Terakhir diperbarui: 18 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 18 December). Kesehatan Lansia. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kesehatan-lansia  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kesehatan Lansia - SumberAjar.com

Kesehatan Lansia

Pendahuluan

Kesehatan lansia saat ini menjadi isu penting dalam bidang kesehatan masyarakat karena proporsi populasi lanjut usia terus meningkat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Lansia umumnya menghadapi berbagai tantangan kesehatan akibat proses penuaan yang kompleks, termasuk perubahan fisiologis, psikologis, dan sosial. Kondisi ini memengaruhi kualitas hidup mereka, baik dalam fungsi fisik maupun kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari. Perubahan yang terjadi sebagai bagian dari proses penuaan juga dapat meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit degeneratif dan menuntut adanya pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai faktor yang memengaruhi kesehatan lansia serta peran dukungan keluarga dan pelayanan kesehatan dalam menunjang kehidupan yang sehat di usia lanjut. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Definisi Kesehatan Lansia

Definisi Kesehatan Lansia Secara Umum

Secara umum, lansia adalah individu yang telah mencapai usia lanjut, biasanya di atas 60 tahun, dan mengalami penurunan fungsi biologis, psikologis, serta sosial yang memengaruhi kapasitas mereka dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Perubahan ini merupakan bagian alami dari proses kehidupan manusia, yang menyebabkan kerentanan terhadap berbagai penyakit dan dampak pada kualitas hidup. [Lihat sumber Disini - abdidas.org]

Definisi Lansia dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lansia merupakan akronim dari “lanjut usia”. Istilah ini digunakan untuk merujuk pada individu yang sudah memasuki tahap akhir kehidupan dengan tanda-tanda penuaan secara kronologis. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]

Definisi Kesehatan Lansia Menurut Para Ahli

Berikut beberapa definisi yang disampaikan para ahli:

  1. Nugroho (2012), Lansia adalah seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun ke atas dan pada tahap ini mengalami penurunan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar secara jasmani, rohani, dan sosial. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]

  2. Hardywinoto & Setiabudhi, Kelompok penduduk yang berusia 60 tahun atau lebih, di mana terjadi banyak perubahan pada fungsi fisik, psikologis, dan sosial akibat proses penuaan. [Lihat sumber Disini - digilib-iakntoraja.ac.id]

  3. World Health Organization (WHO), Lansia merupakan individu yang telah memasuki usia 60 tahun ke atas dan mengalami proses menua pada struktur serta fungsi berbagai sistem organ tubuh. [Lihat sumber Disini - eprints.umm.ac.id]

  4. Sitanggang et al. (2021), Lansia adalah individu berusia di atas 60 tahun yang mengalami perubahan biologis, psikologis, dan sosial seiring bertambahnya usia. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikesbethesda.ac.id]


Konsep dan Permasalahan Kesehatan Lansia

Masalah kesehatan pada lansia tidak hanya sekadar munculnya penyakit, tetapi juga mencakup penurunan kualitas hidup, fungsi fisik, serta kemampuan berinteraksi sosial. Proses penuaan merupakan fenomena biologis kompleks yang menyebabkan penurunan kapasitas seluler dan organ tubuh, dan secara bertahap mengubah struktur dan fungsi sistem dalam tubuh. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

Penuaan ditandai oleh berkurangnya kemampuan sel untuk bereplikasi serta meningkatnya akumulasi kerusakan DNA dan protein, yang selanjutnya mengarah kepada disfungsi organ dan sistem tubuh. Kondisi ini membuat lansia rentan terhadap berbagai kondisi kesehatan kronik seperti penurunan sistem imun, disfungsi mitokondria, dan perubahan hormonal. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

Permasalahan kesehatan lansia juga berkaitan dengan tantangan dalam menjaga independensi, menurunnya mobilitas, gangguan makan, risiko jatuh, dan perubahan psikososial seperti kesepian atau depresi. Semua aspek ini saling berinteraksi sehingga kebutuhan kesehatan lansia menjadi lebih kompleks dibandingkan kelompok usia lain. [Lihat sumber Disini - jurnal.htp.ac.id]


