Terakhir diperbarui: 18 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 18 December). Kualitas Hidup Lansia. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kualitas-hidup-lansia  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kualitas Hidup Lansia - SumberAjar.com

Kualitas Hidup Lansia

Pendahuluan

Kualitas hidup lansia menjadi topik penting seiring dengan meningkatnya populasi lanjut usia di banyak negara, termasuk Indonesia. Lansia sering menghadapi tantangan kesehatan, sosial, psikologis, dan ekonomi yang dapat menurunkan tingkat kesejahteraan mereka secara menyeluruh. Penurunan fungsi fisik seperti mobilitas dan meningkatnya risiko penyakit kronis, serta perubahan peran sosial dan hubungan keluarga menjadikan penilaian terhadap kualitas hidup lansia sebuah kebutuhan dalam rangka menyusun intervensi kesehatan dan sosial yang efektif. Kualitas hidup lansia bukan sekadar ukuran objektif kondisi fisik, tetapi juga melibatkan pengalaman subjektif bagaimana lansia merasa puas terhadap kehidupannya sendiri dalam konteks sosial dan budaya tempat mereka tinggal. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pemahaman menyeluruh tentang kualitas hidup lansia dapat membantu pembuat kebijakan, tenaga kesehatan, serta keluarga untuk merancang strategi pendukung yang tepat guna meningkatkan kesejahteraan lansia di berbagai dimensi kehidupan mereka. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Definisi Kualitas Hidup Lansia

Definisi Kualitas Hidup Lansia Secara Umum

Kualitas hidup lansia umumnya dipahami sebagai tingkat kesejahteraan subjektif dan objektif individu lanjut usia yang mencakup dimensi fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Secara umum, kualitas hidup adalah persepsi individu tentang posisi mereka dalam hidup yang mencerminkan kepuasan terhadap fungsi fisik, kondisi mental, hubungan sosial, dan konteks budaya yang mereka alami. Indikator umum kualitas hidup lansia meliputi aktivitas sehari-hari, kemampuan berinteraksi sosial, kesehatan mental, serta persepsi subjektif atas kesejahteraan dan makna hidup dalam proses penuaan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Definisi Kualitas Hidup Lansia dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “kualitas hidup” merujuk pada tingkat kesejahteraan dan kepuasan hidup seseorang dalam berbagai aspek kehidupannya. Dalam konteks lansia, kualitas hidup mencerminkan bagaimana lansia merasakan kondisi fisik, mental, dan sosialnya serta sejauh mana mereka merasa terpenuhi kebutuhan dasar dan sosialnya dalam fase lanjut usia. [Lihat sumber Disini - perpustakaan.poltekkes-malang.ac.id]

Definisi Kualitas Hidup Lansia Menurut Para Ahli

  1. World Health Organization Quality of Life (WHOQOL): WHO mendefinisikan kualitas hidup sebagai persepsi individu tentang posisi mereka dalam kehidupan dalam konteks budaya dan sistem nilai di mana mereka hidup, serta dalam hubungan dengan tujuan, harapan, standar, dan kekhawatiran mereka. Definisi ini mencakup dimensi kesehatan fisik, kenyamanan psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan hidup. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Farquhar (dalam Bond & Corner, 2004): Menyatakan bahwa kualitas hidup merujuk pada kesejahteraan hidup yang menyeluruh, mencakup keseimbangan antara aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

  3. Van Leeuwen et al. (2019): Menjelaskan bahwa di usia tua, kualitas hidup berarti mempertahankan fungsi diri serta menemukan makna dan tujuan dalam kehidupan hari demi hari. [Lihat sumber Disini - jurnal.uwp.ac.id]

  4. Ann Patricia Bowling: Ahli geriatrik yang mengembangkan instrumen pengukuran kualitas hidup lansia menyatakan bahwa kualitas hidup orang tua mencakup aspek objektif dan subjektif yang luas, termasuk kesehatan, hubungan sosial, kontrol atas hidup, serta aspek psikologi dan lingkungan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Konsep dan Indikator Kualitas Hidup Lansia

Kualitas hidup lansia merupakan konsep multidimensional yang mencakup dimensi fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Dimensi fisik berkaitan dengan kemampuan lansia melakukan aktivitas sehari-hari, mobilitas, energi, dan ketergantungan pada bantuan medis. Dimensi psikologis mencakup perasaan positif atau negatif, fungsi kognitif, serta self-esteem. Dimensi sosial mencerminkan hubungan interpersonal, dukungan sosial, dan keterlibatan dalam komunitas. Dimensi lingkungan mencakup ketersediaan fasilitas, keamanan, serta kondisi tempat tinggal. Indikator-indikator ini saling berinteraksi dalam menentukan persepsi lansia terhadap kualitas hidup mereka sendiri. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Penelitian kuantitatif menggunakan instrumen seperti WHOQOL-BREF sering digunakan untuk mengukur kualitas hidup secara objektif melalui kuesioner yang menilai empat domain utama tersebut, dengan skor yang menunjukkan kualitas hidup secara menyeluruh. [Lihat sumber Disini - univmed.org]


Faktor Fisik dan Psikologis yang Mempengaruhi

Faktor fisik merupakan salah satu determinan kuat dalam menentukan kualitas hidup lansia. Penurunan fungsi tubuh seperti mobilitas, energi, dan kemampuan dalam aktivitas harian sering berkontribusi pada berkurangnya persepsi kualitas hidup. Lansia yang mengalami penyakit kronis dan keterbatasan fisik cenderung melaporkan kualitas hidup yang lebih rendah dibandingkan mereka yang sehat secara fisik. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

Faktor psikologis juga memiliki peran signifikan dalam kualitas hidup lansia. Kondisi psikologis seperti depresi, kecemasan, kehilangan peran sosial, serta penurunan fungsi kognitif dapat menyebabkan perasaan tidak berdaya dan menurunkan kesejahteraan subjektif lansia. Stabilitas emosional serta kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan hidup di masa tua sangat memengaruhi persepsi kualitas hidup secara keseluruhan. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

Lebih jauh, hubungan antara faktor fisik dan psikologis tidak dapat dipisahkan; lansia yang sehat secara fisik seringkali juga memiliki kondisi psikologis yang lebih baik, sementara lansia dengan kondisi psikologis yang baik cenderung lebih mampu beradaptasi terhadap perubahan fisik yang terjadi seiring bertambahnya usia. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]


Peran Dukungan Keluarga dan Sosial

Dukungan keluarga merupakan elemen penting yang mempengaruhi kualitas hidup lansia. Dukungan ini dapat berupa bantuan fisik sehari-hari, dukungan emosional, hingga keterlibatan sosial yang membantu lansia tetap merasa terhubung dan didukung dalam kehidupan mereka. Penelitian menunjukkan bahwa lansia yang menerima dukungan keluarga yang kuat cenderung mempunyai kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan lansia yang kurang mendapat dukungan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia tercatat dalam berbagai studi di Indonesia menunjukkan adanya korelasi positif antara kedua variabel tersebut, dengan lansia yang merupakan bagian dari sistem dukungan keluarga memiliki skor kualitas hidup yang lebih tinggi. [Lihat sumber Disini - publikasi.unitri.ac.id]

Selain keluarga, dukungan sosial dari komunitas, teman sebaya, dan jaringan sosial lainnya juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan lansia. Lansia yang terlibat dalam kegiatan sosial ataupun komunitas biasanya melaporkan persepsi kualitas hidup yang lebih baik karena adanya rasa keterikatan, identitas sosial, serta kesempatan untuk berinteraksi secara aktif. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]


Hubungan Kesehatan dengan Kualitas Hidup

Kesehatan secara umum memiliki hubungan yang erat dengan kualitas hidup lansia. Lansia yang memiliki kondisi kesehatan baik, termasuk keterbatasan penyakit kronis yang terkontrol, seringkali menunjukkan persepsi kualitas hidup yang lebih tinggi. Sebaliknya, kondisi medis seperti hipertensi, diabetes, atau penyakit kronis lain dapat menurunkan kemampuan lansia dalam aktivitas harian dan memperburuk persepsi hidup mereka. [Lihat sumber Disini - jurnal.itkesmusidrap.ac.id]

Penelitian menunjukkan bahwa aspek kesehatan fisik dan mental merupakan indikator penting yang harus dipertimbangkan dalam menilai kualitas hidup lansia karena keduanya berpengaruh pada kemampuan lansia untuk tetap aktif, mandiri, dan merasa puas dengan kehidupannya. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]


Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Lansia

Berbagai upaya dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia, dimulai dari upaya pencegahan dan pengelolaan penyakit kronis melalui pemeriksaan kesehatan rutin dan program rehabilitasi fisik agar lansia tetap aktif. Keluarga dan tenaga kesehatan dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas fisik lansia sehingga mereka dapat mempertahankan kemandirian. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

Program dukungan psikososial seperti konseling, kegiatan kelompok sosial, serta pelibatan lansia dalam aktivitas komunitas juga penting untuk menjaga kesehatan mental dan interaksi sosial yang sehat. Dukungan keluarga yang intens serta pemberdayaan lansia dalam lingkungan sosial akan berdampak pada percepatan adaptasi psikologis terhadap tantangan penuaan. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]

Peningkatan akses terhadap fasilitas kesehatan, pendidikan kesehatan bagi keluarga tentang kebutuhan lansia, serta penyediaan layanan sosial terpadu di masyarakat dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih ramah lansia dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]


Kesimpulan

Kualitas hidup lansia merupakan konsep multidimensional yang tidak hanya mencakup aspek fisik dan kesehatan, tetapi juga psikologis, sosial, dan lingkungan hidup. Indikator kualitas hidup meliputi kemampuan fisik dalam menjalani aktivitas sehari-hari, kesejahteraan mental, dukungan sosial dari keluarga dan komunitas, serta lingkungan yang mendukung. Faktor fisik dan psikologis memiliki peran besar dalam menentukan persepsi lansia terhadap kualitas hidup mereka. Dukungan keluarga dan jaringan sosial yang kuat menjadi penopang utama untuk meningkatkan kesejahteraan lansia. Kesehatan secara umum juga memiliki keterkaitan erat dengan persepsi kualitas hidup lansia, di mana kondisi kesehatan yang baik mendukung kualitas hidup yang lebih tinggi. Upaya peningkatan kualitas hidup lansia perlu melibatkan strategi holistik yang mencakup perbaikan layanan kesehatan, dukungan sosial, keterlibatan komunitas, dan lingkungan yang ramah lansia agar kesejahteraan mereka dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kualitas hidup lansia adalah tingkat kesejahteraan lanjut usia yang mencerminkan kondisi fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan berdasarkan persepsi individu terhadap kehidupannya.

Indikator kualitas hidup lansia meliputi kesehatan fisik, kesehatan mental, kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, hubungan sosial, dukungan keluarga, serta kondisi lingkungan tempat tinggal.

Faktor utama yang memengaruhi kualitas hidup lansia adalah kondisi kesehatan fisik, kesehatan psikologis, dukungan keluarga, dukungan sosial, serta akses terhadap pelayanan kesehatan.

Dukungan keluarga penting karena dapat memberikan bantuan fisik, dukungan emosional, rasa aman, serta meningkatkan kepercayaan diri dan kesejahteraan psikologis lansia.

Kualitas hidup lansia dapat ditingkatkan melalui pengelolaan kesehatan yang baik, aktivitas fisik teratur, dukungan keluarga dan sosial, keterlibatan dalam kegiatan komunitas, serta lingkungan yang ramah lansia.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pelayanan Kesehatan Ramah Lansia Pelayanan Kesehatan Ramah Lansia Status Gizi Lansia dan Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Lansia dan Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Menggunakan Produk Herbal pada Lansia Motivasi Menggunakan Produk Herbal pada Lansia Status Gizi Lansia: Konsep, Perubahan Fisiologis, dan Kebutuhan Status Gizi Lansia: Konsep, Perubahan Fisiologis, dan Kebutuhan Risiko Jatuh pada Lansia Risiko Jatuh pada Lansia Aktivitas Fisik Lansia Aktivitas Fisik Lansia Kesehatan Lansia Kesehatan Lansia Gangguan Mobilitas Fisik Pasien Lansia Gangguan Mobilitas Fisik Pasien Lansia Risiko Jatuh pada Lansia: Faktor Risiko dan Pencegahan Risiko Jatuh pada Lansia: Faktor Risiko dan Pencegahan Keamanan Obat Lansia: Konsep, Tantangan, dan Pencegahan Risiko Keamanan Obat Lansia: Konsep, Tantangan, dan Pencegahan Risiko Penyakit Degeneratif pada Lansia Penyakit Degeneratif pada Lansia Hydration Level pada Lansia Hydration Level pada Lansia Evaluasi Penggunaan Obat Sedatif pada Lansia Evaluasi Penggunaan Obat Sedatif pada Lansia Manajemen Terapi Polifarmasi pada Lansia Manajemen Terapi Polifarmasi pada Lansia Risiko Interaksi Obat pada Lansia Risiko Interaksi Obat pada Lansia Gangguan Mobilitas Fisik Lansia: Konsep, Determinan, dan Dampak Gangguan Mobilitas Fisik Lansia: Konsep, Determinan, dan Dampak Keterbatasan Aktivitas: Pengertian dan Faktor Keterbatasan Aktivitas: Pengertian dan Faktor  Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Definisi dan Implementasi Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Definisi dan Implementasi Kerusakan Integritas Kulit: Indikator dan Pencegahannya Kerusakan Integritas Kulit: Indikator dan Pencegahannya Kualitas Hidup Pasien: Indikator dan Penilaian Kualitas Hidup Pasien: Indikator dan Penilaian
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…