenjang berikutnya dan merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pendidikan suatu negara. Berdasarkan hasil penelitian, banyak peserta didik di Indonesia masih belum mencapai standar kompetensi minimum pada literasi dan numerasi, sehingga perlu upaya penguatan yang sistematis melalui kurikulum dan strategi pembelajaran yang efektif. ([Lihat sumber Disini - journal.iel-education.org])
Definisi Literasi dan Numerasi
Definisi Literasi dan Numerasi Secara Umum
Literasi adalah kemampuan individu dalam membaca, menulis, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi dari teks tertulis untuk berkomunikasi dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan akademik. Sementara numerasi merupakan kemampuan untuk memahami, menggunakan, dan menginterpretasikan informasi numerik serta menerapkan konsep matematika dalam situasi nyata. Literasi dan numerasi sering dipandang sebagai keterampilan dasar yang saling terkait dalam pembentukan kompetensi peserta didik. ([Lihat sumber Disini - cdc.gov])
Definisi Literasi dan Numerasi dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), literasi merujuk pada kemampuan membaca dan menulis, serta penggunaan bahasa untuk berkomunikasi secara efektif dalam konteks sosial dan akademik. Numerasi dalam KBBI diartikan sebagai kemampuan dalam memahami dan menggunakan bilangan dan simbol matematika untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan angka dalam kehidupan sehari-hari. (Definisi ini dapat ditemukan melalui pencarian langsung di laman resmi KBBI, silakan akses [Lihat sumber Disini - kbbi.kemdikbud.go.id] untuk referensi lengkap).
Definisi Literasi dan Numerasi Menurut Para Ahli
Menurut Goodman et al., numerasi adalah kemampuan untuk mengakses, menggunakan, menginterpretasikan, serta berkomunikasi informasi dan ide matematika sehingga seseorang mampu mengelola tuntutan numerik dalam berbagai situasi kehidupan. ([Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov])
Ginsburg et al. mengemukakan bahwa numerasi mencakup konteks penggunaan, konten matematika yang diperlukan, serta proses kognitif dan afektif yang memungkinkan individu menyelesaikan masalah. ([Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov])
Selain itu, Rahmania dalam kajian sistematiknya menegaskan bahwa literasi dan numerasi merupakan pasangan keterampilan yang saling melengkapi, membantu belajar peserta didik dan memberikan dampak jangka panjang pada pengembangan karier di masa depan. ([Lihat sumber Disini - ejournal.undiksha.ac.id])
Penelitian lain oleh Dewi (2025) menyatakan bahwa penguatan literasi dan numerasi menuntut peningkatan kompetensi pendidik dan pengembangan perangkat ajar berbasis konteks kehidupan nyata untuk meningkatkan pemahaman peserta didik. ([Lihat sumber Disini - journal.unpas.ac.id])
Ruang Lingkup Literasi dan Numerasi di Sekolah Dasar
Ruang lingkup literasi di Sekolah Dasar meliputi kemampuan membaca berbagai teks, memahami makna kata dan kalimat, menulis dengan struktur yang benar, serta menafsirkan dan mengevaluasi informasi dalam teks. Literasi di sekolah dasar merupakan fondasi bagi keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah yang lebih kompleks di jenjang pendidikan berikutnya.
Sedangkan numerasi mencakup pemahaman konsep bilangan, operasi dasar matematika, pengukuran, pola, statistik sederhana, dan kemampuan menerapkan matematika dalam situasi kehidupan nyata seperti pengelolaan waktu, uang, dan perbandingan data. Pengembangan numerasi di SD mengarahkan siswa tidak hanya sekedar melakukan perhitungan, tetapi memahami logika di balik konsep matematika yang dibelajarkan. ([Lihat sumber Disini - journal.iel-education.org])
Ruang lingkup literasi dan numerasi tidak terbatas hanya pada pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika tetapi harus diintegrasikan ke semua mata pelajaran untuk membangun keterampilan berpikir kritis dan analitis anak didik. Lingkup ini mencakup membaca teks instruksional, menyelesaikan masalah numerik dalam konteks sains atau studi sosial, bahkan menilai data statistik sederhana yang muncul di berbagai sumber.
