
Media Massa: Konsep dan Konstruksi Realitas Sosial
Pendahuluan
Media massa kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial manusia. Setiap hari masyarakat di seluruh penjuru dunia menerima berita, informasi, hiburan, hingga opini melalui berbagai saluran media, mulai dari surat kabar, radio, televisi hingga platform digital. Peran media massa tidak sekadar menyampaikan fakta, tetapi juga turut membentuk cara pandang dan interpretasi masyarakat terhadap realitas sosial di sekitarnya. Fenomena ini berkaitan erat dengan bagaimana media “mengkonstruksi” realitas, suatu proses yang membuat fakta sosial tertentu dianggap sebagai realitas bersama yang diterima luas. Artikel ini membahas konsep media massa, fungsi-fungsinya dalam masyarakat, serta bagaimana proses seperti framing dan agenda setting digunakan media untuk membentuk persepsi publik dalam kehidupan modern.
Definisi Media Massa
Definisi Media Massa Secara Umum
Media massa secara umum dipahami sebagai sarana atau alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan, informasi, ide, serta hiburan kepada khalayak luas secara serentak dan simultan. Istilah “massa” merujuk pada audiens yang sangat besar yang dapat dijangkau dalam waktu relatif singkat. Keberadaan media massa berperan penting dalam menghubungkan komunikan (pengirim pesan) dengan komunikan (penerima pesan) dalam sebuah sistem komunikasi yang kompleks dan terstruktur. Dalam prosesnya, media massa mentransmisikan berbagai isi yang mempengaruhi pengetahuan dan wawasan publik mengenai isu-isu sosial, budaya, politik, maupun ekonomi di masyarakat. [Lihat sumber Disini - telkomuniversity.ac.id]
Definisi Media Massa dalam KBBI
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah media masa merujuk pada “alat komunikasi yang mampu menjangkau khalayak banyak melalui pesan-pesan publik seperti pers, radio, televisi, dan sebagainya.” Ini menegaskan posisi media massa sebagai sarana publik untuk menyebarkan informasi secara luas dan cepat kepada banyak orang tanpa batasan geografi yang ketat. (Sumber: KBBI daring)
Definisi Media Massa Menurut Para Ahli
DeVito menjelaskan bahwa media massa adalah sarana komunikasi yang menggunakan pemancar dan sinyal untuk mengirimkan berita, ide, dan informasi kepada khalayak luas sekaligus. [Lihat sumber Disini - jurnal.radenfatah.ac.id]
McQuail (dalam kajian komunikasi massa modern) menyatakan bahwa media massa merupakan jendela yang memungkinkan masyarakat melihat fenomena di luar lingkungan langsung mereka, sekaligus menjadi lembaga yang mempengaruhi serta dipengaruhi oleh masyarakat. [Lihat sumber Disini - kpi.fdk.uin-alauddin.ac.id]
Bouman memandang istilah “massa” sebagai cerminan populasi besar yang memiliki kesamaan jiwa meski tidak berorganisasi formal, sehingga komunikasi massa menjadi alat penting dalam menyampaikan pesan bersama. [Lihat sumber Disini - mahasiswaindonesia.id]
Perspektif umum dalam ilmu komunikasi menyebut media massa sebagai alat komunikasi yang mentransmisikan pesan kepada kelompok besar dengan satu arah yang dominan, yang memungkinkan penyebaran informasi secara meluas dan serempak. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]
Fungsi Media Massa dalam Masyarakat
Media massa memiliki fungsi yang kompleks dan penting, baik dalam penyebaran informasi maupun pembentukan opini masyarakat. Fungsi-fungsi ini mencerminkan peran strategis media dalam struktur sosial.
Fungsi Informasi
Media massa bertanggung jawab menyediakan informasi terbaru tentang kejadian dan fenomena yang terjadi di lingkungan lokal hingga global. Informasi ini menjadi dasar bagi masyarakat dalam memahami perkembangan sosial, politik, ekonomi, dan budaya. [Lihat sumber Disini - komunikasi.untag-sby.ac.id]
Fungsi Edukasi
Selain sekadar menyebarkan berita, media massa juga berperan sebagai sarana pendidikan nonformal, memperluas wawasan masyarakat melalui konten informatif dan analitis yang mendidik. [Lihat sumber Disini - telkomuniversity.ac.id]
Fungsi Hiburan
Media massa menyediakan konten-konten hiburan seperti film, musik, dan program lainnya yang berfungsi menghibur khalayak sekaligus menciptakan ikatan sosial melalui pengalaman bersama. [Lihat sumber Disini - pressbooks.usnh.edu]
Fungsi Kontrol Sosial
Media massa turut berperan sebagai watchdog atau pengawas sosial dengan mengungkap isu-isu penting, memberikan kritik terhadap kebijakan publik, serta mendorong akuntabilitas. [Lihat sumber Disini - komunikasi.untag-sby.ac.id]
Fungsi Pembentukan Opini Publik
Melalui cara penyampaian berita dan narasi tertentu, media massa dapat membentuk persepsi dan pandangan publik terhadap isu tertentu, yang kemudian mempengaruhi bagaimana masyarakat menilai suatu peristiwa atau kebijakan. [Lihat sumber Disini - telkomuniversity.ac.id]
Media Massa dan Konstruksi Realitas Sosial
Media massa tidak hanya memaparkan fakta objektif, tetapi juga berperan dalam konstruksi realitas sosial. Artinya, media membantu membentuk apa yang dipahami masyarakat sebagai “realitas” atau kenyataan yang berlaku bersama. Dalam proses ini, media memilih, menyoroti, dan menyajikan informasi dengan cara tertentu yang mencerminkan nilai, kepentingan, dan asumsi tertentu. [Lihat sumber Disini - journal.iaipibandung.ac.id]
Proses konstruksi realitas terjadi ketika media menyaring dan menyusun suatu kejadian sehingga audiens menerima suatu gambaran yang dipilih berdasarkan perspektif naratif media. Media melakukan eksternalisasi (menempatkan pandangan dalam konteks sosial), objektifikasi (mengubah pandangan subjektif menjadi seolah-olah fakta objektif), dan internalisasi (membuat pandangan tersebut diterima sebagai realitas oleh publik) dalam kehidupan sehari-hari. [Lihat sumber Disini - jurnal.uinsu.ac.id]
Dalam konteks Indonesia, studi menunjukkan bahwa konstruksi realitas sosial disebabkan oleh interaksi antara media massa, media sosial, serta nilai budaya yang terus berubah akibat globalisasi. Media memainkan peran signifikan dalam menggabungkan elemen lokal dan global yang kemudian menentukan persepsi identitas budaya masyarakat. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Proses Framing dan Agenda Setting
Media tidak hanya menyampaikan isu, tetapi juga menentukan bagaimana isu tersebut disampaikan melalui dua proses penting: framing dan agenda setting.