Penyakit Degeneratif pada Lansia

Penyakit degeneratif merupakan salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh kelompok lansia. Penyakit ini umumnya berkembang secara perlahan dan terkait erat dengan proses penuaan sel dan jaringan. [Lihat sumber Disini - jurnal.globalhealthsciencegroup.com]

Beberapa penyakit degeneratif yang sering terjadi pada lansia antara lain:

Berdasarkan analisis di berbagai jurnal, lansia secara umum memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit degeneratif dibanding kelompok usia yang lebih muda akibat akumulasi kerusakan sel dan jaringan dari waktu ke waktu. Hal ini berdampak pada kemampuan mereka melakukan aktivitas sehari-hari serta meningkatkan kebutuhan terhadap perawatan kesehatan lanjutan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Lansia

Kesehatan lansia dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik intrinsik dari dalam tubuh maupun faktor lingkungan serta gaya hidup. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

1. Faktor Biologis

Perubahan biologis akibat penuaan seperti penurunan fungsi organ dan sistem tubuh dapat meningkatkan risiko penyakit kronik. Perubahan sistem imun, disfungsi mitokondria, serta stres oksidatif adalah beberapa mekanisme utama yang terkait dengan penuaan dan penyakit pada lansia. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

2. Gaya Hidup

Gaya hidup seperti pola makan, aktivitas fisik, konsumsi alkohol, merokok, serta tingkat stres sangat berkontribusi terhadap status kesehatan lansia. Perilaku hidup sehat dapat menunda timbulnya penyakit degeneratif dan mempertahankan fungsi fisik lebih lama. [Lihat sumber Disini - jaskesmas.respati.ac.id]

3. Lingkungan Sosial

Akses terhadap dukungan sosial, lingkungan yang mendukung aktivitas fisik, dan hubungan interpersonal yang baik juga memiliki dampak signifikan dalam menjaga kesehatan lansia. Lansia yang memiliki jaringan dukungan sosial yang baik cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

4. Dukungan Keluarga

Peran keluarga sangat penting dalam mendukung kesehatan lansia melalui perilaku hidup sehat, keterlibatan dalam perawatan, serta dukungan emosional dan sosial. Dukungan keluarga dapat mengurangi tingkat stres, meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan, serta mendorong lansia untuk terlibat dalam aktivitas yang bermanfaat. [Lihat sumber Disini - publikasi.unitri.ac.id]


Perilaku Hidup Sehat Lansia

Perilaku hidup sehat bagi lansia mencakup berbagai upaya aktif yang dapat dilakukan untuk menjaga ataupun meningkatkan kualitas kesehatan fisik dan mental mereka, sehingga dapat mempertahankan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. [Lihat sumber Disini - jaskesmas.respati.ac.id]

Beberapa perilaku hidup sehat yang direkomendasikan pada lansia antara lain:

Perilaku hidup sehat secara konsisten dapat memperlambat progresi penyakit degeneratif serta meningkatkan kualitas hidup lansia secara signifikan. [Lihat sumber Disini - jaskesmas.respati.ac.id]


Peran Keluarga dan Pelayanan Kesehatan

Peran keluarga sangat krusial dalam menunjang kesehatan lansia, baik secara fisik maupun psikologis. Keluarga dapat membantu lansia menjaga rutinitas perilaku sehat, mengingatkan jadwal pemeriksaan medis, serta memberikan dukungan emosional yang penting dalam masa penuaan. [Lihat sumber Disini - publikasi.unitri.ac.id]

Selain keluarga, pelayanan kesehatan juga memiliki peran penting:

Kolaborasi antara keluarga dan sistem pelayanan kesehatan akan menciptakan pendekatan holistik yang mampu meningkatkan kesejahteraan lansia secara menyeluruh. [Lihat sumber Disini - adihusada.ac.id]


Kesimpulan

Kesehatan lansia merupakan topik yang multifaset, mencakup aspek biologis, psikologis, sosial, dan lingkungan. Lansia adalah individu usia 60 tahun ke atas yang umumnya mengalami perubahan fungsi tubuh akibat penuaan alami, sehingga risiko penyakit degeneratif meningkat. Faktor-faktor seperti gaya hidup, dukungan keluarga, serta akses terhadap pelayanan kesehatan menentukan tingkat kesehatan dan kualitas hidup lansia. Perilaku hidup sehat dan dukungan sosial dapat memperlambat perkembangan penyakit kronis dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Sinergi antara keluarga dan sistem kesehatan menjadi landasan penting dalam mendukung lansia hidup sehat, aktif, dan bermakna.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kesehatan lansia adalah kondisi kesejahteraan fisik, mental, dan sosial pada individu usia 60 tahun ke atas yang dipengaruhi oleh proses penuaan, penyakit degeneratif, gaya hidup, lingkungan sosial, serta dukungan keluarga dan pelayanan kesehatan.

