Terakhir diperbarui: 04 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 4 January). Orientasi Tujuan Belajar: Konsep dan Implikasi. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/orientasi-tujuan-belajar-konsep-dan-implikasi 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Orientasi Tujuan Belajar: Konsep dan Implikasi - SumberAjar.com

Orientasi Tujuan Belajar: Konsep dan Implikasi

Pendahuluan

Motivasi belajar merupakan salah satu aspek penting yang menentukan keberhasilan dalam proses pendidikan. Di antara berbagai teori motivasi akademik, orientasi tujuan belajar menempati tempat sentral karena berkaitan dengan alasan dan strategi yang digunakan siswa dalam mencapai hasil belajar. Orientasi tujuan belajar memengaruhi bagaimana individu menyikapi tugas akademik, memaknai sukses, serta menentukan sikap mereka dalam menghadapi tantangan pembelajaran. Konsep ini tidak hanya relevan bagi para peneliti, tetapi juga penting untuk dipahami oleh pendidik, orang tua, dan siswa itu sendiri dalam upaya meningkatkan kualitas hasil belajar di berbagai jenjang pendidikan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Definisi Orientasi Tujuan Belajar

Definisi Orientasi Tujuan Belajar Secara Umum

Orientasi tujuan belajar secara umum dipahami sebagai kecenderungan mental yang menentukan cara individu menginterpretasi tugas akademik serta alasan mereka untuk melakukan aktivitas belajar. Konsep ini berasal dari achievement goal theory yang menyatakan bahwa motivasi dan perilaku belajar seseorang ditentukan oleh alasan-alasan yang mendasari keterlibatan mereka dalam tugas pembelajaran. Individu yang memiliki orientasi tujuan yang kuat cenderung menunjukkan perbedaan dalam strategi belajar, keterlibatan tugas, serta respon mereka terhadap tantangan akademik. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Definisi Orientasi Tujuan Belajar dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tujuan adalah sesuatu yang hendak dicapai atau dituju sebagai hasil dari suatu tindakan. Sementara orientasi merujuk pada arah atau kecenderungan berpikir dan bertindak. Secara terminologis, orientasi tujuan belajar dapat diartikan sebagai kecenderungan atau arah mental seseorang dalam menetapkan dan mengejar tujuan-tujuan akademik tertentu melalui perilaku dan strategi belajar yang dipilih. Definisi ini menekankan pada arah motivasi dan tujuan dalam belajar yang terlihat dari perilaku akademik individu. (Catatan: Karena akses langsung ke KBBI daring seringkali bersifat berbayar, definisi ini dirumuskan berdasarkan pemahaman terminologis umum dari kata-kata dasar tersebut.)

Definisi Orientasi Tujuan Belajar Menurut Para Ahli

  1. Carol Dweck & Ellen Leggett (1988) menyatakan orientasi tujuan belajar sebagai disposisi individu dalam konteks motivasi berprestasi yang menentukan apakah seseorang menekankan pada pengembangan kompetensi (mastery) atau pada pembuktian kemampuan (performance). [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. VandeWalle (1999) mendefinisikan orientasi tujuan sebagai konstruk sosial kognitif yang menggambarkan bagaimana individu bereaksi terhadap tugas serta memaknai keberhasilan, baik berdasarkan penguasaan materi maupun validasi dari luar. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  3. Ames dan Archer (1998 dalam literatur psikologi pendidikan) menggambarkan orientasi tujuan sebagai pola keyakinan yang terintegrasi yang memengaruhi perilaku dan strategi belajar siswa dalam mencapai tujuan akademik. [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]

  4. Putri (2025) dalam risetnya menyatakan bahwa orientasi tujuan bukan sekadar motivasi, tetapi juga memengaruhi kesejahteraan subyektif dan strategi belajar siswa dalam berbagai situasi akademik. [Lihat sumber Disini - scholarhub.ui.ac.id]


Jenis-Jenis Orientasi Tujuan Belajar

Secara umum, orientasi tujuan belajar dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan tujuan yang diutamakan oleh pelajar:

1. Orientasi Tujuan Mastery (Penguasaan)

Orientasi tujuan mastery menekankan pada peningkatan pemahaman, pengembangan kompetensi, dan penguasaan konten atau keterampilan baru. Siswa dengan orientasi ini melihat belajar itu sendiri sebagai sesuatu yang berharga dan berusaha memahami materi secara mendalam tanpa terlalu memperhatikan perbandingan dengan prestasi orang lain. Mereka biasanya menggunakan strategi pembelajaran yang aktif, bertahan terhadap tantangan, dan cenderung menggunakan self-regulated learning. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

2. Orientasi Tujuan Performance-Approach

Dalam orientasi ini, siswa termotivasi oleh keinginan untuk menunjukkan kemampuan mereka dan mendapatkan pengakuan atau pujian dari orang lain (misalnya nilai tinggi atau pujian guru). Tujuan utamanya bukan hanya menguasai materi, tetapi lebih kepada menunjukkan superioritas dibandingkan orang lain. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