Framing adalah proses di mana media membangun kerangka interpretatif tertentu atas suatu isu atau kejadian yang mempengaruhi cara publik memahami dan menilai hal tersebut. Media memilih aspek tertentu dari informasi, menekankan unsur tertentu, dan mengecilkan yang lain sehingga menghasilkan interpretasi yang dipengaruhi oleh bias penyeleksiannya. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Agenda Setting merujuk pada kemampuan media untuk menentukan isu mana yang dianggap penting dalam pembicaraan publik. Dengan memprioritaskan beberapa isu dan mengabaikan yang lain, media “menetapkan agenda” bagi masyarakat tentang isu mana yang harus mendapat perhatian dan dipikirkan. Perspektif ini menunjukkan bahwa media massa tidak hanya memberitahu apa yang terjadi, tetapi juga apa yang harus dianggap penting. [Lihat sumber Disini - journal.unesa.ac.id]
Kedua proses ini bekerja secara bersamaan dalam memberi bentuk pada pemahaman publik tentang realitas sosial. Melalui framing dan agenda setting, media menciptakan pola pikir kolektif yang memengaruhi persepsi terhadap isu-isu sosial, politik, dan budaya. [Lihat sumber Disini - nomos-elibrary.de]
Pengaruh Media Massa terhadap Persepsi Publik
Media massa memiliki pengaruh kuat terhadap persepsi publik karena cara penyampaiannya dapat memperkuat, menantang, atau mengubah pemahaman audiens tentang dunia sosial mereka. Media dapat menciptakan representasi realitas yang kemudian diterima sebagai representasi “fakta yang sahih” bagi banyak orang, meskipun pada kenyataannya informasi tersebut dipengaruhi oleh proses seleksi naratif media. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Pengaruh ini juga tercermin pada pembentukan skala prioritas isu sosial, yaitu apa yang penting dan layak dibicarakan dalam junlah besar masyarakat. Ketika media menetapkan suatu topik sebagai isu utama, publik cenderung menyetujui pentingnya isu tersebut dibandingkan isu lain yang kurang diberi sorotan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Selain itu, pemberitaan yang berulang dengan narasi tertentu dapat menciptakan ikon sosial, contoh persepsi terhadap kriminalitas, politik, atau fenomena budaya tertentu, yang kemudian memperkuat pandangan umum masyarakat terhadap hal tersebut. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Media Massa dalam Masyarakat Modern
Dalam era digital, media massa terus berkembang dengan munculnya media sosial dan platform online yang memungkinkan penyebaran informasi lebih cepat dan luas. Interaksi antara media tradisional dan digital menciptakan dinamika baru dalam konstruksi realitas sosial. Media sosial, meski lebih interaktif, tetap sering dipengaruhi oleh pola framing dan agenda setting yang sama seperti media massa tradisional. [Lihat sumber Disini - ejournal.unis.ac.id]
Fenomena realitas hybrid muncul ketika media massa dan media sosial mempertemukan perspektif global dan lokal, sehingga realitas sosial yang terbentuk menjadi lebih kompleks dan berlapis. Masyarakat modern kini tidak hanya menerima realitas yang dibentuk oleh media arus utama, tetapi juga turut membangun narasi melalui interaksi di ruang digital. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Kesimpulan
Media massa merupakan alat komunikasi strategis yang memiliki fungsi penting dalam menyampaikan informasi, mendidik, menghibur, serta mengawasi dinamika sosial dalam masyarakat. Namun, lebih dari sekadar penyampai berita, media massa juga memainkan peran sentral dalam membentuk realitas sosial yang diterima luas oleh publik. Melalui proses seperti framing dan agenda setting, media menentukan isu mana yang layak diperhatikan serta bagaimana interpretasinya dibentuk, yang pada akhirnya mempengaruhi persepsi dan opini publik. Dalam masyarakat modern yang ditandai oleh media digital dan interaksi kolektif, konstruksi realitas sosial semakin kompleks, mencerminkan interaksi antara media tradisional dan digital, serta nilai-nilai sosial budaya yang terus berkembang. Media massa tidak hanya merefleksikan realitas, tetapi juga aktif mengkonstruksinya.