Permasalahan kesehatan lansia meliputi penurunan fungsi fisik, penyakit degeneratif, gangguan kognitif, risiko jatuh, keterbatasan aktivitas, serta masalah psikososial seperti kesepian dan depresi.

Penyakit degeneratif yang sering dialami lansia antara lain hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung, osteoarthritis, osteoporosis, stroke, serta gangguan neurodegeneratif seperti demensia dan Alzheimer.

Kesehatan lansia dipengaruhi oleh faktor biologis, gaya hidup, lingkungan sosial, kondisi ekonomi, akses pelayanan kesehatan, serta dukungan keluarga dalam perawatan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Perilaku hidup sehat lansia meliputi aktivitas fisik teratur sesuai kemampuan, konsumsi makanan bergizi seimbang, pemeriksaan kesehatan rutin, menjaga kesehatan mental, serta tetap aktif secara sosial.

Peran keluarga sangat penting karena dapat memberikan dukungan emosional, membantu pemenuhan kebutuhan fisik, mengawasi kepatuhan pengobatan, serta mendorong lansia menjalani perilaku hidup sehat.

Pelayanan kesehatan berperan dalam deteksi dini penyakit, pengelolaan penyakit kronis, rehabilitasi, edukasi kesehatan, serta pemberian layanan promotif dan preventif untuk menjaga kualitas hidup lansia.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pelayanan Kesehatan Ramah Lansia Pelayanan Kesehatan Ramah Lansia Status Gizi Lansia dan Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Lansia dan Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Menggunakan Produk Herbal pada Lansia Motivasi Menggunakan Produk Herbal pada Lansia Risiko Jatuh pada Lansia Risiko Jatuh pada Lansia Status Gizi Lansia: Konsep, Perubahan Fisiologis, dan Kebutuhan Status Gizi Lansia: Konsep, Perubahan Fisiologis, dan Kebutuhan Kualitas Hidup Lansia Kualitas Hidup Lansia Aktivitas Fisik Lansia Aktivitas Fisik Lansia Risiko Jatuh pada Lansia: Faktor Risiko dan Pencegahan Risiko Jatuh pada Lansia: Faktor Risiko dan Pencegahan Gangguan Mobilitas Fisik Pasien Lansia Gangguan Mobilitas Fisik Pasien Lansia Keamanan Obat Lansia: Konsep, Tantangan, dan Pencegahan Risiko Keamanan Obat Lansia: Konsep, Tantangan, dan Pencegahan Risiko Penyakit Degeneratif pada Lansia Penyakit Degeneratif pada Lansia Hydration Level pada Lansia Hydration Level pada Lansia Evaluasi Penggunaan Obat Sedatif pada Lansia Evaluasi Penggunaan Obat Sedatif pada Lansia Manajemen Terapi Polifarmasi pada Lansia Manajemen Terapi Polifarmasi pada Lansia Risiko Interaksi Obat pada Lansia Risiko Interaksi Obat pada Lansia Gangguan Mobilitas Fisik Lansia: Konsep, Determinan, dan Dampak Gangguan Mobilitas Fisik Lansia: Konsep, Determinan, dan Dampak  Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Definisi dan Implementasi Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Definisi dan Implementasi Keterbatasan Aktivitas: Pengertian dan Faktor Keterbatasan Aktivitas: Pengertian dan Faktor Kerusakan Integritas Kulit: Indikator dan Pencegahannya Kerusakan Integritas Kulit: Indikator dan Pencegahannya Pengetahuan Masyarakat tentang Bahaya Polifarmasi Pengetahuan Masyarakat tentang Bahaya Polifarmasi
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…