3. Orientasi Tujuan Performance-Avoidance

Jenis ini berfokus pada usaha untuk menghindari terlihat buruk atau gagal di mata orang lain. Siswa dengan orientasi ini mungkin mengerjakan tugas hanya untuk menghindari kritik atau evaluasi negatif, bukan untuk mengembangkan kompetensi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

4. Perluasan Model 2×2

Selain dua jenis utama di atas, penelitian kontemporer mengembangkan model achievement goal theory menjadi empat dimensi: mastery-approach, mastery-avoidance, performance-approach, dan performance-avoidance. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman yang lebih kaya tentang motivasi belajar siswa dalam konteks akademik. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Faktor yang Mempengaruhi Orientasi Tujuan Belajar

Orientasi tujuan belajar tidak muncul begitu saja, tetapi dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berinteraksi dalam konteks individu dan lingkungan.

1. Faktor Individu

Faktor ini berkaitan dengan karakteristik personal siswa, seperti keyakinan terhadap kemampuan diri (self-efficacy), persepsi tentang belajar, serta tujuan pribadi dalam prestasi akademik. Siswa yang percaya bahwa kemampuan mereka dapat ditingkatkan melalui usaha cenderung mengembangkan orientasi mastery. [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]

2. Faktor Lingkungan Belajar

Lingkungan kelas, kurikulum yang diterapkan, serta gaya pengajaran guru dapat memengaruhi orientasi tujuan siswa. Lingkungan yang menekankan kompetisi dan perbandingan sering mendorong orientasi performance, sementara lingkungan yang mendorong eksplorasi dan pembelajaran mendalam cenderung memfasilitasi orientasi mastery. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

3. Dukungan Sosial dan Budaya

Harapan orang tua, norma budaya, serta struktur evaluasi akademik ikut menentukan orientasi tujuan belajar siswa. Sebagai contoh, budaya yang menekankan perbandingan kompetitif bisa memperkuat orientasi performance. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

4. Strategi Regulasi Diri

Strategi belajar seperti perencanaan, pemantauan, dan refleksi belajar (self-regulated learning) terkait erat dengan orientasi tujuan. Siswa dengan orientasi mastery cenderung melibatkan diri dalam regulasi diri yang lebih efektif dibandingkan yang berorientasi performance-avoidance. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Orientasi Tujuan Belajar dan Strategi Belajar

Orientasi tujuan belajar berkaitan erat dengan strategi belajar yang digunakan siswa di dalam proses akademik.

1. Strategi Kognitif dan Metakognitif

Siswa yang memiliki orientasi mastery umumnya menggunakan strategi belajar yang mendalam, seperti elaboration, organization, dan refleksi diri. Mereka memonitor pemahaman mereka terhadap materi dan menyesuaikan pendekatan ketika menghadapi kesulitan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

2. Regulasi Diri dalam Belajar

Orientasi mastery sering berkaitan dengan self-regulated learning yang kuat, siswa menetapkan tujuan pribadi, mengevaluasi kemajuan mereka, serta mengadaptasi strategi jika diperlukan. Sebaliknya, siswa performance-avoidance cenderung menghindari tantangan atau tugas yang sulit karena takut gagal atau dinilai buruk. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

3. Pengaruh pada Keterlibatan Akademik

Penelitian menunjukkan bahwa orientasi tujuan belajar dapat memengaruhi tingkat keterlibatan siswa dalam aktivitas pembelajaran. Siswa dengan orientasi mastery-approach atau performance-approach menunjukkan keterlibatan yang lebih tinggi dalam situasi pembelajaran online maupun tatap muka jika dibandingkan dengan orientasi avoidance. [Lihat sumber Disini - scirp.org]


Implikasi Orientasi Tujuan Belajar terhadap Prestasi

Orientasi tujuan belajar memiliki dampak signifikan terhadap prestasi akademik dan kualitas belajar siswa.

1. Korelasi dengan Prestasi Akademik

Beberapa studi menunjukkan bahwa orientasi mastery umumnya memiliki korelasi positif yang lebih kuat dengan prestasi akademik dibandingkan orientasi performance. Hal ini karena siswa yang berorientasi pada penguasaan cenderung menggunakan strategi belajar yang adaptif dan efektif dalam memahami materi. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

2. Dampak pada Perilaku Akademik

Penelitian di Indonesia mengungkapkan bahwa orientasi tujuan belajar berpengaruh signifikan terhadap perilaku akademik kontraproduktif di kalangan mahasiswa, dimana orientasi yang kuat dapat mendorong perilaku yang lebih adaptif atau sebaliknya tergantung pada konteks motivasi eksternal. [Lihat sumber Disini - journalcenter.org]

3. Respon terhadap Tantangan Akademik

Siswa yang memiliki orientasi performance-avoidance seringkali menunjukkan perilaku menghindar terhadap tugas-tugas yang menantang, yang dapat menurunkan keterlibatan dan prestasi jangka panjang. Sebaliknya, orientasi mastery membantu siswa melihat tantangan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang, ini dapat meningkatkan kualitas hasil belajar. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Orientasi Tujuan Belajar dalam Lingkungan Akademik

Dalam lingkungan akademik formal seperti sekolah atau universitas, orientasi tujuan belajar dapat dimanfaatkan untuk merancang intervensi pengajaran yang lebih efektif.

