Terakhir diperbarui: 08 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 8 January). Perilaku Konsumtif: Konsep, Faktor, dan Implikasinya. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/perilaku-konsumtif-konsep-faktor-dan-implikasinya 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Perilaku Konsumtif: Konsep, Faktor, dan Implikasinya - SumberAjar.com

Perilaku Konsumtif: Konsep, Faktor, dan Implikasinya

Pendahuluan

Perilaku konsumtif merupakan fenomena sosial yang semakin jelas terlihat dalam kehidupan masyarakat modern. Di era globalisasi, kemajuan teknologi informasi dan digitalisasi telah membuka akses tanpa batas terhadap berbagai produk dan layanan, sehingga dorongan untuk membeli barang atau jasa sering kali melampaui kebutuhan nyata dan berubah menjadi kebiasaan yang sulit dikontrol. Fenomena ini tidak hanya terjadi di kalangan dewasa tetapi juga di kalangan remaja dan generasi muda, mencerminkan pergeseran nilai budaya dari pemenuhan kebutuhan fungsional menuju konsumsi sebagai simbol status sosial, identitas personal, dan gaya hidup. Penelitian menjelaskan bahwa perilaku konsumtif tidak hanya berdampak pada kondisi finansial individu tetapi juga dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis dan hubungan sosial dalam masyarakat. [Lihat sumber Disini - ejournal.umpri.ac.id]


Definisi Perilaku Konsumtif

Definisi Perilaku Konsumtif Secara Umum

Perilaku konsumtif secara umum diartikan sebagai tindakan membeli atau menggunakan barang dan jasa secara berlebihan tanpa pertimbangan matang terhadap kebutuhan serta manfaatnya. Individu yang berperilaku konsumtif cenderung dipengaruhi oleh keinginan pribadi yang kuat dan emosional untuk memiliki sesuatu, bukan karena kebutuhan yang mendesak atau rasional. Dalam konteks ini, pembelian yang dilakukan sering kali tidak terencana, impulsif, dan tidak mempertimbangkan keberlanjutan finansial di masa depan. [Lihat sumber Disini - arl.ridwaninstitute.co.id]

Definisi Perilaku Konsumtif dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “konsumtif” merujuk pada kecenderungan individu atau kelompok untuk menghabiskan pendapatan pada konsumsi barang dan jasa, terutama yang berlebihan dan tidak produktif. Walaupun istilah ini sering dipahami luas dalam masyarakat, penggunaan kata ini dalam definisi formal KBBI menekankan pada aspek pembelian yang berlebihan tanpa mempertimbangkan kebutuhan yang sifatnya prioritas. (sumber: KBBI daring, disarankan mencantumkan tautan jika tersedia online)

Definisi Perilaku Konsumtif Menurut Para Ahli

  1. Melinda et al. (2022) menyatakan bahwa perilaku konsumtif adalah perilaku individu yang dipengaruhi oleh faktor sosiologis dan memunculkan kecenderungan konsumsi yang berlebihan dalam kehidupan sehari-hari. [Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id]

  2. Nasution (2024) menjelaskan bahwa perilaku konsumtif adalah kecenderungan manusia untuk mengkonsumsi tanpa henti dan melakukan pembelian secara berlebihan atau tidak terencana. [Lihat sumber Disini - ejournal.undiksha.ac.id]

  3. Analisis Wahyudi et al. (2020) mengemukakan bahwa perilaku konsumtif mencakup aktivitas pembelian dan penggunaan produk atau jasa secara berlebihan untuk memperoleh kepuasan maksimal. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]

  4. Nadhifah (2024) dalam kajiannya mencatat bahwa perilaku konsumtif mahasiswa dipengaruhi oleh faktor seperti penampilan diri, diskon, dan trend fashion yang mendorong pengeluaran berlebihan. [Lihat sumber Disini - ejournal.umpri.ac.id]


Ciri-Ciri Perilaku Konsumtif

Perilaku konsumtif dapat dikenali dari beberapa karakteristik yang muncul dalam perilaku individu maupun kelompok dalam masyarakat:

  1. Pembelian impulsif dan tidak terencana: Individu melakukan pembelian tanpa mempertimbangkan kebutuhan nyata atau rencana anggaran sebelumnya. [Lihat sumber Disini - ejournal.umpri.ac.id]

  2. Kecenderungan berbelanja barang non-esensial: Barang yang dibeli sering kali bukan kebutuhan primer, melainkan konsumsi barang mewah atau trendi. [Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id]

  3. Didorong oleh tren dan gaya hidup: Keinginan mengikuti trend terbaru, termasuk melalui media sosial atau lingkungan pergaulan, meningkatkan perilaku konsumtif. [Lihat sumber Disini - jicnusantara.com]

  4. Pengaruh sosial dan status: Konsumsi barang tertentu digunakan sebagai alat untuk menunjukkan status sosial atau identitas pribadi. [Lihat sumber Disini - ejournal.umpri.ac.id]

  5. Kurangnya kontrol diri dalam pengeluaran: Individu kesulitan mengendalikan dorongan membeli sehingga sering menghabiskan uang di luar kemampuan finansial. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]


Faktor Psikologis dan Sosial Perilaku Konsumtif

Perilaku konsumtif tidak muncul secara tiba-tiba tetapi dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang berasal dari dalam diri individu maupun dari lingkungan sosialnya.

Faktor Psikologis

  1. Kontrol diri yang rendah: Individu yang memiliki kontrol diri rendah cenderung lebih mudah tergoda untuk melakukan pembelian impulsif tanpa pertimbangan rasional. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]

  2. Motivasi emosional: Pembelian sering kali berfungsi sebagai cara untuk mendapatkan kepuasan emosional atau pelampiasan stres, bukan semata untuk kebutuhan. [Lihat sumber Disini - www2.esaunggul.ac.id]

  3. Konsep diri dan identitas personal: Seseorang mungkin membeli barang tertentu untuk mencerminkan citra diri atau status sosial yang diinginkan. [Lihat sumber Disini - ejournal.radenintan.ac.id]

Faktor Sosial

  1. Pengaruh teman sebaya: Kehadiran lingkungan sosial yang mendorong konsumsi barang tertentu dapat memperkuat perilaku konsumtif. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]

  2. Media sosial dan iklan digital: Paparan terhadap konten promosi dan influencer sering kali meningkatkan rasa ingin memiliki suatu produk tanpa mempertimbangkan kebutuhan sesungguhnya. [Lihat sumber Disini - jonedu.org]

  3. Budaya konsumsi dan tekanan sosial: Norma sosial yang menilai kesuksesan melalui kepemilikan barang material dapat memperkuat kecenderungan konsumtif. [Lihat sumber Disini - trilogi.pubmedia.id]


Perilaku Konsumtif dan Gaya Hidup

Perilaku konsumtif dan gaya hidup merupakan dua konsep yang saling terkait erat. Gaya hidup mencerminkan cara hidup seseorang dalam mengatur waktu, uang, dan energi mereka, termasuk dalam keputusan pembelian. Individu yang menganut gaya hidup yang sangat berorientasi pada barang material dan pengalaman konsumtif cenderung lebih sering melakukan pembelian impulsif dan berlebihan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup digital dan budaya belanja online telah memperkuat perilaku konsumtif, terutama di kalangan generasi muda yang sering terpapar media sosial dan promosi online. [Lihat sumber Disini - jicnusantara.com]

Gaya hidup konsumtif tidak hanya dipengaruhi oleh keinginan pribadi tetapi juga oleh tekanan sosial dan trend yang berkembang dalam masyarakat. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana konsumsi telah menjadi bagian dari identitas individu serta cara mereka mengekspresikan diri di lingkungan sosialnya. [Lihat sumber Disini - ejournal.umpri.ac.id]


Dampak Perilaku Konsumtif terhadap Individu dan Masyarakat

Perilaku konsumtif membawa dampak yang kompleks, baik pada tingkat individu maupun masyarakat secara luas.

Dampak pada Individu

  1. Masalah finansial: Konsumsi berlebihan tanpa perencanaan keuangan yang baik dapat menyebabkan utang atau masalah pengelolaan uang pribadi. [Lihat sumber Disini - ejournal.umpri.ac.id]

  2. Kurangnya tabungan dan persiapan masa depan: Fokus pada konsumsi saat ini sering kali mengurangi kemampuan individu untuk menabung atau mempersiapkan masa depan finansial. [Lihat sumber Disini - jurnal.unidha.ac.id]

  3. Tekanan psikologis: Ketergantungan pada konsumsi untuk mendapatkan kepuasan emosional dapat menimbulkan kecemasan atau ketidakpuasan diri jika keinginan tidak terpenuhi. [Lihat sumber Disini - ejournal.uksw.edu]

Dampak pada Masyarakat

  1. Peningkatan ketimpangan sosial: Ketika konsumsi menjadi ukuran status sosial, kesenjangan antara kelompok mampu dan kurang mampu dapat menjadi lebih tajam. [Lihat sumber Disini - ejournal.umpri.ac.id]

  2. Budaya materialisme: Dorongan konsumtif mendorong budaya yang lebih materialistis dalam masyarakat, menggeser nilai-nilai tradisional dan kebersamaan sosial. [Lihat sumber Disini - trilogi.pubmedia.id]

  3. Dampak ekonomi dan lingkungan: Permintaan berlebihan akan produk dapat meningkatkan produksi massal, limbah, dan tekanan terhadap sumber daya alam. (pahami dari konsep overconsumption) [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Perilaku Konsumtif dalam Masyarakat Modern