Strategi Penguatan Literasi dan Numerasi
Penguatan literasi dan numerasi di SD harus dilakukan dengan strategi pembelajaran yang beragam dan kontekstual. Salah satu pendekatan yang terbukti efektif adalah pembelajaran yang mengintegrasikan literasi dan numerasi dalam kegiatan kelas sehari-hari melalui pendekatan tematik dan proyek. Ini membantu siswa melihat keterkaitan antara keterampilan literasi dan numerasi dengan kehidupan nyata serta mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. ([Lihat sumber Disini - ejournal.ppsdp.org])
Strategi lainnya adalah penggunaan pembelajaran diferensiasi (differentiated learning) yang memberikan materi dan tugas sesuai dengan kebutuhan belajar individidu siswa. Penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi diferensiasi dalam pembelajaran mampu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa secara signifikan. ([Lihat sumber Disini - journalajess.com])
Pembelajaran berbasis permainan edukatif, cerita, dan media interaktif juga dapat menjadi strategi penting untuk menarik minat siswa sekaligus membangun keterampilan literasi numerasi secara alami dan menyenangkan. Pendekatan semacam ini dapat memperkuat pemahaman konsep dan memberikan ruang bagi siswa untuk berlatih dengan konteks yang bermakna. ([Lihat sumber Disini - ejournal.ppsdp.org])
Selain itu, pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning) dan integrasi teknologi pendidikan dapat meningkatkan keterampilan literasi dan numerasi siswa karena memicu keterlibatan aktif dan praktik berpikir tingkat tinggi. ([Lihat sumber Disini - ejournal.ppsdp.org])
Peran Guru dalam Penguatan Literasi dan Numerasi
Guru memiliki peran kunci dalam memperkuat literasi dan numerasi peserta didik di Sekolah Dasar. Guru tidak hanya berperan sebagai pemberi materi tetapi juga fasilitator, motivator, dan pengarah dalam kegiatan belajar. Guru dituntut untuk merancang aktivitas pembelajaran yang mendorong siswa untuk membaca secara kritis, menulis dengan jelas, serta memahami konsep numerik dalam berbagai konteks. ([Lihat sumber Disini - journal.unpas.ac.id])
Peningkatan kompetensi profesional guru melalui pelatihan literasi numerasi sangat penting agar mereka dapat menggunakan metode yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Guru harus mampu mengidentifikasi kesulitan siswa dan memberikan intervensi yang tepat, seperti pengayaan atau remedial secara individual. ([Lihat sumber Disini - journal.unpas.ac.id])
Selain itu, guru perlu menciptakan budaya kelas yang mendukung literasi dan numerasi, seperti menyediakan sudut baca, tugas berbasis proyek, serta pemanfaatan alat peraga yang relevan bagi pembelajaran numerik. Kolaborasi antara guru mata pelajaran, misalnya guru Bahasa Indonesia dan matematika, juga dapat meningkatkan efektivitas pengajaran literasi dan numerasi secara terpadu. ([Lihat sumber Disini - ejournal.ppsdp.org])
Evaluasi Program Literasi dan Numerasi
Evaluasi program literasi dan numerasi di Sekolah Dasar penting untuk mengukur keberhasilan implementasi strategi pengajaran dan pembelajaran. Evaluasi ini dapat dilakukan melalui asesmen formatif dan sumatif yang mencakup pemahaman membaca, keterampilan menulis, serta pemecahan masalah numerik. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar untuk memperbaiki atau menyesuaikan kegiatan pembelajaran agar lebih efektif.
Program evaluasi seperti Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang diterapkan di Indonesia bertujuan mengukur kemampuan literasi dan numerasi peserta didik untuk melihat sejauh mana standar kompetensi dapat dicapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi literasi dan numerasi siswa SD Indonesia masih belum mencapai target yang diharapkan, sehingga perlu perbaikan strategi dan kebijakan pendidikan. ([Lihat sumber Disini - semnaspendas.unpak.ac.id])
Evaluasi juga dapat menggunakan penilaian berbasis portofolio, observasi kelas, dan tugas proyek yang mencerminkan keterampilan literasi dan numerasi dalam konteks nyata. Metode evaluasi yang beragam ini membantu guru memahami perkembangan belajar siswa secara holistik.
Dampak Literasi dan Numerasi terhadap Kompetensi Siswa
Literasi dan numerasi yang kuat memberikan dampak positif yang signifikan pada kompetensi akademik dan kehidupan sehari-hari siswa. Siswa yang memiliki kemampuan literasi yang baik akan mampu memahami teks akademik dengan lebih efektif, berkomunikasi secara jelas, serta berpikir kritis terhadap informasi yang diterima. Sementara kemampuan numerasi yang baik membantu siswa dalam pemecahan masalah, berpikir logis, serta mengambil keputusan berdasarkan data kuantitatif. ([Lihat sumber Disini - curriculum.nsw.edu.au])
Lebih jauh lagi, literasi dan numerasi merupakan keterampilan yang sangat penting dalam era informasi dan teknologi saat ini. Keduanya memungkinkan peserta didik untuk beradaptasi dengan tuntutan dunia kerja di masa depan serta membuat keputusan yang tepat dalam kehidupan pribadi dan sosial. Siswa dengan keterampilan literasi numerasi yang kuat juga cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih baik di berbagai mata pelajaran. ([Lihat sumber Disini - ejournal.undiksha.ac.id])
Kesimpulan
Literasi dan numerasi mencakup kemampuan berpikir kritis, membaca, menulis, serta memahami informasi numerik dalam berbagai konteks. Penguatan kedua kompetensi ini membutuhkan strategi pembelajaran yang kontekstual, peran aktif guru, evaluasi yang komprehensif, serta integrasi dalam kurikulum sekolah. Dampak positif dari penguasaan literasi dan numerasi mencakup peningkatan kemampuan akademik dan kesiapan siswa menghadapi tantangan di masa depan.