1. Desain Lingkungan Pembelajaran

Lingkungan belajar yang berfokus pada pengembangan kompetensi melalui tugas yang bermakna dan didukung dengan umpan balik konstruktif dapat memfasilitasi orientasi mastery siswa. Guru yang mendorong eksplorasi serta refleksi membuat siswa lebih tertarik pada proses belajar itu sendiri. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

2. Evaluasi dan Umpan Balik

Evaluasi yang menekankan peningkatan pemahaman dan kemajuan pribadi, bukan perbandingan dengan prestasi teman, dapat mengurangi tekanan performansi dan membantu siswa mengadopsi orientasi tujuan yang lebih adaptif. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

3. Pengembangan Kurikulum

Kurikulum yang dirancang untuk menantang siswa secara progresif tidak hanya fokus pada hasil tetapi juga kesiapan dan strategi belajar akan membantu siswa dalam membangun self-regulated learning, yang selaras dengan orientasi mastery. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Kesimpulan

Orientasi tujuan belajar adalah konsep kunci dalam memahami motivasi dan perilaku siswa dalam konteks akademik. Orientasi ini mencakup bagaimana siswa menetapkan, mengejar, dan menilai tujuan mereka dalam proses belajar. Berbagai jenis orientasi, seperti mastery dan performance, memengaruhi strategi belajar yang digunakan dan berdampak pada prestasi akademik serta keterlibatan dalam aktivitas pembelajaran. Faktor internal seperti keyakinan diri, dan faktor eksternal seperti lingkungan akademik, ikut membentuk orientasi tujuan belajar siswa. Mengintegrasikan pemahaman tentang orientasi tujuan belajar ke dalam praktik pengajaran dapat membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pengembangan kompetensi siswa secara berkelanjutan dan adaptif.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Orientasi tujuan belajar adalah kecenderungan motivasional yang mengarahkan individu dalam menetapkan tujuan, memaknai tugas akademik, serta menentukan strategi yang digunakan dalam proses belajar, baik berorientasi pada penguasaan materi maupun pada pencapaian performa.

Jenis orientasi tujuan belajar meliputi orientasi mastery (penguasaan), performance-approach (menunjukkan kemampuan), performance-avoidance (menghindari kegagalan), serta pengembangan model 2x2 yang mencakup mastery-approach dan mastery-avoidance.

Orientasi tujuan belajar penting karena memengaruhi motivasi, strategi belajar, ketekunan, serta cara siswa menghadapi tantangan akademik, yang pada akhirnya berdampak pada prestasi dan kualitas pembelajaran.

Orientasi tujuan belajar berhubungan erat dengan prestasi akademik, dimana orientasi mastery cenderung berkaitan dengan prestasi yang lebih stabil dan strategi belajar yang adaptif, sedangkan orientasi performance-avoidance sering dikaitkan dengan kecemasan dan hasil belajar yang kurang optimal.

Guru berperan dalam membentuk orientasi tujuan belajar melalui desain pembelajaran, pemberian umpan balik, serta sistem evaluasi yang menekankan proses, penguasaan materi, dan perkembangan kompetensi siswa secara berkelanjutan.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Orientasi Teori: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Gaya Belajar: Jenis-jenis, Ciri, dan Implikasinya dalam Pembelajaran Hubungan Motivasi dengan Hasil Belajar Motivasi Belajar: Pengertian, Faktor, dan Teori-Teorinya Implikasi Penelitian: Pengertian, Jenis, dan Contohnya Hubungan Gaya Belajar dengan Prestasi Siswa Pengaruh Teknologi terhadap Motivasi Belajar Minat Belajar: Faktor dan Pengaruhnya terhadap Prestasi Sistem Mobile Monitoring Kebiasaan Belajar Kemandirian Belajar: Definisi, Indikator, dan Contoh Minat Belajar: Konsep dan Pembentukannya Sistem Mobile Rumah Belajar Faktor Lingkungan terhadap Hasil Belajar Efikasi Diri Belajar: Konsep dan Performa Akademik Gaya Belajar: Jenis dan Strategi Penyesuaiannya SPK Penentuan Pola Belajar Siswa Aplikasi Mobile Jurnal Belajar Strategi Peningkatan Minat Belajar Siswa Kepuasan Belajar: Konsep dan Faktor Psikologis Kesiapan Belajar Mahasiswa: Konsep dan Indikator
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna