Terakhir diperbarui: 16 November 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 16 November). Ruang Lingkup Penelitian Ilmiah. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/ruang-lingkup-penelitian-ilmiah  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Ruang Lingkup Penelitian Ilmiah - SumberAjar.com

Ruang Lingkup Penelitian Ilmiah

Pendahuluan

Penelitian ilmiah menjadi salah satu pilar utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan melakukan penelitian, para peneliti tidak hanya mengeksplorasi fenomena yang belum diketahui, tetapi juga menghadirkan kontribusi baru bagi disiplin keilmuan, masyarakat, maupun praktik profesional. Dalam konteks ini, penting untuk memahami secara mendalam pengertian penelitian ilmiah, baik secara umum, dalam kamus resmi seperti Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), maupun menurut para ahli, serta memahami ruang lingkupnya: sejauh mana topik dapat dikaji, apa saja batasannya, unsur-unsurnya, dan implikasinya dalam proses penelitian.
Tulisan ini akan membahas: definisi (umum, KBBI, menurut para ahli), ruang lingkup penelitian ilmiah, komponen dan batasan ruang lingkup, jenis‐jenis penelitian dalam ruang lingkup (contoh kuantitatif, kualitatif, mixed method), dan pada akhirnya kesimpulan yang merangkum seluruh bahasan. Pemahaman yang komprehensif mengenai ruang lingkup penelitian ilmiah penting agar peneliti mampu merumuskan masalah, merancang metodologi, dan menentukan batasan penelitian dengan tepat, sehingga hasilnya valid, bermanfaat, dan dapat dipertanggung-jawabkan.


Definisi Ruang Lingkup Penelitian Ilmiah

Definisi Secara Umum

Secara umum, ruang lingkup penelitian ilmiah mengacu pada batasan atau cakupan yang ditetapkan oleh peneliti terkait objek, variabel, populasi, lokasi, waktu, dan aspek‐aspek yang akan dikaji dalam sebuah penelitian. Ruang lingkup ini membantu memastikan bahwa penelitian tidak melebar tanpa kendali, fokus, dan dapat diukur. Sebuah panduan menyebut bahwa “ruang lingkup penelitian merupakan bagian dari metodologi yang menjelaskan sejauh mana topik penelitian akan dikaji”. [Lihat sumber Disini - ruangjurnal.com] Dengan demikian, ruang lingkup menjadi instrumen untuk memfokuskan penelitian agar hasilnya lebih terarah dan relevan.

Definisi dalam KBBI

Dalam KBBI, kata “penelitian” didefinisikan sebagai “kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip‐prinsip umum”. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id] Dari definisi tersebut, dapat diambil implikasi bahwa ruang lingkup penelitian ilmiah harus mencerminkan karakter kegiatan yang sistematis, objektif, serta memiliki tujuan pengembangan pengetahuan yang umum. Dengan kata lain, ruang lingkup bukan semata‐mata zona geografis atau demografis, melainkan juga aspek‐aspek metodologis dan konseptual yang membatasi penelitian agar menjadi valid secara ilmiah.

Definisi Menurut Para Ahli

Berikut beberapa definisi penelitian ilmiah, yang kemudian menjadi dasar pemahaman ruang lingkupnya, menurut para ahli:

  1. Soetrisno Hadi menyatakan bahwa penelitian adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan dengan menggunakan metode ilmiah. (di­kutip oleh sumber yang merangkum pengertian penelitian) [Lihat sumber Disini - kumparan.com]
  2. Yoseph Sandu Siyoto mendefinisikan penelitian sebagai seni dan sains yang berguna untuk mencari jawaban terhadap suatu permasalahan. [Lihat sumber Disini - kumparan.com]
  3. Marinu Waruwu dalam kajiannya menyebut bahwa penelitian adalah proses penyelidikan atau proses penemuan untuk mendapatkan kebenaran dan membuktikan suatu fenomena. [Lihat sumber Disini - jptam.org]
  4. Dalam literatur lain disebut bahwa ruang lingkup penelitian kuantitatif mengacu pada variabel yang sudah dirancang sebelumnya, sedangkan penelitian kualitatif mengacu pada gejala yang relevan dalam konteks tertentu (seleksi proses). [Lihat sumber Disini - repositori.uma.ac.id]

Dari definisi-definisi tersebut, dapat ditarik bahwa ruang lingkup penelitian ilmiah adalah kerangka batasan yang menjadi pijakan agar penelitian dapat berjalan secara sistematis, dapat diuji serta relevan untuk pengembangan pengetahuan.