Di masyarakat modern, perilaku konsumtif telah menjadi fenomena umum dengan berbagai manifestasi yang mencerminkan perubahan sosial dan ekonomi zaman. Kemajuan teknologi, khususnya e-commerce dan media sosial, telah mempermudah akses terhadap barang dan layanan, sehingga keputusan pembelian sering kali didorong oleh hasrat sesaat dan impulsif daripada kebutuhan rasional. [Lihat sumber Disini - jicnusantara.com]

Generasi Z dan milenial menunjukkan kecenderungan perilaku konsumtif yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya, dipicu oleh paparan konstan terhadap konten promosi, tren fashion, dan tekanan sosial untuk mengikuti gaya hidup tertentu. Fenomena ini tidak hanya terlihat dalam pembelian barang material tetapi juga dalam pengeluaran digital, layanan berlangganan, dan pengalaman konsumsi yang semakin dipersonalisasi. [Lihat sumber Disini - ejournal.umpri.ac.id]

Dalam konteks global, konsumsi juga dipandang sebagai indikator perkembangan ekonomi, tetapi tanpa kontrol perilaku konsumtif yang sehat, kecenderungan ini dapat menimbulkan dampak negatif jangka panjang baik secara sosial maupun lingkungan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Kesimpulan

Perilaku konsumtif merupakan pola pembelian dan penggunaan barang serta jasa yang didorong oleh keinginan emosional, sosial, dan gaya hidup yang sering kali melebihi kebutuhan rasional. Fenomena ini dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kontrol diri dan motivasi emosional, serta faktor sosial seperti pengaruh teman sebaya, media sosial, dan norma budaya. Dampak perilaku konsumtif sangat beragam, mencakup masalah finansial, tekanan psikologis, dan implikasi sosial seperti meningkatnya materialisme dan ketimpangan sosial. Dalam masyarakat modern, terutama di era digital, perilaku konsumtif semakin mengakar sebagai bagian dari gaya hidup, yang menimbulkan tantangan baru dalam hal manajemen keuangan, nilai budaya, dan kesejahteraan sosial. Pengelolaan perilaku konsumtif yang bijak memerlukan kombinasi literasi keuangan, kesadaran sosial, dan kontrol diri untuk menciptakan pola konsumsi yang lebih berkelanjutan serta bermakna.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Perilaku konsumtif adalah kecenderungan individu untuk membeli dan menggunakan barang atau jasa secara berlebihan tanpa mempertimbangkan kebutuhan yang sebenarnya, lebih didorong oleh keinginan, emosi, dan gaya hidup.

Ciri-ciri perilaku konsumtif antara lain pembelian impulsif, membeli barang non-esensial, mengikuti tren tanpa pertimbangan kebutuhan, menggunakan konsumsi sebagai simbol status sosial, serta kurangnya kontrol diri dalam pengeluaran.

Perilaku konsumtif dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kontrol diri, emosi, dan konsep diri, serta faktor sosial seperti pengaruh teman sebaya, media sosial, iklan, dan budaya konsumsi dalam masyarakat.

Perilaku konsumtif berkaitan erat dengan gaya hidup karena pola konsumsi sering dijadikan bagian dari identitas diri, simbol status sosial, dan cara individu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya.

Dampak perilaku konsumtif bagi individu meliputi masalah keuangan, meningkatnya utang, berkurangnya tabungan, serta tekanan psikologis akibat ketidakmampuan memenuhi keinginan konsumsi secara berkelanjutan.

Bagi masyarakat, perilaku konsumtif dapat mendorong budaya materialisme, meningkatkan kesenjangan sosial, serta menimbulkan dampak lingkungan akibat konsumsi dan produksi yang berlebihan.

Perilaku konsumtif meningkat di masyarakat modern karena kemajuan teknologi, kemudahan belanja online, pengaruh media sosial, serta perubahan nilai sosial yang menempatkan konsumsi sebagai bagian dari gaya hidup.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Konsumerisme Modern: Konsep dan Kritik Sosial Gaya Hidup Modern: Konsep dan Fenomena Sosial Kesiapan Perubahan Perilaku: Konsep, Tahapan Perubahan, dan Implikasinya Conformity: Pengertian dan Contoh Budaya Populer: Konsep dan Konstruksi Sosial Perubahan Perilaku Kesehatan Pendekatan Komparatif: Jenis dan Langkah-langkahnya Theory of Planned Behavior: Konsep, Sikap, dan Niat Berperilaku Sehat Perilaku Prososial: Faktor dan Contohnya Perilaku Seksual Berisiko Perilaku Adaptif: Pengertian dan Contoh Kontrol Diri: Konsep dan Faktor Pembentuk Perilaku Sehat: Konsep dan Determinan Psikologis Teori Behavioral: Konsep dan Aplikasi Diet Tinggi Lemak: Konsep, Implikasi Jangka Panjang, dan Risiko Konsep Perilaku Adaptif Epistemologi Modern: Perkembangan dan Implikasinya Perilaku Hidup Sehat pada Remaja Perilaku Komunal: Konsep dan Praktik Kolektif Representasi: Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Kajian Ilmiah
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna