
Kesehatan Lansia
Pendahuluan
Kesehatan lansia saat ini menjadi isu penting dalam bidang kesehatan masyarakat karena proporsi populasi lanjut usia terus meningkat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Lansia umumnya menghadapi berbagai tantangan kesehatan akibat proses penuaan yang kompleks, termasuk perubahan fisiologis, psikologis, dan sosial. Kondisi ini memengaruhi kualitas hidup mereka, baik dalam fungsi fisik maupun kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari. Perubahan yang terjadi sebagai bagian dari proses penuaan juga dapat meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit degeneratif dan menuntut adanya pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai faktor yang memengaruhi kesehatan lansia serta peran dukungan keluarga dan pelayanan kesehatan dalam menunjang kehidupan yang sehat di usia lanjut. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Definisi Kesehatan Lansia
Definisi Kesehatan Lansia Secara Umum
Secara umum, lansia adalah individu yang telah mencapai usia lanjut, biasanya di atas 60 tahun, dan mengalami penurunan fungsi biologis, psikologis, serta sosial yang memengaruhi kapasitas mereka dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Perubahan ini merupakan bagian alami dari proses kehidupan manusia, yang menyebabkan kerentanan terhadap berbagai penyakit dan dampak pada kualitas hidup. [Lihat sumber Disini - abdidas.org]
Definisi Lansia dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lansia merupakan akronim dari “lanjut usia”. Istilah ini digunakan untuk merujuk pada individu yang sudah memasuki tahap akhir kehidupan dengan tanda-tanda penuaan secara kronologis. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]
Definisi Kesehatan Lansia Menurut Para Ahli
Berikut beberapa definisi yang disampaikan para ahli:
-
Nugroho (2012), Lansia adalah seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun ke atas dan pada tahap ini mengalami penurunan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar secara jasmani, rohani, dan sosial. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]
-
Hardywinoto & Setiabudhi, Kelompok penduduk yang berusia 60 tahun atau lebih, di mana terjadi banyak perubahan pada fungsi fisik, psikologis, dan sosial akibat proses penuaan. [Lihat sumber Disini - digilib-iakntoraja.ac.id]
-
World Health Organization (WHO), Lansia merupakan individu yang telah memasuki usia 60 tahun ke atas dan mengalami proses menua pada struktur serta fungsi berbagai sistem organ tubuh. [Lihat sumber Disini - eprints.umm.ac.id]
-
Sitanggang et al. (2021), Lansia adalah individu berusia di atas 60 tahun yang mengalami perubahan biologis, psikologis, dan sosial seiring bertambahnya usia. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikesbethesda.ac.id]
Konsep dan Permasalahan Kesehatan Lansia
Masalah kesehatan pada lansia tidak hanya sekadar munculnya penyakit, tetapi juga mencakup penurunan kualitas hidup, fungsi fisik, serta kemampuan berinteraksi sosial. Proses penuaan merupakan fenomena biologis kompleks yang menyebabkan penurunan kapasitas seluler dan organ tubuh, dan secara bertahap mengubah struktur dan fungsi sistem dalam tubuh. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
Penuaan ditandai oleh berkurangnya kemampuan sel untuk bereplikasi serta meningkatnya akumulasi kerusakan DNA dan protein, yang selanjutnya mengarah kepada disfungsi organ dan sistem tubuh. Kondisi ini membuat lansia rentan terhadap berbagai kondisi kesehatan kronik seperti penurunan sistem imun, disfungsi mitokondria, dan perubahan hormonal. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
Permasalahan kesehatan lansia juga berkaitan dengan tantangan dalam menjaga independensi, menurunnya mobilitas, gangguan makan, risiko jatuh, dan perubahan psikososial seperti kesepian atau depresi. Semua aspek ini saling berinteraksi sehingga kebutuhan kesehatan lansia menjadi lebih kompleks dibandingkan kelompok usia lain. [Lihat sumber Disini - jurnal.htp.ac.id]
Penyakit Degeneratif pada Lansia
Penyakit degeneratif merupakan salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh kelompok lansia. Penyakit ini umumnya berkembang secara perlahan dan terkait erat dengan proses penuaan sel dan jaringan. [Lihat sumber Disini - jurnal.globalhealthsciencegroup.com]
Beberapa penyakit degeneratif yang sering terjadi pada lansia antara lain:
-
Osteoarthritis dan radang sendi kronis yang memengaruhi fungsi sendi dan mobilitas fisik. [Lihat sumber Disini - jurnalsandihusada.polsaka.ac.id]
-
Hipertensi dan penyakit kardiovaskular, sering ditemui akibat perubahan pembuluh darah dan metabolisme seiring bertambahnya usia. [Lihat sumber Disini - assyifa.forindpress.com]
-
Diabetes Mellitus, yang prevalensinya meningkat pada populasi lansia karena gangguan metabolik dan resistensi insulin. [Lihat sumber Disini - ejournal.urindo.ac.id]
-
Penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan gangguan kognitif lainnya yang meningkatkan risiko penurunan fungsi otak serta kualitas hidup. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Berdasarkan analisis di berbagai jurnal, lansia secara umum memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit degeneratif dibanding kelompok usia yang lebih muda akibat akumulasi kerusakan sel dan jaringan dari waktu ke waktu. Hal ini berdampak pada kemampuan mereka melakukan aktivitas sehari-hari serta meningkatkan kebutuhan terhadap perawatan kesehatan lanjutan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Lansia
Kesehatan lansia dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik intrinsik dari dalam tubuh maupun faktor lingkungan serta gaya hidup. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
1. Faktor Biologis
Perubahan biologis akibat penuaan seperti penurunan fungsi organ dan sistem tubuh dapat meningkatkan risiko penyakit kronik. Perubahan sistem imun, disfungsi mitokondria, serta stres oksidatif adalah beberapa mekanisme utama yang terkait dengan penuaan dan penyakit pada lansia. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
2. Gaya Hidup
Gaya hidup seperti pola makan, aktivitas fisik, konsumsi alkohol, merokok, serta tingkat stres sangat berkontribusi terhadap status kesehatan lansia. Perilaku hidup sehat dapat menunda timbulnya penyakit degeneratif dan mempertahankan fungsi fisik lebih lama. [Lihat sumber Disini - jaskesmas.respati.ac.id]
3. Lingkungan Sosial
Akses terhadap dukungan sosial, lingkungan yang mendukung aktivitas fisik, dan hubungan interpersonal yang baik juga memiliki dampak signifikan dalam menjaga kesehatan lansia. Lansia yang memiliki jaringan dukungan sosial yang baik cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]
4. Dukungan Keluarga
Peran keluarga sangat penting dalam mendukung kesehatan lansia melalui perilaku hidup sehat, keterlibatan dalam perawatan, serta dukungan emosional dan sosial. Dukungan keluarga dapat mengurangi tingkat stres, meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan, serta mendorong lansia untuk terlibat dalam aktivitas yang bermanfaat. [Lihat sumber Disini - publikasi.unitri.ac.id]
Perilaku Hidup Sehat Lansia
Perilaku hidup sehat bagi lansia mencakup berbagai upaya aktif yang dapat dilakukan untuk menjaga ataupun meningkatkan kualitas kesehatan fisik dan mental mereka, sehingga dapat mempertahankan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. [Lihat sumber Disini - jaskesmas.respati.ac.id]
Beberapa perilaku hidup sehat yang direkomendasikan pada lansia antara lain:
-
Aktivitas fisik teratur, seperti senam ringan, jalan kaki, atau olahraga yang sesuai kondisi tubuh, dapat membantu menjaga kekuatan otot, keseimbangan, dan fungsi kardiovaskular. [Lihat sumber Disini - jaskesmas.respati.ac.id]
-
Pola makan bergizi seimbang, dengan konsumsi sayuran, buah, protein sehat, serta pembatasan makanan tinggi gula dan lemak dapat membantu menurunkan risiko penyakit kronik. [Lihat sumber Disini - jaskesmas.respati.ac.id]
-
Pemeriksaan kesehatan berkala, untuk deteksi dini masalah kesehatan serta pemantauan penyakit kronis agar dapat dilakukan intervensi medis tepat waktu. [Lihat sumber Disini - jaskesmas.respati.ac.id]
-
Hubungan sosial yang sehat, melalui partisipasi dalam kegiatan komunitas atau interaksi dengan keluarga dapat membantu kesehatan mental dan kesejahteraan emosional. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]
Perilaku hidup sehat secara konsisten dapat memperlambat progresi penyakit degeneratif serta meningkatkan kualitas hidup lansia secara signifikan. [Lihat sumber Disini - jaskesmas.respati.ac.id]
Peran Keluarga dan Pelayanan Kesehatan
Peran keluarga sangat krusial dalam menunjang kesehatan lansia, baik secara fisik maupun psikologis. Keluarga dapat membantu lansia menjaga rutinitas perilaku sehat, mengingatkan jadwal pemeriksaan medis, serta memberikan dukungan emosional yang penting dalam masa penuaan. [Lihat sumber Disini - publikasi.unitri.ac.id]
Selain keluarga, pelayanan kesehatan juga memiliki peran penting:
-
Memberikan akses pemeriksaan rutin untuk deteksi dini penyakit degeneratif. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Menyediakan layanan rehabilitasi dan terapi fisik untuk mempertahankan mobilitas. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Edukasi tentang pencegahan penyakit dan gaya hidup sehat kepada lansia dan keluarga. [Lihat sumber Disini - jaskesmas.respati.ac.id]
Kolaborasi antara keluarga dan sistem pelayanan kesehatan akan menciptakan pendekatan holistik yang mampu meningkatkan kesejahteraan lansia secara menyeluruh. [Lihat sumber Disini - adihusada.ac.id]
Kesimpulan
Kesehatan lansia merupakan topik yang multifaset, mencakup aspek biologis, psikologis, sosial, dan lingkungan. Lansia adalah individu usia 60 tahun ke atas yang umumnya mengalami perubahan fungsi tubuh akibat penuaan alami, sehingga risiko penyakit degeneratif meningkat. Faktor-faktor seperti gaya hidup, dukungan keluarga, serta akses terhadap pelayanan kesehatan menentukan tingkat kesehatan dan kualitas hidup lansia. Perilaku hidup sehat dan dukungan sosial dapat memperlambat perkembangan penyakit kronis dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Sinergi antara keluarga dan sistem kesehatan menjadi landasan penting dalam mendukung lansia hidup sehat, aktif, dan bermakna.