Ruang Lingkup Penelitian Ilmiah: Komponen, Batasan dan Jenis

Pada bagian ini, kita akan menguraikan lebih dalam: komponen utama ruang lingkup penelitian, batasan yang umum ditetapkan, serta jenis penelitian yang sering muncul dalam konteks ruang lingkup penelitian.

Komponen Utama Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian ilmiah biasanya mencakup beberapa elemen penting, sebagai berikut:

  • Objek atau fenomena penelitian: Apa yang akan dikaji atau diteliti, misalnya perilaku, proses, variabel independen dan dependen, atau fenomena sosial.
  • Variabel atau aspek yang diteliti: Dalam penelitian kuantitatif, variabel harus jelas dan terukur; dalam penelitian kualitatif, aspek/aspek fenomena yang relevan harus dirinci.
  • Populasi dan sampel: Siapa atau apa yang menjadi subjek penelitian dan bagaimana pemilihan sampel dilakukan.
  • Lokasi dan waktu penelitian: Dimana penelitian dilakukan dan dalam rentang waktu apa, sehingga hasil penelitian memiliki batas temporal dan spatial yang jelas.
  • Batasan penelitian (Delimitasi): Hal-hal yang sengaja dibatasi oleh peneliti, misalnya lingkup wilayah, kelompok usia, aspek variabel yang ditinggalkan, metode yang digunakan, agar penelitian lebih terarah.
  • Kontribusi yang diharapkan: Penjelasan ringkas mengenai apa yang dihasilkan dari penelitian, baik kontribusi teoritis maupun praktis.

Batasan yang Umum Ditetapkan

Peneliti sering menetapkan batasan agar penelitian tidak menjadi terlalu luas dan tetap feasible. Contoh batasan yang sering digunakan:

  • Penelitian hanya mencakup satu kota atau satu instansi saja (misalnya sekolah, puskesmas) sehingga hasilnya tidak digeneralisasi ke skala nasional.
  • Variabel yang diteliti hanya variabel X dan Y, sedangkan variabel lain dianggap diluar cakupan penelitian.
  • Waktu penelitian terbatas, misalnya selama satu semester akademik atau satu tahun fiskal.
  • Metode yang digunakan hanya survei atau wawancara, sehingga metode eksperimen tidak termasuk.
  • Responden dibatasi pada kelompok usia tertentu atau profesi tertentu.

Penetapan batasan ini sangat penting agar penelitian memiliki fokus yang jelas dan tidak melebar ke hal-hal yang tidak relevan.

Jenis Penelitian dan Hubungannya dengan Ruang Lingkup

Dalam literatur metodologi penelitian, ruang lingkup juga dipengaruhi oleh jenis penelitian yang dipilih. Berikut beberapa jenis penelitian dan implikasi ruang lingkupnya:

  • Penelitian Kuantitatif: Ruang lingkupnya seringkali lebih terstruktur dan terukur. Sebagaimana disebut dalam literatur, “ruang lingkup penelitian kuantitatif yaitu meneliti pada variabel yang hanya masuk pada model penelitian yang sudah dirancang sebelumnya.” [Lihat sumber Disini - repositori.uma.ac.id] Karena itu, ruang lingkup penelitian kuantitatif akan mencakup variabel, hipotesis, data numerik, serta populasi dan sampel yang jelas.
  • Penelitian Kualitatif: Ruang lingkupnya cenderung lebih fleksibel dan terbuka terhadap gejala yang dianggap relevan, meskipun tetap memiliki fokus. Dalam literatur disebut bahwa penelitian kualitatif meneliti “semua gejala yang ada yang dianggap relevan … tetapi cakupannya masih lebih luas”. [Lihat sumber Disini - repositori.uma.ac.id]
  • Penelitian Mixed‐Method / Kombinasi: Ruang lingkupnya lebih kompleks karena mencakup aspek kuantitatif dan kualitatif sekaligus. Sebuah studi menyebut bahwa pendekatan metode penelitian ilmiah (kualitatif, kuantitatif, kombinasi) “mendorong pemecahan masalah secara komprehensif dan holistik”. [Lihat sumber Disini - jptam.org]
  • Penelitian Tindakan (Action Research), Evaluasi, Eksperimen, dsb.: Setiap jenis memiliki implikasi ruang lingkup yang khas, misalnya tindakan berlangsung di setting nyata dan berulang (loop), evaluasi memiliki ruang lingkup terbatas pada program atau kebijakan, eksperimen memiliki ruang lingkup pengendalian variabel dan kondisi.

Faktor Penentu Penetapan Ruang Lingkup

Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan ketika menetapkan ruang lingkup penelitian ilmiah antara lain:

  • Ketersediaan data dan akses ke objek penelitian
  • Waktu dan sumber daya yang dimiliki peneliti
  • Relevansi dan urgensi topik penelitian
  • Tujuan penelitian: apakah bersifat eksploratif, deskriptif, evaluatif, atau eksplanatif
  • Etika penelitian dan keterbatasan regulasi
  • Ruang lingkup teoritis: batasan kerangka teori yang digunakan
    Menetapkan ruang lingkup dengan baik akan membantu peneliti menjaga fokus penelitian, meminimalkan bias, dan meningkatkan validitas hasil penelitian.

Ruang Lingkup Penelitian Ilmiah dalam Praktek

Untuk memperjelas bagaimana ruang lingkup diterapkan dalam praktik penelitian ilmiah, berikut beberapa aspek yang sering muncul di dalam proposal atau laporan penelitian:

  • Penentuan batasan geografi dan demografi: Misalnya penelitian dilakukan di Kabupaten X antara bulan Januari–Juni 2025, populasi ibu hamil usia 20-35 tahun.
  • Penetapan variabel/indikator yang digunakan: Misalnya hanya variabel HB (hemoglobin), gravida/partus/abortus, dan usia ibu. Variabel lain seperti status gizi, anemia kronis, atau dukungan keluarga dianggap di luar cakupan.
  • Waktu dan durasi pengumpulan data: Penelitian berlangsung selama satu siklus kehamilan, atau satu semester, atau satu tahun.
  • Metode penelitian yang digunakan dan yang tidak digunakan: Peneliti memilih metode survei dan wawancara, tidak menggunakan metode eksperimen atau studi longitudinal multi‐tahun.
  • Kerangka teoritis / konsep yang menjadi rujukan: Misalnya menggunakan teori X dan Y dalam kajian penelitian, tanpa memasukkan teori Z yang dianggap diluar scope penelitian.
  • Kontribusi yang ditargetkan: Apakah penelitian ditujukan untuk kontribusi praktis (misalnya rekomendasi kebijakan) atau kontribusi teoritis (misalnya pengembangan konsep baru).

Dengan menetapkan ruang lingkup yang jelas, penelitian akan lebih mudah dikelola, lebih efisien dari segi sumber daya, dan hasilnya dapat difokuskan pada aspek yang memang ingin dijawab oleh penelitian.


Kesimpulan

Secara keseluruhan, pemahaman mengenai ruang lingkup penelitian ilmiah merupakan langkah penting dalam merancang dan melaksanakan penelitian yang berkualitas. Dimulai dari definisi, baik secara umum, menurut KBBI, maupun menurut para ahli, dapat dilihat bahwa penelitian ilmiah adalah kegiatan sistematis, objektif, dan bertujuan menghasilkan pengetahuan baru. Ruang lingkup penelitian kemudian menjadi batasan atau cakupan yang mengatur variabel, populasi, lokasi, waktu, serta metode penelitian agar penelitian tidak melebar dan tetap relevan. Komponen, jenis, dan faktor penetapan ruang lingkup harus diperhatikan dengan cermat agar penelitian berjalan terarah dan hasilnya dapat dipertanggung-jawabkan. Sehingga, bagi peneliti maupun praktisi akademik, merumuskan ruang lingkup secara tepat adalah salah satu fondasi utama untuk keberhasilan penelitian.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Ruang lingkup penelitian ilmiah adalah batasan atau cakupan yang ditetapkan peneliti mengenai objek, variabel, lokasi, waktu, dan metode yang digunakan agar penelitian tetap fokus, terarah, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ruang lingkup penelitian penting karena membantu peneliti menghindari pembahasan yang terlalu luas, memastikan penggunaan sumber daya secara efisien, serta membuat hasil penelitian lebih akurat dan relevan.

Elemen ruang lingkup penelitian meliputi objek penelitian, variabel yang dikaji, populasi dan sampel, lokasi penelitian, waktu penelitian, batasan penelitian, serta metode yang digunakan.

Ruang lingkup penelitian dapat ditentukan dengan mempertimbangkan tujuan penelitian, relevansi topik, ketersediaan data, keterbatasan waktu, metode yang digunakan, serta batasan teoretis yang mendukung penelitian.

Ruang lingkup penelitian kuantitatif lebih terstruktur, terukur, dan berfokus pada variabel tertentu. Sementara itu, ruang lingkup penelitian kualitatif lebih fleksibel dan menekankan eksplorasi fenomena secara mendalam sesuai konteks.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Psikologi Pendidikan: Ruang Lingkup dan Contohnya Psikologi Pendidikan: Ruang Lingkup dan Contohnya Cakupan: Definisi, Peran, dan Contoh dalam Kajian Ilmiah [PDF] Cakupan: Definisi, Peran, dan Contoh dalam Kajian Ilmiah [PDF] Sistem Mobile Reservasi Ruangan Kampus Sistem Mobile Reservasi Ruangan Kampus Keterbatasan Penelitian: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Keterbatasan Penelitian: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Asuhan Keperawatan: Pengertian, Tahapan, dan Ruang Lingkup Praktik Asuhan Keperawatan: Pengertian, Tahapan, dan Ruang Lingkup Praktik Judul Penelitian: Cara Membuat, Kriteria, dan Contohnya Judul Penelitian: Cara Membuat, Kriteria, dan Contohnya Wilayah Penelitian: Definisi, Fungsi, dan Contoh Wilayah Penelitian: Definisi, Fungsi, dan Contoh Zona Penelitian: Pengertian, Ciri, dan Contohnya Zona Penelitian: Pengertian, Ciri, dan Contohnya Epistemologi: Pengertian, Ruang Lingkup, dan Contoh dalam Ilmu Pengetahuan Epistemologi: Pengertian, Ruang Lingkup, dan Contoh dalam Ilmu Pengetahuan Jurnal Ilmiah: Pengertian, Struktur, dan Contoh penulisan beserta sumber [pdf] Jurnal Ilmiah: Pengertian, Struktur, dan Contoh penulisan beserta sumber [pdf] SPK Peminjaman Ruangan Kampus SPK Peminjaman Ruangan Kampus Nilai Ilmiah: Pengertian, Karakteristik, dan Contohnya Nilai Ilmiah: Pengertian, Karakteristik, dan Contohnya Kebenaran Ilmiah: Pengertian, Jenis, dan Kriterianya Kebenaran Ilmiah: Pengertian, Jenis, dan Kriterianya Konsep Psikologi Kehidupan Sehari-hari Konsep Psikologi Kehidupan Sehari-hari Literasi Ilmiah: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Pendidikan Literasi Ilmiah: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Pendidikan Relativisme Ilmiah: Pengertian dan Kritiknya Relativisme Ilmiah: Pengertian dan Kritiknya Sistem Informasi Manajemen (SIM): Konsep, Tujuan, dan Ruang Lingkupnya Sistem Informasi Manajemen (SIM): Konsep, Tujuan, dan Ruang Lingkupnya Objek Kajian Ilmiah: Jenis, Ciri, dan Contoh Objek Kajian Ilmiah: Jenis, Ciri, dan Contoh Perumusan Masalah Penelitian: Langkah dan Contoh Perumusan Masalah Penelitian: Langkah dan Contoh Ontologi Pengetahuan: Definisi dan Peran dalam Riset Ontologi Pengetahuan: Definisi dan Peran dalam Riset
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…